Referensi Memilih Asuransi & Investasi: tips kesehatan
Most Popular
Showing posts with label tips kesehatan. Show all posts
Showing posts with label tips kesehatan. Show all posts

Friday, 7 December 2018

Tips Mencegah Diabetes Dalam Lima Langkah Mudah




Data dari Sample Registration Survey tahun 2014 menunjukkan bahwa diabetes merupakan penyebab kematian terbesar nomor tiga di Indonesia setelah stroke (21,1%) dan jantung koroner (12,9%). Kemudian, prevalensi diabetes di Indonesia cenderung meningkat, yaitu dari 5,7% di tahun 2007, menjadi 6,9% tahun 2013. Data WHO memperkirakan jumlah penyandang diabetes tipe 2 di Indonesia akan meningkat signifikan hingga 21,3 juta jiwa di tahun 2030.
Prevalensi diabetes tipe 2 mengalami peningkatan secara teratur di berbagai wilayah. Diabetes mulai menyerang usia muda, di mana para ahli memperkirakan jumlah kasus diabetes baru di seluruh dunia akan meningkat dari 285 juta kasus di tahun 1010 menjadi 439 juta kasus di tahun 2030. Kawasan Asia tercatat memiliki angka tertinggi, yaitu lebih dari 60% dari jumlah tersebut saat ini terkena diabetes.
Tanda-tanda atau gejala diabetes pada pria dan wanita seringkali tidak terlihat selama beberapa tahun. Gejala-gejala yang umum terjadi di antaranya rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil, kelelahan dan pandangan yang mulai kabur. Jika tidak dilakukan perawatan dengan segera, gejala ini bisa menimbulkan komplikasi serius, mulai dari kehilangan penglihatan, gagal ginjal, hingga kerusakan pada saraf dan gangguan pernafasan.
Kabar baiknya adalah, diabetes tipe 2 dapat dicegah. Dengan menerapkan gaya hidup yang sehat, maka Anda dapat mengurangi risiko dan melihat perubahan yang signifikan pada fisik dan kesehatan mental Anda.
Tahun lalu, Sun Life melakukan survei Studi Kesadaran Diabetes Sun Life di Indonesia, Hong Kong, Malaysia, Filipina dan Vietnam. Responden di Indonesia memperkirakan biaya yang diperlukan penyandang diabetes untuk pengobatan mencapai Rp 12,2 juta per tahun. Oleh sebab itu, perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak timbul biaya pengobatan yang bisa memberatkan penyandang diabetes. Simak langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit diabetes berikut ini.

1. Menjaga berat badan yang seimbang

Para ahli kesehatan melihat bahwa kelebihan berat badan merupakan faktor utama berkembangnya diabetes tipe 2. Dengan berat badan yang berlebih (indeks berat badan di atas 30) dapat meningkatkan kemungkinan berkembangnya penyakit hingga 80 kali lebih besar dibandingkan dengan orang yang menjaga berat badan yang seimbang (indeks berat badan di bawah 22).
Seiring dengan bertambahnya berat badan. terutama di area abdomen, sel-sel di dalam tubuh menjadi lebih resistan terhadap insulin. Akibatnya, tubuh kita perlu bekerja lebih keras untuk menghasilkan insulin lebih banyak. Jika ini terjadi, maka kadar gula akan meningkat tajam, sehingga muncullah diabetes.
Mengurangi berat badan dapat mengurangi kemungkinan berkembangnya diabetes secara signifikan, dan tentunya akan memberikan efek pada kesehatan Anda, di mana Anda akan terlihat lebih segar. Tentunya hal ini sangat baik untuk Anda.

2. Makanan yang sehat dan seimbang

Untuk dapat mencegah diabetes dan menjaga berat badan yang seimbang, kuncinya adalah dengan memakan makanan yang kaya nutrisi, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran yang berwarna, serta biji-bijian. Kurangi makanan olahan, karena seringkali mengandung gula dan lemak yang tinggi.
Mengonsumsi karbohidrat olahan, seperti nasi putih, mie, roti dan beragam sereal – salah satu contoh sarapan bagi orang Asia – dapat menyebabkan kenaikan gula darah dan insulin pada tubuh, sehingga bisa meningkatkan risiko terkena diabetes. Sebaliknya. makanan berupa biji-bijian dan yang kaya akan karbohidrat kompleks akan mengurangi serta memperlambat naiknya gula darah dan insulin.
Untuk dapat mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, kurangi asupan karbohidrat dan makan lebih banyak biji-bijian, seperti quinoa, barley, beras merah, dan millet. Anda boleh menikmati makanan cepat saji dan minuman manis hanya pada saat-saat tertentu saja. Tambah makanan berserat dan buah-buahan yang kaya antioksidan serta sayur-sayuran yang berdaun agar mendapatkan manfaat yang terbaik.
3. Beraktivitas lebih banyak
Dokter-dokter di seluruh dunia sudah seringkali menyampaikan rahasia hidup sehat sangatlah sederhana – kurangi makan, dan beraktivitas lebih banyak. Hal ini sangat tepat, terutama bagi mereka yang berisiko terkena diabetes. Dengan bergerak lebih banyak dan lebih sering, akan membuat otot-otot meningkatkan kemampuannya untuk menggunakan insulin dan menyerap glukosa. Ini akan membuat sel yang memroduksi insulin lebih stabil.
Saat ini, di mana dunia berjalan semakin cepat, sangat sulit mencari waktu yang cukup untuk berolahraga sekedar untuk meningkatkan pacu jantung Anda. Akan tetapi, dengan berjalan kaki selama 30 menit akan membawa manfaat yang banyak bagi tubuh dan pikiran. Memiliki badan yang sehat juga dapat diraih dengan berolahraga lebih sering, seperti berlari, berenang dan bersepeda. Semakin sedikit waktu yang Anda habiskan dengan duduk di depan meja kerja atau di depan televisi, akan semakin baik.

4. Gaya hidup yang seimbang

Tidur yang cukup di malam hari juga sangat penting. Hasil studi menunjukkan bahwa kurang tidur di malam hari dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. Apabila kita tidak mendapatkan tidur yang cukup, hormon di dalam tubuh akan terganggu, sehingga dapat mempengaruhi kinerja tubuh, seperti nafsu makan, berat tubuh, dan sistem imunitas tubuh. Selain itu, bagi orang-orang yang sering kurang tidur dan merasa lelah sepanjang hari, akan lebih sering mengonsumsi makanan berlemak dan makanan yang manis untuk menambah energi.
Lakukan perubahan sederhana dan penting pada pola tidur agar Anda memiliki waktu tidur yang cukup, termasuk mengurangi terkena paparan cahaya smartphone atau tablet sebelum tidur, menjaga pola tidur yang teratur, serta tidak menonton TV saat larut malam. Ayo, kita berusaha untuk menjaga keseimbangan hidup dengan mengurangi stres dan meningkatkan kebahagiaan.

5. Pantau terus perkembangannya

Dengan menjalankan tips gaya hidup sehat ini, Anda selangkah lebih dekat untuk mendapatkan badan yang sehat. Teruslah menjaga gaya hidup Anda dengan memantau terus perkembangannya.
  • Kunjungi dokter Anda secara rutin untuk memantau kadar gula darah, tekanan darah, serta berat badan Anda
  • Pastikan Anda memiliki asuransi yang tepat sebagai proteksi terhadap kesehatan Anda.
  • Jika anda masih bingung memilih asuransi beserta agen yang terpercaya, kunjungi platform marketplace asuransi DISINI, anda bisa menemukan banyak agen asuransi dari semua perusahaan asuransi yang ada di Indonesia.
  • Ingat, ini merupakan usaha kita bersama, tetapi Andalah yang memegang peranan penting ini.


*Isi artikel diambil dari sunlife.co.id dengan judul asli "Tips Kurangi Risiko Diabetes"

Wednesday, 5 December 2018

Kenali Penyakit Kritis Penyebab Utama Kematian Di Indonesia Ini



Tahukah kamu, Penyakit kritis menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi  di Indonesia. Sementara itu, menurut data yang dilansir World Health Organization (WHO), ada lebih dari 36 juta kematian di dunia yang diakibatkan ketiga penyakit tersebut setiap tahunnya.
Di Indonesia sendiri, ada tiga jenis penyakit kritis yang paling banyak di derita oleh masyarakat Indonesia, dan inilah ketiga penyakit kritis tersebut;

Stroke


Penyakit kritis yang terjadi akibat terputusnya pasokan darah ke otak, karena penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah ini menjadi penyebab tertinggi angka kematian di Indonesia.  Bahkan, menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2015, per 1000 orang setidaknya ada sekitar 12 penduduk Indonesia yang menderita stroke.

Penyakit Jantung


Sejumlah data medis menyebutkan,  35% kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit ini. Sakit jantung seringkali disebabkan karena terhambatnya aliran darah ke jantung oleh lemak. Penimbunan lemak dalam arteri jantung ini dikenal sebagai aterosklerosis. Dengan gaya hidup masa kini yang semakin jauh dari gaya hidup sehat, Serangan jantung sangat berisiko untuk terjadi kepada siapapun, baik mereka yang sudah berusia lanjut maupun yang masih muda usia.

Kanker


Penyakit yang masih misterius, karena belum diketahui secara pasti penyebab dan metode penyembuhan yang paling tepat ini menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia. Jenis kanker yang sering ditemui di Indonesia adalah kanker paru-paru, usus besar hingga payudara.

Friday, 30 November 2018

Lakukan 3 Hal Ini, Dan Anda Akan Sehat Serta Bahagia Untuk Selamanya



Alkisah, ada seorang pria tua yang sangat kaya raya. Namun, meskipun berlimpa harta, ia menderita penyakit ganas yang tidak bisa diobati. Merasa bahwa hidupnya sudah tidak lama lagi, ia merasa amat sangat takut.
Suatu hari ia pun berkunjung kepada seorang tabib yang terkenal. Setelah memeriksa denyut nadinya, Tabib itu berkata, "Penyakit ini tidak ada obatnya, tapi kalau kamu mau, ada 1 cara. Kemarilah saya akan kasih 3 macam resep. Kamu buka dan lakukan sesuai dengan apa yang ditulis di atas. Tapi kamu harus selesai 1 dulu baru kamu boleh buka yang lain."
Sepulangnya ke rumah, orang kaya itu membuka resep pertama. Dalam resep itu bertuliskan, "Pergilah ke tepi pantai, baringlah selama 30 menit setiap hari berturut-turut selama 21 hari."
Orang kaya itu bingung, tapi ia tetap melakukannya sesuai pesan Tabib itu. Akhirnya setiap hari ia pergi ke pantai dan berbaring di atas pasir, dan nyatanya, ia berbaring sampai hampir 2 jam setiap hari, bukan lagi 30 menit sebagaimana tertulis dalam resep. Ia tidak pernah merasa begitu nyaman dalam hidupnya karena biasanya ia sangat sibuk. Tiduran sambil mendengar suara angin, ombak dan suara burung berkicau benar-benar membuat hatinya terasa begitu damai.
Tepat pada hari ke 22, ia membuka resep yang kedua. Di dalamnya bertuliskan, "Carilah 5 ekor ikan, udang, atau kerang di tepi pantai dan kembalikan mereka ke laut. Lakukan setiap hari berturut-turut selama 21 hari."
Ia berpikir, apa lagi ini, namun ia tetap melakukan sesuai dengan apa yang dituliskan. Siapa sangka, setiap kali ia melepas ikan dan udang tersebut ke laut, entah kenapa ia merasa hatinya tergerak.
Tibalah hari yang ke 43, dan ia pun membuka resep terakhir. Kali ini, resep tersebut bertuliskan, "Carilah sebatang ranting pohon dan tulis semua amarah dan kebencianmu di atas pasir." Baru saja ia selesai tulis 1, ombak langsung datang dan menghapus tulisannya. Ia tulis lagi, ombak datang lagi dan menghapusnya. Satu per satu, seluruh amarah dan kebencian yang ia pendam, terhapus dan hilang dibawa laut. Tiba-tiba, air mata mengucur di pipinya.
Setelah kembali ke rumah, ia merasa seluruh badannya lega, terasa begitu ringan, seakan-akan semua bebannya sudah terangkat, hanya menyisakan hati yang tenang dan damai, bahkan ia sudah tidak takut mati.
Ternyata, jika manusia tidak tahu tentang 3 hal ini, maka selamanya ia akan sulit untuk bahagia:
  1. Istirahat
  2. Memberi
  3. Merelakan
Keserakahan adalah racun. Hasrat manusia tidak memiliki akhir. Setelah mendapat kestabilan, selanjutnya mengejar kenyamanan. Setelah mendapat kenyamanan, selanjutnya mengejar kemewahan. Selama keinginan manusia tidak berakhir, ia tidak akan pernah bahagia.
Bersyukur dan merasa puas akan mendatangkan kebahagiaan. Hargailah apa yang Anda miliki sekarang dan Anda akan menemukan bahwa Anda adalah orang terkaya di dunia.

Wednesday, 14 November 2018

Mau Terapi Cuci Otak dr Terawan? Ini Perkiraan Biayanya



Dokter Terawan Agus Putranto, si empunya terapi cuci otak (brain washing), yang dalam medis disebut Digital Substraction Angiography (DSA) ternyata sudah terkenal di seluruh dunia. Pasien terus berdatangan dari berbagai kawasan, seperti Asia, Amerika, Eropa sampai Australia. Mereka rela datang jauh-jauh ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, demi mendapatkan terapi.
Dilansir oleh liputan6.com, pada tanggal 12 November 2018 kemarin, Kedutaan Besar Vietnam untuk Indonesia menjalin kesepakatan kerja sama dengan RSPAD Gatot Soebroto, untuk membawa sekitar 1.000 pasien Vietnam, agar bisa menjalani terapi cuci otak tersebut.
"Untuk biaya antara pasien asing dan Indonesia, kami belum membuat perbedaan. Yang namanya orang sakit sama saja. Semua diperlakukan yang sama, tanpa pandang bulu. Sebenarnya, untuk DSA sendiri rata-rata hanya Rp 23 juta atau Rp 25 juta, ya sekitar itu pokoknya," kata Terawan usai penandatanganan kerja sama dengan Kedubes Vietnam di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, sebagaimana dituliskan oleh situs yang sama.
Dalam kesempatan yang sama, Terawan mengaklaim total pasien dari seluruh dunia yang datang untuk terapi cuci otak hingga saat ini adalah berjumlah di atas 30.000 pasien.
Sebagaimana diketahui, terapi cuci otak yang dipelopori oleh dr. terawan tersebut dipercaya bisa menyembuhkan pasien yang menderita penyakit stroke. Meskipun sempat menjadi kontroversi dikalangan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sendiri, nampaknya hal tersebut tidak menyurutkan niat pasien untuk mendapatkan kesembuhan dengan cara terapi ini.

Sunday, 11 November 2018

Manfaatkan Layanan Skrining Kesehatan Gratis Dari BPJS Kesehatan, Agar Bebas Dari Resiko Penyakit Kronis



Masyarakat akan sangat di untungkan dengan keberadaan program JKN-KIS yang telah digulirkan oleh pemerintah. Selain bisa mendapatkan  penanganan  medis  di fasilitas kesehatan yang bekerja sama denga BPJS Kesehatan saat terkena penyakit, Peserta juga bisa  mendapatkan  manfaat  pelayanan  promotif  dan  preventif, seperti  skrining  kesehatan  untuk  mendeteksi risiko penyakit dan mencegah dampak lanjutan dari risiko penyakit tertentu.
Sebagaimana di lansir dari majalah “Info BPJS Kesehatan” edisi 991, salah satu dari beberapa pelayanan skrining kesehatan yang bisa didapatkan oleh peserta JKN-KIS adalah pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Papsmear. Tujuan dilakukannya pemeriksaan ini adalah guna mendeteksi kemungkinan adanya kanker serviks. Yakni salah satu jenis kanker yang termasuk paling mematikan pada wanita. Kanker ini disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Deteksi dini kanker serviks ini sudah masuk dalam skema pembiayaan program JKN-KIS, sehingga peserta JKN-KIS bisa melakukan skiring tanpa perlu lagi mengeluarkan uang untuk biayanya.
Jika peserta JKN-KIS ingin melakukan deteksi dini tehadap resiko kanker serviks ini, peserta dapat mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang memiliki pelayanan   Papsmear dan IVA, dan meminta untuk dilakukan pemeriksaan. Jika nantinya dari hasil pemeriksaan tersebut peserta JKN-KIS terdapat hasil sel serviks yang tidak normal atau  berupa lesi  pra  kanker, maka dapat  dilakukan  terapi  krioterapi,  yaitu  metode  perusakan  sel-sel  pra  kanker  dengan  cara  dibekukan.
Terapi  krioterapi ini juga bisa dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Akan tetapi bagi peserta JKN-KIS yang membutuhkan pemeriksaan dan penatalaksanaan lanjutan, FKTP  nantinya akan bisa merujuk peserta tersebut ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan  medis lebih lanjut.
Perlu dikahui, bahwa deteksi  dini  kanker  serviks  menggunakan  metode  IVA  dan  papsmear  ini merupakan  hal  yang  sangat penting. Karena infeksi yang disebabkan oleh virus HPV, yang  umumnya ada pada alat kelamin ini; pada stadium awal penyakit ini tidak menimbulkan gejala apapun. Celakanya, ketika sudah berada pada stadium lanjut, kanker serviks ini akan menjadi  sulit untuk disembuhkan.
BPJS Kesehatan juga menyediakan layanan mobile skrining untuk mendeteksi gejala penyakit    kronis sepert diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik, dan juga jantung koroner. Gejala dari beberapa penyakit kronis ini seringkali diabaikan oleh masyarakat. Pada fase awal, umumnya mereka tidak merasa terganggu oleh gejala yang muncul. Kebanyakan barulah sadar mereka mengidap penyakit tersebut ketika sudah mencapai fase lanjut. Karenanya, perlu dilakukan  skrining kesehatan untuk mengetahui risiko penyakit tersebut. 
Dengan adanya layanan mobile skrining yang lebih mudah dan  praktis,  peserta  JKN-KIS  tidak  harus melakukan skrining riwayat kesehatan di fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan. Mereka kini bisa melihat potensi risiko kesehatannya melalui menu Skrining Riwayat Kesehatan pada aplikasi Mobile JKN.

Lakukan Hal Sederhana Ini, Dan Anda Akan Terbebas Dari Berbagai Macam Penyakit


Seorang teman di Facebook bercerita, tentang pengalaman pribadinya saat terkena penyakit, dan bagaimana penanganannya sehingga bisa langsung sembuh, segar bugar dalam sekejab. Ya, hanya sekejab, tidak lebih lama dari minum secangkir kopi. Dari pengalaman tersebut, saya seakan menemukan sebuah pencerahan baru, tentang bagaimana agar tubuh bisa sehat sepanjang waktu. Dan saya yakin, pembaca yang mau membaca cerita ini juga akan berpendapat sama dengan saya. Inilah ceritanya, silahkan disimak;
Pernah satu waktu di China, tepatnya di kota Changsa. Saya kena alergi. Setiap 5 menit bersin. Semalaman saya tidak bisa tidur pulas. Paginya badan saya terasa panas. Suara saya praktis hilang. Teman saya membawa saya ke Spa center. Aneh, kenapa ke Spa. Dia hanya tersenyum. Namun saya merasa tenang karena tempat ini tepatnya adalah klinik. Karena petugasnya seperti suster dan dokter. Dan memang mereka dokter berlisensi. Ini pengobatan untuk penyakit ringan maupun berat. Terapinya menggunakan candu. Tujuannya untuk relax. Terapinya kita bisa pilih dengan infus atau dengan di hisap seperti merokok atau ngemot permen. Ketika masuk tempat terapi kita di persilahkan memilh sendiri proses terapi.Apakah sambil tiduran, duduk di taman atau duduk santai di lounge. Kebetulan saya memilih untuk duduk santai di lounge dan di infus.
Setelah cairan masuk melalui infus kedalam darah saya. Apa yang saya rasakan? pikiran saya terasa kosong, dan saat itu euforia sangat dahyat. Kebayang kan, anda hidup tanpa mikir apapun. Tidak ada harsat, tidak ada rasa kawatir, tidak ada apapun. Yang anda rasakan kedamaian sangat. Saya tidak tahu berapa lama saya dalam kondisi tersebut. Namun setelah proses terapi itu usai, badan saya terasa bugar. Apa yang terjadi ? influensa saya sembuh seketika. Suara saya kembali normal. Padahal sejam lalu badan saya panas karena bersin tiada henti. Saya bingung. Saya tanya kepada petugas terapi. Mengapa ? dia menjawab dengan philosopi bahwa sehari kamu bisa merasa damai dalam 30 menit saja tanpa pengharapan, maka saat itulah tubuh kamu melakukan recovery total. Kalau kamu bisa merasakan damai 1 jam dalam sehari , maka penyakit berat dapat sembuh. Kalau kamu bisa merasa damai dalam 2 jam sehari maka tidak akan ada penyakit apapun akan mampir.
Saya tersenyum dengan ungkapan philosopi itu. Sebetulnya orang sholat atau meditasi atau berdoa di gereja, sebetulnya dia (mengalami keadaan yang sama dengan orang yang) isap candu. Hanya saja sebagian besar ketika dia berdoa atau sholat, pikirannya masih terisolasi oleh materi. Kadang dalam doa terdengar dia bicara tentang masalah pribadinya dan berharap Tuhan selesaikan masalahnya. Makanya doa , sholat tidak menjadi kekuatan menyehatkan. Dia masih renta secara kejiwaan. Mudah marah, mudah berkeluh kesah dan mudah kena penyakit.Jadi mengapa ada penyakit datang di dunia ini ? karena jarang sekali manusia bisa merasa damai dalam persepsi tanpa pengharapan atau dalam bahasa Tuhan, Ikhlas.
Makanya orang ikhlas itu sangat kuat. Mengapa ? Ia hidup tidak lagi dalam dimensi materi. Dengan demikian dia tidak terisolasi oleh ruang dan waktu. Jangan pernah ancam atau hujat atau fitnah orang yang ikhlas. Engga ada gunanya. Kalau tujuan anda membuat dia jatuh, itu pasti gagal. Tidak akan terpengaruh apapun terhadap hidupnya. Ya kenapa ? karena dia sudah menjadi kapten atas nafsunya. Setiap hari dia merasa euforia yang penuh kedamaian. Resiko terbesar bagi kebanyakan orang adalah kematian, tetapi bagi dia itu adalah kerinduan yang tidak bertepi. Rindu bertemu dengan Tuhannya , dalam keadaan sebaik baiknya kesudahan.



Sunday, 4 November 2018

Tan Shot Yen; Mutiara Dokter Indonesia




Entah kharisma apa yang dimilikinya? Tapi pasiennya rata-rata gak ada yang ngeyel atau mengelak saat ditembak oleh Dr. Tan dengan pertanyaan yang tanarnya lebih mirip tuduhan! Habis mau ngeles gimana? Namanya kepengen sembuh, mending jujur kali ya? Tampaknya itu yang terbersit di pikiran mereka.

Macam-macam 'tuduhan' beliau, mulai dari tidak patuh terhadap menu makan yang disepakati, kemalasan mereka menggerakkan tubuh seperti perintah, atau nekat mengkonsumsi bahan makanan yang dipantangkan bagi mereka.

Yang lebih kacau lagi, saat ia 'mengomeli' seorang pasiennya yang nampaknya terserang stroke dan telah berangsur sembuh namun masih enggan melepaskan diri dari tongkatnya. "Kalau tidak mau lepas dari tongkat ini, secara fisik dan mental kamu merusak tubuh kamu sendiri, coba lepas tongkat itu, lepas!" Saat dilihatnya sang pasien nampak ragu berdiri tanpa ditopang tongkat tersebut.

Kemudian Dr. Tan berbicara macam-macam ke pasiennya untuk menggambarkan kondisi buruk yang mungkin terjadi apabila ia bergantung pada tongkat tersebut, mulai dari penurunan fungsi otot, organ yang terganggu sampai ke masalah psikis di mana ia suatu saat akan menyalahkan lingkungan, mulai dari orang sekitarnya hingga ke anak-anak yang dianggap tidak memperhatikan dirinya.

Entah semburan kalimat itu begitu bombastis atau mengandung mantra, hehe, mendadak sang pasien mampu berdiri tanpa masalah walau tongkat itu telah dilepas.

"Lihat kan! Apa rasanya berdiri tanpa tongkat? Tidak jatuh kan?" tukas dr. Tan puas.

INTEROGASI

Di ruang praktek beliau dengan belasan pasien. Walau bersesak-sesakan di ruang yang kecil, namun tidak ada satupun pasien mengeluh atau protes.

Di sini Dr. Tan, langsung berbicara "Silahkan mengenalkan diri masing-masing dan keluhannya, tapi ingat! Ini bukan ajang curahan hati, cukup kenalkan, sisanya biarkan saya yang berbicara!". Wuih, teknik yang unik.

Perlahan-lahan satu persatu pasien berbicara. Memperkenalkan diri dan kondisi masing-masing. Dr. Tan mendengarkan dengan seksama, lalu ia memberondong pasien tersebut dengan pertanyaan yang sifatnya personal terkait kondisi kesehatan mereka.

Dr. Tan : "Kenapa Anda kesini?"
Pasien : "Saya merasa obesitas, dok.."
Dr. Tan : "Kenapa obesitas?"
Pasien : "Karena keturunan di keluarga saya.."
Dr. Tan : "Nonsens! Kenapa?!" mulai meninggi nadanya
Pasien : "Ngg.. Anu, mm.. makan saya banyak" mulai terintimidasi
Dr. Tan : "Kalau makan bener, banyak juga gak pa-pa! Kenapa?!"
Pasien : "Saya suka makan yang manis-manis, dok"
Dr. Tan : "Nah, itu dia.. Persis!" manggut-manggut puas

"Jangan pernah ada yang bilang, kalau kalian itu sakit karena keturunan, itu mayoritas bohong! Sedikit sekali penyakit yang menurun karena genetika, sedikit!"

Setelah itu Dr. Tan, dengan gaya yang sangat ekspresif memukul meja di depan dan kemudian mencolokkan jari-jari tangannya ke mulut. "Ini yang membuat penyakit seakan-akan muncul di keluarga sebagai penyakit turunan..." katanya setengah membeliakkan matanya "Keluarga, meja makan dan apa yang kalian makan di sana!".

Atau ini..

Dr. Tan : "Kenapa pak?"
Pasien : "Saya darah tinggi, dok.."
Dr. Tan : "Berapa?"
Pasien : "Sekarang sih lagi minum obat jadi 120-80"
Dr. Tan : "Saya tanya nilai kamu, bukan nilai bikinan guru les!"
Pasien : "He?" bingung
Dr. Tan : "Itu kan bikinan dokter kamu? Bukan darah tinggimu.."
Pasien : "Hehe, iya dok.."
Dr. Tan : "Jadi kalau guru lesmu matek, nilai kamu merah lagi?"
Pasien : Tambah bingung
Dr. Tan : "Udah berapa taun minum obat itu"
Pasien : "Lima tahun, dok"
Dr. Tan : "LIMA TAHUN?! Dan gak ada kemajuan, begitu-begitu saja?"
Pasien : "Iya dok, tapi memang gak pernah melonjak lagi.."
Dr. Tan : "Guob* sisan!!!" *membentak sembari memukul meja

Kemudian sambil marah-marah pada dirinya sendiri ia mengungkapkan keheranannya pada pasien yang mau saja berobat bertahun-tahun pada seorang dokter tapi tidak menunjukkan gejala perbaikan, hanya berada pada posisi stagnan. Dan pasien itu sudah cukup puas.

"Itu sebabnya pasien yang kena darah tinggi, 'matek'-nya rata-rata bukan karena darah tingginya, tapi karena liver atau ginjalnya ngambek! Lha wong bertahun-tahun harus menelan racun. Yang konyol ya, pasiennya.. Kok mau? Dan dokternya juga.. Kok tega?"

Ia menuding lagi ke bapak pasien darah tinggi tadi. "5 tahun ke dokter itu, pernah ndak, bapak dikasih tau, kenapa sakit darah tinggi bisa terjadi? Dan apa langkah pencegahannya agar tidak sampai sakit, selain minum obat?" Ketika sang bapak menggeleng, Dr. Tan menghembuskan nafas kesal dan membanting tubuhnya ke senderan kursi.

"Persis! Guo* tenan!"

BUKAN SPESIALIS

Tapi bukan berarti dokter satu ini lebih banyak mengomel dan memaki. Ia sangat taktis dalam memberikan penjelasan beragam penyakit yang diderita pasiennya. Begitu taktisnya sampai orang paling awam pun rasanya bisa mengerti dengan cukup mudah apa yang dimaksud oleh beliau.

Bandingkan dengan mayoritas oknum dokter yang cuma mendengar keluhan pasien, tanpa melihat mata pasien, kemudian menuliskan resep, tanpa melihat mata, lalu mempersilahkan pasien keluar ruangan, masih dengan tanpa melihat mata.

Dr. Tan lain, ia bahkan memberikan bahasa tubuh yang sangat teatrikal untuk menggambarkan kondisi tubuh yang mengalami masalah, ia juga tidak ragu-ragu berteriak kecewa, gembira atas reaksi juga jawaban pasien yang sesuai atau tidak dengan harapannya. Sebenarnya mengasyikan sekali melihat dokter satu ini saat berpraktek.

"Bawa saja, bagian tubuh Anda yang sakit itu ke bengkel Astra, minta dibetulin di sana, kalau sudah balikin dan pasang lagi" Tiba-tiba salah satu kalimat pedas Dr. Tan memutus lamunan saya. Ada apa nih?

"Salah satu puncak kegob***an dunia kedokteran adalah maraknya spesialisasi ini dan itu di sana-sini. Lalu pasien yang dateng ke mereka diperlakukan layaknya onderdil mobil, dikerjakan satu persatu apabila rusak, bukannya dilihat sebagai satu kesatuan sistem, kapan mau sembuh beneran?" Omelnya dengan nada sangat keras.

Kemudian ia menjelaskan secara sistematis, mengapa tubuh manusia tidak sepatutnya dilihat dari organ per organ.

Penyumbatan koroner jantung misalnya, tidak bisa tidak, penyebabnya hampir 100 persen berasal dari makanan, tapi setiap kali pasien penderita jantung koroner pergi menjalani operasi bedah jantung, entah di pasang ring atau treatment lainnya, jarang sekali dokter jantung yang memberikan tuntunan panduan makan secara cermat kepada pasien.

Paling-paling pekerjaan ini dilempar ke dokter ahli gizi, yang kita semua tahu mayoritas cuma bisa memberikan resep langsing bukannya resep untuk hidup sehat.

(Kalau yang satu ini saya punya pengalaman pribadi, waktu diajak bekerja sama oleh salah satu dokter gizi kondang di Jakarta. Waktu saya sodorkan pola makan anti stres dengan manipulasi bahan makanan terkait dengan produksi zatneurotransmitter.

Dokter itu terbengong-bengong, "Wah, saya mah taunya cuma bikin orang langsing doang. Gak tau nih begini-beginian?" Yak ampun? Saya ini bukan ahli gizi, mosok lebih tau konsep food therapy ketimbang dia?)

Jadi kembali ke kasus Dr. Tan tadi. Bagaimana seorang pasien bisa sembuh secara paripurna, kalau dokternya aja saling lempar-lemparan kasus? Ia sekali lagi memaki konsep spesialisisasi secara sembarang di dunia kedokteran.

"Makanya kalau ada orang tanya saya ini spesialisasi apa? Saya jawab, saya bukan mekanik bengkel, saya dokter!" Ini adalah salah satu kalimat pedas dari beliau yang diucapkan saat dulu pertama bertemu saya.

MAKAN SEHAT & BERGERAK

Akhirnya Dr. Tan memberikan resep sehat bagi setiap pasiennya. Bukan, beliau bukan mencatat kalimat-kalimat berbahasa latin untuk diteruskan ke apoteker dan diubah menjadi tablet, pil, salep atau obat cair, tidak! Resep yang ditulis oleh Dr. Tan, jangankan seorang apoteker, seorang tukang sayur yang biasa mampir ke rumah Anda pagi-pagi pun bisa mengerti.

"Jangan ada yang protes, makanan yang saya rujuk ini bisa membuat Anda menikmati hidup atau tidak! Kalau mau sembuh, ya? Anda-Anda ini terlihat sekali adalah orang yang sudah hampir seumur hidup menikmati hidup dengan memanjakan lidah ke makanan yang enak, tapi salah!" Dr. Tan sudah menekankan konsep ini di awal pemberian resep hidup sehatnya.

"Sekarang Anda harus membayar harga nikmat tapi mematikan tersebut dengan berdisiplin mengikuti apa yang saya berikan" Tukasnya dengan tatapan tajam.

Apa yang diminta oleh Dr. Tan sangatlah sederhana untuk dimengerti dan dilakukan, tapi bagi para so called 'penikmat hidup', pastilah sangat berat untuk dituruti.

Saran beliau :

1. "tidak ada gula!"

Orang sering dengan bodohnya mengira bahwa penumpukan lemak itu lahir akibat konsumsi lemak yang berlebihan. Padahal Dr. Tan mengatakan, "Manusia itu punya threshold untuk lemak, yaitu rasa mual dan muak. Jarang ada manusia yang mengkonsumsi lemak lebih banyak dari kemampuan tubuhnya menerima".

Penumpukan lemak dalam tubuh kita, mayoritas lebih kepada konsumsi gula yang berlebihan dalam segala bentuk.

Kandungan gula yang terlalu tinggi membuat tubuh mengeluarkan insulin berlebihan untuk menormalkan lonjakan gula darah dan mengakibatkan kelenjar pankreas lelah.

Kerusakan pankreas membuat penyakit degeneratif yang sangat populer, Diabetes.

2. "buah dan sayur sebagai sumber karbohidrat"

"Berhenti makan beras, tepung atau sumber karbohidrat umum lainnya! Kalau Tuhan mau kita makan beras, kita sudah dikasih tembolok dari lahir!"

Masih terkait dengan apa yang diutarakan sebagai konsumsi gula berlebihan, Dr. Tan menekankan pada karbohidrat akan berubah menjadi gula, dimana cadangan gula yang berlebihan akan segera ditransformasikan oleh tubuh dalam bentuk glikogen (disimpan dalam hati - otot) serta trigliserida (lemak).

Angka trigliserida tinggi adalah sumber obesitas yang sekarang semakin marak menyerang kehidupan manusia.

"Jangan panik, dengan bilang, kalau gak makan nasi badan saya lemas" Tukasnya sebelum ada pasien yang protes. "Tubuh Anda membangun kebiasaan, bukan memenuhi kebutuhan.

Pernah liat orang yang habis makan, makanan Padang? Setelah dua jam, bukannya semakin kuat, mereka malah menjadi mengantuk! So, Anda bilang Anda lemas, kalau tidak makan nasi?"

Dr. Tan memberikan daftar penggantinya segera. Buah dan sayur sebagai sumber karbohidrat. Ia menyajikan urutan buah-buah yang memiliki kandungan fructose -gula alami buah- aman. Ia juga menekankan cara menyajikan sayuran yang baik.

"Jangan bilang Anda sudah makan sayur kalau yang dimakan sayur bening atau sayur cap cay, itu bukan sayur, itu sampah dalam bentuk sayur!" Ucapnya dalam nada tinggi.

"Sayur dimasak sudah pasti enzyme-nya mati, gak ada gunanya buat tubuh, paling cuma serat-seratnya aja. Makan sayuran mentah yang dicuci bersih, kalau takut sama pestisida, ya beli yang organic atau tanam sendiri di depan rumah!"

3. tidak ada susu binatang

"Sapi itu begitu anaknya sudah bisa berjalan, ia akan segera berenti menyusui dan membiarkan anaknya mencari makan sendiri, manusia itu satu-satunya species yang cukup gob*** untuk mati-matian mencari susu spesies lain dan merasa membutuhkannya". 

Ia kemudian menyambung lagi, "Anak kecil di atas usia 2 tahun dipaksa minum susu, orang tuanya tidak sadar bahwa anak itu akan mengalami kesulitan pencernaan, karena cadangan enzyme-nya akan terkuras untuk mencerna bahan makanan yang semestinya tidak ia konsumsi lagi".

Pendapat yang sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Hiromi Shinya tentang Enzyme pangkal atau miskonsepsi dimana intoleransi laktosa kadang dianggap tidak ada saat sang anak tidak mencret waktu minum susu. Padahal sang anak menunjukan gejala alergi lain, infeksi kulit, eksim, gatal-gatal, sembelit, obesitas, mudah terserang penyakit hingga asma.

Saya sih sudah tahu persis fakta bahaya susu sapi. Dari sisilactose intolerant, casein, non absorb calcium juga gak ada guna-gunanya sedikitpun bagi tubuh. Tapi orang lain?

Fakta satu ini membuat mereka terkaget-kaget. Maklum jor-joran uang yang digelontorkan pabrikan susu memang membuat kampanye kebutuhan manusia terhadap cairan produksi binatang ini terasa begitu membahana dan menguasai kehidupan kita.

"Kurang apa kalau kita gak minum susu? Kalsium? Bohong pabrikan itu, kalau gak minum susu kita kekurangan kalsium. Kalsium di susu sapi gak bisa diserap tubuh manusia, titik!" Ia kemudian menunjukan fakta kelicikan produsen susu untuk berkelit dari upaya penipuan saat orang yang minum susu tetap terserang osteoporosis.

"Pasti ada tulisan kecil, sangat kecil, di salah satu sudut kotak atau kaleng susu, yang menuliskan kalimat semacam 'Harus disertai dengan aktivitas fisik yang rutin', jadi mereka bisa mengelak dari pasal penipuan ke masyarakat". Ia juga menertawakan satu produsen susu sapi yang begitu gencar memasarkan produk susu kalsium tapi diembel-embeli dengan kalimat 'berjalan 10.000 langkah perhari'.

"Anda mau nyuruh kakek-nenek yang renta berjalan 10 kilometer sehari? Gak keropos bener, tapi yang ada mereka matek, kecape'an" ujarnya dengan logat Jawa sangat kental.

4. "banyak bergerak"

Sistem limfatik tubuh cuma bisa berfungsi kalau kita bergerak dengan baik.

Usaha mati-matian di satu sisi tapi melewatkan sisi yang lain, adalah upaya yang kadang tidak membuahkan hasil maksimal. Menjaga makanan tanpa pernah aktif menggerakan tubuh secara benar akan membuat fitalitas kita terganggu. Demikian pula hal sebaliknya.

KESEMBUHAN HAKIKI

Dr. Tan ini Berhadapan dengan segerombolan pasien yang telah menyia-nyiakan kesehatan mereka dengan berbagai cara, ia harus berlaku keras dan kejam, untuk membuat pasiennya sadar dan mengubah gaya hidup mereka sesuai dengan kebutuhan. "Kita boleh dibilang galak dan saklek. Tapi kalau mau merubah kebiasaan buruk orang, kita gak boleh kompromi.

Terserah mereka mau melakukan atau tidak, it's a matter of choice kok" Benar! If you don't like what we do, don't come to us, but if you think what we do can help you, so come!. Sederhana kan?

Kesehatan itu harus bersifat hakiki. Kalau kita sakit, harus dicari penyebabnya, bukan cuma gejalanya yang diatasi, itu bukan penyembuhan, tapi mengulur-ngulur permasalahan"

Ia mengarahkan padangannya kepada bapak yang terkena darah tinggi tadi.

Dr. Tan Shot Yen
Adalah salah satu ikon dunia kesehatan kelas utama di Indonesia, terutama saat pengobatan naturopati mulai mewabah akibat menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan konvensional.

Metodenya yang unik namun ampuh membuat pasien beliau berkembang layaknya bilangan yang dipangkatkan dari waktu ke waktu. Belum lagi tulisan-tulisannya yang trengginas serta mengena bagi banyak pihak, membuat gaung nama beliau makin menggema di seantero jagad negeri ini. To make things even bolder, buku yang ditulisnya menjadi salah satu mega seller di negeri ini.

Mega seller?

Ya, kalau dihitung sebagai buku kesehatan, sebuah subjek non populer di negara ini. Sebuah bukti bahwa ilmu yang disandangnya dipandang sangat berguna oleh beragam pihak.
* Artikel dikutip dari sebuah note fb Dewi Susi Ana


Pilih Agen Asuransi

loading...