Referensi Memilih Asuransi & Investasi: marketing academy
Most Popular
Showing posts with label marketing academy. Show all posts
Showing posts with label marketing academy. Show all posts

Friday, 30 November 2018

Strategi Dan Langkah Mudah Menjual Asuransi Secara Online



Mempopulerkan produk asuransi secara online menjadi salah satu langkah strategis untuk dapat meningkatkan penjualan. Untuk itu ditempuh berbagai cara agar dapat menarik perhatian masyarakat sebagai calon nasabah, dengan harapan hal tersebut bisa menghasilkan penjualan.
Di perusahaan asuransi manapun anda bergabung, dan apapun produk asuransi yang anda jual, pasti sebagian besar dari anda sudah melakukan promosi melalui iklan online, baik itu iklan gratis berupa postingan status di medsos maupun iklan yang berbayar seperti facebook ads. Dan sayangnya langkah tersebut kebanyakan sia-sia. Karena masyarakat datang ke internet, dan bermain medsos bukan untuk melihat iklan dari anda, melainkan untuk mencari solusi. Oleh karena itu kebanyakan dari mereka menganggap iklan anda belum cukup layak untuk dilihat.
Sebenarnya ada satu cara yang cukup efektif dalam upaya untuk menarik minat mayarakat terhadap asuransi, yaitu dengan cara memberikan edukasi kepada mereka tentang pentingnya asuransi. Memasang iklan di media seperti internet, kurang cukup waktu dan tempat untuk dapat memberikan penjelasan yang dibutuhkan. Bahkan postingan promosi pun kebanyakan termasuk salah satu postingan yang sangat dihindari oleh pembaca.
Meningkatkan Closing Dengan Artikel Marketing
Artikel marketing bukanlah sebuah strategi menjual produk asuransi dengan menonjolkan aspek promosi, akan tetapi lebih menitik beratkan pada solusi atas apa yang menjadi kebutuhan pembaca artikel sebagai calon nasabah. Menemukan dan menunjukan apa yang menjadi kebutuhan mereka akan proteksi keuangan, atau dalam bahasa yang lebih keren biasa disebut sebagai fact finding adalah sebuah langkah awal yang sangat penting dan menentukan dalam tahapan selanjutnya.
Dengan fact finding kita harus mampu menunjukan kepada masyarakat pembaca, bahwa mereka perlu menyiapkan dana untuk pendidikan anak, membutuhkan jaminan kesehatan yang memadai, butuh jaminan keuangan yang pasti, kelak di hari tua. Karena belum tentu akan ada menanggung biaya hidup mereka, jika sudah kehilangan sumber penghasilan. Poin-poin inilah yang wajib tampil dalam membuat artikel marketing.
Dengan membuat artikel yang berpedoman pada identifikasi kebutuhan calon nasabah, maka mereka akan menyadari pentingnya memiliki polis asuransi. Sehingga mereka tidak akan keberatan mencari lebih banyak informasi dari anda. ini adalah strategi menjual produk asuransi yang sudah terbukti berhasil. Dengan menyajikan informasi yang lengkap dan selalu update, akan membuat mereka selalu mempertimbangkan apa yang anda rekomendasikan termasuk produk asuransi anda. Bahkan, dengan artikel ini bisa juga ditujukan kepada mereka yang awalnya belum berminat dengan asuransi.
Apalagi bagi masyarakat calon nasabah yang sudah memiliki minat dan keinginan untuk membeli produk asuransi, maka justru mereka berselancar di internet memang untuk memilih-milih produk apa yang terbaik buat mereka.
Kalau sudah begini, tinggal selangkah lagi bagi anda untuk menjual produk asuransi, yaitu dengan cara mereview keunggulan produk asuransi anda di blog atau web, setelah itu mengoptimasinya untuk menarget ke pasar yang tepat. 
Pada point dan langkah terakhir ini, anda bisa melakukan sebuah langkah sederhana, tidak perlu ribet harus membikin sebuah blog atau web, juga tidak perlu memikirkan SEO untuk mengoptimasi target market, karena LiterasiKeuanganku.com sudah menyediakan semuanya untuk anda. Cukup dengan anda bergabung menjadi penulis di LiterasiKeuanganku.com, kemudian mendaftar untuk mendapatkan link “kartu nama” digital/online di KlikAsuransi.com, maka anda sudah bisa menjalankan strategi mudah untuk menjual asuransi secara online.
Atau, jika pun anda merasa tidak cukup berbakat untuk menulis sebuah artikel, sekali lagi anda tidak perlu khawatir. Yang perlu anda lakukan adalah, mendaftar layanan “kartu nama” digital/online di KlikAsuransi.com, kemudian anda tinggal men-share artikel-artikel yang ada di LiterasiKeuanganku.com dengan dilampiri link “kartu nama” digital/online yang sudah anda miliki.
Jadi tunggu apalagi, langsung saja mendaftar dan manfaatkan layanan gratis dari LiterasiKeuanganku.com, juga KlikAsuransi.com DISINI

Anda Masih Sulit Closing? Baca Dulu Tipsnya



Kemampuan dalam menjual sebenarnya sangat penting dimiliki oleh siapapun, terutama wajib bagi seorang tenaga penjual. Pada saat anda memasarkan produk, sebaiknya anda bersikap sebagai pembawa pesan atau berita baik. Jadi sebagai tenaga penjual, anda haruslah menceritakan sisi manfaat sebuah produk yang anda tawarkan untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Sebelum seseorang membeli sebuah produk, mereka selalu melihat terlebih dahulu apakah ada manfaat yang bisa diambil dari produk yang kita tawarkan. Jadi, jika mereka melihat bahwa produk yang kita tawarkan tidak memiliki manfaat yang sesuai dengan kebutuhan mereka, seberapa ngototnya pun anda, mereka tidak akan membelinya. Coba anda berfikir dan posisikan diri anda sebagai calon pembeli, untuk apa anda membeli sebuah produk yang tidak ada manfaatnya? setuju?
Namun dalam menjadi tenaga pemasar, terutama mereka yang masih pemula kerap merasa takut, malu, tidak percaya diri dan lain sebagainya. Sesungguhnya anda tidak perlu takut saat melakukan selling, yang perlu anda tingkatkan dan pelajari adalah bagaimana cara menjual dan meningkatkan rasio closing. Caranya adalah dengan terus belajar dan terus melakukan prospekting, semakin anda sering mencoba, maka semakin mahir anda dalam menjadi seorang tenaga pemasar yang hebat. Ada beberapa tips yang bisa anda pelajari, diantaranya adalah :
Yakin & Percaya
Menjadi tenaga penjual, anda harus yakin dan percaya terhadap kemampuan anda sendiri. Yakin dan percayalah bahwa anda mampu menjual.
Kenali Siapa Prospek Anda
Anda akan menjual dengan lebih efektif jika anda sudah dapat mengenali siapa klien anda. Temukan masalah klien anda, dan jadikan produk yang anda tawarkan sebagai solusi terhebat bagi mereka.
Jadilah Sahabat
Saat anda menjual atau menawarkan sebuah produk, anda jangan pernah berfikir bahwa anda adalah seorang sales. Tapi berusahalah untuk menjadi sahabat mereka, agar anda bisa menjadi lebih rileks dan santai saat menawarkan produk anda.
Antisipasi Penolakan
Mendapatkan penolakan saat melakukan propekting adalah satu hal yang biasa. Jadi jangan pernah mencoba untuk menyerah jika anda ditolak, Seorang marketing hebat didunia ini pun pernah mengalami ratusan bahkan mungkin ribuan penolakan. Untuk mengantisipasi penolakan yang dramatis, anda harus bisa menciptakan jawaban yang mengarah kepada solusi.
Tetap Tersenyum
Apapun yang terjadi dan dihadapi seorang tenaga pemasar, baik itu ditolak maupun closing. Tetaplah tersenyum dengan wibawa. Tersenyumlah dengan natural dan jangan dibuat-buat. Walaupun mungkin anda kecewa karena ditolak, namun penting bagi anda untuk tidak menunjukan rasa kecewa anda dihadapan mereka. Jadi, tetaplah tersenyum apapun yang terjadi dilapangan adalah hal terbiai yang dapat anda lakukan.
Temui Lebih Banyak Orang
Jika anda ingin sukses sebagai pebisnis atau sebagai tenaga penjual, maka kunci utama adalah anda harus menemui lebih banyak orang. Dengan lebih banyak menemui klien target prospek anda, maka semakin besar juga peluang anda untuk menjual lebih banyak.
Lakukan Sekarang, Jangan Menunda
Satu kelemahan manusia adalah selalu menunda. Jadi, jika anda ingin menjadi tenaga pemasar yang sukses dengan income yang luar biasa, maka anda harus segera melakukan atau harus segera bertindak dan jangan pernah menunda. Semakin anda menunda, maka kesempatan untuk berhasil menjadi lebih sempit.
Untuk menjadi tenaga pemasar yang sukses, maka anda harus berani tampil berbeda dari yang lain, jadilah diri anda sendiri dalam menjual. Dan yang tidak kalah penting adalah dengan selalu menginvestasikan uang anda untuk knowledge (Pengetahuan). 

Wednesday, 21 November 2018

Era Digital Marketing Asuransi Tahun 2020



Kanal digital adalah masa depan penjualan produk asuransi di Indonesia. Dalam beberapa tahun belakangan, ide ini sudah digagas oleh perusahaan asuransi dalam negeri, meski belum mampu mendongkrak penjualan produk secara masif.
Kontan.co.id, pada awal tahun ini menurunkan liputan tentang potensi pemasaran asuransi secara online di Indonesia di masa depan. Togar Pasaribu, Direktur Eksektutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menjelaskan, dalam menjaga eksistensi bisnis memang sejatinya sudah banyak pelaku industri yang telah menggunakan kanal digital baik dari segi pelayanan maupun prosesnya.
Seperti misalnya, perusahaan asuransi jiwa joint venture alias patungan yang sejak awal sudah mengenalkan penjualan asuransi melalui digital. Namun memang jumlahnya memang belum terlihat signifikan. Apalagi angka investasi di awal yang besar juga menjadi bahan pertimbangan.
"Menurut kami, mau tidak mau dan cepat atau lambat industri pasti akan masuk ke arah sana. Sekarang mungkin belum masif, tapi 2020 bisa jadi sudah terlihat dampaknya," ujar Togar sebagaimana dilansir Kontan.co.id, Selasa (23/1).
Apalagi memang penetrasi dan pemahaman masyarakat terhadap asuransi masih terbilang rendah. Ke depan, ini akan jadi sebuah peluang besar yang dapat disasar. Seperti contohnya, generasi milenial yang tentu akan menyukai beli asuransi melalui online.
Meskipun mungkin sekarang penjualan produk asuransi secara online belum menuai hasil yang signifikan, namun belajar dari kesalahan Nokia beberapa tahun yang lalu, tidak ada salahnya bagi setiap agen asuransi untuk mempersiapkan diri menyambut era digital yang sudah semakin dekat ini. Tanda-tanda akan semakin boomingnya era digital marketing asuransi sudah terlihat beberapa waktu terakhir. Contohnya, Prudential sebagai salah satu perusahaan asuransi terbesar di Indonesia belakangan ini gencar mengkampanyekan pemrosesan pengajuan nasabah secara digital, meninggalkan era pengiriman berkas kertas yang sudah ketinggalan jaman. Bahkan, penerbitan e-polis atau polis elektronik juga semakin digencarkan.
Sebelum dunia pemasaran asuransi berubah secara digital, ada cara mudah bagi agen asuransi untuk mempersiapkan dirinya. Yakni dengan bergabung sebagai mitra agen di KlikAsuransi.com, maka agen sudah siap untuk memasarkan produk asuransi dari perusahaan masing-masing secara digital dan online.


Friday, 16 November 2018

Bisnis Asuransi? Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Jadi Agen



Sebagaimana halnya perlombaan lari, bisnis adalah seperti perlombaan lari marathon. Inti dari strategi dalam perlombaan marathon ini adalah adu kuat dan tahan lama, siapa yang bisa memenuhi 2 kriteria tersebut, dialah yang berpeluang besar mendapatkan kemenangan. Bukan hanya semata soal sprint, atau adu cepat sampai di garis finis.
Dalam artikel terdahulu sudah pernah diulas, bahwa profesi sebagai agen asuransi bukanlah profesi kekaryawanan, tetapi lebih kepada profesi kemitraan, yaitu kemitraan antara agen dengan perusahaan asuransi dalam memasarkan produknya. Silahkan baca dulu artikelnya disini. Sehingga dengan ini, profesi sebagai agen asuransi adalah sebuah profesi bisnis. Itulah kenapa kita sering mendengar agen asuransi mengatakan, bahwa agen asuransi adalah sebuah profesi bisnis yang nyaris tanpa modal.
Dikatakan tanpa modal karena memang seorang agen tidak perlu menyiapkan biaya-biaya untuk meluncurkan sebuah produk, apakah itu biaya riset, biaya produksi, maupun biaya distribusi. Semuanya sudah disediakan oleh perusahaan asuransi sebagai si empunya produk.
Namun seringkali seseorang merasa sangat ragu untuk membangun bisnis di industry asuransi, yang sebetulnya masih menyediakan market teramat sangat besar ini. Alasannya macam-macam, tetapi dari kesemua alasan itu paling tidak akan bermuara pada satu hal; perasaan bahwa dirinya belum tentu cocok terjun di bisnis asuransi.
Inilah sebenarnya perwujudan dari mental block yang seringkali membuat kita berkata “saya memang layak tidak sukses”, karena sudah menyia-nyiakan peluang besar di depan mata. Seringkali kalimatnya akan seperti ini;
  1. wah saya sudah tua, mana bisa sukses
  2. saya gaptek
  3. saya tidak bakat jualan
  4. saya tidak bakat berbisnis
  5. saya bodoh
  6. saya pemalu
  7. Dll

Intinya, setiap ada arahan untuk maju, melangkah, berusaha untuk menjadi lebih baik. Ada perkataan di benak kita yang mengatakan, “Sudahlah Kita Mah Emang Gini-Gini Aja”. Jika seperti itu, hati-hati berarti program dalam diri kita sedang mengarahkan untuk jauh dari kesuksesan
Padahal kalau mau, kita bisa menjawab soal mental block itu seperti ini;
  1. Ada orang yang sudah lulus di umur 21 tahun kuliah, tetapi baru dapat kerja 5 tahun kemudian
  2. Ada yang sudah jadi CEO di perusahaan umur 25 dan meninggal di umur 50
  3. Sementara ada yang jadi CEO di umur 50 dan hidup sampai umur 75
  4. Ada yang jomblo, ada yang sudah menikah
  5. Obama dilantik umur 50, tapi trump dilantik saat umur 70

Jangan sampai terjadi, orang di sekitar kita sudah jauh lebih maju, tetapi ternyata kita belum kemana-mana. Maksudnya, bahwa sebenarnya setiap orang memiliki waktu emasnya masing-masing. Ada pendiri KFC yang sudah tua baru sukses.
Ibarat tanaman, setiap bunga memiliki waktu mekar nya masing-masing. Ada bunga yang mekar di musim semi, ada bunga yang mekar di musim panas, dan bahkan ada yang mekar di musim dingin.
Jadi, jikalau anda percaya bahwa agen asuransi adalah sebuah bisnis, adalah sebuah profesi yang mampu menghadirkan keberlimpahan materi dalam kehidupan kita, berapapun usia anda, apapun latar belakang profesi anda untuk memulai jadi agen asuransi, percayalah tidak ada kata terlambat. Karena sesungguhnya, semua ada masanya.


Tuesday, 13 November 2018

Ingin Sukses Di Bisnis Networking? Kenali Dulu Jenis Dan Macamnya



Di dunia ini hanya ada 3 macam bisnis berjaringan dan bersistem yang bisa membuat seseorang bebas finansial dan bebas waktu. Yaitu Konglomerasi, Waralaba dan bisnis Networking. Untuk orang biasa yang sudah berusia diatas 30 tahun, tidak memiliki banyak uang dan keahlian bisnis, maka hanya bisnis Networking yang bisa membuat dia bebas finansial dan waktu (Robert T Kiyosaki).
Jika kita berniat masuk ke bisnis networking, maka kita harus waspada dengan bisnis lain yang menyaru sebagai bisnis networking. Di bisnis networking, uang bonus yang kita peroleh berasal dari pembagian keuntungan ketika ada transaksi pembelian produk mitra oleh anggota grup yang kita bentuk. Uangnya bukan berasal dari calon mitra yang ingin bergabung. Jika uangnya berasal dari calon mitra, maka itu adalah bagian atau bentuk lain dari money game. Apakah itu tanpa produk atau ada produk yang dijual bersamaan dengan masuknya peserta (front loading). Pembelian produk yang menjadi syarat bergabungnya seorang peserta, dilarang oleh APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia).
Money game sudah ada sejak lama, diawali oleh Charles Ponzi di Amerika, kemudian ditiru dibanyak negara. Di sebagian besar negara, money game dianggap illegal. Di Indonesia belum ada larangan, baru ditindak jika ada yang dirugikan.
Saat ini money game sudah merasuk di banyak sektor bisnis. Banyak petualang bisnis ataupun perusahaan besar yang menggunakan sistem money game untuk meraup uang atau modal dari masyarakat. 
Jika kita ingin menjalankan bisnis berjaringan yang benar, maka bisnis networking yang menggunakan konsep prosumer adalah pilihan yang dianjurkan para ahli. Konsep Prosumer atau Profitable Consumer adalah konsep penjualan langsung dari produsen ke konsumen. Selisih harga pabrik dan konsumen yang 60%, diberikan ke konsumen yang mau aktif memasarkan produk dengan cara membangun jaringan dan menganjurkan anggotanya membeli produknya.
Selisih harga ini tadinya untuk keuntungan grosir, iklan, pengecer dan sebagainya.
Tetapi sebagai bisnis baru, bisnis networking masih banyak disalah pahami orang. Di beberapa komunitas agama bahkan dilabeli fatwa haram, sementara ada pemuka agama yang bergabung bahkan membuat bisnis networkingnya sendiri. Biasanya yang dianalisa oleh para pemuka agama kemudian dilabeli haram itu adalah money game yang menyaru sebagai MLM. 
Akhirnya semua bisnis yang "ajak ajak orang" dianggap sebagai bisnis yang haram.
Bagi sebagian besar orang, bisnis networking yang benar justru dijauhi atau dibenci, karena program bawah sadar mereka yaitu program bekerja keras mencari uang sangat berlawanan dengan hasil yang nantinya bisa diberikan oleh sebuah bisnis networking. yaitu memiliki banyak uang dan hidup nyaman.
Perusahaan asuransi pada umumnya memakai konsep networking ini dalam memasarkan produknya, meski dengan berberapa modifikasi sesuai kebutuhan. Karena itulah, tenaga pemasar atau agen asuransi, kebanyakan statusnya bukan karyawan atau pegawai, melainkan sebagai mitra kerja. Dan karena itu juga, agen asuransi seringkali bilang, bahwa dengan profesinya itu dia sedang membangun bisnisnya sendiri, karena memang sistemnya memungkinkan untuk itu.
Dengan sistem seperti ini, tidak heran kalau agen asuransi masuk 10 besar profesi yang memberikan pendapatan besar. Agen asuransi yang menjalankan bisnisnya dengan kategori “sukses”, bukan “sukses banget” bisa menghasilkan hingga puluhan juta rupiah per bulannya. Dan yang terpenting, tidak sulit untuk bisa terdaftar sebagai agen asuransi, cukup menyerahkan beberapa berkas persyaratan umum, dan menandatangani kontrak kesepakatan kerja sama, kemudian lulus ujian AAJI, maka seseorang sudah bisa membangun bisnis di industry asuransi.
Berkas persyaratan menjadi agen, untuk setiap perusahaan asuransi biasanya ada beberapa perbedaan. Karena itu jika ada diantara pembaca yang tertarik untuk terjun di industry ini, lebih baik menghubungi agen asuransi terdekat di kota anda untuk menanyakan lebih detilnya.

Saturday, 10 November 2018

Bisakah Menjual Sisir Kepada Orang Botak? Inspirasi Bagi Para Praktisi Marketing


Sebuah perusahaan membuat tes terhadap 3 orang calon staf penjual barunya. Tesnya unik, yaitu: menjual sisir di kompleks biara shaolin.
Tentu saja, ini cukup unik karena para biksu di sana tentu semuanya gundul dan tidak butuh sisir. Kesulitan inilah juga yang membuat calon pertama hanya mampu menjual 1 buah sisir. Itupun karena belas kasihan dari seorang biksu yang merasa iba melihat usahanya.
Tapi, tidak demikian dengan calon yang kedua. Ia berhasil menjual 10 buah sisir, ternyata ia tidaklah menawarkan dagangannya kepada para biksu, tetapi justru kepada para turis yang sedang berkunjung di kompleks biara itu. Ia menangkap sebuah peluang, bahwa kondisi angin disitu memang lumayan kencang bertiup, sehingga sering membuat rambut turis jadi awut-awutan.
Lalu bagaimana dgn calon ketiga? Luar biasa, ia berhasil menjual 500 sisir. Caranya? Ia menemui kepala biara. Kemudian dengan lobynya ia berhasil meyakinkan kepala biara, jika sisir ini akan bisa menjadi sebuah souvenir yang bagus untuk kenang-kenangan bagi para turis yang sedang berkunjung di kompleks biara tersebut. Bahkan, kepala biara bisa juga membubuhkan tanda tangan di atas sisir-sisir tersebut agar menjadikannya sebuah souvenir eksklusif bagi para turis. Dan, Sang kepala biara pun setuju, sehingga transaksi besar itu bisa sukses terealisasikan.
Para pembaca yang baik, cabalah mengingat-ingat apa saja yang sering kita anggap sebagai sebuah penghambat terbesar dalam usaha atau karier kita?
Bukankah seringkali kita akan menyalahkan keadaan? Dan inilah yang membuat calon pertama gagal. Sementara calon kedua, sudah mampu untuk berpikir lebih maju. Namun, sayangnya dia masih terpaku pada fungsi sisir yang hanya sebagai alat untuk merapikan rambut.
Calon ketiga itulah yang luar biasa, dia sudah berani untuk berpikir “di luar kotak” (thinking out of the box), yakni, berpikir diluar kelaziman sebagaimana umumnya. Dia bukan hanya mampu berpikir bahwa sisir adalah alat untuk merapikan rambut, melainkan lebih jauh dia berani membuat sebuah terobosan, bahwa sisir tersebut juga bisa menjadi souvenir.
"Ingatlah, kita tidak bisa mengatur situasi sebagaimana yang kita kehendaki. Tetapi, diluar itu kita sesungguhnya memiliki kemampuan untuk bisa mengerahkan segenap potensi yang kita miliki untuk mencari solusi atau terobosan atas situasi yang tengah terjadi".
"Segenap potensi” disini bukan hanya sebatas otot atau kerja keras, tetapi juga pikiran, ilmu, intuisi dan kerja cerdas. Pendek kata, kreatifitas akal, ketekunan dan kesabaran, adalah potensi dalam diri kita yang dapat dipergunakan untuk meraih kesuksesan.
Yakinlah setiap kemauan pasti selalu tersedia jalan, dan Tuhan akan selalu menolong kita untuk  menemukan jalan tersebut. Karena itu, jika ada seseorang yang berkata bahwa sudah tidak ada jalan atau jalan buntu, maka itu berarti bahwa dia adalah orang yang belum pernah menciptakan jalannya sendiri.




Tuesday, 23 October 2018

5 Kalimat Sakti Jack Ma Yang Bisa Memotivasi Kita Saat Terpuruk


Sang founder “Alibaba”, situs e-commerce terbesar di dunia, Jack Ma,baru saja mengunjungi Indonesia. Selain bertemu dengan Presiden Jokowi dalam rangka penutupan Asian Games beberapa bulan yang lalu, Jack Ma juga berkomitmen untuk turut serta berperan dalam pengembangan startup di Indonesia.
Dibalik kisah sukses hidupnya, salah satu orang terkaya di dunia yang berlatar belakang seorang guru ini ternyata memiliki banyak kalimat sakti yang bisa kita adopsi dalam meniti kesuksesan dalam kehidupan kita masing-masing.
Nah ini dia beberapa kalimat sakti yang berhasil saya rangkum, simak dibawah ini;
1.     “Saat miskin, kurangi waktumu di rumah, perbanyaklah kegiatan di luar. Saat kaya, perbanyaklah waktu di rumah, kurangi kegiatanmu di luar. Ini adalah seni kehidupan
Kebanyakan dari kita justru melakukan secara kebalikannya, saat tidak punya uang bermalas-malasan di rumah, sedangkan ketika banyak uang sering pergi jalan-jalan dan bersosialita.
2.    “Saat miskin, gunakanlah uangmu untuk orang lain, saat kaya gunakanlah uangmu untuk keluarga dan orang-orang yang kamu cintai! Banyak sekali orang yang terbalik melakukan kedua hal ini”.
Lagi-lagi kebalikannyalah yang seringkali kita lakukan, ketika miskin ada banyak dari kita yang pelit dalam membantu orang lain, bahkan saat kaya pun banyak diantara kita yang justru balas dendam kepada orang-orang yang kita anggap tidak mau membantu saat kita sedang miskin.
3.      “Saat miskin jangan perhitungan, bersikap baik lah terhadap orang lain, ini baru namanya orang miskin tapi banyak akal. Saat kaya, harus belajar membuat orang lain baik terhadapmu, dan kamu harus lebih baik lagi terhadap orang lain. Ini adalah cara hidup yang sangat indah, tapi hanya sedikit orang yg mengerti”.
Saat miskin harus royal, tapi saat kaya, jangan pamer lagi.. Hidup ini akan kembali dalam kesederhanaan, kembali dalam ketenangan. Bisa tidak guys seperti ini?
4.      “Masa muda adalah kekayaan paling besar, hargai setiap waktu kehidupan, tidak perlu takut pada kemiskinan! Yang penting kamu harus tahu bagaimana melatih diri, hal apa yg utama, apa yg harus diinvestasikan dan kapan harus menghemat”.
Sepertinya ini benar-benar berkaca dari pengalaman pribadi Jack Ma sendiri nih guys, masa mudanya yang banyak dihabiskan dalam keadaan serba kekurangan, namun tidak menyurutkan semangatnya untuk terus maju menggapai kesuksesan.
5.  “Jangan sembarang beli pakaian, kamu boleh beli sedikit, tapi beli lah yang berkualitas baik. Perbanyaklah makan dengan orang luar, kamu harus berani mengeluarkan uang dan mentraktir orang-orang yg lebih berhikmat dan lebih giat darimu”.
Nah ini lagi nih yang sepertinya juga lumayan sulit. Pastinya kebanyakan dari kita, apalagi yang muda-muda tidak mau ketinggalan tren mode terkini. Ditambah lagi anak kos, maunya di traktir melulu.

Itu tadi kumpulan kalimat sakti  yang bisa tetap memotivasi kita saat miskin sekalipun. Ingat guys, umur dan kesehatan adalah modal utama dalam meraih kesuksesan di masa depan. Jadi, mau berapapun umur kamu sekarang, selama kamu masih dikaruniai kesehatan, kejarlah mimpimu.



Friday, 28 September 2018

PRUUniversity Untuk Mendidik Agen, Agar Kualitas Pelayanan Kepada Nasabah Prudential Semakin Meningkat

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meresmikan PRUuniversity sebagai platform untuk memperkaya pengetahuan dan mengembangkan kapabilitas karyawan dan tenaga pemasar agar dapat melayani jutaan keluarga di Indonesia yang telah memberikan kepercayaannya kepada Prudential.
Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia, menjelaskan, “PRUuniversity didirikan untuk terus meningkatkan profesionalisme karyawan dan tenaga pemasar kami secara inovatif, efisien dan relevan, meningkatkan kemampuan mereka untuk dapat merespon tuntutan bisnis yang terus berubah-ubah secara cepat, agar mereka dapat semakin sukses dalam karirnya.”

BACA JUGA

Untuk memastikan agar masyarakat Indonesia mendapatkan perlindungan yang terbaik, literasi keuangan dan kesadaran mengenai pentingnya asuransi jiwa harus terus ditingkatkan. Kurikulum di PRUuniversity didesain agar karyawan dan tenaga pemasar Prudential mampu mengedukasi publik dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabah.
Pada kesempatan ini, Prudential menggandeng PPM Manajemen yang akan menyelaraskan kurikulum pelatihan yang sudah ada dan meningkatkan kapabilitas internal trainers. Kerja sama ini melengkapi program pelatihan dan sertifikasi seperti LOMA (Life Office Management Association), LIMRA (Life Insurance Marketing and Research Association), FPSB (Financial Planning Standards Board), serta lembaga pengembangan profesional lainnya.
Kurikulum pelatihan  dan sertifikasi Prudential tersedia di tiga lokasi utama di Jakarta, tujuh lokasi di luar Jakarta, dan 54 pusat lisensi yang melayani 409 Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) di seluruh Indonesia.
Wahyu Wibowo, Chief Learning & Development Officer Prudential Indonesia, menambahkan, “Peluncuran PRUuniversity juga menandai perubahan dalam paradigma belajar di Prudential Indonesia, dengan secara inovatif mengubah cara karyawan dan tenaga pemasar menambah wawasan dan berbagi ilmu. Memanfaatkan kemajuan teknologi digital, kami menyediakan platform belajar online yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja.”
Platform ini dapat menghubungkan 2.000 karyawan dan 277.000 tenaga pemasar Prudential yang tersebar di 169 kota di Indonesia, menyediakan forum belajar kolaboratif berbasis social learning agar dapat saling berbagi pengalaman, kisah sukses dan best practices.
“Dengan diluncurkannya PRUuniversity hari ini, ditambah dengan core values dan leadership capabilities yang kami tanamkan di Prudential, kami berharap dapat menghasilkan karyawan dan tenaga pemasar berkualitas yang dapat memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan industri asuransi di Indonesia”, tutup Jens.

*Artikel ini telah tayang di kontan online (6/7/18), dengan judul “Dirikan PRUuniversity, Prudential Indonesia kuatkan kualitas pelayanan”


VIDEO


Sunday, 23 September 2018

Adakah Bisnis Modal 0 Rupiah? Cari Tahu Disini


Anda tahu, kenapa membangun bisnis didunia asuransi itu mudah? Karena hanya modal “mulut” saja kita bisa membangun bisnis beromset milyaran, dan dalam sekejap. Apapun itu merk asuransinya, asalkan fundamental perusahaan asuransinya memang kuat. Kebetulan saya sendiri berada dibawah bendera Prudential corporation. Jadi, otomatis saya juga sangat merekomendasikan bagi anda yang baru mau mulai merintis bisnis di asuransi untuk juga ikut bernaung dibawah bendera Prudential. Atau, paling tidak memilih perusahaan asuransi yang berada dalam jajaran peringkat 5 besar nasional.
Beberapa hari yang lalu saya baru saja bertemu dengan seorang teman lama yang sudah sukses luar biasa. Memiliki perusahaan travel umroh dan haji plus, dengan puluhan cabang dan mitra yang tersebar di Indonesia. Tapi insyaallah dia amanah, karena model bisnisnya bukan berbasis multilevel, sebagaimana yang banyak beredar. Jadi relatif aman, tidak berpotensi muncul kasus seperti “abu tour”, “First Travel”, dan lain sebagainya.
Dalam pertemuan singkat itu dia banyak cerita, bagaimana membangun bisnis, bagaimana potensi penghasilan,  dan bagaimana perputaran uangnya. Sampai kemudian dia juga sekaligus menawarkan untuk ikut joint di bisnisnya, dengan skema “Cabang Mitra”. Hampir mirip-mirip franchise gitu. 
Cerita singkatnya, tawaran ini serius. Dia akan support semua sistemnya, kita di cabang mitra yang jalankan. Modal yang di butuhkan? 100 juta rupiah untuk beli perlengkapan ke dia, masih ditambah biaya awal operasional pendirian; sewa kantor, beli peralatan kantor, gaji bulanan staf kantor, dan beberapa biaya umum untuk memulai sebuah bisnis. Ohya, yang tidak boleh dilupakan adalah, biaya untuk mempersiapkan marketing mitra, meliputi training, dan lain sebagainya.
Taruhlah, modal awal yang dibutuhkan mencapai 125 juta rupiah, ini sudah termasuk paling irit. Sementara pendapatannya, sebagaimana kita tahu hasil bisnis selalu dihitung berdasarkan persentase dari omset. Di bisnis ini, omset dihitung berdasarkan biaya yang harus dibayarkan nasabah untuk berangkat umroh. Taruhlah rata-rata biayanya ada di kisaran 25 juta rupiah per jamaah. Dari nilai 25 juta rupiah tersebut cabang mitra berhak mendapatkan sekitar 3 juta rupiah. Kalau dipersentase sama dengan 12 %. Ini masih pendapatan kotor, karena mesti di bagi lagi dengan alokasi pengambalian modal awal, dan biaya operasional bulanan. Silahkan dihitung sendiri, berapa bersihnya.
Oke, sampai disini kita sudah ketemu hitungan omset dan pendapatannya. Sekarang coba kita bandingkan dengan hitungan pendapatan di bisnis asuransi. Setiap perusahaan asuransi menerapkan perhitungan yang berbeda bagi mitranya. Di Prudential memakai perhitungan seperti ini: 30 % ditahun pertama, ditambah 30% lagi pada tahun kedua, masih ditambah lagi masing-masing 5% pertahun pada tahun ketiga sampai tahun kelima. Cukup? Belum, karena masih ada bonus produksi yangg besarnya bervariasi, antara 20-40 % pertahun. Sudah? Belum, masih ada lagi bonus persistensi yang besarnya juga berbeda setiap tahunnya. Ada lagi namanya overiding bagi mitra yang berhasil menggondol pangkat leader atau manajer, juga masih ada bonus traveling, belum dihitung juga pendapatan dari kontes-kontes yang setiap bulan selalu ada.
Dalam artikel ini saya batasi untuk fokus hanya pada pendapatan dari sisi bonus reguler saja. Besarnya masih ingat? 30 + 30 + 5 + 5 + 5 selama 5 tahun, semuanya dalam persen. Kalau bisnis travel umroh, omset di hitung dari jamaah, kalau toko kelontong omset dihitung dari berapa banyak barang yang terjual, di Prudential sama saja, omset juga di hitung dari berapa banyak nasabah yang berhasil didapatkan. Mau bisnis apapun, omset selalu dihitung dari berapa banyak barang atau jasa yang berhasil dijual. Karena itulah, builshit mereka yang menawarkan bisnis tanpa jualan.
Prudential memililki perhitungan omset sebagai berikut: premi yang dibayarkan oleh nasabah dalam 1 tahun, itulah yang menjadi omset kita. Misalkan saja saya mendapatkan 1 nasabah dengan premi 12 juta, maka ya 12 juta itulah omset saya. 
Saya tahu, pasti ada dari anda yang bertanya, “Terus, lha kalau misalkan nasabahnya bayar preminya bulanan bagaimana?”. Pertanyaan yang bagus, Prudential akan tetap menghitung omsetnya 12 juta, walaupun nasabah bayar preminya secara bulanan, yang berarti sebesar 1 juta rupiah per bulan. Perbedaannya hanya di penerimaan komisi, yang nanti akan saya jelaskan.
Kembali lagi, jadi ceritanya saya mendapatkan 1 nasabah dengan premi 12 juta per tahun, maka omset saya otomatis 12 juta juga. Perhitungan komisinya sebagai berikut:
1. 12.000.000 x 30% (tahun 1) = 3.600.000
2. 12.000.000 x 30% (tahun 2) = 3.600.000
3. 12.000.000 x 5%.   (Tahun 3) = 600.000
4. 12.000.000 x 5%.   (Tahun 4) = 600.000
5. 12.000.000 x 5%.   (Tahun 5) = 600.000
nah, sudah kelihatan kan, total komisi atau pendapatan yang kita terima adalah; Rp. 9.000.000,- hebatnya, komisi total sebesar itu berhak kita kantongi dengan hanya sekali kerja, mendapatkan 1 nasabah. Jadi sederhananya, jualan sekali, komisi yang kita terima berkali-kali. Karena omsetnya masih jalan dan dihitung selama 5 tahun.
Kalau nasabahnya bayar tahunan, maka kita menerima komisinya juga tahunan; sebesar 3.600.000 per tahun, berlanjut sampai tahun ke 5, kalau nasabah bayar bulanan, maka kita terima komisinya juga bulanan, dengan perhitungan 3.600.000 : 12 bulan = 300 ribu per bulan, selama 5 tahun juga. Nah, apalagi kalau nasabah bayar sekaligus, atau istilahnya dalam dunia asuransi itu single premi, maka komisi selama 5 tahun itu juga akan dibayarkan sekaligus, sebesar Rp. 9.000.000.
Nah, coba bandingkan dengan bisnis travel umroh misalnya, kalau dalam 1 tahun saya berhasil mendapatkan 100 jamaah, pendapatan yang saya terima; 100 x 3.000.000 = 300.000.000.
Di Prudential kalau saya berhasil mendapatkan 100 nasabah dengan premi seperti contoh diatas dalam 1 tahun, komisi yang saya terima pada tahun berjalan adalah; 100 x 3.600.000 = 360.000.000 rupiah. 
Sedangkan saya masih menerima komisi lagi selama 5 tahun ke depan, di bisnis travel umroh komisinya sudah selesai sekali saja.
Ini belum hitungan bonus, yang akan saya tulis di artikel berikutnya. Belum dihitung modal yang harus dikeluarkan juga. Kata teman saya, “Kamu tidak akan bisa punya travel umroh kalau ga bisa sediakan 125 juta, atau minimal 100 juta untuk beli perlengkapan”. Sementara kata Prudential, “Kamu hanya perlu sediakan BBM setiap hari untuk menjalin silaturahmi, dan mulailah melakukan sosialisasi penawaran produk kita”. Jadi, anda pilih mana? 

Atau masih mencari bisnis yang tidak jualan, tidak ngajak-ngajak orang? Bisnis yang ditinggal duduk-duduk santai omsetnya datang sendiri? Ga usah ngapa-ngapain bisa sukses? Kalau memang benar ada bisnis yang seperti itu, tolonglah ajak saya. Saya juga mau. Silahkan kontak saya melalui kolom komentar.

Sunday, 16 September 2018

10 Profesi Impian Millenial dengan Gaji Bagus & Tingkat Stres Rendah; No 8 Paling Menarik


Millennial dikatakan lebih rewel dalam urusan pekerjaan. Menurut pakar, banyak dari mereka yang suka tidak sabar dalam membangun karier sehingga mudah pindah kerja. Biasanya millennial mencari profesi yang memberikan penghasilan cukup tinggi namun dengan tingkat stres cenderung rendah. Generasi orang yang tahun ini berusia 19 hingga 35 tahun itu pun mendambakan keseimbangan hidup atau work life balance. Jika Anda salah satunya, sepuluh pekerjaan mungkin jadi profesi impian Anda:
1. Web Developer
Salah satu kelebihan millennial dibanding generasi sebelumnya adalah mereka lebih mengerti gadget dan dunia digital. Untuk itu, web developer bisa menjadi profesi yang patut dipertimbangkan. Apalagi pekerjaan itu menghasilkan gaji yang lumayan namun tingkat stres tergolong sedang.
2. Dokter Gigi
Menjadi dokter menjadi impian banyak millennial. Tapi jika Anda mau kerja di sektor kesehatan tapi dengan tingkat stres lebih rendah, dokter gigi bisa jadi pilihan. Apalagi dokter gigi umumnya tidak terlalu menuntut dedikasi waktu sehingga millennial bisa tetap punya work life balance yang mereka idamkan.
3. Software Developer
Software developer makin banyak dibutuhkan karena hidup manusia yang tidak bisa lepas dari gadget beserta aplikasinya. Karena itu, profesi ini bisa dibilang cukup menjanjikan. Pekerjaan tersebut cukup ideal untuk millennial yang menginginkan kerja tim namun bisa juga bekerja dari rumah.
4. Analis Sistem Komputer
Perkerjaan ini mungkin tidak familiar. Namun profesi tersebut juga cukup dibutuhkan di zaman sekarang. Biasanya analis sistem komputer akan membantu perusahaan meng-install dan meng-upgrade sistem digital baru hingga melatih para pegawai untuk menggunakan sistem tersebut. Butuh ilmu dan kemampuan yang tidak sembarangan bukan tak mungkin profesi ini menghasilkan gaji tinggi idaman millenial.
5. Insinyur Mekanik
Pekerjaan sebagai insinyur mekanik mungkin sering dijauhi orang karena dianggap berat dan sulit. Tapi profesi cocok untuk millennial yang suka mengeksplor kreatifitas dan teknologi, serta suka bekerja tim dan mencari solusi dari suatu masalah. Namun tingkat stres insinyur mekanik lebih tinggi dari pekerjaan sebelumya.
6. Interpreter dan Translator
Berkat internet, banyak millennial di zaman sekarang bisa dengan mudah menguasai banyak bahasa. Jika Anda salah satunya, coba saja bekerja sebagai interpreter dan translator. Selain bisa menghasilkan gaji yang lumayan, Anda bisa mengatur waktu kerja dengan fleksibel.
7. Terapis Radiasi
Terapis ini biasanya berhubungan dengan pasien yang butuh perawatan radiasi. Untuk menjadi terapis radiasi yang baik dibutukan kemampuan dalam hal ketelitian, penggunaan mesin, hingga komunikasi. Pekerjaan itu pun cocok untuk para millennial yang ingin terlibat dalam pekerjaan yang membantu orang tapi tetap menghasilkan.
8. Agen Sales Asuransi
Pekerjaan ini bisa dipilih untuk millennial yang ingin fleksibilitas dalam bekerja. Umumnya agen sales asuransi bisa memilih waktu kerja sendiri sesuai dengan keinginan pribadi dan kebutuhan klien. Dikatakan juga bahwa pekerjaan itu tidak butuh gelar pendidikan tertentu meski memang perlu kursus atau sertifikat kerja khusus.
9. Kartografer
Kartografer juga cukup dibutuhkan di zaman sekarang. Bagiamana tidak, berkat para kartografer Anda bisa dengan mudah menemukan sebuah lokasi melalui peta digital. Umumnya kartografer butuh kemampuan matematika, komputer, dan geografi yang baik jadi memang bisa sedikit lebih rumit. Namun menjadi seorang kartografer memungkinkan Anda untuk mengunjungi berbagai tempat yang menjadi impian millennial.
10. Terapis Pijat
Seperti agen asuransi, pekerjaan ini juga tidak menuntut dedikasi waktu. Anda pun bisa dengan fleksibel mengatur waktu kerja sesuai keinginan sendiri dan kebutuhan klien. Pekerjaan ini cocok bagi millennial yang ingin mencari pekerjaan paruh waktu selagi melanjutkan pendidikan lebih tinggi.

Wednesday, 12 September 2018

Menjadi Seorang Penjual Dalam 5 Menit

Semua orang bisa punya produk dan semua orang bisa buka bisnis, tetapi kalau tidak bisa marketing maka sia-sia produk dan bisnis tersebut. Dan, asuransi itu unik karena bukan sekedar memasarkan atau menawarkan, tetapi ada kombinasi edukasi juga didalamnya. Itulah kenapa sebagian orang mengatakan; “Menjual produk asuransi adalah tantangan terbesar dalam dunia marketing”. Hanya menawarkan tanpa edukasi pasti sulit closing, sebaliknya melulu edukasi tanpa penawaran juga tidak akan closing.
Dalam tulisan kali ini, saya mencoba membahas marketing secara umum, tidak hanya terbatas pada produk asuransi. Karena akan menjadi dasar tehnik dan inspirasi dalam melakukan penjualan. Marketing asuransi akan dibahas dalam tulisan berikutnya, setelah tulisan ini bisa difahami.
Pesan dalam tulisan ini adalah harus bisa menjual dan berani menjual. Apa yang disampaikan dalam 5 menit ini adalah yaitu :
Pertama, membuat penawaran yang menarik, seperti Jual Butuh Uang, Butuh Uang Bangettt...., Harga di bawah NJOP, Beli satu dapat dua, Potongan 100% pada pembelian kedua, Beli mas berhadiah payung dan lain-lainnya sesuai dengan kreativitas penjual. Yang penting, sekali lagi harus menarik. Agar menarik harus punya nilai tambah dan mengurangi nilai kurang
Kedua, bisa dipercaya, yaitu penawaran kita harus bisa dipercaya, misalkan Money Back Guarantee, Didukung oleh Pengembang Besar, Didukung oleh Bank Besar, dan lainnya. Agar lebih bisa dipercaya harus meminimalisir Risk Reversal dari konsumen yang kekhawatiran konsumen Anda terhadap produk
Ketiga, teknik menyampaikan dengan cara yang tepat, yaitu penawaran yang bisa dipercaya ini harus disampaikan dengan tepat. Agar menyampaikan lebih tepat kita harus menyediakan data-data dan referensi dalam penawaran.
Keempat, kepada target market yang tepat dengan jumlah yang banyak, yaitu penawaran yang bisa dipercaya dengan teknik menyampaikan yang tepat harus disampaikan kepada target market yang tepat dan dalam jumlah yang banyak. Agar lebih tepat target market, maka penawaran harus dibuat segmentasinya, gunakanlah digital marketing yang dikenal lebih tepat target.
Kelima, harus ada limit atau terbatas. Apa yang dilimit? salah satu yang terbaik adalah jumlah pembelian hari ini.
Entah Anda karyawan, pebisnis, penjual, makelar dan profesi apapun, kita perlu yang namanya meningkatkan diri belajar. Karena kita hidup bila TIDAK BELAJAR akan stuck terlebih dalam urusan hal-hal basic seperti mindset, cara berpikir, cara mengambil keputusan, membuat kebiasaan baik menuju sukses, cara berkomunikasi, mengelola emosi dalam bisnis dan kehidupan.
Bila anda ingin belajar lebih lanjut dan menjadi orang pertama yang mempelajari artikel-artikel dalam blog ini, silahkan daftarkan email anda untuk menerima berlangganan newsletter dari blog ini.