Referensi Memilih Asuransi & Investasi: marketing academy
Most Popular
Showing posts with label marketing academy. Show all posts
Showing posts with label marketing academy. Show all posts

Wednesday, 21 November 2018

Era Digital Marketing Asuransi Tahun 2020



Kanal digital adalah masa depan penjualan produk asuransi di Indonesia. Dalam beberapa tahun belakangan, ide ini sudah digagas oleh perusahaan asuransi dalam negeri, meski belum mampu mendongkrak penjualan produk secara masif.
Kontan.co.id, pada awal tahun ini menurunkan liputan tentang potensi pemasaran asuransi secara online di Indonesia di masa depan. Togar Pasaribu, Direktur Eksektutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menjelaskan, dalam menjaga eksistensi bisnis memang sejatinya sudah banyak pelaku industri yang telah menggunakan kanal digital baik dari segi pelayanan maupun prosesnya.
Seperti misalnya, perusahaan asuransi jiwa joint venture alias patungan yang sejak awal sudah mengenalkan penjualan asuransi melalui digital. Namun memang jumlahnya memang belum terlihat signifikan. Apalagi angka investasi di awal yang besar juga menjadi bahan pertimbangan.
"Menurut kami, mau tidak mau dan cepat atau lambat industri pasti akan masuk ke arah sana. Sekarang mungkin belum masif, tapi 2020 bisa jadi sudah terlihat dampaknya," ujar Togar sebagaimana dilansir Kontan.co.id, Selasa (23/1).
Apalagi memang penetrasi dan pemahaman masyarakat terhadap asuransi masih terbilang rendah. Ke depan, ini akan jadi sebuah peluang besar yang dapat disasar. Seperti contohnya, generasi milenial yang tentu akan menyukai beli asuransi melalui online.
Meskipun mungkin sekarang penjualan produk asuransi secara online belum menuai hasil yang signifikan, namun belajar dari kesalahan Nokia beberapa tahun yang lalu, tidak ada salahnya bagi setiap agen asuransi untuk mempersiapkan diri menyambut era digital yang sudah semakin dekat ini. Tanda-tanda akan semakin boomingnya era digital marketing asuransi sudah terlihat beberapa waktu terakhir. Contohnya, Prudential sebagai salah satu perusahaan asuransi terbesar di Indonesia belakangan ini gencar mengkampanyekan pemrosesan pengajuan nasabah secara digital, meninggalkan era pengiriman berkas kertas yang sudah ketinggalan jaman. Bahkan, penerbitan e-polis atau polis elektronik juga semakin digencarkan.
Sebelum dunia pemasaran asuransi berubah secara digital, ada cara mudah bagi agen asuransi untuk mempersiapkan dirinya. Yakni dengan bergabung sebagai mitra agen di KlikAsuransi.com, maka agen sudah siap untuk memasarkan produk asuransi dari perusahaan masing-masing secara digital dan online.


Friday, 16 November 2018

Bisnis Asuransi? Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Jadi Agen



Sebagaimana halnya perlombaan lari, bisnis adalah seperti perlombaan lari marathon. Inti dari strategi dalam perlombaan marathon ini adalah adu kuat dan tahan lama, siapa yang bisa memenuhi 2 kriteria tersebut, dialah yang berpeluang besar mendapatkan kemenangan. Bukan hanya semata soal sprint, atau adu cepat sampai di garis finis.
Dalam artikel terdahulu sudah pernah diulas, bahwa profesi sebagai agen asuransi bukanlah profesi kekaryawanan, tetapi lebih kepada profesi kemitraan, yaitu kemitraan antara agen dengan perusahaan asuransi dalam memasarkan produknya. Silahkan baca dulu artikelnya disini. Sehingga dengan ini, profesi sebagai agen asuransi adalah sebuah profesi bisnis. Itulah kenapa kita sering mendengar agen asuransi mengatakan, bahwa agen asuransi adalah sebuah profesi bisnis yang nyaris tanpa modal.
Dikatakan tanpa modal karena memang seorang agen tidak perlu menyiapkan biaya-biaya untuk meluncurkan sebuah produk, apakah itu biaya riset, biaya produksi, maupun biaya distribusi. Semuanya sudah disediakan oleh perusahaan asuransi sebagai si empunya produk.
Namun seringkali seseorang merasa sangat ragu untuk membangun bisnis di industry asuransi, yang sebetulnya masih menyediakan market teramat sangat besar ini. Alasannya macam-macam, tetapi dari kesemua alasan itu paling tidak akan bermuara pada satu hal; perasaan bahwa dirinya belum tentu cocok terjun di bisnis asuransi.
Inilah sebenarnya perwujudan dari mental block yang seringkali membuat kita berkata “saya memang layak tidak sukses”, karena sudah menyia-nyiakan peluang besar di depan mata. Seringkali kalimatnya akan seperti ini;
  1. wah saya sudah tua, mana bisa sukses
  2. saya gaptek
  3. saya tidak bakat jualan
  4. saya tidak bakat berbisnis
  5. saya bodoh
  6. saya pemalu
  7. Dll

Intinya, setiap ada arahan untuk maju, melangkah, berusaha untuk menjadi lebih baik. Ada perkataan di benak kita yang mengatakan, “Sudahlah Kita Mah Emang Gini-Gini Aja”. Jika seperti itu, hati-hati berarti program dalam diri kita sedang mengarahkan untuk jauh dari kesuksesan
Padahal kalau mau, kita bisa menjawab soal mental block itu seperti ini;
  1. Ada orang yang sudah lulus di umur 21 tahun kuliah, tetapi baru dapat kerja 5 tahun kemudian
  2. Ada yang sudah jadi CEO di perusahaan umur 25 dan meninggal di umur 50
  3. Sementara ada yang jadi CEO di umur 50 dan hidup sampai umur 75
  4. Ada yang jomblo, ada yang sudah menikah
  5. Obama dilantik umur 50, tapi trump dilantik saat umur 70

Jangan sampai terjadi, orang di sekitar kita sudah jauh lebih maju, tetapi ternyata kita belum kemana-mana. Maksudnya, bahwa sebenarnya setiap orang memiliki waktu emasnya masing-masing. Ada pendiri KFC yang sudah tua baru sukses.
Ibarat tanaman, setiap bunga memiliki waktu mekar nya masing-masing. Ada bunga yang mekar di musim semi, ada bunga yang mekar di musim panas, dan bahkan ada yang mekar di musim dingin.
Jadi, jikalau anda percaya bahwa agen asuransi adalah sebuah bisnis, adalah sebuah profesi yang mampu menghadirkan keberlimpahan materi dalam kehidupan kita, berapapun usia anda, apapun latar belakang profesi anda untuk memulai jadi agen asuransi, percayalah tidak ada kata terlambat. Karena sesungguhnya, semua ada masanya.


Tuesday, 13 November 2018

Ingin Sukses Di Bisnis Networking? Kenali Dulu Jenis Dan Macamnya



Di dunia ini hanya ada 3 macam bisnis berjaringan dan bersistem yang bisa membuat seseorang bebas finansial dan bebas waktu. Yaitu Konglomerasi, Waralaba dan bisnis Networking. Untuk orang biasa yang sudah berusia diatas 30 tahun, tidak memiliki banyak uang dan keahlian bisnis, maka hanya bisnis Networking yang bisa membuat dia bebas finansial dan waktu (Robert T Kiyosaki).
Jika kita berniat masuk ke bisnis networking, maka kita harus waspada dengan bisnis lain yang menyaru sebagai bisnis networking. Di bisnis networking, uang bonus yang kita peroleh berasal dari pembagian keuntungan ketika ada transaksi pembelian produk mitra oleh anggota grup yang kita bentuk. Uangnya bukan berasal dari calon mitra yang ingin bergabung. Jika uangnya berasal dari calon mitra, maka itu adalah bagian atau bentuk lain dari money game. Apakah itu tanpa produk atau ada produk yang dijual bersamaan dengan masuknya peserta (front loading). Pembelian produk yang menjadi syarat bergabungnya seorang peserta, dilarang oleh APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia).
Money game sudah ada sejak lama, diawali oleh Charles Ponzi di Amerika, kemudian ditiru dibanyak negara. Di sebagian besar negara, money game dianggap illegal. Di Indonesia belum ada larangan, baru ditindak jika ada yang dirugikan.
Saat ini money game sudah merasuk di banyak sektor bisnis. Banyak petualang bisnis ataupun perusahaan besar yang menggunakan sistem money game untuk meraup uang atau modal dari masyarakat. 
Jika kita ingin menjalankan bisnis berjaringan yang benar, maka bisnis networking yang menggunakan konsep prosumer adalah pilihan yang dianjurkan para ahli. Konsep Prosumer atau Profitable Consumer adalah konsep penjualan langsung dari produsen ke konsumen. Selisih harga pabrik dan konsumen yang 60%, diberikan ke konsumen yang mau aktif memasarkan produk dengan cara membangun jaringan dan menganjurkan anggotanya membeli produknya.
Selisih harga ini tadinya untuk keuntungan grosir, iklan, pengecer dan sebagainya.
Tetapi sebagai bisnis baru, bisnis networking masih banyak disalah pahami orang. Di beberapa komunitas agama bahkan dilabeli fatwa haram, sementara ada pemuka agama yang bergabung bahkan membuat bisnis networkingnya sendiri. Biasanya yang dianalisa oleh para pemuka agama kemudian dilabeli haram itu adalah money game yang menyaru sebagai MLM. 
Akhirnya semua bisnis yang "ajak ajak orang" dianggap sebagai bisnis yang haram.
Bagi sebagian besar orang, bisnis networking yang benar justru dijauhi atau dibenci, karena program bawah sadar mereka yaitu program bekerja keras mencari uang sangat berlawanan dengan hasil yang nantinya bisa diberikan oleh sebuah bisnis networking. yaitu memiliki banyak uang dan hidup nyaman.
Perusahaan asuransi pada umumnya memakai konsep networking ini dalam memasarkan produknya, meski dengan berberapa modifikasi sesuai kebutuhan. Karena itulah, tenaga pemasar atau agen asuransi, kebanyakan statusnya bukan karyawan atau pegawai, melainkan sebagai mitra kerja. Dan karena itu juga, agen asuransi seringkali bilang, bahwa dengan profesinya itu dia sedang membangun bisnisnya sendiri, karena memang sistemnya memungkinkan untuk itu.
Dengan sistem seperti ini, tidak heran kalau agen asuransi masuk 10 besar profesi yang memberikan pendapatan besar. Agen asuransi yang menjalankan bisnisnya dengan kategori “sukses”, bukan “sukses banget” bisa menghasilkan hingga puluhan juta rupiah per bulannya. Dan yang terpenting, tidak sulit untuk bisa terdaftar sebagai agen asuransi, cukup menyerahkan beberapa berkas persyaratan umum, dan menandatangani kontrak kesepakatan kerja sama, kemudian lulus ujian AAJI, maka seseorang sudah bisa membangun bisnis di industry asuransi.
Berkas persyaratan menjadi agen, untuk setiap perusahaan asuransi biasanya ada beberapa perbedaan. Karena itu jika ada diantara pembaca yang tertarik untuk terjun di industry ini, lebih baik menghubungi agen asuransi terdekat di kota anda untuk menanyakan lebih detilnya.

Saturday, 10 November 2018

Bisakah Menjual Sisir Kepada Orang Botak? Inspirasi Bagi Para Praktisi Marketing


Sebuah perusahaan membuat tes terhadap 3 orang calon staf penjual barunya. Tesnya unik, yaitu: menjual sisir di kompleks biara shaolin.
Tentu saja, ini cukup unik karena para biksu di sana tentu semuanya gundul dan tidak butuh sisir. Kesulitan inilah juga yang membuat calon pertama hanya mampu menjual 1 buah sisir. Itupun karena belas kasihan dari seorang biksu yang merasa iba melihat usahanya.
Tapi, tidak demikian dengan calon yang kedua. Ia berhasil menjual 10 buah sisir, ternyata ia tidaklah menawarkan dagangannya kepada para biksu, tetapi justru kepada para turis yang sedang berkunjung di kompleks biara itu. Ia menangkap sebuah peluang, bahwa kondisi angin disitu memang lumayan kencang bertiup, sehingga sering membuat rambut turis jadi awut-awutan.
Lalu bagaimana dgn calon ketiga? Luar biasa, ia berhasil menjual 500 sisir. Caranya? Ia menemui kepala biara. Kemudian dengan lobynya ia berhasil meyakinkan kepala biara, jika sisir ini akan bisa menjadi sebuah souvenir yang bagus untuk kenang-kenangan bagi para turis yang sedang berkunjung di kompleks biara tersebut. Bahkan, kepala biara bisa juga membubuhkan tanda tangan di atas sisir-sisir tersebut agar menjadikannya sebuah souvenir eksklusif bagi para turis. Dan, Sang kepala biara pun setuju, sehingga transaksi besar itu bisa sukses terealisasikan.
Para pembaca yang baik, cabalah mengingat-ingat apa saja yang sering kita anggap sebagai sebuah penghambat terbesar dalam usaha atau karier kita?
Bukankah seringkali kita akan menyalahkan keadaan? Dan inilah yang membuat calon pertama gagal. Sementara calon kedua, sudah mampu untuk berpikir lebih maju. Namun, sayangnya dia masih terpaku pada fungsi sisir yang hanya sebagai alat untuk merapikan rambut.
Calon ketiga itulah yang luar biasa, dia sudah berani untuk berpikir “di luar kotak” (thinking out of the box), yakni, berpikir diluar kelaziman sebagaimana umumnya. Dia bukan hanya mampu berpikir bahwa sisir adalah alat untuk merapikan rambut, melainkan lebih jauh dia berani membuat sebuah terobosan, bahwa sisir tersebut juga bisa menjadi souvenir.
"Ingatlah, kita tidak bisa mengatur situasi sebagaimana yang kita kehendaki. Tetapi, diluar itu kita sesungguhnya memiliki kemampuan untuk bisa mengerahkan segenap potensi yang kita miliki untuk mencari solusi atau terobosan atas situasi yang tengah terjadi".
"Segenap potensi” disini bukan hanya sebatas otot atau kerja keras, tetapi juga pikiran, ilmu, intuisi dan kerja cerdas. Pendek kata, kreatifitas akal, ketekunan dan kesabaran, adalah potensi dalam diri kita yang dapat dipergunakan untuk meraih kesuksesan.
Yakinlah setiap kemauan pasti selalu tersedia jalan, dan Tuhan akan selalu menolong kita untuk  menemukan jalan tersebut. Karena itu, jika ada seseorang yang berkata bahwa sudah tidak ada jalan atau jalan buntu, maka itu berarti bahwa dia adalah orang yang belum pernah menciptakan jalannya sendiri.




Tuesday, 23 October 2018

5 Kalimat Sakti Jack Ma Yang Bisa Memotivasi Kita Saat Terpuruk


Sang founder “Alibaba”, situs e-commerce terbesar di dunia, Jack Ma,baru saja mengunjungi Indonesia. Selain bertemu dengan Presiden Jokowi dalam rangka penutupan Asian Games beberapa bulan yang lalu, Jack Ma juga berkomitmen untuk turut serta berperan dalam pengembangan startup di Indonesia.
Dibalik kisah sukses hidupnya, salah satu orang terkaya di dunia yang berlatar belakang seorang guru ini ternyata memiliki banyak kalimat sakti yang bisa kita adopsi dalam meniti kesuksesan dalam kehidupan kita masing-masing.
Nah ini dia beberapa kalimat sakti yang berhasil saya rangkum, simak dibawah ini;
1.     “Saat miskin, kurangi waktumu di rumah, perbanyaklah kegiatan di luar. Saat kaya, perbanyaklah waktu di rumah, kurangi kegiatanmu di luar. Ini adalah seni kehidupan
Kebanyakan dari kita justru melakukan secara kebalikannya, saat tidak punya uang bermalas-malasan di rumah, sedangkan ketika banyak uang sering pergi jalan-jalan dan bersosialita.
2.    “Saat miskin, gunakanlah uangmu untuk orang lain, saat kaya gunakanlah uangmu untuk keluarga dan orang-orang yang kamu cintai! Banyak sekali orang yang terbalik melakukan kedua hal ini”.
Lagi-lagi kebalikannyalah yang seringkali kita lakukan, ketika miskin ada banyak dari kita yang pelit dalam membantu orang lain, bahkan saat kaya pun banyak diantara kita yang justru balas dendam kepada orang-orang yang kita anggap tidak mau membantu saat kita sedang miskin.
3.      “Saat miskin jangan perhitungan, bersikap baik lah terhadap orang lain, ini baru namanya orang miskin tapi banyak akal. Saat kaya, harus belajar membuat orang lain baik terhadapmu, dan kamu harus lebih baik lagi terhadap orang lain. Ini adalah cara hidup yang sangat indah, tapi hanya sedikit orang yg mengerti”.
Saat miskin harus royal, tapi saat kaya, jangan pamer lagi.. Hidup ini akan kembali dalam kesederhanaan, kembali dalam ketenangan. Bisa tidak guys seperti ini?
4.      “Masa muda adalah kekayaan paling besar, hargai setiap waktu kehidupan, tidak perlu takut pada kemiskinan! Yang penting kamu harus tahu bagaimana melatih diri, hal apa yg utama, apa yg harus diinvestasikan dan kapan harus menghemat”.
Sepertinya ini benar-benar berkaca dari pengalaman pribadi Jack Ma sendiri nih guys, masa mudanya yang banyak dihabiskan dalam keadaan serba kekurangan, namun tidak menyurutkan semangatnya untuk terus maju menggapai kesuksesan.
5.  “Jangan sembarang beli pakaian, kamu boleh beli sedikit, tapi beli lah yang berkualitas baik. Perbanyaklah makan dengan orang luar, kamu harus berani mengeluarkan uang dan mentraktir orang-orang yg lebih berhikmat dan lebih giat darimu”.
Nah ini lagi nih yang sepertinya juga lumayan sulit. Pastinya kebanyakan dari kita, apalagi yang muda-muda tidak mau ketinggalan tren mode terkini. Ditambah lagi anak kos, maunya di traktir melulu.

Itu tadi kumpulan kalimat sakti  yang bisa tetap memotivasi kita saat miskin sekalipun. Ingat guys, umur dan kesehatan adalah modal utama dalam meraih kesuksesan di masa depan. Jadi, mau berapapun umur kamu sekarang, selama kamu masih dikaruniai kesehatan, kejarlah mimpimu.



Friday, 28 September 2018

PRUUniversity Untuk Mendidik Agen, Agar Kualitas Pelayanan Kepada Nasabah Prudential Semakin Meningkat

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meresmikan PRUuniversity sebagai platform untuk memperkaya pengetahuan dan mengembangkan kapabilitas karyawan dan tenaga pemasar agar dapat melayani jutaan keluarga di Indonesia yang telah memberikan kepercayaannya kepada Prudential.
Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia, menjelaskan, “PRUuniversity didirikan untuk terus meningkatkan profesionalisme karyawan dan tenaga pemasar kami secara inovatif, efisien dan relevan, meningkatkan kemampuan mereka untuk dapat merespon tuntutan bisnis yang terus berubah-ubah secara cepat, agar mereka dapat semakin sukses dalam karirnya.”

BACA JUGA

Untuk memastikan agar masyarakat Indonesia mendapatkan perlindungan yang terbaik, literasi keuangan dan kesadaran mengenai pentingnya asuransi jiwa harus terus ditingkatkan. Kurikulum di PRUuniversity didesain agar karyawan dan tenaga pemasar Prudential mampu mengedukasi publik dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabah.
Pada kesempatan ini, Prudential menggandeng PPM Manajemen yang akan menyelaraskan kurikulum pelatihan yang sudah ada dan meningkatkan kapabilitas internal trainers. Kerja sama ini melengkapi program pelatihan dan sertifikasi seperti LOMA (Life Office Management Association), LIMRA (Life Insurance Marketing and Research Association), FPSB (Financial Planning Standards Board), serta lembaga pengembangan profesional lainnya.
Kurikulum pelatihan  dan sertifikasi Prudential tersedia di tiga lokasi utama di Jakarta, tujuh lokasi di luar Jakarta, dan 54 pusat lisensi yang melayani 409 Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) di seluruh Indonesia.
Wahyu Wibowo, Chief Learning & Development Officer Prudential Indonesia, menambahkan, “Peluncuran PRUuniversity juga menandai perubahan dalam paradigma belajar di Prudential Indonesia, dengan secara inovatif mengubah cara karyawan dan tenaga pemasar menambah wawasan dan berbagi ilmu. Memanfaatkan kemajuan teknologi digital, kami menyediakan platform belajar online yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja.”
Platform ini dapat menghubungkan 2.000 karyawan dan 277.000 tenaga pemasar Prudential yang tersebar di 169 kota di Indonesia, menyediakan forum belajar kolaboratif berbasis social learning agar dapat saling berbagi pengalaman, kisah sukses dan best practices.
“Dengan diluncurkannya PRUuniversity hari ini, ditambah dengan core values dan leadership capabilities yang kami tanamkan di Prudential, kami berharap dapat menghasilkan karyawan dan tenaga pemasar berkualitas yang dapat memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan industri asuransi di Indonesia”, tutup Jens.

*Artikel ini telah tayang di kontan online (6/7/18), dengan judul “Dirikan PRUuniversity, Prudential Indonesia kuatkan kualitas pelayanan”


VIDEO