Referensi Memilih Asuransi & Investasi
Most Popular

Wednesday, 26 December 2018

Beginilah Rahasia Cara Syahrini Hasilkan 1 Milyar Sehari



Siapa yang tak kenal sosok Syahrini?
Hampir seluruh Indonesia mengenal sosok yang kerap dipanggil Princess tersebut.
Hidup serba mewah, liburan dengan menggunakan pesawat jet pribadi, keliling dunia, bahkan fashion yang dikenakannya tiap hari pun selalu dari brand ternama yang berharga fantastis.
Tak hanya itu, koleksi barang-barangnya selalu saja menarik perhatian publik.
Koleksi sang satu manja dan cetar ini selalu berhasil bikin geleng-geleng kepala.
Nah kehidupan yang serba ada, tentu dihasilkan Syahrini dari kerja keras.
Dilansir oleh intisari.grid.id dalam sehari saja Syahrini bisa menghasilkan Rp1 Miliar.
Aisyahrani, adik sekali manajer Syahrini pun akhirnya blak-blakan menghitung pendapatan Syahrini bersama Hotman Paris.
Aisyahrani mengatakan sekali Syahrini menghadiri satu show sudah bisa mengantongi Rp200 juta.
"Nyanyinya dia 200 juta sekali show, sehari kadang dua kali. Ada juga yang privat," ujar Aisyahrani.
Dalam sehari, Syahrini bisa menerima lebih dari satu show untuk bernyanyi, antara dua hingga tiga kali show.
Belum lagi jika Syahrini diminta mengisi acara privat yang nilai bayarannya lebih tinggi, seperti acara keluarga orang kaya raya.
Syahrini yang duduk disebelah Aisyahrani pun sempat menyeletuk bayarannya jika ada privat show hampir 3 kali lipat dari biasanya.
"Hampir 3 kali lipat (bayarannya)," ucap Syahrini.
Dalam sehari saja Syahrini sudah bisa mengantongi hingga Rp 1 miliar dari karirnya sebagai penyanyi.
"Coba ibu-ibu dihitung di rumah, satu hari bisa dua kali show dapat 400 juta ditambah privat show 600 juta, bisa dapat 1 miliar sehari, kalah gua jadi pengacara," sahut Hotman Paris dalam acara yang dipandunya.
Pantas saja para artis seperti Syahrini bisa mendapatkan bayaran yang begitu besar.
Hal tersebut rupanya bukan dari pekerjaannya sebagai artis saja melainkan juga dari usaha-usaha yang lain, seperti iklan, Youtube, endorse dan bisnis kue lainnya.
Tentu hal tersebutlah yang membuat Syahrini bisa hidup mewah dan menjadi perhatian netizen.


*Artikel Asli dari tribunnews.com

Friday, 21 December 2018

Mengapa Masalah SIM Bisa Bikin Klaim Asuransi Gagal Cair?


Musibah kecelakaan lalu lintas bisa menimpa siapa saja. Korban harus mengeluarkan biaya pengobatan atau perbaikan untuk kendaraan. Tentunya, nilai yang harus dikeluarkan tidak kecil, maka pentingnya peran asuransi.
Dengan asuransi, biaya yang harus dikeluarkan korban sedikit berkurang atau bahkan diganti sepenuhnya. Namun, tidak sedikit kasus, nasabah justru tidak mendapatkan ganti rugi sepeser pun, gara-gara klaimnya ditolak pihak asuransi.
Contoh kasus kecelakaan yang tidak di-cover asuransi adalah kecelakaan yang dialami Abdul Qodir Jaelani, anak dari pendiri grup musik Dewa 19, Ahmad Dhani. Kecelakaan yang terjadi medio 2013 itu cukup membetot perhatian publik.
Abdul Qodir Jaelani atau biasa dipanggil Dul mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi Km 8+200 ketika mengendarai Mitsubsihi Lancer. Akibat kecelakaan maut itu, Dul terluka dan sebanyak tujuh orang tewas.
Dul masuk rumah sakit dan mendapatkan perawatan yang cukup intens kala itu. Dul juga sempat masuk meja operasi sebanyak 5 kali. Total biaya perawatan Dul diklaim oleh ayahnya mencapai sekitar Rp500 juta.
Dhani lantas mengajukan klaim atas biaya berobat Dul tersebut kepada pihak asuransi, yakni Prudential. Nahas bagi Dhani, klaim asuransi kesehatan tersebut ternyata tidak cair lantaran Dul melakukan pelanggaran hukum.
Pelanggaran hukum yang dimaksud karena Dul mengemudikan mobil di bawah umur dan tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Untuk diketahui, Dul kala itu masih berumur 13 tahun, sehingga secara hukum dinilai melakukan pelanggaran.
Dhani tidak terima anaknya dianggap melanggar hukum. Bahkan, Dhani kala itu mengancam melakukan somasi kepada pihak Prudential, dan membatalkan seluruh asuransinya dengan Prudential.
“Saya membatalkan semua asuransi dengan perusahaan itu [Prudential]. Termasuk asuransi keempat anak-anak. Baik asuransi jiwa, kesehatan, dan anak-anak,” kata Dhani dikutip dari Kontan.
Ada tidaknya kepemilikan SIM memang menentukan cair tidaknya klaim asuransi. PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) membenarkan hal itu. Di dalam polis standar asuransi kendaraan bermotor, kepemilikan SIM memang disebutkan.
“Jika pengemudi tidak memiliki SIM saat kecelakaan, maka klaim tidak dapat diproses. SIM yang mati sama dengan tidak memiliki SIM,” kata Ambar Kusumaningrum, PR Associate Adira Insurance kepada Tirto.
Namun, Adira memberikan sedikit kelonggaran apabila SIM yang mati jaraknya tidak jauh dengan waktu kejadian. Klaim tersebut bisa tetap diproses, namun SIM yang mati itu harus dihidupkan dulu sebelum klaim dicairkan.
Dalam asuransi, pihak tertanggung atau nasabah yang melakukan pelanggaran hukum memang dikecualikan dari penjaminan polis. Asuransi kecelakaan diri Indonesia misalnya, disebutkan penanggung atau perusahaan asuransi tidak menjamin polis apabila tertanggung melakukan pelanggaran hukum. Hal yang sama juga disebutkan di polis asuransi lainnya seperti asuransi kendaraan bermotor, asuransi kesehatan dan lain sebagainya.
Saat mengajukan polis asuransi, calon pembeli biasanya akan diberitahukan mengenai syarat dan ketentuan asuransi. Namun, calon pembeli polis asuransi seringkali melewatkan hal ini, meski sebenarnya penting.
Kondisi ini bisa dibilang amat sering terjadi. Padahal isi polis perlu dibaca seksama untuk mengetahui apa yang dijamin maupun yang dikecualikan, serta semua ketentuan dan syarat telah diatur di dalamnya.
“Kesehatan [paling sering disengketakan]. Itu masih nomor satu. Kendaraan itu nomor dua, yang sifatnya sederhana. Orang-orang tidak paham (polis),” kata Ketua Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI) Frans Lamury kepada Tirto.
Gara-gara itu, sengketa klaim asuransi yang terjadi di Indonesia selama ini lebih banyak dimenangkan oleh pihak perusahaan asuransi, menurut BMAI. Alhasil, nasabah yang sudah membayar premi setiap bulan, terpaksa pasrah klaimnya gagal cair.
Meski sengketa antara penanggung dan tertanggung sering terjadi. Tren kasus sengketa yang masuk ke BMAI dalam tiga tahun terakhir tergolong menurun. Artinya, pelayanan industri asuransi sebenarnya terus membaik.
Pada 2015, jumlah kasus sengketa yang masuk ke BMAI tercatat sebanyak 50 kasus. Tahun berikutnya turun menjadi 42 kasus, dan pada 2017 menjadi 40 kasus. Adapun, sejak BMAI dibentuk pada 2006, total jumlah sengketa mencapai 651 kasus.

Prinsip Asuransi

Mengapa perusahaan asuransi mengecualikan pelanggar hukum dari pencairan klaim?
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Sudyar Achmad Dalimunthe mengatakan perusahaan asuransi pada dasarnya pasti membayar klaim asuransi dari para nasabahnya. “Namun, ada prinsip-prinsip yang dipegang perusahaan asuransi, yakni memastikan asuransi itu bersih, clear dan tidak menjadi objek mencari keuntungan, mulai dari pembuatan polis sampai dengan proses klaim,” tutur Dody.
Ada enam prinsip universal yang melandasi dibuatnya syarat dan ketentuan dalam sebuah asuransi. Pertama, prinsip insurable interest atau orang yang berasuransi harus memiliki kepentingan dengan objek pertanggungan.
Kedua, prinsip utmost good faith atau penanggung maupun tertanggung asuransi harus punya itikad baik dalam proses berasuransi, mulai dari pengajuan hingga proses klaim. Kalau itikad tidak baik, klaim bisa ditolak.
Ketiga, prinsip indemnity atau pihak asuransi akan memberikan penggantian klaim sebatas kerugian riil objek pertanggungan. Misal, apabila rumah terbakar sebagian, maka ganti rugi asuransi bukan seluruh nilai rumah.
Keempat, prinsip proximate cause atau pihak asuransi akan memproses klaim berdasarkan apa penyebab utama kerugian. Dengan kata lain, jika penyebab utama sesuai dengan polis, maka asuransi akan membayar klaim.
Kelima, prinsip contribution, dimana jika Tertanggung memiliki dua atau lebih polis asuransi, maka tertanggung akan mendapatkan pembayaran klaim sebatas kepada nilai kerugian riil saja. Hal ini bertujuan untuk menghindari keuntungan dari pembayaran klaim.
Keenam, prinsip subrogation, di mana jika asuransi sudah membayar klaim, lalu ada pihak lain yang ingin memberikan kompensasi finansial kepada tertanggung, maka kompensasi itu diberikan kepada penanggung. Sekali lagi, ini untuk menghindari tertanggung mendapatkan keuntungan dari proses klaim asuransi.
“Asuransi tidak akan mengakomodir hal-hal yang ilegal, sehingga seluruh prosedur akan patuh dengan regulasi yang berlaku. Jadi kalau regulasi menyatakan kendaraan harus memiliki SIM yang sah, maka itu berlaku,” kata Dody.
Namun, tidak menutup kemungkinan, perusahaan asuransi bisa mencairkan klaim pemegang polis, meski pemegang polis bersangkutan tidak memenuhi ketentuan isi polis. BMAI punya pengalaman terkait itu.
Kasus yang dimaksud terjadi pada 2016 (PDF). Kala itu, BMAI menangani kasus sengketa klaim untuk polis asuransi kecelakaan diri (personal accident). Kasus itu sendiri terjadi di Sulawesi Selatan.
Ceritanya, ahli waris dari Tertanggung menuntut Penanggung untuk membayar manfaat polis sebesar Rp150 juta karena Tertanggung kehilangan satu anggota tubuhnya, yaitu kaki kirinya, termasuk biaya perawatan di Rumah Sakit sebesar Rp30 juta.
Jumlah tuntutan ini sesuai isi polis, termasuk penyebabnya yakni kecelakaan tertusuk paku. Namun setelah diinvestigasi, perusahaan asuransi menolak mencairkan klaim tertanggung lantaran penyebabnya bukan dikarenakan kecelakaan, melainkan akibat penyakit gula yang diderita oleh tertanggung.
Setelah bermediasi, perusahaan asuransi dan nasabah menyepakati klaim diselesaikan secara ex-gratia, tetapi hanya untuk penggantian biaya perawatan selama di rumah sakit, yakni sebesar Rp30 juta.
Secara sederhana, ex gratia diartikan sebagai pembayaran klaim secara kebijaksanaan untuk klaim yang sebenarnya tidak dapat dikenakan. Pembayaran klaim ini semata-mata atas pertimbangan faktor-faktor nonteknis, seperti hubungan baik.
Untuk menghindari klaim ditolak, setiap pemilik polis wajib mencermati, mempelajari, dan memahami isi polis. Bila merasa tidak puas dengan alasan penolakan, pemilik polis bisa meminta bantuan badan yang khusus mengurusi kasus-kasus sengketa asuransi.

*Artikel ini ditulis oleh Ringkang Gumiwang dan tayang di tirto.co.id

Kendaraan Hilang Dipinjam Teman Tak Diganti Asuransi?


Asuransi selalu melekat pada tiap pembelian kendaraan secara kredit. Untuk asuransi mobil terdiri dari dua jenis, yakni Total Loss Only (TLO) dan komperhesif.
Sementara motor hanya TLO. Keduanya sama-sama mengganti utuh kendaraan jika hilang. Kendaraan yang diganti tentu masih dalam masa cicilan.
Tetapi yang perlu digarisbawahi adalah asuransi tidak akan memberikan penggantian kendaraan milik konsumen jika dihilangkan secara sadar. Misalnya dipinjamkan ke teman, namun teman Anda dan kendarannya ikut hilang.
Seperti yang disampaikan Head of Communication and Event Asuransi Astra, Iwan Pranoto. Dia mengatakan kalau secara sadar meminjamkan mobil atau motor ke teman lalu hilang, itu tidak akan diganti, karena kasusnya penggelapan.
“Kecuali temannya masih ada, mungkin bisa diganti. Kami investigasi pihak ketiga (temannya) dan melibatkan kepolisian dan investigator dari asuransi untuk memastikan kalau benar-benar hilang,” kata Iwan kepada VIVA saat ditemui di Happiness Race be The Happy One di Kota Tua, Jakarta, Sabtu 24 November 2018.
Sambung dia, proses tidak akan menjadi sulit jika pemiliknya memang mengalami kehilangan. Secara otomatis pihak asuransi akan menggantinya. Walaupun proses investigasi dan pelampiran bukti kehilangan dari surat polisi tetap diperlukan untuk proses penggantian.
“Ada investigasi, surat kehilangan polisi dan bukti-bukti lainnya. Begitu terbukti kami akan langsung ganti, tidak sampai sebulan harusnya. Kami juga ingin menyelesaikannya dengan cepat,” katanya.


*Artikel Asli dari viva.co.id

Menyiasati Biaya Pengobatan dengan Asuransi 'Ramah Dompet'



Penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia. Selain membahayakan jiwa, penyakit jantung koroner juga memerlukan biaya pengobatan dan perawatan yang tidak sedikit.
Penyakit jantung koroner mungkin hanya salah satu contoh dari beragam masalah kesehatan yang membutuhkan biaya pengobatan dan perawatan besar. Tentu tidak semua orang memiliki dana yang cukup untuk menanggung penuh biaya pengobatan dan perawatan ini.
Kepemilikan asuransi kesehatan dapat menjadi salah satu cara untuk menyiasati biaya pengobatan yang cukup tinggi. Saat ini, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi kesehatan pun tampak meningkat.
Berdasarkan data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), klaim kesehatan sepanjang kuartal kedua 2018 mencapai Rp 4,72 triliun. AAJI mengungkapkan bahwa klaim kesehatan ini meningkat sebesar 9,1 persen dibandingkan sebelumnya. Perusahaan asuransi Sequis Life juga telah membayar klaim kesehatan kepada nasabah sebesar Rp 186 miliar pada kuartal III 2018.
"Mengingat bahwa penyakit, kecelakaan, dan kematian adalah hal-hal tidak terduga dan tidak bisa dihindari maka penting untuk memiliki asuransi sejak dini," papar Head of Corporate Branding, Marketing and Communication Sequis Felicia Gunawan seperti diungkapkan dalam pernyataan resmi yang diterima Republika.co.id.
Sequis menghadirkan rangkaian produk asuransi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Sequis My Critical Protection misalnya, menyediakan tiga pilihan rencana perlindungan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu, premi yang ditawarkan pun sangat terjangkau bagi masyarakat secara umum, yaitu mulai dari Rp 28.500 per bulan.
Sequis My Critical Protection memiliki manfaat meninggal dunia dan penyakit kritis untuk nasabah berusia 17-55 tahun dengan masa pertanggungan maksimal sampai dengan ulang tahun tertanggung yang ke-59 tahun. Produk ini bisa didapatkan tanpa pertanyaan kesehatan dan melindungi tiga penyakit kritis yaitu serangan jantung, kanker dan stroke. Asuransi penyakit kritis ini bisa diakses melalui laman resmi Sequis Online.

*Artikel Asli dari republika.co.id

Togar: Unitlink Disebut Instrumen Investasi Produk Asuransi Jiwa Konvensional Makin Ditinggalkan



Produk asuransi konvensional tampaknya bakal semakin ketinggalan. Perlahan-lahan masyarakat mulai beralih ke unitlink atau produk asuransi berbalut investasi.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, di kuartal III/2018 perolehan premi secara industri mencapai Rp 141,14 triliun. Ketua Bersama Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Maryoso Sumaryono mengatakan, hingga akhir tahun perolehan premi diprediksikan mencapai Rp 221,19 triliun atau naik hingga 14,4 persen.
Data AAJI juga menunjukkan prediksi perolehan premi industri asuransi jiwa pada 2019 bakal mencapai Rp 257,38 triliun. Rinciannya, premi unitlink diprediksi mencapai Rp 131,16 triliun, dan premi tradisional mencapai Rp 126,51 triliun.
Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu mengatakan, hingga saat ini unitlink masih menjadi produk yang diinginkan dan dibutuhkan masyarakat.
“Masyarakat kita itu cenderung memandang polis asuransi jiwa unitlink sebagai instrumen investasi, yang dapat mereka nikmati pada saat mereka pensiun atau tidak lagi produktif. Sehingga di masa tuanya, mereka masih memiliki tabungan,” katanya.
Tumbuh positif
Tren pertumbuhan premi unitlink juga terjadi pada PT Asuransi Allianz Utama Indonesia. Direktur Allianz Life Indonesia, Meylindawati mengatakan, hingga Oktober 2018, perusahaannya mencatatkan pertumbuhan positif atas perolehan premi produk unitlink Allianz.
Menurut dia, kenaikan premi unitlink Allianz selaras dengan bisnis asuransi yang terus bertumbuh, terutama melalui kanal distribusi agensi dan bancassurance.
“Per Oktober 2018, perolehan premi unit link Allianz mencapai Rp 5,87 triliun, atau naik sebesar 26,25 persen secara year on year (yoy),” jelasnya.
Agak berbeda, PT Asuransi Jiwa BCA atau BCA Life masih fokus menggarap produk asuransi jiwa tradisional. Hingga Oktober 2018, perusahaan mencatatkan perolehan premi mencapai Rp 524,23 miliar, atau naik 29 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp 405,53 miliar.
Lely Pekih, Head of Department Marketing Communication BCA Life, menyatakan, kenaikan jumlah premi tersebut disumbang dari produk asuransi tradisional.
BCA Life memiliki multichannel distribusi pemasaran bisnis, antara lain telemarketing, bancassurance, credit life, dan corporate solution.
"Perusahaan juga mencatat hingga Oktober 2018 total klaim dan manfaat yang telah dibayarkan BCA Life sebesar Rp 127,95 miliar. Jumlah itu meningkat 53,7 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, yaitu Rp 83,23 miliar," terangnya.

*Artikel Asli dari Tribunjateng.com 

Monday, 17 December 2018

Tantangan Asuransi Syariah di Tengah Rendahnya Penetrasi Pasar



Tahun 2017, penetrasi keuangan syariah di Indonesia diperkirakan baru sekitar 6% untuk asuransi dari keseluruhan pengguna jasa keuangan yang ada. Sementara itu di tahun yang sama, pemerintah Indonesia telah mengesahkan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) untuk meningkatkan peran Indonesia sebagai pusat industri keuangan syariah secara global.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun lalu juga meluncurkan roadmap yang dirancang untuk menciptakan industri layanan keuangan syariah yang berkesinambungan sehingga dapat bersaing dengan layanan keuangan konvensional di Indonesia.
Fitri Lindawati Lubis, Head of Fixed Income Allianz Life Indonesia,mengatakan, sebagai salah satu investor dalam industri keuangan syariah harus memperhatikan tantangan dalam membeli aset yang sesuai dengan prinsip syariah. “Kami harus memastikan aset tersebut memenuhi persyaratan sesuai fatwa dari Dewan Syariah Nasional. Selain isu ketersediaan  aset pada saat pembelian, investor juga harus memastikan bahwa likuiditas setelah pembelian aset tersebut tersedia di pasar. Peraturan dari regulator (OJK) juga diharapkan akan mendukung proses pembelian aset tersebut,” kata Fitri.
Di dalam acara ini, pembahasan yang tak kalah menarik adalah mengenai tantangan yang dihadapi dalam upaya mengembangkan keuangan syariah di Indonesia, termasuk di dalamnya mengenai pangsa pasar yang besar, pilihan produk yang terbatas dan kebutuhan untuk meningkatkan literasi keuangan syariah. Selain itu peran fintech yang terus berkembang juga tidak bisa diabaikan untuk menjadi pertimbangan semua pihak untuk mengembangkan dan meningkatkan industri keuangan syariah di Indonesia.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Fitri mengatakan, pihaknya mengeluarkan produk asuransi jiwa dan kesehatan syariah. “Selain itu kami juga melakukan beberapa strategi untuk meningkatkan penetrasi produk keuangan syariah. Salah satunya melalui sosialisasi dan edukasi produk asuransi syariah. Kami juga bekerjasama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah secara rutin ke berbagai daerah di Indonesia.
Pasar milenial juga menjadi salah satu fokus strategi bisnis Allianz Syariah. Mulai tahun 2018 ini, Allianz Syariah mengampanyekan “Syariah is Now” untuk mengembangkan jaringan pemasarannya dengan perekrutan terhadap generasi milenial yang berminat mengembangkan kemampuan kewirausahaan. Sementara langkah yang dilakukan adalah dengan mengadakan sosialisasi mengenai asuransi syariah secara rutin terutama ke kampus-kampus dan membuka akses seluas-luasnya bagi para milenial yang ingin memperdalam pemahaman mengenai asuransi syariah.
Srikandi Utami, Managing Director Sharia Allianz Life Indonesia, menjelaskan upaya yang telah dilakukan adalah untuk memaksimalkan strategi bisnis khususnya unit bisnis syariah. “Untuk mendukung tujuan memperkuat posisi di dalam potensi segmen pasar milenial, Allianz Life Syariah memiliki keselarasan strategi dengan Allianz Life konvensional dalam memberikan fasilitas pelayanan berbasis digital baik kepada mitra bisnis dan nasabah. Beberapa inisiatif yang sudah dilakukan adalah dengan menyediakan platform layanan pengajuan asuransi, pelayanan terkait informasi polis dan klaim yang dapat dilakukan secara online,” ujarnya. Ke depan, Allianz Life Syariah akan berfokus pada edukasi dan sosialisasi terhadap generasi milenial.

*Berita Asli dari swa.co.id

Masuki Libur Akhir Tahun, Adira Insurance Tawarkan Asuransi Bagi Traveller



MENJELANG libur akhir tahun, para traveller tentunya sudah mulai menyusun rencana liburan mereka. Bahkan ada yang sudah merencanakannya jauh-jauh hari, 2 atau 3 bulan sebelumnya.
Namun di balik nikmatnya jalan-jalan tersebut, ada risiko yang kemungkinan terjadi selama liburan. Salah satu risikonya adalah kecelakaan.
Menurut data Korlantas Polri, sepanjang 2017 terjadi 105.603 kali kecelakaan lalu lintas dengan 31.312 korban jiwa dan luka berat sebanyak 15.586 orang.
Untuk meminimalisir risiko tersebut, perlindungan asuransi bisa menjadi solusinya.
Digital Business Division Head PT. Adira Insurance Jonathan David Nandana mengatakan, Adira Insurance memiliki produk asuransi perjalanan Travellin yang bisa memberikan perlindungan bagi para traveller.
Dengan Travellin, kata dia, traveller dapat menikmati keuntungan berupa premi yang dihitung harian traveller tidak mesti membeli asuransi secara paketan apabila hanya bepergian dalam jangka waktu pendek.
"Hal lain yang menarik bagi traveller yang suka bepergian ke luar negeri adalah Travellin sudah memenuhi persyaratan visa Schengen, dan juga call center-nya yang bisa dihubungi 24 jam," kata Jonathan David, Senin (11/15/2018).
Travellin juga memiliki dua jenis varian, yakni perlindungan untuk perjalanan keluar negeri (internasional) dan perjalanan di dalam negeri (domestik).
"Nah, bagi yang mengkhawatirkan risiko kecelakaan, salah satu perlindungan yang diberikan Travellin adalah jaminan atas risiko dalam perjalanan," ungkapnya.
Perlindungan lainnya adalah perawatan medis, ketidaknyamanan dalam perjalanan, bagasi dan barang pribadi, personal liability dan jaminan tambahan lainnya.
Harga preminya juga cukup terjangkau, yakni Rp 10.000 per hari untuk Travellin domestik dan Rp 19.000 per hari untuk Travellin internasional.
Untuk memudahkan traveller mendapatkan Travellin, menurut Jonathan, traveller dapat langsung mengakses website asuransiadira.com dan travellin.co.id.
Khusus untuk travellin.co.id, dapat dipergunakan dengan mudah oleh travel agen serta e-commerce rekanan yang dapat diintegrasikan menggunakan koneksi API (Application Programming Interface).
Layanan yang tersedia dalam website travellin.co.id adalah layanan pembelian, pembayaran, hingga klaim saat ini sudah dapat dilakukan oleh pelanggan dengan menggunakan platform tersebut. Per Oktober 2018 platform digital travellin.co.id secara akumulatif sudah melayani lebih dari 95.000 pelanggan dengan total premi lebih dari Rp. 5 miliar
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Masuki Libur Akhir Tahun, Adira Insurance Tawarkan Asuransi Bagi Traveller, http://wartakota.tribunnews.com/2018/12/11/masuki-libur-akhir-tahun-adira-insurance-tawarkan-asuransi-bagi-traveller.

*Berita Asli dari wartakota.tribunnews.com

Asuransi Tugu Pratama Siapkan Ekspansi Bisnis Segmen Retail pada 2019

Keseriusan Tugu Pratama menggarap segmen ritel mendapat respon positif yang tercermin dari kenaikan harga saham TUGU sebesar 5% dalam sebulan terakhir.
Asuransi Tugu Pratama terus berupaya mengembangkan lini produk dan layanan ekspansi ke pasar ritel. Presiden Komisaris Tugu Pratama yang baru saja terpilih menggantikan Presiden Komisaris sebelumnya Arief Budiman, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung hari ini, Kamis (6/12), Koeshartanto, menyatakan akan secara serius menggarap bisnis ritel ini dan melakukan penguatan di bisnis yang sudah eksisting di segmen korporasi.
Presiden Direktur Tugu Pratama Indra Baruna mengatakan, mereka akan meluncurkan beberapa produk asuransi ritel dengan biaya yang terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. "Dengan demikian seluruh masyarakat bisa menikmati keuntungan dalam berasuransi. Kami berharap, dalam waktu dekat akan memperkenalkan beberapa produk ritel baru dengan mengajukan izin kepada OJK selaku regulator," papar Indra melalui siaran resmi yang didapat Katadata.co.id, Kamis (6/12).
Salah satu produk yang akan segera diluncurkan anak usaha PT Pertamina (Persero) ini yaitu asuransi perjalanan domestik dan internasional yang bernama T Travella. Tugu Pratama juga akan segera memperkenalkan produk ritel lainnya dalam waktu dekat.
Untuk memperkuat operasional dan marketing bisnis ritelnya, Indra mengungkapkan Tugu Pratama akan menambah sejumlah jaringan kantor cabang dan point of sales and services (POSS). Menurut Indra, potensi pasar asuransi ritel di Indonesia masih sangat besar. "Karena itu kami akan terus menggenjot segmen ini yang sudah dilakukan sejak pertengahan 2018," ujarnya.
Indra menyampaikan, konsistensi perusahaan untuk masuk ke bisnis ritel mendapat respon positif dari pemegang saham. Terbukti, harga saham perusahaan asuransi yang berkode emiten TUGU ini melonjak hingga 5& dalam sebulan terakhir ini, yaitu dari Rp3.210 per saham pada 5 November 2018 menjadi Rp3.370 per saham pada 3 Desember 2018.
Hingga bulan Oktober 2018, Tugu Pratama telah mengantongi pendapatan premi bruto sebesar US$ 155,84 juta atau naik 18,13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 131,93 juta. Segmen ritel yang lebih serius digarap turut mendorong pertumbuhan pendapatan premi Tugu Pratama.

*Berita Asli dari katadata.co.id

Sunday, 16 December 2018

Jasaraharja Putera Masuki Era Digitalisasi



PT Jasaraharja Putera (JP Insureance) mengembangkan inovasi produk melalui transformasi digital (insurtech), yakni aplikasi JP-Mobile Application berupa JP Trip (Asuransi Perjalanan) dan AKD Plus (Asuransi Kecelakaan Diri Plus).
“Aplikasi mobile ini guna meningkatkan pelayanan dan memudahan masyarakat dalam berasuransi,” kata Direktur Utama Jasaraharja Putera (JP), Zulmahdiar, akhir pekan lalu.
Pengembangan ini, kata Zulmahdiar, sejalan dengan perkembangan jaman sebagaimana kalangan milenial yang selalu akrab dengan aplikasi mobile.
“Intinya, cukup dengan menggunakan jari, siapapun bisa masuk untuk mengakses JP-Mobile,” katanya di sela acara media gathering. Berbanding lurus dengan pengembangan produk tersebut, JP tengah menyiapkan transformasi sumber daya manusia (SMD), software, hardware maupun semua perangkat pendukung yang mengarah pada digitalisasi.
“Secara tidak langsung kita juga akan mengubah budaya masyarakat dalam berasuransi di era digitalisasi,” jelas Zulmahdiar. Menurut dia, karena sedang berproses dari sistem konvensional menuju digitalisasi, JP harus siap bekerjasama dengan berbagai pihak yang sudah ahli di bidang masing-masing.
“Misalnya, tahun depan kami akan coba bekerjasama dengan stratup dan IT yang sudah berpengalaman,” ujar Zulmahdiar.
Dijelaskan, dalam aplikasi JP-Mobile terdapat beberapa produk asuransi yang bapat dipilih masyarakat, di antaranya jaminan meninggal dunia akibat kecelakaan, cacat tetap akibat kecelakaan, biaya pengobatan akibat kecelakaan, hingga pemulangan medis darurat akibat kecelakaan.
Meskipun sudah melakukan soft launching sekaligus mulai memasuki era digitalisasi, menurut Zulmahdiar, layanan konvensional masih terus berjalan.
“Kami menawarkan kemudahan melalui digitalisasi namun masih tetap mengakomodir sistem konvensional,” pungkasnya.


*Berita Asli dari KoranJakarta.com

Berusia Muda dan Produktif? Inilah Waktu Terbaik Untuk Membeli Asuransi Dan Belajar Berinvestasi


Ada sebuah kesan, bahwa asuransi identik atau punya kecenderungan untuk dibeli atau diikuti oleh mereka yang telah berusia lanjut. Sedangkan anak muda lebih cenderung mengabaikan asuransi, dan lebih memprioritaskan gaya hidup. Bahkan, pada beberapa kasus asuransi semacam BPJS Kesehatan baru akan dilirik ketika seseorang sudah menderita suatu penyakit, dan membutuhkan pengobatan yang menghabiskan banyak biaya.
Padahal membeli asuransi pada usia muda justru lebih menguntungkan ketimbang membeli pada usia lanjut.  Banyaknya kesempatan dan resiko yang akan dihadapi di masa depan menjadi pertimbangan tersendiri dalam hal ini. Besaran premi yang harus dibayarkan pun nominalnya jauh lebih kecil dan murah bagi mereka yang masih berusia muda. Besarnya premi ini akan meningkat dan semakin mahal seiring meningkatnya usia seseorang ketika memutuskan untuk masuk asuransi.
Dan inilah  alasan mengapa memilih untuk memiliki asuransi mumpung masih berusia muda dan produktif;

Mengantisipasi Resiko yang Mungkin Terjadi di Masa Depan

Membeli produk asuransi, seperti asuransi kesehatan saat muda membuat anda siap untuk menghadapi segala resiko yang akan anda alami di masa depan. Dengan memiliki asuransi kesehatan, anda akan siap dengan kemungkinan biaya pengobatan yang semakin mahal dari tahun ke tahun, dikala kesehatan anda kurang optimal.

Asuransi (Unitlink) Dapat Anda Andalkan Untuk Persiapan Biaya Pendidikan

Asuransi, terutama yang berjenis Unitlink juga bisa anda andalkan sebagai persiapan kebutuhan dana pendidikan yang sedang atau kelak anda tempuh. Sebagaimana kita ketahui, biaya pendidikan juga termasuk salah satu yang terus meningkat nominalnya dari tahun ke tahun. Bahkan, sebuah study pernah menyatakan, bahwa tingkat inflasi biaya pendidikan mencapai 10 % per tahun.

Premi Masih Murah

Jika anda membeli asuransi saat usia anda masih tergolong belia, maka anda masih akan menemukan biaya premi yang bisa dibilang murah. Apabila umumnya besaran premi bisa mencapai Rp. 1.000.000 per bulan maka anda bisa ikut asuransi dengan biaya premi mulai dari Rp. 500.000 an dengan manfaat yang setara dengan premi Rp. 1.000.000man tersebut.

Mempersiapkan Pensiun Sejak Dini

Manfaat lainnya yang diperoleh jika membeli asuransi di masa muda yakni uang pensiun yang sudah bisa diamankan semenjak dini. Secara nominal pun, jumlah dana yang didapat tentunya juga jauh lebih besar daripada membeli asuransi saat lanjut usia.

Belajar Berinvestasi

Jika beberapa manfaat diatas masih belum cukup memuaskan bagi anda, maka manfaat yang satu ini mungkin akan bisa merubah fikiran anda untuk menyegerakan membeli asuransi. Membeli asuransi di masa muda secara otomatis akan mendorong anda untuk berani berinvestasi dan mendirikan bisnis. Asuransi ada juga yang diterapkan untuk usaha sehingga resiko kebangkrutan juga bisa tertangani dengan asuransi.