Referensi Memilih Asuransi & Investasi
Most Popular

Monday, 11 March 2019

Pasangan Ini Menikah Dengan Mahar Reksadana Saham, Mahar Polis Asuransi Unitlink Kapan?


Pasangan muda Teja dan Intan baru saja melangsungkan pernikahan di Aula UNP pada 9 Maret 2019. Pernikahan ini menjadi viral karena maharnya adalah 9 produk reksadana dan satu set kalung berlian.
Menariknya, 9 produk reksadana yang dijadikan mahar pernikahan ini merupakan reksadana yang diterbitkan oleh 9 aset management yang berbeda.
Reksadana yang dipilih pun rata-rata berisikan komponen saham. "Semangat kami adalah semangat berinvestasi untuk generasi kami berikutnya serta kita mengetahui bahwa pasar modal Indonesia merupakan pasar yang memberikan keuntungan terbesar di dunia dalam 10 tahun terakhir," papar Teja.
Menikah dengan mahar saham, reksadana, ataupun instrumen investasi lainnya beberapa waktu terakhir ini sedang menjadi trend. Hal ini menunjukkan bahwa Literasi dan Inklusi Keuangan khususnya Pasar Modal di kalangan Millenial semakin meningkat.
Beberapa bulan yang lalu, di Padang juga terdapat pasangan muda yang menikah dengan mahar saham Bank Mandiri (BMRI) dan ACE Hardware Indonesia (ACES).
Lebih jauh, tiga tahun lalu, juga ada pasangan Karyawan PT Semen Padang yang menikah dengan mahar Saham Semen Indonesia (Induk dari PT Semen Padang).
Otoritas Jasa Keuangan sangat mendukung trend positif untuk sadar berinvestasi. Kekuatan fondasi ekonomi dan peningkatan pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak terlepas nilai investasi ditanamkan.
Indonesia memiliki bonus demografi kaum produktif / milenial yang cukup besar. Bonus tersebut merupakan pedang bermata dua.
Jika kita tidak dari sekarang mulai  menanamkan kesadaran berinventasi, ke depan masyarakat kita bisa jadi hanya akan menjadi penonton kemajuan dan hanya menjadi target market saja. Inilah saatnya untuk membangun milenial yang investment  oriented.
Dalam 10 tahun terakhir, Pasar Modal Indonesia merupakan pasar yang memberikan keuntungan (gain) terbesar. Bahkan jika dibandingkan negara lain, Indonesia menduduki peringkat pertama dalam memberikan keuntungan. Namun di sisi lain, rendahnya minat warga negara Indonesia sendiri untuk berinvestasi membuat asinglah yang selama ini merasakan tingginya keuntungan tersebut.
Pasalnya saat ini Pasar Modal tidak lagi hanya dikenal sebagai sarana jual beli saham, tapi dengan makna yang lebih dalam, yaitu dengan Pasar Modal, masyarakat bisa memiliki perusahaan - perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia serta berinvestasi untuk generasi berikutnya.
Asuransi unitlink sebagai sebuah produk asuransi yang juga mengandung nilai investasi, sebenarnya juga sangat layak untuk dijadikan sebagai mahar pernikahan. Selain berorientasi pada keuntungan investasi jangka panjang, karena unitlink ini berbasis asuransi, maka produk ini juga bisa menjadi proteksi finansial bagi pasangan muda yang baru membangun keluarga bahagia. Kita tunggu saja, siapa tahu sebentar lagi akan ada pasangan yang menikah dengan mahar polis asuransi unitlink.

Thursday, 7 March 2019

Kesetiakawanan Sosial Dan Tolong Menolong Dalam Kebaikan

Inilah video viral yang direkam secara tidak sengaja, saat kejadian banjir besar dan meluas di Jawa Timur beberapa hari yang lalu, yang bahkan juga menerjang ruas tol trans jawa.
Salah seorang pengguna jalan yang belum diketahui identitasnya sempat merekam detik-detik menegangkan penyelamatan anak kecil yang terjebak di tengah2 kubangan banjir di pinggir ruas tol.
Kesetiakawanan sosial dan tolong menolong dalam kebaikan adalah fitrah dan sifat dasar manusia. Prinsip inilah yang kiranya diadopsi oleh sistem asuransi syariah.
Semoga sang penolong mendapatkan balasan dari Yang Maha Kuasa atas amal perbuatan baiknya. Aamiin.

Inilah Kabar 'Bank Terapung' Bahtera Seva yang Diresmikan Presiden Jokowi


 
Masih ingat dengan kehadiran bank di atas kapal yang menjangkau tiga kepulauan di Indonesia? Masyarakat di wilayah pesisir antusias melihat kapal berwarna biru dan oranye bersandar di dermaga pulau mereka. Kapal milik PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk ini membawa layanan perbankan ke pulau mereka.
Melalui kapal ini, masyarakat di Kepulauan Seribu, Labuan Bajo, dan Halmahera Selatan bisa merasakan layanan perbankan dengan mudah. Mereka tak harus lagi membuang waktu dan biaya untuk menyebrang ke daratan demi menabung hingga menarik uang tunai.
Pada 4 Agustus 2015, Presiden Joko Widodo meresmikan layanan perbankan di atas kapal atau disebut bank terapung untuk masyarakat Kepulauan Seribu di Pelabuhan Kali Adem, Jakarta. Bank terapung ini berada di atas Kapal Bahtera Seva I.
Bank terapung menghadirkan layanan perbankan dan fasilitas seperti ATM. Untuk daerah operasionalnya, Teras BRI Kapal Bahtera Seva I berkeliling ke enam pulau di Kepulauan Seribu dari Senin hingga Jumat. Adapun enam pulau tersebut antara lain Pulau Pramuka, Pulau Tidung, Pulau Kelapa, Pulau Untung Jawa, Pulau Harapan dan Pulau Panggang.
Kemudian pada akhir 2016, Teras BRI Kapal Bahtera Seva II diresmikan untuk melayani masyarakat di Labuan Bajo. Kapal ini melayani masyarakat yang tinggal di Pulau Longos, Pulau Boleng, Pulau Seraya Besar dan Kecil, Pulau Kukusan, Pulau Rinca, Pulau Messah, Pulau Papagarang, dan Pulau Komodo.
Pada 24 Februari 2017, giliran Teras BRI Kapal Bahtera Seva III yang diresmikan demi memberikan layanan perbankan ke masyarakat Kepulauan Halmahera Selatan. Kapal ini menyambangi Pulau Bacan/Labuha, Pulau Batang Lomang, Pulau Mandioli, Pulau Madapolo, Pulau Halmahera/Saketa, dan Pulau Kayoa.
Berdasarkan catatan detikFinance pada 2017, Jokowi mengungkapkan layanan Teras BRI Kapal menjadi solusi untuk mengatasi kebutuhan keuangan masyarakat yang berada terpisah di kepulauan.
"Negara kita ini negara kepulauan, memiliki 17 ribu pulau. Di Maluku Utara ada 800 pulau, di Maluku ada 1.340 pulau. Tidak mungkin itu dilayani lewat kantor-kantor yang ada di darat. Sehingga BRI membangun Teras BRI, artinya masyarakat di pulau-pulau itu dilayani dengan kapal," ujar Jokowi.
Saat meninjau Teras BRI Kapal Bahtera Seva III di di Pelabuhan Perikanan Nusantara Tantui, Ambon, Maluku pada Februari 2017, Jokowi turut mengatakan bahwa layanan ini merupakan bentuk komitmen mendorong keuangan inklusi.
"Kapalnya bagus sekali. Ada ATM-nya dan langsung online. Proses seperti ini yang terus akan kita dorong agar pulau-pulau juga terlayani semuanya. Masyarakat juga masuk ke dalam sistem perbankan. Ini yang kita namakan keuangan inklusi," katanya.
Bagaimana kabarnya sekarang? Hingga kini Teras BRI Kapal Bahtera Seva terus mengarungi lautan demi melayani masyarakat kepulauan untuk mendapatkan akses perbankan. Untuk Teras BRI Kapal Bahtera Seva I di Kepulauan Seribu, hingga Desember 2018 telah menyalurkan jumlah pinjaman Rp 17 miliar ke 856 nasabah dan meraup total simpanan Rp 14 miliar dari 2.771 nasabah.
Sementara Teras BRI Kapal Bahtera Seva II Labuan Bajo pada 2016 mengumpulkan dana simpanan Rp 1,4 miliar dari 371 nasabah dan penyaluran pinjaman sebesar Rp 6,1 miliar dari 260 nasabah. Pada 2018, terjadi peningkatan jumlah nasabah menjadi 753 orang dengan dana simpanan mencapai Rp 5,4 miliar dan penyaluran pinjaman ke 599 nasabah sebesar Rp 15,4 miliar.
Teras BRI Kapal Bahtera Seva III di Halmahera berhasil memberikan pinjaman komersil dan KUR sekitar Rp 21 miliar dan membantu 446 UMKM dengan dana sekitar Rp 8,6 miliar per Desember 2018.
Kehadiran Teras BRI Kapal ini diharapkan bisa menjangkau masyarakat yang berada di kawasan pesisir untuk menikmati layanan perbankan dengan mudah. Selain melayani setor tunai untuk menabung, Teras BRI Kapal juga melayani pinjaman kredit mikro untuk ragam usaha seperti nelayan dan pelaku UMKM.

Sunday, 24 February 2019

Merasa Berdosa Saat Berjualan

Hasil gambar untuk bersalah
Salah satu yang menghambat pencapaian cash seseorang adalah enggannya seseorang dalam berjualan. Keengganan seseorang dalam berjualan tentu sangat beragam dan itu sah-sah saja.
Sebenarnya, semua orang itu jualan, tapi mungkin ada yang vulgar atau ada yang lembut bermodus tak terasa. Atau bisa jadi, kegiatan transaksi itu tidak pernah mereka sadari.
Misalnya seorang karyawan yang merasa tidak pernah berjualan,  padahal, seorang karyawan itu menjual kompetensi dirinya, menjual produktifitasnya, yang kemudian ditukar dengan gaji dan insentif.
Seorang Trainer yang merasa tidak berjualan, sebenarnya sedang menjual penampilannya saat tampil. Jika "dibeli", maka peserta dan klien akan puas dan memperhitungkan sang Trainer untuk kemudian diundang kembali ke corporate. Walaupun merasa tidak ada aktivitas menjual yang dilakukannya. Karena ini adalah undangan langsung dari corporate, tetap saja hal ini adalah berjualan.
intinya, setiap orang dewasa yang sedang berjuang hidup mencari penghasilan sebenarnya dapat dipastikan terlibat dalam aktivitas berjualan.
Ketika kita sudah memahami bahwa berjualan itu penting dan menjadi pondasi penghasilan, ada sebagian dari sahabat yang kemudian merasa berat untuk berjualan. Obrolan demi obrolan terjadi, hingga akhirnya Saya menemukan sebuah alasan bahwa mereka merasa berdosa saat berjualan.
"Rasanya berat mas, teman sendiri sampe mengeluarkan uang untuk produk yang kita jual, suka gak tega."
Itulah kalimat yang sering terucap dari mereka yang merasa bahwa berjualan itu berdosa.
Mari kita bahas, apakah sebenarnya berjualan ini berdosa?
Setidaknya, ada tiga pondasi berfikir besar, mengapa berjualan itu tidak berdosa dan malah berpahala:

1. Berjualan sebenarnya hanya tukar menukar nilai yang setara.

Jual beli sebenarnya adalah aktivitas tukar menukar sesuatu yang setara. Sebuah pulsa 100 ribu ditukar dengan uang senilai 100 ribu pula. Setara. Dan itu sah-sah saja.
Walau beberapa nilai produk memiliki persepsi ghoib yang berbeda satu dengan yang lain, namun ketika seseorang meyakini nilai itu, dan membayarnya, semua jadi setara.
Es teh manis di warteg dibandrol dengan 2000 rupiah sementar ice tea di sebuah cafe bisa dijual hingga 22.500. Keduanya sama-sama berupa teh manis yang diberi es batu. Namun persepsi ghaib keduanya membuat seseorang mau membayarnya.
Sehingga, berjualan sebenarnya hanya menawarkan sebuah produk yang bernilai. Ada produk yang membawa manfaat, dan kita tawarkan jepada seseorang yang membutuhkan. Sederhana saja. Tidak rumit.
Ada produk yang menurut kita membawa solusi, lalu kita melihat sahabat kita meniliki masalah yang dapat disolusikan dengan produk kita. Maka jual saja produknya. Anda sedang membantu dan menolong orang.
Pertanyaan lanjutan setelah ini adalah :
"Kalo emang niat bantu kang? Kenapa gak digratiskan saja?"
Oke, Saya akan sabar menjawabnya.
Sebuah kebermanfaatan produk harus berbentuk industri agar kebermanfaatannya terus berjalan. Sebuah layanan pendidikan itu membawa manfaat, agar anak-anak kita dapat mengenyam pendidikan yang baik. Lalu apa yang terjadi jika sekolah tidak mendapatkan pemasukan? Apa yang terjadi jika guru-guru dibayar dibawah UMR dan tidak dapat bertahan hidup dengan gaji yang ada?
Maka guru-guru akan mencari mata pencaharian yang lain, lalu apa yang terjadi pada peserta didik yang diajar oleh seorang guru yang mengajar dengan waktu sisa?
Begitu juga dengan industri training atau bahkan business coaching. Sah-sah saja ketika seorang konselor bisnis menetapkan tarif atas jasa konseling dan konsultasi dalam membangun bisnisnya. Karena seorang owner bisnis membutuhkan itu, dan beberapa coach memang benar-benar memfokuskan dirinya untuk mendidik pebisnis. Hidupnya sudah fokus disana. Jadi gak ada yang salah dalam hal-hal berbayar. Bahkan ada yang membayarnya dengan sharing profit.
Dalam beberapa kesempatan, sesuatu yang gratis menyebabkan beberapa layanan tidak sempurna dikerjakan. Sebuah layanan yang terlalu murah menyebabkan banyak cost operasi dipangkas, sehingga klien tidak terlayani dengan baik.
Oke ya... begitulah makna berbayar dalam sebuah bisnis. Sah sah saja. Dan kita harus membayar agar lestari.
Bayangkan jika kebutuhan seseorang akan transportasi digratiskan, dan layanan transportasi tersebut tidak mendapatkan subsidi dari mana-mana. Ya jelas bangkrut.

2. Berjualan sebenarnya membantu orang untuk berbelanja.

Hal yang kedua yang ingin Saya sadarkan kepada para pebisnis adalah tentang ketetapan belanja setiap orang. Setiap orang dalam masyarakat pasti meniatkan diri untuk berbelanja. Dan beberapa rumah tangga bahkan menetapkan angka belanjanya setiap bulan.
Kami mau belanja 5 juta bulan ini.
Kami mau belanja buku 2 juta bulan ini.
Kami mau rekreasi 1 juta bulan ini.
Maka, berjualan hanya aktivitas untuk membantu seseorang dalam berbelanja. Karena walaupun Anda berjualan atau tidak, mereka tetap membelanjakan uangnya. Dan uangnya akan habis juga.
Lalu, yang harus kita maknai adalah, apa yang terjadi jika mereka salah membeli buku, salah memilih tempat rekreasi, salah membeli produk?
Maka, jika Anda memiliki produk yang memang berkualitas, bahkan Anda telah memakainya, atau bahkan Anda telah mendapatkan manfaat atasnya, lalu apalagi alasan Anda untuk tidak menjualnya.
Berhasil closing penjualan ataupun tidak sebenarnya hanya efek samping. Dan itu bukan masalah yang besar. Ketika ada seseorang yang menolak produk kita, berarti mereka bukanlah market kita. Ketika ada yang masih mikir-mikir, berarti mereka membutuhkan penguatan. Ketika ada yang menerima, berarti produk kita cocok untuk mereka.
Sederhana, tidak perlu merasa berdosa, kita sedang membantu seseorang untuk berbelanja.

3. Berjualan adalah kerja menggerakkan ekonomi.

Yang ketiga adalah bergeraknya ekonomi. Sebuah kesejahteraan terjadi jika ada arus pergerakan uang. Bukan banyaknya uang. Sebuah negara dengan uang yang berlimpah akan menjadi sengsara jika uang masyarakatnya tersimpan dan tidak bergerak terbelanjakan di sektor riil.
Ketika Anda berjualan buku, maka Anda mendapatkan untung, lalu modal beli buku dibayarkan ke Agen Buku. Setelah itu Agen Buku membayar kembali ke Penerbit. Lalu penerbit membayar pabrik kertas, tinta hingga cicilan mesin. Setelah itu pabrik bergerak, pembuat mesin cetak bergerak dan semua SDM yang terkait rantai panjang penjualan buku menjadi hidup karena mendapatkan pemasukan.
Maka, 1 kali closing dalam sebuah penjualan akan mengakibatkan rentetan kesejahteraan pada jutaan orang lainnya. Transaksinya sederhana, hanya Anda dan Customer, tetapi dibalik itu, akan ada jutaan orang yang kemudian teraliri kehidupannya, akibat aksi penjualan Anda.
Masihkah enggan untuk berjualan?
Masihkah ragu untuk menjual sesuatu?
Masihkah merasa berdosa?
Wajar jika kemudian janji langit menganugerahkan keberkahan pada para pedagang. Karena para pedagang inilah yang terus menggerakkan kebaikan di masyarakat. Apa kebaikannya : mensejahterakan banyak orang.
Akhirul kalam, semoga tulisan ini mengalir keseluruh penjuru tempat. Menyapa hati para penjual yang sedang jatuh mentalnya. Membangkitkan para pedagang yang sedang gelap jiwanya. Menghidupkan semangat para seller yang rindu closing.
Mulailah penjualan dengan semangat berpahala. Tidak akan ada energi positif apabila sebuah proses penjualan diliputi perasaan berdosa. Lepaskan perasaan buruk itu. Kembalilah mencatat list target market Anda. Bangun rencana penjualan. Dan tawari.. juali... edukasi... semoga closing yang banyak ya.. aamiin.

*Dikutip dari tulisan Rendy Saputra

Monday, 18 February 2019

Smart Woman, Invest

Hasil gambar untuk investasi perempuan

Satu hal yang sangat penting dalam manajemen keluarga adalah soal pengelolaan uang. Bahasannya mulai dari bagaimana mengatur pemasukan, dengan konsekuensi dilematis, apakah istri harus/perlu/boleh bekerja mencari pemasukan atau tidak. Tapi sebenarnya ada soal yang jauh lebih penting, yaitu bagaimana mengatur pengeluaran.
Pola pengeluaran sangat tergantung dari pola pikir. Saat penghasilan 10 juta sebulan, orang bisa hidup dengan biaya 8 juta, dan menabung 2 juta. Tapi apakah kalau penghasilannya naik jadi 20 juta ia bisa menabung 12 juta? Ada kemungkinannya tidak. Boleh jadi biaya hidupnya naik jadi 15 juta, dan yang ditabung hanya 5 juta saja. Lebih parah lagi, tabungan mungkin tetap 2 juta saja.
Kunci dalam manajemen keuangan adalah menajemen keinginan. Kalau saat penghasilan kecil kita penuh dengan keinginan, lalu saat penghasilan meningkat lantas kita merasa itu adalah saat untuk mengabulkan berbagai keinginan, maka kenaikan penghasilan jadi tidak berarti. Kita tidak bertambah kaya dengan kenaikan penghasilan. Kita hanya berubah jadi orang yang boros.
Menabung sebenarnya baru tahap awal manajemen keuangan keluarga. Yang lebih penting adalah investasi, membuat uang itu tumbuh, kalau perlu berlipat. Kalau kita bisa menabung 100 juta setahun, setelah 3 tahun baru terkumpul 300 juta. Dari sisi nominal jumlah itu tak seberapa.
Sisi penting dari uang sejumlah tertentu adalah, ia punya daya beli terhadap sesuatu yang bisa tumbuh kembang dengan cepat. Tentu saja itu sangat tergantung dari apa yang dibeli. Nah, apa yang dibeli itu memerlukan kemampuan analisis investasi.
Uang 300 juta kalau disimpan dalam wujud tabungan di rekening biasa, bunganya hanya sekitar 1-2%. Deposito, paling bagus 5-6%. Investasi sukuk mungkin bisa 8%. Adakah yang bisa 15-20%? Ada, tentu saja dengan risiko. Investasi apartemen bisa mendatangkan profit sampai 30% per tahun. Saham, kalau bagus mungkin bisa 15-20%.
Saya tidak bisa membahas detil soal strategi investasi, karena saya bukan ahlinya. Yang ingin saya katakan adalah, sukses tidaknya kita dalam mengelola ekonomi keluarga tergantung dari bisa tidaknya kita berinvestasi. Menabung saja jauh dari cukup.
Bayangkan, dengan penghasilan Anda saat ini, berapa tabungan Anda ketika Anda pensiun?  Tidak banyak. Seorang teman memberi tahu saya hitungan kasar: masa kerja = masa pensiun. Misalnya seseorang mulai bekerja di usia 25, lalu pensiun di usia 55. Ia bekerja selama 30 tahun. Boleh jadi ia akan hidup sampai usia 75 tahun. Artinya, setidaknya ia harus punya tabungan untuk membiayai hidupnya selama 20 tahun setelah pensiun.
Dengan hitungan sederhana itu, kalau bergantung pada tabungan, Anda harus menyisihkan 35% dari penghasilan Anda setiap bulan. Kalau hanya 20% atau 10%, jauh dari cukup. Itu pun masih belum cukup. Anda harus berinvestasi, memastikan uang tabungan tadi terus tumbuh seiring perjalanan waktu. Lebih bagus lagi kalau investasi itu menghasilkan penghasilan pasif, sehingga suatu saat penghasilan pasif itu bisa memenuhi semua kebutuhan Anda. Itulah kemerdekaan finansial.
Nah, perempuan, terlepas dari apakah dia bekerja untuk memperoleh penghasilan atau tidak, sangat berperan dalam manajemen keuangan keluarga. Kalau istri boros, mau berapa pun penghasilan keluarga, akan habis. Uang hanya akan numpang lewat di rekening. Sebaliknya, kalau ia pandai mengelola, penghasilan tak seberapa pun akan bisa berarti.
Lho, memangnya laki-laki tidak ada yang boros? Justru itu, kalau perempuan boros, ditambah laki-laki yang boros, hancur. Perempuan diharapkan bisa jadi rem bagi laki-laki yang boros. Sebaliknya, biasanya laki-laki sulit mengerem kalau istrinya boros.
Seperti saya tulis di atas, menanbung saja jauh dari cukup. Perempuan harus bisa berinvestasi, untuk mengamankan uang keluarga.
Emak saya dulu sangat cerdas dalam soal keuangan. Ia selalu punya cara berhemat, dan punya cara membuat uangnya tumbuh. Zaman dulu cara berinvestasi yang paling sederhana adalah dengan membeli emas. Ini sebenarnya banyak dipraktikkan perempuan zaman dulu.
Untuk bisa mengelola keuangan keluarga kita perlu terlebih dahulu menetapkan target atau tujuan. Misalnya, punya penghasilan pasif dalam jumlah tertentu. Kemudian dibuat perencanaan tentang bagaimana target itu dicapai. Nanti akan didapat nilai tabungan yang harus disisihkan setiap bulan. Ingat, yang disisihkan bukan sisa dari semua pengeluaran. Justru sebaliknya, yang boleh dikeluarkan adalah sisa dari yang sudah ditabung.
Selain rencana tabungan, harus ada rencana investasi. Investasi apa yang terbaik, harus dipelajari, dipilih, lalu dikelola. Terlepas dari dia bekerja atau tidak, perempuan bisa berperan sangat besar dalam hal menabung dan investasi.
Nah, bagi yang sedang mencari pasangan, perlu ditambahkam kriteria ini: apakah calon pasanganmu bisa berinvestasi? Dalam mendidik anak pun ini harus diajarkan.

Sumber Artikel Kang H Idea



Sunday, 17 February 2019

Tipe-Tipe Orang Dalam Mempergunakan Uang, Anda Masuk Tipe Yang Mana?

Gambar terkait
Secara umum, dipandang dari sisi bagaimana seseorang menggunakan uangnya, ada 3 tipe;

Tipe Peminjam

Orang dengan tipe ini adalah sumber penghasilan para bankir. Untuk mereka ada karpet merah di bank atau perusahaan leasing. Apapun barang yg diinginkan dibeli secara kredit.
Lunas dengan yang satu dia akan mengambil kredit yg lain. Hidup semewah yang dia bisa, ibarat menyetir mobil selalu menekan gas sampai di garis merah. Mobil apapun yg dia naiki selalu dipacu sampai batas maksimal. Robert T Kiyosaki menyebut kehidupannya sebagai almost bankcrupt atau hampir hangkrut. Jika pencari nafkahnya berhenti bekerja, maka keluarganya langsung bangkrut karena harus menjual barang barang yg ada. Pencari nafkah berhenti bekerja itu bisa kapan saja. Bisa masih lama sesuai rencana pensiun, bisa di PHK dalam waktu dekat, bisa juga meninggal hari ini. Apakah Anda mengenal satu saja dari mereka ?

Tipe Penabung

Orang dengan tipe ini tidak suka ambil kredit, selalu beli cash. Tetapi karena tujuan menabung adalah untuk membeli barang, maka sebenarnya ya hampir sama saja dengan tipe pertama diatas. Jika pencari nafkah berhenti bekerja karena suatu hal, tidak lama kemudian juga harus menjual barang atau bangkrut. Memang sedikit lebih lama dibanding tipe yang pertama. Apakah Anda mengenal satu orang saja dari mereka ?

Tipe Investor

Inilah yg besok akan hidup enak krn sdh terbiasa menyisihkan sebagian penghasilannya utk diinvestasikan. Ada beberapa jenis investor. Ada investor kecil dan ada investor besar. Pola pikirnya sama, hanya ilmunya saja yg berbeda.
Tipe investor ini termasuk mereka yang sudah berpikir maju dengan membeli asuransi unit link, yang merupakan bagian dari produk asuransi berbasis asuransi.
Robert T Kiyosaki mengajarkan kita untuk memiliki 3 celengan. Kita perlu menyisihkan 30% dari penghasilan kita, dimasukkan ke 3 celengan.
  1. 10% untuk tabungan; Hanya boleh digunakan untuk kondisi sangat darurat.
  2. 10% untuk investasi, jika jumlahnya sudah cukup diinvestasikan. Namanya investasi ada kemungkinan gagal.
  3. 10% digunakan untuk sedekah.
Terus, asuransi masuk bagian yang mana? Ingat point 1 dan point 2; masing-masing sejumlah 10 % untuk tabungan dan investasi, jadi totalnya ada 20 % anggaran. Nah, total 20 % ini bisa dibagi lagi menjadi 2 bagian; 10 % biarkan dalam wujud tabungan dan investasi, 10 % lainnya belikan asuransi unit link. Sehingga anda akan semakin banyak memiliki cadangan dana, bahkan dalam kondisi darurat kesehatan, anda tidak perlu mencairkan tabungan karena ada asuransi yang mengatasi.

Tuesday, 5 February 2019

Ternyata Perempuan Diseluruh Dunia Bisa Hidup Lebih Lama Dibandingkan Lelaki, Inilah Sebabnya


Hasil gambar untuk perempuan
Di seluruh dunia, perempuan hidup lebih lama dibandingkan laki-laki. Dikutip dari detik.com, inilah beberapa alasan yang menjadi sebabnya.
Harapan hidup rata-rata saat lahir bagi penduduk dunia adalah 72 tahun di tahun 2016, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Tetapi ketika dipilah berdasarkan jenis kelamin, angkanya adalah 74 tahun dua bulan untuk perempuan dan 69 tahun delapan bulan untuk laki-laki.
Menurut sensus tahun 2010, Amerika Serikat memiliki 53.364 penduduk yang berusia di atas 100 tahun. Hanya 9.162 orang berjenis kelamin laki-laki, sementara 44.202 adalah perempuan.
Jadi mengapa perempuan hidup lebih panjang dibandingkan laki-laki dan apa kelebihan mereka?
Mari kita lihat tiga alasan utamanya.

1. Gen

Human Mortality Index saat ini memiliki informasi 40 negara, termasuk data tentang Swedia dan Perancis yang berasal dari tahun 1751 dan 1816.
Tetapi dari negara-negara seperti Jepang dan Rusia, data baru tersedia pada pertengahan abad ke-20.
Kromosom. Perempuan memiliki dua kromosom X. (Getty Images)
Meskipun demikian, bagi semua negara pada setiap tahun di bank data, harapan hidup perempuan saat lahir melampaui harapan hidup laki-laki.
Sepertinya, sejak permulaan, laki-laki dikalahkan karena susunan gennya.
Embrio
"Embrio laki-laki meninggal pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan embrio perempuan," kata Profesor David Gems dari University College London.
Salah satu alasannya kemungkinannya karena peran yang dimainkan kromosom yang menentukan jenis kelamin kita.
Perempuan memiliki kromosom XX dan laki-laki XY.
Kromosom berisi gen.
Kromosom X memiliki gen yang membantu Anda tetap hidup.
"Jika Anda memiliki cacat genetis di kromosom X dan jika Anda seorang perempuan, maka Anda memiliki persediaan. Tetapi jika Anda laki-laki, Anda tidak memiliki penggantinya," kata David Gems berbicara dengan Crowd Science program radio BBC.
"Anak laki-laki 20-30% lebih berkemungkinan meninggal saat masa akhir kehamilan. Mereka juga 14% lebih berkemungkinan dilahirkan lebih cepat. Bayi laki-laki cenderung lebih besar dan lebih berisiko mengalami cedera saat lahir," kata Lorna Harries, pengajar di Exeter University.
Di antara unggas, jantan memiliki dua kopi kromosom X dan hidup lebih lama dari pada betina.

2. Hormon

Selama masa remaja, anak laki-laki dan perempuan tumbuh menjadi pria dan perempuan karena perubahan hormon.
Pemakaman di Kabul. Banyak laki-laki meninggal karena perang. (Getty Images)
Testosteron, yang membuat tubuh lebih besar dan kuat menyebabkan sejumlah hal yang dipandang sifat kebanyakan laki-laki, seperti suara yang lebih dalam dan dada yang lebih berbulu.
Tingkat kematian meningkat di antara pria saat terjadi lonjakan testosteron, yang terjadi pada periode terakhir masa remaja.
Para ahli mengatakan hal ini kemungkinan disebabkan pria melakukan kegiatan berisiko seperti berkelahi, mengendarai sepeda dan mobil dalam kecepatan tinggi, selain bunuh diri.
Beberapa tahun lalu, ilmuwan Korea Han-Nam Park menganalisa catatan rinci Imperial Court, Chosun Dynasty dari abad ke-19.
Dia mengkaji rincian tentang 81 laki-laki yang dikebiri, yang testisnya dicabut saat masa puber.
Analisanya mengungkapkan orang kasim hidup sampai sekitar umur 70 tahun - sementara rata-rata usia hidup pria di istana adalah hanya 50 tahun.
Tiga pria yang dikebiri bahkan dapat merayakan ulang tahun ke-100.
Meskipun tidak semua kajian jenis orang kasim lainnya menunjukkan perbedaan yang begitu besar, secara umum sepertinya manusia (dan binatang) tanpa testis memang lebih lama masa hidupnya.
Hormon seks perempuan, estrogen juga dipandang sebagai "antioksidan", yang berarti menghilangkan unsur kimia beracun penyebab stres sel.
Dalam percobaan pada binatang, betina yang kekurangan estrogen cenderung tidak hidup selama yang tidak dioperasi - kebalikan dari keadaan pria yang dikebiri.
Jantung manusia. Hormon seks perempuan estrogen cenderung membantu mengatasi kolesterol buruk yang menyebabkan penyakit jantung. (Getty Images)
Para peneliti di Spanyol mengajukan sebuah makalah pada tahun 2005 yang menyatakan estrogen meningkatkan gen terkait dengan umur panjang, termasuk yang terkait dengan enzim antioksidan.
Estrogen juga mendukung hilangnya kolesterol buruk dan ini yang kemungkinan memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung.

3. Pekerjaan dan tingkah laku

Di daerah di mana terjadi konflik, harapan hidup pria menurun.
Tetapi pada beberapa wilayah dimana perawatan kesehatan tidak memadai, banyak perempuan meninggal saat melahirkan.
Beberapa faktor seperti merokok, alkohol dan kebanyakan makan kemungkinan salah satu alasan mengapa ukuran kesenjangan jenis kelamin beragam di berbagai negara.
Pria Rusia kemungkinan meninggal 13 tahun lebih cepat, contohnya, sebagian karena berlebihan minum alkohol.
Lebih panjang tetapi tidak lebih sehat
Tetapi ini bukan hanya kelebihan satu sisi saja. Meskipun perempuan hidup lebih panjang, mereka lebih menderita karena penyakit, terutama pada akhir kehidupan.
Perempuan dari umur 16 sampai 60 tahun lebih berkemungkinan mengunjungi dokter dibandingkan laki-laki pada usia yang sama di sejumlah negara.
Steven N. Austad dan Kathleen E. Fischer dari University of Alabama mengatakan lewat sebuah tulisan di jurnal biomedika Cell Press bahwa "di masyarakat Barat, perempuan lebih sering mendatangi dokter, memakan obat dan tidak bekerja karena alasan kesehatan, di samping lebih lama di rumah sakit dibandingkan laki-laki".
Mereka menambahkan, "Prevalensi yang lebih tinggi terkait dengan keterbatasan fisik perempuan pada masa selanjutnya kehidupan juga dilaporkan di Bangladesh, Cina, Mesir, Guatemala, India, Indonesia, Jamaica, Malaysia, Meksiko, Filipina, Thailand, dan Tunisia."

Perbedaan menipis

Kajian baru-baru ini mengisyaratkan perbedaan harapan hidup antar jenis kelamin akan hilang dalam waktu dekat.
Sekolah di Inggris. Perbedaan harapan hidup antara laki-laki dan perempuan kemungkinan akan hilang dalam 20 tahun ke depan di Inggris. (Getty Images)
Kajian yang dilakukan Imperial College London menyatakan perbedaan antara pria dan perempuan kemungkinan akan menjadi hanya satu tahun sembilan bulan pada tahun 2030 di Inggris.
Bayi laki-laki yang dilahirkan saat ini di Inggris kemungkinan akan hidup sampai umur 79 tahun dua bulan dan bayi perempuan sampai umur 82 tahun sembilan bulan, menurut Office of National Statistics.
Kajian lain yang dipimpin Profesor Statistik di Cass Business School, Les Mayhew memperkirakan harapan hidup laki-laki dan perempuan akan sama pada tahun 2032.
"Penurunan secara umum terkait dengan konsumsi rokok dan alkohol menguntungkan laki-laki, yang cenderung lebih banyak merokok dan minum alkohol dibandingkan perempuan," kata Les Mayhew seperti dikutip koran Guardian, Inggris.
"Kita juga mencatat langkah maju besar dalam mengatasi penyakit jantung, yang lebih sering dialami pria," dia menambahkan.
Dan di negara-negara di mana kematian terkait dengan kecelakaan lalu lintas menurun, ini seharusnya juga membantu penambahan umur laki-laki.


Sunday, 3 February 2019

Fogging Bisa Berbahaya, 7 Tanaman Ini Bisa Menjadi Alternatif Pembasmi Nyamuk Demam Berdarah

Hasil gambar untuk nyamuk demam berdarah

Penyakit demam berdarah patut diwaspadai di musim hujan seperti sekarang ini. Demam berdarah dengue atau DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk betina Aedes aegypti. Virus dengue sendiri terdiri dari 4 jenis, yakni dengue tipe 1, 2, 3, dan 4. Namun, tipe yang dominan di Indonesia adalah tipe 3.
Penyakit demam berdarah sulit diprediksi, sebab, gejalanya mirip dengan gejala penyakit lainnya, misalnya demam tifoid. Pada umumnya, gejala yang muncul adalah demam tinggi, sakit kepala, bahkan bila sudah parah bisa sampai muntah darah. Akan tetapi, karena mirip gejala lain, sering terjadi salah diagnosis terhadap penyakit ini.
Selain gejala di atas, demam berdarah biasa ditandai juga dengan nyeri pada sendi, mual, dan hasil pemeriksaan trombosit yang menunjukkan penurunan hingga kurang dari 100.000 serta peningkatan kekentalan darah (hematokrit).
Pengasapan atau biasa dikenal dengan istilah fogging yang menggunakan bahan temenphos organofosfat, biasa dilakukan untuk membasmi nyamuk demam berdarah. Padahal, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penggunaan fogging  yang berulang-ulang justru dapat memberikan dampak resistensi pada nyamuk.
Para peneliti, telah beupaya menemukan cara lain yang lebih alami dan aman bagi kesehatan untuk membasmi nyamuk demam berdarah. Indonesia sendiri kaya akan jenis tanaman yang sudah sejak dahulu kala dimanfaatkan untuk kebutuhan obat dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya adalah untuk membasmi nyamuk. Bahkan, beberapa tanaman tengah dikembangkan sebagai insektisida nabati atau larvasida (pembasmi larva nyamuk) nabati untuk menggantikan insektisida kimia.
Dikutip dari klikdokter.com, berikut ini adalah beberapa tanaman yang bisa digunakan sebagai anti nyamuk demam berdarah;

1. Kunyit

Dijelaskan dalam Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan tahun 2013 yang diterbitkan oleh Badan Litbang Kemenkes RI Baturaja, kandungan minyak atsiri dalam tanaman kunyit berguna sebagai bahan pembasmi nyamuk penyebab demam berdarah.
Selain itu, jika dikonsumsi, kurkumin yang terkandung di dalamnya dapat membantu proses pemulihan penyakit demam berdarah.

2. Daun Sirih

Masih dari jurnal yang sama, kandungan bahan aktif alkaloid, fenol dan kavikol pada tanaman merambat ini dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan perkembangbiakan nyamuk.

3. Melati

Penelitian yang dilakukan oleh Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (BALABA) Ciamis menemukan hasil bahwa melati merupakan tanaman yang memiliki efektifitas paling tinggi dibandingkan dengan tanaman lainnya dalam pembasmian nyamuk.
Bagian bunga dari tanaman melati mengandung minyak atsiri yang biasa digunakan untuk menghalau nyamuk.

4. Serai

Sebagai tanaman yang cukup banyak ditanam oleh masyarakat karena digunakan untuk memasak, menurut BALABA tanaman serai juga cukup efektif dalam menghalau nyamuk berkat kandungan atsiri dan sitronela di dalamnya.
Itulah sebabnya, serai kerap diandalkan sebagai bahan dasar obat pengusir nyamuk. Gunakan air yang diberikan potongan serai sebagai penyegar ruangan atau rebus serai dan gunakan airnya untuk mengepel lantai rumah Anda, agar nyamuk enggan “bertamu”.

5. Pisang raja

Anda penyuka pisang? Ternyata tanaman buah berwarna kuning ini juga bisa membasmi nyamuk, lo. Flavonoid dan saponin yang ada pada ekstrak kulit pisang efektif dalam mematikan larva nyamuk Aedes aegypti.
Kedua senyawa tersebut bekerja dengan menghambat saluran pencernaan nyamuk serta bersifat toksik bagi larva nyamuk. Hal ini dijelaskan dalam jurnal Higiene tahun 2016.

6. Rambutan

Sebuah penelitian dilakukan oleh Universitas Andalas menemukan bahwa ekstrak etanol biji rambutan mampu mematikan larva nyamuk Aedes aegypti hingga 80 persen setelah dipaparkan selama 24 jam.
Hal ini membuktikan bahwa tanaman rambutan bisa dimanfaatkan bijinya sebagai bahan larvasida nabati. Penelitian ini dirilis dalam Jurnal Kesehatan Andalas tahun 2018.

7. Cengkih

Minyak atsiri pada daun cengkih mengandung zat eugenol yang bekerja memengaruhi sistem saraf nyamuk. Selain itu, sama seperti pada pisang raja, Cengkih – atau sering disebut cengkeh – juga memiliki flavonoid yang melumpuhkan saraf pernapasan nyamuk, sehingga menyebabkan kematian.
Dengan penggunaan berbagai tanaman di atas sebagai insektisida alami, maka pembasmian nyamuk akan lebih bersahabat bagi lingkungan.
Kini Anda telah mengetahui berbagai tanaman yang ternyata dapat menjadi bahan insektisida pembasmi nyamuk demam berdarah. Beragam tanaman di atas bisa Anda manfaatkan sebagai upaya lain untuk menghindari gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Selain upaya-upaya untuk mencegah terjadinya sakit demam berdarah, ada baiknya juga anda membekali diri dan keluarga dengan asuransi kesehatan yang tepat sebagai antisipasi jika resiko sakit tetap terjadi. Karena  ada hal-hal yang tetap berada diluar kendali kita terkait dengan resiko sakit dan kesehatan. Anda bisa klik tautan ini untuk menemukan agen asuransi dan berkonsultasi langsung dengan agen yang tepat, dan dekat dengan tempat anda berdomisili.

Panduan Membangun Bisnis; Pelajaran Dari Humor Perampokan Di Sebuah Bank


Hasil gambar untuk perampok bank
Seorang perampok berteriak kepada semua orang di bank :

” Jangan bergerak! Uang ini semua milik Negara. Hidup Anda adalah milik Anda ..”

Semua orang di bank kemudian tiarap.

Hal ini disebut “Mind changing concept – merubah cara berpikir“.

Semua orang berhasil merubah cara berpikir dari cara yang biasa menjadi cara yang kreatif.

Salah satu nasabah yang sexy mencoba merayu perampok. Tetapi malah membuat perampok marah dan berteriak, ” Yang sopan mbak! Ini perampokan bukan perkosaan!”

Hal ini disebut ” Being professional – bertindak professional“. Fokus hanya pada pekerjaan sesuai prosedur yang diberikan.

Setelah selesai merampok bank dan kembali ke rumah, perampok muda yang lulusan MBA dari universitas terkenal berkata kepada perampok tua yang hanya lulusan SD ” Bang, sekarang kita hitung hasil rampokan kita”.

Perampok tua menjawab. ” Dasar bodoh, Uang yang kita rampok banyak, repot menghitungnya. Kita tunggu saja berita TV, pasti ada berita mengenai jumlah uang yang kita rampok.”

Hal ini disebut “Experience – Pengalaman“. Pengalaman lebih penting daripada selembar kertas dari universitas.

Sementara di bank yang dirampok, si manajer berkata kepada kepala cabangnya untuk segera lapor ke polisi. Tapi kepala cabang berkata, ” Tunggu dulu, kita ambil dulu 80 milliar untuk kita bagi dua. Nanti totalnya kita laporkan sebagai uang yang dirampok.”

Hal ini disebut “Swim with the tide – ikuti arus“. Mengubah situasi yang sulit menjadi keuntungan pribadi.

Kemudian kepala cabangnya berkata,” Alangkah indahnya jika terjadi perampokan tiap bulan.”

Hal ini disebut “Killing boredom – menghilangkan kebosanan“. Kebahagiaan pribadi jauh lebih penting dari pekerjaan Anda.

Keesokan harinya berita di TV melaporkan uang 100 milliar dirampok dari bank. Perampok menghitung uang hasil perampokan dan perampok sangat murka. “Kita susah payah merampok cuma dapat 20 milliar,orang bank tanpa usaha dapat 80 milliar. Lebih enak jadi perampok yang berpendidikan rupanya.”

Hal ini disebut sebagai “Knowledge is worth as much as gold – pengetahuan lebih berharga daripada emas“.

Dan di tempat lain manajer dan kepala cabang bank tersenyum bahagia karena mendapat keuntungan dari perampokan yang dilakukan orang lain.

Hal ini disebut sebagai “seizing opportunity – berani mengambil risiko“.

Selamat mencermati kisah diatas. Meski  mengandung humor namun ada point-point yang bisa kita tangkap dari humor bisnis di atas...


Memahami Perbedaan Uang (Money) Vs Dana (Finance)


Hasil gambar untuk uang

Financial Engineering

Anda pasti tidak percaya, bila ada perusahaan shadow banking bisa akuisisi perusahaan perdagangan emas dan tambang emas yang berada di dua negara seharga 200 kali dari asset perusahaan yang ada. Itu semua dana berasal dari penerbitan global bond di London. Tapi kalau anda bisa memahami perbedaan uang dengan dana, mungkin anda bisa percaya.
Dalam bahasa Inggris uang itu disebut dengan money. Dana disebut finance. Mindset ilmu ekonomi sebelum tahun 90an masih belum secara jelas menbedakan antara uang dengan dana.  Dianggapnya sama aja. Bahkan di era sekarang masih ada kampus yang mengajarkan prinsip ekonomi jadul itu.
Lantas apa bedanya money dengan finance ? sejak ada ilmu financial engineering , perbedaan pengertian money dan finance semakin lebar. Money dasarnya adalah kebijakan moneter ekonomi. Contoh uang yang anda pegang itu lahir dari kebijakan moneter. Karena uang berasal dari kebijakan negara maka cara mensuplai uang pun diatur oleh negara.
Gimana caranya ? Lewat project program. Lewat program inilah swasta atau BUMN pinjam ke bank.
Gimana kalau bank tidak cukup uang?
Ya negara pinjam uang ke Negara lain atau lembaga multilateral.
Gimana kalau engga cukup juga ?
Ya pemerintah cetak uang, yang berdampak kepada jatuhnya nilai uang.
Kemudian uang itu ditempatkan di Bank Sentral. Kemudian bank sentral menyalurkannya ke perbankan lewat kredit program dan kredit likuiditas.
Makanya di era Soeharto, swasta yang bisa kaya raya hanya pengusaha yang punya koneksi kuat dengan kekuasaan. Dia hanya cari proyek yang sesuai dengan program GBHN. Kemudian dia tinggal datangi bank untuk minta kredit.  Kalau sulit, dia akan datangi Bank Indonesia atau Departemen terkait atas program itu. Maka keluarlah surat rekomendasi. Jadilah uang dalam bentuk kredit investasi dan modal kerja. Apakah cara ini bagus ?
Yang jelas hasilnya meningkatkan rasio GINI. Ketimpangan antara mereka yang kaya dengan mereka yang miskin sangat lebar. Mengapa? karena hanya segelintir orang yang punya akses kepada uang. Sementara dimanapun kekuasaan itu cenderung korup dan uang lah penyebab ketidakadilan terjadi.
Dengan adanya financial engineering yang berkembang di tahun 90an dan mencapai puncaknya tahun tahun 2000an, khususnya setelah adanya liberalisasi pasar uang dan investasi dalam kuridor WTO, maka munculah istilah finance.

Apa itu finance ?

Dana di create dan di supply bukan karena kebijakan moneter tapi oleh prinsip ekonomi. Apa itu? Dana itu berhubungan dengan tingkat pengembalian investasi dan tingkat resiko.  Ada hitungan dengan standar yang ketat untuk mengetahui itu. Negara tidak bisa lagi menentukan program apa yang dibuat. GBHN sudah engga laku lagi. Ukurannya sudah pasar. 

Jadi tugas negara apa ?

Tugas negara menciptakan kebijakan agar dana bisa mengalir kedalam bisnis. Kebijakan itu bisa dari segi perizinan, penyediaan infrastruktur ekonomi maupun keuangan. Tujuannya agar terjadi demand and supply. Market equilibrium 
Dari kebijakan itulah akan lahir kreatifitas bisnis. Kreatifitas bisnis itulah value atau disebut dengan finance atau dana.
Value ditentukan oleh
1. aspek tekhnologi,
2. bahan baku,
3. pasar,
4. SDM dan
5. dukungan stakeholder.
Bagaimana kalau anda tidak ada modal untuk memulai kreatifitas bisnis dan menghasilkan value ? Engga usah kawatir. Karena ada jembatan untuk melewati itu.

Apa itu Lembaga Venture Capital?

Kalau sulit deal dengan ventur capital, anda bisa deal dengan angel investor, yang lebih mengutamakan pendekatan pribadi.
Nah kalau sudah bisa melewati itu, maka anda bisa mengakses sumber keuangan.
Di pasar uang,  bisa dengan menarik pinjaman dari bank dan lembaga keuangan non bank dengan berbagai skema.
Bisa juga melalui pasar modal lewat penerbitan saham atau menjual obligasi.
Jadi di era sekarang sudah tidak ada lagi istilah uang atau money dimana pemerintah sebagai creator, dan presiden perutnya buncit. Tidak.
Tetapi di era sekarang yang berlaku adalah dana atau finance, dimana dana itu adalah value.
Value itu dalam bentuk kreatifitas bisnis yang melahirkan tekhnologi, bahan baku yang terjamin, produk yang kompetitif, SDM yang punya passion tinggi dan perusahaan/negara yang punya komitmen kepada pemangku kepentingan ( stakeholder ).
Contoh :
1. Apple asset nya hanya USD 366 juta. Namun valuenya sebesar USD 1 triliun pada tahun lalu. Hitung berapa valuenya? Itu hampir sama dengan 250 kali. Artinya leverage asset nya mencapai 250 kali dari asetnya. Jadi kalau dia berhutang 10 kali dari asset realnya masih dibeli orang obligasinya.
2. Inalum dengan TO Freeport Indonesia. Padahal asset inalum holding hanya US$ 469,7 tetapi bisa menerbitkan global bond unsecure sebesar USD 3,8 miliar. Itu artinya leverage sebesar 7 kali dari asset.
Masalah di kita sekarang adalah banyak orang berpikir uang adalah money bukan dana atau finance. 
Berhutang berarti memindahkan (gadaikan) asset dengan cash 70% dari harga pasar. Artinya kalau anda pinjam uang ke bank 100 harus punya colateral 130%. Makanya hutang jadi hantu menakutkan. Hutang jadi paranoid. Sarjana takut bisnis. Ya karena mindset tidak berubah. Padahal dunia sudah berubah.
*Sumber dari Facebook Alfaqir Ilmi