Referensi Memilih Asuransi & Investasi
Most Popular

Sunday, 27 January 2019

Inilah Solusi Saat Anda Harus Berhenti Kerja Karena Sakit Ataupun PHK


Hasil gambar untuk polis prudential
Sebuah pertanyaan menarik sempat viral di media sosial, bisakah orang hidup tanpa asuransi? Jawabannya sederhana, bisa.
Lihat saja orang tua dan kakek-nenek kita, tanpa punya asuransi pun bisa hidup aman dan damai sentosa sampai tua. Juga banyak diantara teman-teman kita yang tidak punya asuransi, tapi sampai hari ini hidup mereka baik-baik saja (kecuali mereka yang kena musibah).
Namun bisakah orang hidup tanpa penghasilan? Jawabannya 90 % tidak bisa. Yang 10 % bisa, tentu saja atas kehendak dan kuasa Tuhan Yang Maha Esa.
Jika mau, anda boleh mencoba berhenti bekerja selama satu bulan saja. Atau kembalikan seluruh gaji ke bos anda. Tentunya anda akan bingung dari mana uang untuk membiayai beragam kebutuhan hidup, seperti makanan, pakaian, bayar listrik, beli pulsa, cicil KPR, utang kendaraan, bayar SPP sekolah anak, dan lain lain.
Bisakah kebutuhan-kebutuhan hidup itu berhenti? Sangat bisa, jika kita sudah tidak adalagi di dunia ini. Ya, benar sekali semua kebutuhan hidup itu hampir tidak bisa berhenti sama sekali. Apalagi sekarang kita hidup dijaman yang serba uang.
Kita butuh makan dan minum setiap hari. Kita butuh pulsa, listrik, bensin setiap hari. Utang, jika telah dibuat, harus dibayar apa pun yang terjadi. Dan semua itu dibayar dari penghasilan.
Lalu, bisakah penghasilan kita berhenti? Sangat bisa. Tentu saja jika kita berhenti bekerja, penghasilan kita pun juga akan berhenti. Kecuali, jika kita telah memiliki aset besar yang memberikan kita passive income dalam jumlah yang cukup untuk membiayai hidup kita. Namun, orang seperti ini pasti jumlahnya juga tidak banyak didunia ini.
Sudah tahukah kita, apa saja yang membuat kita berhenti bekerja? Jawabannya ada beberapa faktor:
  • Dipecat/PHK
  • Pensiun
  • Sakit berat.
  • Cacat tetap.
  • Meninggal dunia.

Lantas, apa solusi untuk semua penyebab tersebut? Dipecat/PHK, solusinya adalah mencari pekerjaan atau bisnis lain. Jika pensiun, solusi paling masuk akal adalah hidup dengan biaya dari hasil tabungan atau investasi semasa kita masih produktif dan bekerja, namun sekali lagi orang jenis ini jumlahnya juga tidak banyak. Yang banyak terjadi adalah bergantung pada kebaikan hati sang anak dalam merawat orang tua.
Sakit berat, tidak ada solusi jika terlanjur sudah terlanjur kejadian, Cacat tetap juga sama, tidak ada solusi jika terlanjur sudah terjadi. Tidak akan ada perusahaan atau orang yang mau mempekerjakan orang yang menderita penyakit berat atau cacat tetap. Termasuk meninggal dunia, juga tidak ada solusi jika terlanjur kejadian, karena orang yang sudah meninggal dunia tentu saja sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Sadarkah kita, point-point diatas tersebut dampak kerugiannya sungguh luar biasa bagi kehidupan kita, terutama kehidupan orang-orang yang selama ini nafkahnya menjadi tanggungan dan kewajiban kita. Keluarga, istri dan anak yang masih tetap harus melanjutkan hidupnya, dan juga dengan kebutuhan akan biaya hidup yang tidak mungkin berhenti dengan berhentinya pekerjaan dan penghasilan kita.
Namun, untuk semua point tersebut diatas, selama masih belum terjadi, tentu saja ada solusi yang bisa kita persiapkan jauh sebelumnya. Solusi paling murah dan masuk akal adalah membeli asuransi dan memulai investasi.
Asuransi tidak bisa mencegah datangnya sakit kritis atau cacat tetap, juga tidak bisa mengembalikan nyawa orang yang telah meninggal dunia, namun asuransi penyakit kritis bisa memberikan santunan penghasilan saat seorang nasabah terkena resiko sakit berat, asuransi kecelakaan dan cacat tetap total juga akan memberikan santunan pengganti penghasilan ketika resiko cacat tetap terjadi pada nasabah. Asset hingga milyaran juga akan diberikan sebagai santunan kepada ahli waris saat seorang peserta asuransi jiwa meninggal dunia. Dan, dengan memulai berinvestasi sejak dini, kita akan memiliki bekal keuangan yang cukup ketika suatu saat dengan terpaksa kita harus berhenti bekerja. Entah karena PHK ataupun pensiun.
Kabar baiknya adalah, anda tidak perlu pusing dan ribet dengan membeli satu per satu program-program tersebut. Cukup satu produk, karena kesemuanya tersedia dalam produk unitlink Prudential. 1 polis untuk semua manfaat perlindungan asuransi, sekaligus potensi keuntungan investasi.


Sejarah Hidup Oen Boen Ing, Dokter Dermawan Penolong Kaum Miskin Pendiri RS Dr. Oen Solo



Kalender menunjukkan tanggal 30 Oktober 1982. Tidak seperti biasanya, beberapa sudut jalan di Kota Solo dipadati ribuan manusia. Mereka menyemut di halaman RS Panti Kosala. Massa sudah berkumpul sedari pagi demi mengantar berpulangnya seorang dokter Tionghoa yang semasa hidup dikenal sebagai dermawan dan sosiawan.
Sang dokter terlahir dengan nama Oen Boen Ing. Namun masyarakat Surakarta lebih mengenalnya dengan nama Dr. Oen. Boen Ing lahir di Salatiga ketika angka menunjukkan serba “3” (3 Maret 1903). Lulus dari Hollandsch Chineesche School (HCS) Salatiga, Boen Ing meneruskan ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) Semarang, dan kemudian melanjutkan ke Algemeene Middelbare School (AMS) Yogyakarta.
Sejak kecil, Boen Ing sudah bermimpi untuk menjadi dokter. Impian tersebut pertama kali muncul ketika melihat sang kakek yang bekerja sebagai sinse di Salatiga. Kakeknya mengobati para pasien tanpa berkenan menerima bayaran.
Selepas lulus dari AMS, Boen Ing tetap teguh pada cita-citanya untuk menjadi dokter. Namun niatan tersebut ditentang kedua orang tuanya. Ayahnya jelas menginginkan Boen Ing untuk meneruskan bisnis tembakau keluarga yang telah bertahan selama beberapa generasi. Sementara sang kakek merasa takut bila Boen Ing hanya akan mencari kekayaan dengan membebani orang sakit.
Penolakan tersebut tidak menyurutkan mimpi Boen Ing. Sebaliknya, Boen Ing semakin ingin membuktikan bahwa impiannya untuk menjadi dokter bukanlah mencari keuntungan, melainkan supaya dapat menolong orang sebanyak-banyaknya. Lantaran niat Boen Ing sudah bulat, keluarga besar pun tak dapat menahan keinginannya. Ia pun mendaftarkan diri ke STOVIA di Batavia sebagai mahasiswa kedokteran.
Selama di STOVIA, Boen Ing terlibat aktif dalam perhimpunan pelajar sekolah menengah Tionghoa bernama Chung Hsioh. Di organisasi itu ia mulai terlibat berbagai diskusi kritis terkait perpolitikan Hindia Belanda. Boen Ing juga sempat melayani di Jang Seng Ie (sekarang Rumah Sakit Husada) sebagai sekretaris pada 1929, ketika poliklinik tersebut tengah berada di titik terendah akibat serangkaian konflik internal dan krisis ekonomi dunia.
Selepas menyandang gelar dokter dari STOVIA pada 1932, Dr. Oen sempat melayani di Poliklinik Gie Sing Wan di Kediri. Selama di Gie Sing Wan, Dr. Oen melayani tanpa memikirkan materi. "Dia [Dr. Oen] menekankan, tempat ini [Poliklinik Gie Sing Wan] harus tetap ada untuk menolong orang sakit yang tidak memiliki uang guna membayar dokter maupun obat-obatan," tulis Soerabaiasch Handelsblad edisi 27 April 1935.
Di Kediri ia bertemu dengan Corrie Djie Nio, yang kelak dipersuntingnya pada 16 November 1934. Setelah enam tahun melayani di Kediri, keduanya kemudian memutuskan mengabdi di Surakarta.
Pada awalnya, Dr. Oen melayani di Ziekenzorg (sekarang RSUD Dr. Moewardi Surakarta). Kemudian ia banyak menghabiskan waktunya untuk mengembangkan Poliklinik Tsi Sheng Yuan (sekarang RS Dr. Oen Surakarta). Poliklinik ini didirikan pada 1933 oleh Hua Chiao Tsing Nien Hui (HCTNH/Perhimpunan Pemuda Tionghoa) yang merasa prihatin dengan sistem pelayanan kesehatan yang diskriminatif dan tingginya angka kematian bayi di Surakarta. Poliklinik Tsi Sheng Yuan memberikan pertolongan kesehatan cuma-cuma kepada penduduk dengan penghasilan di bawah 10 gulden per bulan.
Menjelang runtuhnya rezim kolonial Belanda, Tsi Sheng Yuan turut membantu Chineesche Burger Organisatie (CBO/Organisasi Pertahanan Sipil Tionghoa). Pada masa pendudukan Jepang, Tsi Sheng Yuan membantu Kakyo Sokai (Perkumpulan Umum Tionghoa Perantauan). Di masa Revolusi, poliklinik ini berfungsi sebagai rumah sakit darurat guna menampung para pejuang dan pengungsi yang terluka.

Penisilin untuk Jenderal Soedirman

Selama masa perang kemerdekaan di Surakarta, Dr. Oen banyak mengobati pejuang dan pengungsi yang terluka, tanpa pandang bulu. Kedekatannya dengan pihak Republik membuatnya dimata-matai Belanda. Dalam laporan Netherlands East Indies Forces Intelligence Service (NEFIS/Dinas Intelijen Tentara Belanda) bertajuk “Doktoren te Soerakarta” (24 Desember 1948), nama Dr. Oen termasuk salah satu dokter yang mendapat pengawasan khusus.
Laporan itu mendeskripsikan Dr. Oen sebagai salah satu dari segelintir dokter yang beroperasi di Solo selama perang kemerdekaan. Dr. Oen pernah menjadi dokter untuk Rode Kruis (Palang Merah) dan juga pimpinan dari Rumah Sakit Darurat Jebres. Sosok Dr. Oen digambarkan sebagai figur yang “ontzettend populair bij alle bevolkingsgroepen” (sangat terkenal di seluruh lapisan masyarakat) dan “erg behulpzaam” (sangat penolong). Dalam sehari, Dr. Oen dapat menerima lebih dari 200 pasien di rumahnya, dan lebih dari setengahnya bahkan dilaporkan tidak perlu membayar sepeser pun.
Kepopuleran Dr. Oen di kalangan pejabat Republik membuatnya mendapat pasokan listrik 24 jam setiap hari (penduduk lain mendapatkan jatah empat hari aliran listrik per minggu), selain juga mendapat kendaraan pribadi. Seluruh privilese tersebut memang diperlukan Dr. Oen guna menunjang profesinya sebagai dokter yang harus terus mengobati pasien.
Ketika Surakarta bergolak, pihak Republik memutuskan untuk mengevakuasi Dr. Oen keluar dari kota itu. Mendengar rencana evakuasi tersebut, penduduk Surakarta merasa kecewa. Mereka kemudian menginisiasi semacam petisi yang menolak rencana itu. Mereka menganggap Keberadaan Dr. Oen masih sangat dibutuhkan untuk menolong penduduk yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Merasa tersentuh dengan permintaan tersebut, Dr. Oen memutuskan untuk tetap tinggal di Surakarta.
Selama masa Revolusi, Dr. Oen selalu menyediakan waktu guna mengobati tentara Republik yang terluka, sekalipun tidak jarang pada saat yang bersamaan ia juga disibukkan melayani ratusan pasien lain. Sekalipun dirinya tidak pernah mengangkat senjata, Dr. Oen rela mempertaruhkan nyawa dengan keluar-masuk zona merah. Strategi "jemput bola" tersebut dianggap lebih aman guna meminimalisasi kecurigaan tentara Belanda.
Dr. Oen juga dikenal karena jasanya menyelundupkan penisilin bagi Jenderal Soedirman yang saat itu tengah menderita TBC. Tindakan tersebut tergolong berani mengingat risiko yang sangat serius bila Belanda sampai mengendusnya.

Pengobatan Gratis bagi Orang Miskin


Ada satu hal tak lazim yang dijalani Dr. Oen dalam praktiknya. Ia mulai mengobati para pasien sejak pukul 03.00 di rumahnya yang terletak di kawasan Pasar Legi, Banjarsari. Dr. Oen memang tidak dapat dilepaskan dari angka "3" yang menjadi angka favoritnya. Dr. Oen lahir ketika daun kalender menunjukkan angka serba 3, yakni 3 Maret 1903. Nomor teleponnya adalah 3333, begitu juga dengan plat nomor mobil Peugeot-nya.
Dr. Oen melayani sendiri seluruh pasien yang datang berobat ke kliniknya, mulai dari menyuntik pasien, memeriksa, menulis resep, hingga memanggil pasien. Kemudian ia membubuhkan tanda khusus atau stempel pada resep tersebut, sebagai kode bagi Apotek Surakarta bahwa seluruh biaya obat sang pasien akan ditanggung sepenuhnya oleh sang dokter.
Bagi pasien yang berkenan membayar, maka mereka diperkenankan untuk memasukkan uang ke dalam sebuah kotak yang terletak di dekat ruang praktik. Mengenai besaran nominalnya, tidak pernah dihiraukan oleh Dr. Oen yang sudah keburu sibuk memeriksa pasien berikutnya.
Setidaknya ada empat faktor yang membuat pengobatan Dr. Oen begitu populer. Pertama, teknik pengobatan Dr. Oen yang dikenal sangat ampuh. Banyak pasien yang mengaku sembuh dan pulih lebih cepat sesudah ditangani Dr. Oen.
Kedua, teknik pengobatan yang dilakukan Dr. Oen tergolong sederhana, tetapi selalu tepat sasaran. Pasien yang diobati biasanya tidak perlu datang berkali-kali ke tempat praktiknya.
Ketiga, dan yang terpenting, karena para pasien paham bahwa Dr. Oen tidak pernah menarik bayaran dari kaum kurang mampu. Mereka yang berkekurangan tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan, tanpa harus merasa cemas.
Keempat, Dr. Oen menolak berhenti berpraktik sampai seluruh pasiennya habis. Jadi para pasien tidak merasa takut akan ditelantarkan karena percaya giliran mereka diperiksa akan tiba.
Bagi Dr. Oen, jika seorang dokter benar memiliki hati nurani, tidak mungkin ia membiarkan orang-orang yang membutuhkan pertolongan terus-menerus larut dalam kesukaran. “Bukankah kewajiban utama seorang dokter adalah menolong pasien?" tutur Dr. Oen seperti dikutip dalam The Spirit of Dr. Oen, The Spirit of Giving.
Pengabdian Dr. Oen selama beberapa dekade di dunia kesehatan serta perjuangannya membantu tentara Republik di masa Revolusi membuatnya dianugerahi penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial oleh pemerintah Indonesia pada 30 Oktober 1976. Penghargaan tersebut diberikan atas usulan para veteran Tentara Pelajar yang pernah ditolong Dr. Oen. Mereka menganggap perjuangan gerilya yang dilakukan di Surakarta tidak dapat dipisahkan dari jasa-jasa Dr. Oen.

Dekat dengan Mangkunegaran

Dr. Oen dan Pura Mangkunegaran memiliki ikatan emosional dan profesional yang tak terpisahkan satu sama lain. Sejak 1944, Dr. Oen sudah dipercaya menjadi dokter pribadi di sana. Ia menangani kesehatan Gusti Nurul dan anggota keluarga Mangkunegaran lainnya. Dr. Oen adalah kawan karib Mangkunegara VIII. Sang dokter bahkan dipercaya untuk menangani proses persalinan seluruh anak-anak Mangkunegara VIII.
Kedekatan Dr. Oen dan Mangkunegara VIII tampak ketika sang dokter meminta izin kepadanya untuk mengambil Sujiwo (kelak menjadi Mangkunegara IX) sebagai anak. Dr. Oen bahkan sudah menyiapkan nama sang bayi, yaitu "Wu Yi". Dalam Bahasa Mandarin, wu yi bermakna "lima puluh satu," karena Sujiwo lahir pada 1951.
Mangkunegara VIII pada awalnya menyetujui permintaan tersebut, tetapi menjelang persalinan lantas berubah pikiran. "Dokter, jangan! Saya tidak tega anak saya kamu ambil," tutur penguasa Kepangeranan Mangkunegara itu.
Sembari tersenyum, Dr. Oen menyatakan dapat memahami perasaan Mangkunegara VIII, sebab orang tua manapun pada dasarnya tidak akan rela melihat anaknya diambil orang lain. Dr. Oen menerima dengan lapang dada pembatalan tersebut. Hubungan antara Dr. Oen dan Pura Mangkunegaran tetap terjalin dengan baik. Dr. Oen bahkan diberi kebebasan untuk menengok Wu Yi Sujiwo kapan pun ia mau.
Atas segala jasa Dr. Oen bagi Pura Mangkunegaran, sang dokter dianugerahi gelar Kandjeng Raden Toemenggoeng (KRT) Oen Boen Ing Darmoehoesodo pada 11 September 1975. “Selama Dr. Oen Boen Ing memberikan pelayanan kesehatan kepada kami sekeluarga, putra sentana dan pegawai atau karyawan Dinas Urusan Puro Mangkunegaran, beliau tidak pernah bersedia menerima imbalan jasanya,” ucap Mangkunegara VIII.
Dr. Oen pun menjadi dokter Tionghoa pertama yang menerima pengharagaan tersebut. Gelar ini kemudian dinaikkan menjadi Kandjeng Raden Mas Toemenggoeng (KRMT) pada 24 Januari 1993, dan diberikan langsung oleh Mangkunegara IX kepada perwakilan keluarga Dr. Oen.

Berpulangnya Sang Dokter Sosial

Kondisi kesehatan Dr. Oen terus menurun sejak April 1977. Sang dokter akhirnya tutup usia dalam usia 79 pada 30 Oktober 1982. Sebagai penghormatan atas jasa-jasanya, dihelat sebuah upacara khusus di Pura Mangkunegaran. Mangkunegara VIII memimpin langsung upacara tersebut.
Jenazah Dr. Oen diusung para abdi dalem menuju Krematorium Tiong Ting. Abu sang dokter kemudian dilarung di Sungai Bengawan Solo, sesuai dengan pesan terakhirnya. Dr. Oen tidak ingin makamnya kelak dikultuskan dan dijadikan tempat ritual tertentu, sehingga kremasi menjadi opsi terbaik.
K.R.M.T. Sanyoto Sutopo Hadikusumo didaulat untuk memimpin langsung upacara perabuan. Sementara Raden Mas Ngabehi Surato Sumosupadio dipercaya membawa Payung Kebesaran Bupati Sepuh Mangkunegaran. Ribuan massa mengiringi dari belakang dengan berjalan kaki atau mengendarai motor. "Jalanan sudah seperti lautan manusia," tutur Sunarto yang menyaksikan prosesi tersebut.
Penghormatan itu menunjukkan bagaimana sosok Dr. Oen begitu dicintai seluruh lapisan masyarakat. Banyak juga dari mereka yang tak mampu menyembunyikan raut kesedihan. Beberapa orang terlihat menitikkan air mata tatkala jenazah Dr. Oen melintas di hadapan mereka.
Tepat setahun setelah kepergiannya, Yayasan Kesehatan Panti Kosala memutuskan untuk mengabadikan nama Dr. Oen menggantikan nama RS Panti Kosala. Sejak 10 Oktober 1965, Tsi Sheng Yuan memang sempat berganti nama menjadi "Balai Kesehatan Panti Kosala," sebelum kemudian menjadi "Panti Kosala."
Keputusan penggantian nama sempat menuai kontroversi, mengingat prosesnya terjadi di rezim Soeharto, ketika seluruh hal yang berkaitan dengan Tionghoa dilarang untuk dipublikasikan. Di masa Orde Baru hanya RS Mata Dr. Yap di Yogyakarta dan RS Dr. Oen di Surakarta yang menggunakan nama Tionghoa sebagai namanya.

*Sumber dari Tirto.id Penulis: Ravando Lie

Friday, 25 January 2019

Celengan Pembayar Premi; Tips Sederhana Dan Kekinian Membayar Premi Asuransi


Membeli asuransi unitlink itu bukan soal punya uang atau tidak, tetapi lebih soal niat atau tidak, penting atau tidak. Harga atau besaran premi asuransi unitlink termurah, bahkan dari perusahaan asuransi yang terkenal paling mahal di Indonesia pun masih dalam jangkauan rata-rata masyarakat Indonesia.
Di Prudential, perusahaan asuransi tempat saya bernaung, masih bisa mendapatkan paket asuransi yang lumayan lengkap, terdiri dari asuransi jiwa, asuransi kesehatan, plus investasi dalam 1 paket, hanya dengan besaran premi minimal 400 ribu rupiah per bulan. Jadi, sekali lagi yang jadi soal bukanlah punya uang atau tidak, tetapi mau punya asuransi atau tidak.
Kalau sudah punya kemauan untuk beli asuransi, maka masalah selanjutnya yang perlu diperhitungkan adalah, bagaimana mengatur keuangan, agar pembayaran premi tetap berlanjut. Masalah umumnya masyarakat kita adalah mengatur keuangan secara berlanjut dalam jangka panjang. Dan pembayaran asuransi pasti dalam jangka waktu yang lumayan lama, bisa 5 tahun, 10 tahun, atau 20 tahun, atau bahkan sepanjang umur selama kita membutuhkan perlindungan asuransi.
Nah, tips dari salah satu nasabah saya ini mungkin bisa dijadikan inspirasi bagaimana mengatur keuangan agar premi asuransi tetap terbayarkan dalam jangka panjang.
Nasabah saya ini, biasa di panggil mbak tika, adalah pemilik usaha catering. Usahanya lumayan rame, setiap hari ada saja orderan yang masuk. Ketika awal mula saya datang ke rumahnya, presentasi macam-macam dan menawarkan asuransi, dia tertarik, tetapi merasa belum sanggup membayar premi untuk jangka waktu sekian tahun. Sampai disini saya berhenti, dan pamit pulang, karena saya sudah faham masalah yang dia hadapi, dan juga faham bagaimana posisi keuangan dia.
Beberapa minggu setelahnya saya datang lagi kerumahnya, saya tawarkan sekali lagi untuk ambil asuransi dengan premi 1.500.000 rupiah untuk seluruh anggota keluarganya yang berjumlah 3 orang. Dan seperti saya duga, dia menjawab begini, “mas kan kemarin saya sudah bilang, saya faham dan sepakat dengan pentingnya memiliki asuransi. Tetapi untuk saat ini saya merasa masih belum sanggup untuk membayar premi sebesar itu selama sekian tahun sebagaimana yang mas tawarkan”.
Saya tidak menjawab, tetapi langsung saya keluarkan celengan yang sudah saya persiapkan sebelumnya. Sebuah celengan yang biasa di pakai untuk menyimpan uang receh anak-anak, namun celengan yang saya bawa ini ada kuncinya.
Saya bilang, “mbak, saya bawa celengan yang ada kuncinya. Celengan ini akan saya tinggal disini, nah tugas sampean adalah mengisi celengan ini dengan uang, berapapun, setiap hari. Nanti setiap tanggal tertentu sebulan sekali saya akan datang lagi untuk membuka celengan ini, karena kuncinya saya bawa. Setelah itu kita hitung bareng jumlah uangnya, dan saya berani taruhan pasti jumlah uang dalam celengan ini akan cukup dan bahkan berlebih untuk bayar premi”.
Dan betul, setelah dia sepakat untuk ambil asuransi unitlink dengan premi sebesar 1,5 juta, pada bulan kedua, tepat tanggal jatuh tempo pembayaran polisnya saya datang lagi ke rumahnya untuk membuka celengan tersebut. Dan hasilnya, setelah dihitung, didalam celengan tersebut ada uang 3 juta lebih sedikit. Jumlah yang tentu saja lebih dari cukup untuk membayar premi asuransinya, dan bahkan premi selama 2 bulan.
Dan ketika itu Mbak Tika bilang, “Wah, ternyata sampean betul mas. Kalau seperti ini saya tidak merasa berat membayar premi segitu”.
Ya, kata kuncinya adalah; dia sesungguhnya mampu membayar premi asuransi, tetapi merasa berat. Dia mampu karena setiap hari dia terima orderan, yang otomatis setiap hari dia dapat uang. Tinggal kita mengatur strategi, bagaimana agar si nasabah tidak merasa berat. Agar dia enjoy dan tidak terbebani dengan angka 1,5 juta per bulan untuk bayar premi. Dan konsep celengan pembayar premi ini bisa menjadi salah satu solusi yang lumayan jitu.
Sekarang mari kita lihat, ada berapa banyak pedagang atau pengusaha seperti Mbak Tika ini, yang transaksi atau orderannya harian? Yang setiap hari bisa dapatin uang? Yang belum punya asuransi karena merasa berat?
Kalau kita mampu menawarkan sebuah solusi yang jitu, perasaan berat membayar itu pasti akan hilang. Karena rasa berat itu hanya ada dipikirannya saja saat membayangkan angka-angka jutaan rupiah yang harus dia keluarkan setiap bulan. Tetapi kalau kita mampu memecah dan mengurai beban di pikiran yang dia rasa berat itu, maka dia akan enjoy memasukan uang 20, 50 atau bahkan 100 ribu setiap hari ke dalam celengan. Dia tidak akan merasa berat, meskipun itu setiap hari.

Thursday, 24 January 2019

Mind-Programming



Tempo hari ketika saya dan istri keluar bareng, saya ngemil sebuah snack kentang.
Pas makan snacknya, saya bertanya pada istri saya...
"Ini snacknya rasa apa sih? Kok aneh rasanya."
Dia jawab...
"Ini rasa madu mentega."
Setelah itu, saya makan lagi snacknya, lalu bergumam...
"Oh ya ya, bener, ada kayak rasa-rasa menteganya, dan ada manis-manis madunya."
Lalu, saya pun tertawa karena penyataan saya.
Kenapa ketawa? Ya, karena itu Mind-Programming banget!
Coba bayangkan, sebelum saya dikasih tahu rasanya, apakah saya bisa menyebutkan rasa dari snack tersebut? Nggak kan? Haha!
Baru setelah saya diberitahu rasa snacknya, Pikiran saya mulai mengasosiasikan rasa-rasa mentega dan madu yang pernah saya rasakan sebelumnya.
Hingga pikiran saya bilang:
"AHA! Yak! Snack ini rasa madu mentega."
Ya, program-program di pikiran bawah sadar adalah sekumpulan informasi-informasi yang saling terasosiasi (terhubung).
Sehingga sudah sifat alaminya jika apapun yang manusia dapat dari luar dirinya, akan ia coba hubung-hubungkan dengan file-file yang ada di pikiran bawah sadarnya.
Inilah Mind-Programming. Inilah yang disebut sebagai Hukum Kompleksitas. Alias, sebuah program adalah sekumpulan informasi yang saling terhubung dan saling mempengaruhi satu-sama lain.
Menariknya, jika kita mengerti betul dengan Hukum Mind-Programming ini, kita bisa mudah sekali mengotak-atik file-file di pikiran bawah sadar untuk memunculkan perilaku yang kita inginkan.
Misalnya, kita ingin sukses, maka banyak perilaku yang harus kita miliki dan install, yaitu:
Percaya Diri
Memiliki yeyakinan yang memberdayakan
Terbebas dari mental block yang tidak memberdayakan
Dan lain sebagainya.
Selain itu, ketika kita mampu memprogram pikiran bawah sadar kita, maka kita pun juga bisa menginstall program-program yang kita inginkan, seperti:
Keberuntungan
Keberlimpahan
Kebahagiaan
Dsb.

*Oleh Bayu Aji Prasetyo

Monday, 21 January 2019

Asuransi Bakal Menanggung Pendapatan Sopir Grab Yang Cuti Sakit



Grab, aplikasi transportasi online terbesar di Asia Tenggara, meluncurkan skema asuransi cuti sakit gratis untuk pengemudinya di Singapura, pada Rabu (16/1/2019).
Dilansir dari CNBC Indonesia, Andrew Chan, kepala Transportasi Grab Singapura, mengatakan perusahaan telah meluncurkan skema untuk meningkatkan batasan dukungan dan manfaat yang jauh lebih komprehensif untuk pengemudi sewa pribadi (private-hire) di platformnya.
"Penghasilan pengemudi adalah sesuatu yang kami akui penting bagi kehidupan dan keluarga mereka," tambah Andrew seperti dikutip dari The Strait Times.
Saat ini, Grab menawarkan berbagai tunjangan, mulai dari diskon bahan bakar hingga beasiswa dan biaya pendidikan kuliah untuk anak-anak pengemudi.
Skema baru tersebut direkomendasikan oleh kelompok kerja tripartit dari wiraswasta yang diterima Pemerintah pada Februari tahun lalu.
Asuransi itu merupakan asuransi yang berbeda dari asuransi kecelakaan pribadi Grab yang telah disediakan untuk semua pengemudi dan penumpang di platformnya.
Asuransi itu diberikan kepada "mayoritas mitra pengemudi Grab secara gratis", kata juru bicara Grab, tanpa memberikan angka spesifik tentang jumlah armadanya.
Pembayaran ditentukan oleh seberapa sering pengemudi sewa pribadi menggunakan Grab, penghasilan mereka dan lamanya rawat jalan atau rawat inap. Agar memenuhi syarat untuk pertanggungan, pengemudi harus mendapatkan sekitar US$ 2.000 (sekitar Rp 28 juta) dalam tarif per bulan.
Skema ini membiayai cuti sakit dari hari keenam dan seterusnya, hingga maksimum 14 hari, dan rawat inap dari hari kedua dan seterusnya, hingga 60 hari.
Pengemudi akan mendapatkan ganti biaya antara 50%-85% dari penghasilan harian rata-rata mereka, dalam kisaran antara US$ 30 hingga US$ 200. Perhitungan dilakukan berdasarkan penghasilan mereka dari Grab selama 90 hari terakhir sebelum mereka jatuh sakit atau terluka.
Menurut situs web Grab, pembayaran akan memakan waktu sekitar 10 hari setelah Chubb Insurance menerima formulir klaim, jika tidak diperlukan dokumen tambahan. Pengemudi yang tidak ditanggung dapat mendaftar untuk skema asuransi lain yang akan segera diluncurkan perusahaan, kata juru bicara Grab.
Mr Cedric Lim, seorang pengemudi sewa pribadi di platform Grab, menyarankan bahwa pertanggungan asuransi akan lebih membantu jika durasi sebelum pertanggungan cuti sakit dimulai dapat dipersingkat menjadi kurang dari enam hari.
Sewa, yang biayanya lebih dari US$ 100 sehari, menjadi kekhawatiran utama Lim (28 tahun) yang mengemudikan Mercedes E-class untuk layanan kelas atas Grab.
"Ketika saya sakit, saya khawatir apakah sewa saya dapat dibayar atau tidak, dan bukan tentang penghasilan saya untuk hari itu," ujar Lim.

Thursday, 17 January 2019

Pilih Mana; Asuransi Atau Investasi? Sebuah Pengantar



Pernah mendengar istilah-istilah berikut ini; investasi? Asuransi? Tahu dan fahamkah anda bagaimana perbedaan diantara keduanya?
Pernah mengenal istilah-istilah berikut ini; saham? Reksadana? Unitlink? Tahu dan fahamkah anda bagaimana ketiganya berbeda, dan bahkan seringkali diperdebatkan dalam forum-forum komentar social media?
Ada banyak orang yang hanya mengenal atau bahkan hanya pernah mendengar istilah-istilah tersebut diatas, atau mungkin memahami hanya sekedarnya saja. Memahami hanya pada bagian kulit luarnya saja, tidak secara utuh. Bahkan meskipun itu seorang agen asuransi, atau pialang saham, ataupun juga agen reksadana.
Bahwa seorang agen asuransi memahami produk asuransinya, itu adalah sebuah keniscayaan. Bahwa seorang pialang saham sangat hafal seluk belu persahaman adalah benar, dan bahwa seorang agen reksadana mampu menjelaskan secara detil portofolio reksadananya itu adalah wajar. Tetapi tidak banyak orang yang mampu memahami ketiganya sekaligus.
Dan inilah yang menjadi masalah sehingga memicu perdebatan. Agen reksadana dan pialang saham akan dengan sangat menggebu-gebu menyatakan, “Jangan taruh uangmu di asuransi, rugi!”.
“Lebih baik taruh di reksadana bla..bla..bla.., dalam jangka waktu sekian tahun pasti sudah untung sekian belas persen”, kata agen reksadana.
“Mending belikan saham A… atau saham B… atau sekaligus saham C…, nanti dalam kurun waktu tertentu pasti nilainya sudah berlipat-lipat kali naik”, tukas pialang saham.
Ketika terjadi perdebatan seperti itu, apa kata agen asuransi? “Ya meskipun untung, tapi kan belum aman dari resiko sakit,, kecelakaan,, bla..-bla… bla… malah-malah gimana kalau harga saham dan reksadananya jatuh, terus kamu nya kena serangan jantung, uang mana lagi yang mau dipakai buat biaya berobat?.
Itulah agen asuransi, jawabnya betul, tetapi keluar dari substansi. Masalah investasi tentu saja jawabnya juga harus berdasarkan investasi juga. Nah, ini jadi masalah selanjutnya; tidak banyak agen asuransi yang memahami dan menguasai ilmu perinvestasian.
Padahal produk asuransi sekarang ini yang lagi marak adalah produk asuransi unitlink. Sebuah produk yang memadukan antara proteksi asuransi dengan keuntungan berinvestasi. Sayangnya, masih banyak agen asuransi yang hanya memahami pada bagian asuransi nya saja, pada bagian investasi yang difahami hanya sekedarnya saja.
Masalah selanjutnya lagi adalah, justru banyak terjadi diantara agen asuransi sendiri yang berdebat, baik agen asuransi dalam satu perusahaan maupun agen antar perusahaan asuransi. “Apakah asuransi bisa menguntungkan sencara investasi?” jawabannya bervariasi, tergantung bagaimana tingkat pemahaman agen yang bersangkutan terhadap ilmu perinvestasian. Dan jawaban ini bisa anda simak di kolom-kolom komentar media social, dan hasilnya adalah; perdebatan yang tiada henti dan tiada solusi. Semakin kita mengikuti perdebatan, semakin kita akan dibuat bingung dan galau, “Beli asuransi aman gak ya, untuk menyiapkan perencanaan keuangan masa depan?”
Dan pada bagian inilah yang akan dibidik oleh artikel ini. Bagaimana memahami asuransi dan investasi? Bagaimana membedakan dan bahkan mengelola asuransi (unitlink) sebagaimana mengelola portofolio reksadana dan saham untuk mempersiapkan keuangan dimasa depan?
Namun, karena artikel ini pasti akan jadi sangat panjang, maka agar tidak terlalu panjang, artikel ini akan dibuat secara berseri, dengan masing-masing judul yang berbeda, dalam tema besar; “Bagaimana meraih keuntungan di masa depan dengan berinvestasi di unitlink, sebagaimana untung nabung saham dan reksadana”. bersambung

Wednesday, 16 January 2019

Menggedor Pintu Langit, Memantaskan Diri Menyambut Rezeki



"Jangan diketuk, tapi digedor", kata seorang guru bisnis. Rezeki kita ada di langit, dan bahkan segala yang dijanjikan berasal dari langit.
Coba bagi yang muslim buka Al-Qur'an surat Adz-Dzariyat: 22
(وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ)
"Dan di langit terdapat rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu."
Nah, jika rezeki turun dari atas, kira-kira turunnya netes atau deras? Kalau netes kecil-kecil itu karena kita mengetuknya. Tapi coba gedor yang kuat, insyaAllah akan turun dengan deras.
Kemudian, Gimana sih cara menggedor langit?
Ada banyak jalan menggedor langit, mau pilih jalan mana?
(وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْحُبُكِ)
[QS. Adz-Dzariyat 7]
"Demi langit yang mempunyai jalan-jalan"
Cara biasa mengetuk pintu langit adalah dengan berdoa. Tetapi kalau mau gedor pintu langit caranya dengan mengamalkan amalaamalan unggulan.
Simak lanjutan ayat-ayat dalam QS Adz-Dzariyat ini (17-21):

  1. Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam;
  2. Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).
  3. Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta.
  4. Dan di bumi terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang yakin,
  5. Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
Dari situ kita bisa menemukan, apakah itu amalan unggulan :

  1. Dalam ayat 17 kita temukan Solat Tahajjud
  2. Dalam ayat 18 kita dianjurkan untuk memperbanyak Istighfar
  3. Dalam ayat 19 kita ditunjukan untuk melakukan banyak Sedekah
  4. Dalam ayat 20 kita menemukan, agar kita bisa  menangkap potensi lingkungan.
  5. Dan di ayat 21 kita diminta untuk memaksimalkan potensi diri.
Ingat, ketika Mi'raj ke langit Rasulullah saw heran kenapa ada sandal Bilal di surga? Apa yang dilakukan Bilal sehingga sandalnya sudah nyampai surga duluan? Pas dikonfirmasi, dijawab Bilal, ternyata dia rajin jaga wudhu. Kalau batal, wudhu lagi. Batal, ambil wudhu lagi. Dan tiap selesai wudhu Bilal sholat dua rakaat.
Amalan unggulan ini sifatnya sederhana tapi rutin. Bukan sekali atau sesekali diamalkan. Kalau tahajjud, terus lakuin tiap malam. Kalau sedekah, terus lakuin tiap hari berbagi. Entah kecil atau besar, tapi tiap hari. Kalau sholat dhuha, terus lakuin tiap pagi.
Nah, selanjutnya bagaimana kalau sudah gedor Langit? Siap-siaplah menampung rezeki yang akan turun deras. Caranya? Jawabannya telah ditunjukan dalam ayat selanjutnya, QS. Adz-Dzariyat 20-21; yakni belajar meningkatkan kapasitas diri.
Kapasitas diri ini ibarat daya tampung. Jangan pernah bilang Allah pelit. Allah kalau nurunin hujan, pasti berlimpah. Tapi masalahnya adalah daya tampung kita. Kalau daya tampung kita cuma segede gelas, ya akhirnya rezeki yang kita dapatkan juga cuma segede gelas saja.
Tapi kok ada orang yang daya tampungnya segede danau? Nah inilah kapasitas diri. Mau tidak mau kita harus upgrade kemampuan diri kita agar bisa terus meningkat. Dari daya tampung ratusan ribu rupiah jadi jutaan. Dari jutaan rupiah jadi milyaran. Dari milyaran jadi trilyunan.
Belajarlah tema bisnis dan manajemen. Belajar dari lingkungan dan terus tingkatkan leadership diri kita, ini pesan inti dari Adz-Dzariyat 20-21.
Terakhir, siapakah yang kita gedor di langit itu? Simak dengan seksama:
"Maka demi Tuhan langit dan bumi, sungguh, apa yang dijanjikan itu pasti terjadi seperti apa yang kamu ucapkan." (QS. Adz-Dzariyat: 23)
Allah adalah Tuhan kita yang mengatur langit dan bumi. Maka hati-hati dengan proposal doa kita. Kalau minta kecil, Allah kasih sedikit. Tapi kalau minta banyak dan mau melakukan amalan unggulan, insyaAllah siap-siap saja menerima kejadian seperti yang kita ucapkan.
Ajukan proposal hidup yang terbaik dan gedor langit dengan amalan unggulan; insyaAllah rezeki turun dengan melimpah.
Inspirasi Dari Rijalul Imam, Penulis buku "Quantum Bisnis King Sulaiman"


Mengapa Harus Mengasuransikan Aset Kita Yang Paling Berharga



Ada begitu banyak orang yang masih meragukan manfaat asuransi. Sebabnya bermacam-macam, bisa karena ketakutan gagal klaim, anggapan hukum asuransi haram, beberapa merasa diri dan keluarganya tidak membutuhkan cover asuransi; karena berharap sepanjang hidupnya baik-baik saja, tidak ada resiko apapun yang akan terjadi.
Apakah itu salah? Untuk tidak mengatakan salah, saya hanya ingin mengatakan dalam beberapa perspektif; cara berfikir mereka perlu dirubah.
Coba kita simak kalimat-kalimat dibawah ini, dan renungkan kebenarannya;
  1. Apakah ada gedung-gedung megah yang tidak diasuransikan? Padahal kebakaran gedung belum tentu terjadi tiap tahun.
  2. Apakah ada penerbangan komersil yang tidak diasuransikan? Padahal pesawat jatuh belum tentu ada tiap hari dengan ribuan jadwal di seluruh dunia.
  3. Apakah ada debitur kakap yang tidak diasuransikan? Padahal belum tentu debiturnya meninggal dunia sebelum hutangnya lunas.
  4. Apakah  ada staf perusahaan top yang tidak diasuransikan? Padahal belum tentu ada yang sakit dan opname setiap bulan.
  5. Dan, mana ada konsultan perencanaan keuangan yang tidak menyarankan asuransi pada kliennya?

Ujung dari Financial Planner dan perlindungan aset adalah asuransi. Lalu, pernahkah kita berfikir apa aset kita yang paling berharga? 
Apakah harta kita, atau diri kita yang selama ini bekerja mengumpulkan banyak aset? Apakah kita rela melihat aset dan harta yang telah kita kumpulkan selama bertahun-tahun harus musnah digerogoti biaya pengobatan saat resiko sakit yang tidak pernah bisa diprediksi itu datang? Ingatlah adagium sederhana ini, "Manusia rela menukar kesehatan dan waktunya untuk mengumpulkan uang, namun ketika sakit datang justru uang yang selama ini dikumpulkan akan dihambur-hamburkan untuk kembali membeli kesehatan".
Jadilah manusia bijak dan cerdas dengan berfikir jauh kedepan, kalau diri kita sendiri gak diasuransikan apakah itu berarti karena kita kurang berharga? Keputusanmu hari ini menentukan masa depanmu.

Inilah Alasan Kenapa Tidak Perlu Ragu Berinvestasi Saham


Apakah bermain saham itu aman dan menguntungkan? Kebanyakan orang masih merasa ragu dan takut untuk memulai berinvestasi saham. hal ini bisa terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang saham, baik itu pengetahuan dari sisi teknis bursa, ataupun regulasi yang mengaturnya.
Padahal fakta menunjukan, dari sekian banyak daftar orang-orang terkaya di Dunia, mayoritas dari harta mereka pasti dalam bentuk saham. naik turunnya harga saham, akan berbanding lurus dengan naik turunnya nilai kekayaan mereka juga.
Nah, inilah alasan kenapa tidak perlu ragu berinvestasi saham;

Dijamin Pemerintah

Salah satu kekhawatiran terbesar seseorang berinvestasi adalah keamanan dana yang disetor. Keraguan orang terhadap investasi saham kerap muncul karena khawatir akan dana investasi yang disetor akan diselewengkan oleh sekuritas atau broker. Namun sekarang berinvestasi saham merupakan salah satu alternatif yang aman karena pemerintah telah memberikan berbagai perlindungan terhadap investor saham.

Perlindungan Atas Dana Investor

Investasi saham merupakan investasi yang legal. Dana nasabah dan sahamnya dijamin keamanannya oleh pemerintah. Saat ini pun sudah diberlakukan peraturan pemerintah mengenai pemisahan rekening dana investor (RDI) dan rekening sekuritas, sehingga semua dana nasabah berada di rekening masing-masing, bukan di rekening sekuritas. RDI ini sendiri memang bertujuan untuk menyimpan dana nasabah yang tidak dibelikan saham. Dengan adanya pemisahan ini, sehingga memperkecil kemungkinan penyalahgunaan dana nasabah oleh sekuritas.
Perlindungan Atas Saham yang Dimiliki
Dalam berinvestasi saham, tidak ada risiko hilang, rusak, atau dicuri. Anda tidak perlu direpotkan dengan penyimpanan karena disimpan di lembaga pemerintah. Setelah membeli saham, saham yang dibeli akan dititipkan di lembaga bernama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jadi saham yang dibeli tidak disimpan di sekuritas. Setiap investor yang membuka rekening efek akan dibuatkan nomor akun KSEI, dan mendapatkan kartu AKSes sebagai bukti kepemilikan akun di KSEI. Kapan pun investor bisa mengecek saham yang dimilikinya. Ini menjadi langkah untuk mencegah penyalahgunaan aset nasabah.

Perlindungan Atas Fraud Lainnya

Tidak Cuma dengan RDI dan KSEI, ada lagi perlindungan investor saham yang lainnya, yaitu dengan hadirnya lembaga baru yang bernama Securities Investor Protection Fund (SIPF). Lembaga ini berdiri dengan nama PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (PPPIEI). Dengan adanya lembaga ini, investor akan mendapatkan ganti rugi bila terjadi fraud yang dilakukan oleh perusahaan sekuritas, dengan catatan kasusnya diinvestigasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan memperoleh surat dari OJK bahwa klaim layak didapatkan investor.
Secara ringkas, lembaga-lembaga yang berkewajiban dalam menjaga keamanan berinvestasi di pasar modal antara lain:
  1. OJK sebagai lembaga pengawas pasar modal.
  2. BEI sebagai lembaga penyelenggara transaksi pasar modal.
  3. KPEI sebagai lembaga pencatat transaksi di pasar modal, memastikan pencatatan transaksi yang kita lakukan.
  4. KSEI sebagai lembaga penitipan harta, menyelesaikan transaksi dan menjaga saham yang kita miliki.
  5. SIPF sebagai lembaga penjamin dana, menjamin dana yang hilang kepada investor.


Inilah 10 Alasan Kenapa Berinvestasi Saham


Dari sekian banyak pilihan instrumen investasi, saham menjadi salah satu bentuk investasi yang menarik. Apalagi, berinvestasi saham biasanya terdengar memiliki gengsi tersendiri.
Investasi saham juga bisa menjadi alat yang dahsyat untuk mengalahkan inflasi yang menggerogoti daya beli masyarakat. Selain itu, berinvestasi saham juga menawarkan gradasi risiko dan hasil investasi yang beragam.
Dan yang terpenting, dengan membeli saham, maka Anda telah membeli sebagian kecil dari sebuah bisnis yang sedang berjalan. Dan inilah 10 alasan kenapa harus berinvestasi saham, sebagaimana dilansir Finansialku.com

1. Berinvestasi di Saham adalah Salah Satu Sikap Seorang Nasionalis

Menurut artikel detik bulan Oktober 2061, total kepemilikan saham di pasar modal di Bursa Efek Indonesia saat ini masih didominasi oleh investor asing. Persentase investor asing dengan investor domestik di Bursa Efek Indonesia (BEI) berbanding 60% dan 40%.
Dalam hal ini berarti boleh dikatakan mayoritas saham dan perekonomian di Indonesia dikuasai oleh asing, dimana bila asing secara serentak menarik dananya, maka perekonomian Indonesia bisa collapse.
Sangat ironis bila sektor-sektor vital di Indonesia dimiliki oleh investor asing. Dengan turut membeli saham di perusahaan yang bergerak di sektor vital, Anda turut menjadi masyarakat Indonesia yang mengambil bagian dalam sektor vital tersebut, yang berarti Anda turut memajukan perekonomian di Indonesia secara tidak langsung.

2. Saham Sangat Mudah Ditransaksikan

Saham adalah salah satu instrumen investasi yang sangat mudah diperjualbelikan. Jika dibandingkan dengan beberapa instrumen investasi lainnya, perlu membawa sertifikat dan benda nyatanya untuk diperjualbelikan, bahkan ada yang perlu surat perjanjian dengan menyewa notaris.
Sementara untuk mentransaksikan saham, Anda hanya perlu menelepon broker, bahkan saat ini sudah ada yang dinamakan online trading sehingga Anda hanya perlu mengklik mouse dan mengetik pada keyboard, maka transaksi pun terjadi.

3. Saham Bersifat Likuid dan Transparan

Saham bersifat transparan artinya Anda bisa melihat dengan jelas berapa harga permintaan dan penawaran serta berapa jumlah lot yang ditawarkan maupun yang diminta.
Selain itu dengan peraturan dari Bapepam, mengenai keterbukaan informasi, maka setiap perusahaan terbuka yang listing di bursa, wajib mengunggah laporan keuangannya, sehingga investor dapat menganalisis kondisi dan prospek perusahaan tersebut.
Saham bersifat likuid artinya jika Anda sedang membutuhkan uang, Saham merupakan instrumen investasi yang mudah dijual atau dicairkan dengan mudah dan cepat. Tergantung dari saham yang Anda punyai, tingkat likuiditas masing-masing saham pun berbeda.
Saham yang ramai diperdagangkan biasanya lebih likuid. Setelah Anda menjual saham Anda pun, mekanisme penyelesaian transaksi saham pun paling lama adalah 3 hari kerja.

4. Transaksi Saham Dapat Dilakukan Di Mana Saja

Investasi saham adalah pilihan investasi yang praktis bagi orang yang sibuk. Dengan Anda membeli saham dapat dikatakan bahwa Anda seperti membeli bisnis namun tidak perlu mengganggu aktivitas utama Anda.
Berinvestasi saham tidak mewajibkan Anda untuk datang ke bursa untuk mentransaksikan saham, bahkan Anda tidak perlu keluar rumah untuk melakukan transaksi. Baik transaksi offline maupun online, dapat dilakukan di mana saja, jadi sambil melakukan aktivitas kesibukan Anda, Anda pun dapat sambil melakukan transaksi saham.

5. Modal Investasi Relatif Kecil

Ada anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa yang berinvestasi saham hanyalah orang kaya karena untuk berinvestasi membutuhkan modal yang besar. Anggapan ini adalah tidak benar karena faktanya investasi saham adalah jenis investasi dengan modal paling terjangkau.
Berinvestasi saham sekarang dapat dilakukan hanya dengan modal Rp100.000 saja, dan tidak diharuskan untuk membeli sekaligus dalam jumlah banyak, namun bisa juga dengan membeli saham secara mencicil (Dollar Cost Averaging).
Yang menguntungkan dari investasi saham adalah Anda dapat berinvestasi sesuai kemampuan Anda. Tidak ada batasan harus berinvestasi dalam jumlah tertentu tiap bulannya, sehingga Anda pun bisa fleksibel dalam menyisihkan uang untuk diinvestasikan.

6. Aman Karena Dijamin Pemerintah


Salah satu kekhawatiran terbesar seseorang berinvestasi adalah keamanan dana yang disetor. Keraguan orang terhadap investasi saham kerap muncul karena khawatir akan dana investasi yang disetor akan diselewengkan oleh sekuritas atau broker. Namun sekarang berinvestasi saham merupakan salah satu alternatif yang aman karena pemerintah telah memberikan berbagai perlindungan terhadap investor saham.

7. Imbal Hasil Investasi yang Relatif Tinggi

Saham merupakan salah satu instrumen invesasi yang memiliki imbal hasil yang besar dalam jangka waktu yang relatif singkat. Kenaikan hasil investasinya pun kompetitif dengan instrumen investasi lainnya, disertai dengan risiko. Contohnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sejak tahun 2002 telah naik sebanyak 1246,57% selama 14 tahun dari 424,9 menjadi 5296,7, yang bila dirata-rata per tahunnya bisa sejumlah 89%. Dapat disimpulkan, dengan berinvestasi saham, maka Anda berpeluang mendapat hasil investasi yang tinggi.

8. Memiliki 2 Jenis Keuntungan

Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham, yaitu Capital Gain, dan pembagian Dividen. Capital Gain adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual saham, di mana harga jual lebih tinggi dari harga beli. Sementara dividen adalah bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Dividen berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan.

9. Administrasi dan Pajak Tidak Rumit

Di dalam investasi saham ada 2 jenis pajak yang dikenakan pada investor, yaitu:
Pajak Dividen, yaitu sebesar 10% dari nilai dividen.
Pajak Penghasilan atas Penjualan Saham, yang besarnya hanya 0,1% dari nilai penjualan saham.
Kedua jenis pajak tersebut sifatnya final, dalam arti sudah dipotong oleh pihak sekuritas, sehingga Anda tidak perlu membayar pajak lagi. Jika memiliki NPWP, Anda cukup melaporkan pajak tersebut dalam SPT tahunan
Pajak dari Keuntungan Hasil Investasi - Finansialku

10. Dapat Dilakukan Hingga Tua Dan Diwariskan

Berinvestasi saham tidak mengenal kata pensiun, aktivitas ini dapat dilakukan seumur hidup hingga tua. Selain itu saham yang dibeli dapat disimpan dan diwariskan ke anak cucu.
Prosedur untuk mewariskan saham pun diatur dalam undang-undang pasar modal. Sesuai dengan UUPM Pasal 87 ayat (2), perubahan kepemilikan saham (mewariskan saham), bila jumlahnya ≥ 5% dari total saham, maka wajib dilaporkan ke Bapepam, Bila saham publik yang Anda miliki persentasenya lebih kecil dari 5%, maka tidak perlu melaporkan perubahan kepemilikan tersebut.