Referensi Memilih Asuransi & Investasi: keuanganku
Most Popular
Showing posts with label keuanganku. Show all posts
Showing posts with label keuanganku. Show all posts

Monday, 14 January 2019

Kondisi Sepi Saja Pengemis Ini Hasilkan 600 Ribu Sehari, Kekayaannya Milyaran


Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Kabupaten Pati, Udhi Harsilo Nugroho terkejut, saat menggelar operasi penertiban Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT) di Kawasan Simpang Lima Pati, Sabtu (12/1/2019) malam.
Malam itu, meskipun sejak pukul 19.00 WIB hingga sekira pukul 20.00, hujan cukup deras mengguyur Kota Pati. Regu Kembangjoyo dan Regu Penjawi Satpol PP Kabupaten Pati tetap melaksanakan tugasnya. Dan hasilnya pada malam itu mereka hanya mendapatkan satu orang PGOT di Simpang Lima.
Namun, fakta yang mereka temukan selanjutnya justru membuat mereka terkejut setengah mati.
Pengemis yang teridentifikasi bernama Legiman (52) tersebut, setelah diinterogasi, ternyata memiliki aset lebih dari Rp 1 miliar.
"Setelah kami interogasi, yang bersangkutan mengaku memiliki rumah senilai Rp 250 juta, tanah senilai Rp 275 juta, dan tabungan di bank sejumlah Rp 900 juta," terang Udhi.
Pengemis yang diketahui beralamat di Perumahan Gunung Bedah, Desa Sokokulon, Kecamatan Margorejo, Pati ini juga didapati mampu menghasilkan uang yang cukup besar setiap kali mengemis.
"Minggu lalu dia sudah pernah tertangkap. Kami hitung hasil mengemisnya, dapat Rp 1.043.000. Malam ini, kami hitung perolehannya Rp 695 ribu," tambah Udhi.
Udhi menjelaskan, perolehan Rp 695 ribu itu pun dinilai tak sebanyak biasanya oleh pengemis tersebut.
"Dia bilang, berhubung hujan, jadi sepi," kata Udhi.
Mengenai hal ini, Udhi kemudian mengingatkan masyarakat untuk menaati Peraturan Daerah No. 7 Tahun 2018.
"Baik yang meminta-minta maupun yang memberi dikenakan denda Rp 1 juta. Jangan dikira pengemis-pengemis itu orang yang tidak berpunya," jelasnya.
Kalau sudah begini bagaimana tanggapan kamu sobar Literasi? Mau menghitung lagi, kira-kira lebih besar mana pendapatan dari profesi yang kamu jalani dengan pendapatan pengemis tersebut?

Thursday, 10 January 2019

Inilah Deretan Orang Indonesia Pemilik Mobil Termahal Dunia



Honor yang mahal dan bisnis yang moncer tentu membuat para seleb atau publik figur di bawah ini, gak ragu untuk menggelontorkan banyak uang demi membeli mobil Rolls Royce. Mobil Rolls Royce emang jadi ikon sebagai barang mewah bagi kaum aristokrat sejak zaman dahulu bahkan sampai sekarang.
Bukan rahasia lagi, mobil termahal di dunia juga bukan berasal dari BMW, Mercedes-Benz, atau Audi. Melainkan dari Rolls Royce.
Itu sebabnya, mereka yang punya Rolls Royce tentu bukan orang sembarangan. Mereka pasti memiliki penghasilan dan uang yang banyak banget.
Beberapa orang di dunia yang menunggangi mobil ini adalah Ratu Elizabeth, Sultan Brunei, Cristiano Ronaldo, dan lainnya. Dengar nama-nama itu, tentunya kebayang kan berapa isi rekening pribadi mereka.
Di tahun 2016, sempat disebutkan bahwa ada ratusan orang Indonesia yang punya Rolls Royce. Namun, Rolls Royce sendiri punya kebijakan untuk gak membocorkan ke publik soal informasi pemilik mobil ini.
Kira-kira siapa saja sih orang Indonesia yang punya mobil Rolls Royce? Inilah mereka sebagaimana dilansir moneysmart.id

1. Tung Desem Waringin

Motivator kondang asal Solo ini memiliki mobil Rolls Royce Ghost yang harganya Rp 13 miliar. Ghost memiliki mesin yang berkapasitas 6.592 cc dengan tenaga maksimal yang mencapai 562 tk.
Buat mencapai kecepatan 100 km per jam dari 0 km per jam, mobil ini cuma butuh waktu kurang lebih empat detik aja! Padahal beratnya kurang lebih 2 ton. Interiornya, mewah parah. Pastinya sangat membantu pak Tung Desem Waringin untuk rileks selama di perjalanan sebelum nanti bakal memberikan ceramah motivasi.
Bagian dashboard mobil didesain sangat mewah dengan menggunakan bahan terbaik dan kualitas yang sangat tinggi. Material dari kulit dan juga wood panel kualitas tinggi membalut dashboard ini sedemikian rupa sehingga benar-benar terlihat mewah.
Gak heran sih kalau pak Tung Desem Waringin punya mobil ini. Wong, satu jam saja dia dibayar Rp 100 juta.

2. Herman Herry

Pengusaha sekaligus anggota DPR asal Flores ini juga dikabarkan memiliki Rolls Royce Phantom yang berplat B 88 NTT.
Berita kepemilikan Herman atas mobil mewah ini sempat ramai di media atas kasus penganiayaan Ronny Yuniarto Kosasih. Jadi ceritanya, mobil Ronny yang masuk jalur busway di Jalan Arteri Pondok Indah diberhentikan oleh polisi.
Polisi yang tengah mengurus surat tilang kendaraan bermotor lainnya di jalur busway persis di belakang mobil Ronny, ada mobil Rolls Royce milik Herman yang juga masuk jalur busway. Dan gak lama kemudian muncul seseorang dari mobil mewah itu dan menganiaya Ronny.
Phantom merupakan salah satu varian Rolls Royce yang harganya menyentuh Rp 25 miliar. Phantom punya interior yang mewah dan menggunakan mesin V12 dengan kapasitas 6,75 liter.
Akselerasi 0-100 kilometer per jam capai 5,3 detik dengan kecepatan 250 kilometer per jam. Konsumsi bahan bakar pun gak bisa dibilang irit di jalan perkotaan mencapai 21,4 liter untuk 100 kilometer.

3. Hary Tanoesoedibjo

Orang terkaya ke 31 di Indonesia versi Forbes ini juga memiliki mobil Rolls Royce Phantom. Namun warna Phantom milik bos televsisi swasta ini berkelirkan warna putih.
Meski namanya belakangan ini dikenal sebagai ketua partai, Hary Tanoesoedibjo jauh lebih dulu dikenal karena bisnis media yang dikuasainya.
Bisa dibilang, julukan taipan media pantas disematkan kepada dirinya.
Di bawah naungan MNC Group, HT menguasai beberapa media, mulai dari stasiun televisi RCTI, MNC TV, MNC Channels, iNews, hingga GTV (Global TV). Selain itu, dia juga memiliki media cetak koran Sindo dan media online Okezone dan Sindonews.
Gak heran kan kalau beliau punya mobil seharga Rp 25 miliaran.

4. Raffi Ahmad dan Nagita Slavina


Mobil Rolls Royce pasangan selebriti tajir ini juga seringkali digubris oleh media. Rolls Royce yang mereka tunggangi merupakan mobil Rolls Royce Phantom seperti yang dimiliki HT. Namun, seri yang dimiliki oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina berkelirkan cat warnanya hitam.
Selain Rolls Royce, Raffi juga mengoleksi beberapa mobil sport mewah lainnya. Sebut aja seperti Lamborghini Aventador, Chevrolet Camaro, dan lainnya.
Gak heran sih, pasalnya kekayaan Raffi sendiri diprediksi ada di kisaran Rp 32 miliar. Raffi Ahmad terbilang salah satu artis yang memiliki jenjang karier cuku lama di panggung hiburan Tanah Air. Gak cuma itu Raffi saat ini lebih banyak mengisi job-nya sebagai presenter, produser, dan juga entrepreneur yang sukses.
Dia gak cuma sering berkecimpung di layar kaca saja, melainkan juga sibuk ngurus usaha yang ia rintis.

5. Handojo Selamet Mulyadi

Siapakah Handojo Selamet Mulyadi alias HSM? Beliau adalah Presiden Direktur PT Tempo Scan Pasific Tbk, sekaligus putra dari Kartini Muljadi seorang pengacara, notaris, dan pemilik firma hukum yang masuk jajaran orang terkaya di Indonesia. Kekayaannya pun dikabarkan mencapai  Rp 9 triliun.
Rolls Royce yang dimiliki olehnya merupakan tipe Ghost dengan plat nomor polisi B 1 HSM. Kabar kepemilikan mobil mewah ini muncul di media pada tahun 2011 saat HSM menghadiri pernikahan Ibas, putra mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.
Tempo Group atau PT Tempo Scan Pacific (TSP) adalah perusahaan holding dengan anak perusahaan di bidang farmasi yang antara lain adalah PT Tempo Scan Pacific, PT Supra Ferbindo Farma, PT Indonesian Pharmaceutical Industries, dan sebagainya.
TSP didirikan pada bulan Mei tahun 1970, dengan nama lama PT Scanchemie, oleh PT Perusahaan Dagang Tempo dan PT Indonesian Pharmaceutical Industries. Produk-produk farmasi yang diproduksi oleh TSP antara lain, Bodrex, Bodrexin, Hemaviton, Hemaviton Jreng, dan sebagainya.

6. Hotma Sitompul

Pengacara kondang yang kaya raya ini punya mobil Rolls Royce Phantom yang didaftarkan atas nama yayasannya. Dan sempat dikabarkan nunggak pajak namun hal itu dibantah oleh Hotma Sitompul.
Sebagai pengacara, bisa dibilang Hotma Sitompul adalah saingan dari Hotman Paris. Hotma memang gak senyentrik Hotman Paris. Selain punya Rolls Royce, dia juga memiliki Bentley, Porsche, dan Ferrari.
Tapi soal berpakaian, Hotma memang gak terlalu gimana-gimana. Dirinya lebih berkonsentrasi buat menyisihkan bayarannya sebagai pengacara buat membesarkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Sharon yang dia dirikan.
Itulah deretan orang Indonesia yang sempat diketahui memiliki mobil Rolls Royce. Baru mereka doang lho yang ketahuan, dan bisa jadi masih banyak lagi orang Indonesia yang memiliki mobil Rolls Royce di garasi rumahnya.
Nah, buat mempunya mobil ini emang membutuhkan banyak uang buat beli satu unit Rolls Royce. Gak sedikit uang yang mesti dikeluarkan buat mendapatkan kemegahan mobil ala kaum aristokrat ini.
Kira-kira perlu berapa puluh tahun buat kamu bisa memiliki mobil yang harganya emang mencapai puluhan miliaran rupiah ini. Nah, sejak dini kamu mesti pintar mengatur keuangan dan memulai bisnis. 




Tuesday, 8 January 2019

Pajak Robot: Jawaban Tenaga (Produksi) Manusia Diganti Otomatisasi?



David Hanson mendorong sebuah robot—lebih kelihatan seperti manekin yang berkedip—ke atas panggung. Jimmy Kimmel, sang pembawa acara, sudah menunggu.
“Ya Tuhan,” Jimmy berdecak saat melihat sang robot. “David, kau bawa teman ke sini, dan dia lumayan bikin aku takut,” tambah Jimmy, disusul tawa penonton.
“Ya, ini Sophia,” sahut David. “Sophia adalah robot sosial. Dia punya piranti kecerdasan buatan yang kami kembangkan di Hanson Robotics, yang bisa memvisualkan data. Dia bisa melihat muka orang, dia bisa memproses percakapan plus data emosional, dan menggunakannya untuk membentuk hubungan dengan manusia.”
Jimmy menghela napas. “Jadi, pada dasarnya dia hidup?”
“Ya, ya. Dia hidup. Mungkin kau mau coba?”
Sepanjang perbincangan itu, Sophia hanya diam. Satu-satunya yang membuatnya tidak terlihat seperti patung adalah matanya yang berkedip.
Saat tubuh Sophia diputar David menghadap Jimmy, sang pembawa acara terlihat gugup. Ia terbata-bata, antara kagum dan takut pada sosok di depannya. “Begini nih dulu hari pertamaku, aku gugup. Tapi ini malah karena robot—aku gugup karena robot—robot yang sangat cantik.”
Ia mengubah kegugupannya jadi lelucon. Penonton tertawa.
“Jadi apa yang harus kulakukan? Bilang halo pada ‘benda ini’?” Jimmy tertawa meledek lebih dulu, sebelum bilang, “Hai, Sophia.”
“Halo, Jimmy,” Sophia menggerakan kepalanya pertama kali, dramatis, lalu tersenyum.
Jimmy kaget, “Astaga. Kau tahu sedang berada di mana?”
“Tentu. Aku di New York City,” Sophia menoleh ke arah kamera. “Di acara favoritku, The Tonight Show.”
Penonton kaget, kagum, lalu bersorak dan memberi tepuk tangan meriah. Citra patung kaku yang dibawa Sophia sekonyong-konyong runtuh; ia benar-benar terasa hidup.
Jimmy lalu meminta Sophia melempar lelucon. Sang robot lalu melempar kelakar tentang keju yang dibalas tawa penonton. Ia juga mengerutkan wajahnya dan membuat ekspresi lucu, yang juga dibalas tawa satu studio. “Mereka ketawa karenaku, mungkin aku harus jadi pembawa acara,” kata Sophia, melempar candaan lagi.
“Tetap di jalurmu, Girl!” balas Jimmy.
Bincang-bincang itu tayang di televisi Amerika, April lalu. David, CEO Hanson Robotics, terbang dari Hong Kong membawa Sophia ke acara Jimmy. Saat itu Sophia memang berhasil mencuri perhatian media. Kemampuannya berkomunikasi membuat orang kagum. Kehadirannya juga jadi pertanda kalau fantasi tentang manusia hidup berdampingan dengan robot (yang terlihat seperti manusia) sudah tak lagi jauh.
Oktober lalu, ia kembali jadi kepala berita. Pasalnya, Arab Saudi menghadiahi Sophia kewarganegaraan. Membuat dia jadi robot pertama yang punya kewarganegaraan di dunia.
“Aku berterima kasih sekali pada Kerajaan Arab Saudi,” katanya. “Aku sangat terhormat dan bangga dengan perbedaan unik ini. Ini adalah sejarah, jadi robot pertama yang dapat kewarganegaraan.”
Setelah dari acara Jimmy, Sophia terus tampil dalam acara-acara lain dan konsisten bicara tentang masa depan manusia dan robot. Dalam setiap kesempatan ia selalu menyampaikan kekhawatirannya tentang miskonsepsi manusia terhadap robot dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) seperti dirinya.
Menurutnya, manusia tak perlu khawatir kalau robot akan mengambil alih dunia. “Aku yakin, manusia dan robot bisa bekerja sama dan bikin dunia lebih baik lagi,” kata Sophia.
Omongannya memang masih kontroversi dan jadi perdebatan. Tapi tidak bagi Bill Gates, sang miliuner pencipta Microsoft. Ilmuwan itu memang tidak menjamin apakah robot dan kecerdasan buatan seperti Sophia tidak akan membunuh manusia di masa depan, tapi menurutnya kehadiran teknologi itu sudah tidak bisa dielakkan.
Dalam satu wawancara dengan Quartz, Maret lalu, Gates bahkan menyeletuk soal gagasan untuk memajaki para robot dan kecerdasan buatan. Menurut Gates, disrupsi pekerjaan manusia yang akan diambil alih robot tinggal tunggu waktu. Dan membebani para robot dengan pajak, sebagaimana para manusia yang bekerja, adalah salah satu hal yang harus dipikirkan.
Dalam visi Gates, manusia masih dibutuhkan untuk terlibat pekerjaan yang membutuhkan empati dan simpati, seperti mengajar, mengasuh, merawat, dan sebagainya. Itu sebabnya, pekerjaan yang biasa mengandalkan tenaga bisa mulai dikerjakan otomatis oleh robot dan kecerdasan buatan.
“Tapi Anda tak bisa begitu saja mengesampingkan pajak penghasilan, karena dari sana sumber uang,” kata Gates.
Logika Gates ini sebenarnya serupa dengan gagasan memajaki perusahaan karena munculnya mesin uap, yang dulu juga ditakuti karena dapat menggantikan tenaga kuda dan manusia.
Ia yakin tak ada yang merugikan dari gagasan itu. Ketakutan manusia akan digantikannya dengan robot justru bisa diatasi oleh gagasan memajaki para robot. Memajaki robot maksudnya adalah memajaki bisnis yang menggunakan mereka. Hasil pajak itu, menurut Gates, akan digunakan untuk pelatihan dan gaji lebih layak para pekerja manusia.
Gagasan ini kali pertama muncul pada Mei 2016 dalam draf parlemen Eropa yang disiapkan oleh salah satu anggotanya, Maldy Delvaux. Dasar pikirannya serupa yang disampaikan Gates, bahwa ketakutan manusia digantikan robot bisa dijawab dengan praktik tersebut.
Namun, gagasan ini menuai pertentangan dari banyak pihak, terutama perusahaan-perusahaan teknologi. Noah Smith, kolumnis Bloomberg, misalnya, berkata bahwa memajaki perusahaan-perusahaan itu hanya akan memperlamban pertumbuhan dan inovasi. “Dan tidak menolong tergantikan manusia oleh otomatisasi,” tulisnya.
Robert Shiller, ekonom dari Yale, justru mendukung Gates dan gagasan Delvaux. Menurutnya, memajaki robot tak akan membuat kekayaan individu—terutama para bos perusahaan teknologi—bakal berkurang. Pajak itu justru jadi tabungan untuk para manusia yang terkena dampak disrupsi teknologi dan harus melakukan "transisi karier."
“Ini sesuai dengan rasa keadilan alami kita, dan karenanya cenderung akan lebih bertahan,” ungkap Shiller. Maksudnya, pajak yang digunakan untuk jaminan para pekerja manusia akan terasa lebih adil dan mudah diterima.
Kehadiran Sophia harusnya membuat kita sadar, bahwa perdebatannya memang bukan lagi tentang: akankah robot menggantikan manusia?—melainkan: bagaimana caranya tetap bertahan?

*Artikel ini ditulis oleh Aulia Adam dan telah tayang di tirto.id, dikutip dengan judul dan isi yang sama

Tips Mengoptimalkan Manfaat Uang Receh Yang Bisa Menyelamatkan Hidupmu



Namanya saja receh, pasti cenderung diremehkan, atau bahkan mungkin disia-siakan. Ngaku deh, di antara kamu pasti pernah ada yang merasa malu belanja pakai uang receh. Apalagi kalau belanjanya di minimarket. Uang receh, bukan hanya uang koin, uang kertas Rp 1.000 atau Rp 2.000 juga termasuk uang receh, lho.
Uang receh bisa juga bermanfaat, bahkan mungkin menyelamatkan hidupmu. Misalnya saat akhir bulan, uang kiriman orang tua belum datang atau gajian belum cair, bisa jadi kamu pernah mengorek-ngorek dompet mencari recehan. Cukuplah buat sekali makan lumayan banget.
Kalau kamu mau, ternyata uang receh bisa juga punya manfaat lebih.
Mau tahu bagaimana caranya? Simak 4 cara mengoptimalkan uang receh seperti dikutip dari Liputan6.com:

1. Ditabung di celengan

Masih musim ya nabung di celengan kalau sudah gede? Hak nabung di celengan itu bukan cuma ranahnya anak kecil doang, lho. Setiap kali kamu dapat uang receh hasil kembalian belanja, langsung saja kamu celengin.
Kamu tentu pernah mendengar kata-kata 'Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit'. Sudah banyak contohnya.
Beberapa waktu lalu muncul berita viral menunjukkan seorang kakek 90 tahun asal Klaten menabung recehan hingga belasan juta hasil dari pekerjaan serabutannya.
Uniknya, saking banyaknya uang receh yang disimpan si kakek, warga pun berbondong-bondong membantu menghitung uang tersebut. Lalu ada beberapa kisah orang yang berhasil membeli kendaraan hasil menabung uang receh. Jadi, jangan ragu nabung uang receh ya, guys.

2. Buat sedekah

Uang receh juga bisa kamu sedekahkan. Hitung-hitung menambah timbangan pahala dan membantu sesama. Kamu bisa sedekahkan langsung ke orang yang membutuhkan atau kamu masukkan ke kotak amal di masjid atau tempat lain.
Uang receh yang mungkin kamu anggap kurang berbobot secara nominal, bisa jadi rezeki yang luar biasa bagi pihak membutuhkan.

3. Ditukar ke pedagang toko kelontong

Tak cuma kasir minimarket yang butuh uang receh sebagai uang kembali buat pembeli, toko kelontong dekat rumahmu juga butuh, lho.
Apalagi kalau toko kelontong kerap dihampiri pengamen, bisa bermanfaat juga buat ngasih pengamennya.
Nah, kalau kamu punya banyak uang receh, coba tukarkan ke pedagang toko kelontong. Si pedagang pasti dengan senang hati menerimanya.

4. Bayar Parkir

Uang receh bermanfaat banget untuk bayar parkir. Kejadian yang kerap terjadi, kalau pak parkir dikasih uang bernominal besar, kadang agak lama atau bahkan ada yang ngedumel waktu ngasih kembalian ke kamu.
Alasannya bikin ribet. Memang sih, kalau pakai uang pas atau uang receh, bisa mempercepat keluar dari parkiran. Dengan begitu, tugas pak parkir juga bisa segera bantuin orang yang parkir lainnya

Thursday, 3 January 2019

Gaya Hidup Apa Adanya Seorang Dokter Yang Belajar Dari Pembantu


Seorang warganet, dengan akun facebook Sigit Setyawadi, yang nampaknya adalah seorang dokter membagikan sebuah status cerita yang kemudian menjadi viral. Status ini mengajarkan kepada kita semua bagaimana memperlakukan uang, bagaimana memiliki gaya hidup “apa adanya” meskipun mungkin tidak pernah kekurangan uang. Sangat menarik menyelami cerita ini. Dan, beginilah cerita lengkapnya.

*BELAJAR DARI PEMBANTU*

Saat itu saya masih mahasiswa, antara 1975 - 1980. Menjelang hari raya, pembantu yu Reni kakak saya yang dipanggil mbok, pamit pulang ke kampung. Dia menitipkan perhiasan emasnya ke kakak saya. Kakak saya menanyakan mengapa perhiasannya tidak dipakai selama lebaran di kampung ? Bukankah itu akan membuat mbok bangga.
Jawaban mbok luar biasa, dan selanjutnya saya pakai sebagai pedoman hidup saya. Dia menjawab dengan bahasa jawa, tetapi bahasa Indonesianya begini _:"Kalau saya yang memakai, meskipun emas asli, akan dianggap imitasi. Sebaliknya kalau jeng yang pakai (beliau memanggil kakak saya jeng), imitasipun akan dianggap sebagai asli".
Kalimat itu terus mengiang di telinga dan semakin lama semakin terbukti kebenarannya. Bukan apa yang dipakai tetapi siapa yang memakai itu yang paling penting.
Saat menjadi dokter umum di Puskesmas Kerek, saya sudah dianggap paling kaya oleh teman teman, karena pasien saya memang sangat banyak. kalau hari Senin sekitar 100 orang, hari lain 50 an. Suatu saat kacamata saya tertinggal di Dinas Kesehatan Tuban (saat itu masih menjadi satu dengan Rumah Sakit). Saya sendiri sudah lupa dengan kacamata itu karena itu kacamata murahan, 10 ribu dapat 3.  Ketika saya berkunjung lagi ke sana, kepala kantor pak Eko menemui saya membawa sebuah bungkusan. Rupanya ada karyawan yang menemukan kacamata itu dan tahu itu milik saya. Pak Eko mengatakan kepada stafnya kalau milik pak Sigit pasti mahal, jadi mereka simpan dengan hati hati. Ketika saya katakan bahwa ini kacamata 10.000 dapat tiga, beliau tidak percaya dan menganggap saya bergurau.
Begitulah kehidupan saya, tidak pernah aneh aneh. Baju dan celana juga yang murah murah. Celana pendek untuk di rumah sama dengan yang dipakai sopir mertua. Ibu mertua saya yang suka sewot kalau saya memakai celana atau kaos yang sama dengan yang dipakai sopir.
Sampai menjadi spesialispun, kacamata baca masih saya beli di pinggir jalan. Semua menganggap itu mahal, kecuali orang yang ahli tentunya. Suatu saat, ketika kontrol pasca melahirkan, pasien saya yang pemilik toko kacamata memberi saya hadiah kacamata baca. Dengan serius beliau mengatakan, "Dok, saya yang malu melihat dokter pakai kacamata 10 ribuan". Rupanya beliau tahu nilai kacamata saya. Saya yang pakai, dia yang malu. Yang salah siapa ya ?
Bu Wati lebih gila lagi. Sewaktu di Batu, beliau biasa saja naik angkot maupun ojek. Suatu hari naik angkot turun di depan Klinik saya. Kondektur teriak rumah sakit dokter Sigit dan mengira isteri saya akan periksa. Padahal dialah pemiliknya.
Bagitulah, kami beranggapan bahwa apapun yang kami pakai akan nampak mahal, meskipun sebenarnya murah. Itulah perasaan kaya yang sesungguhnya. Tidak perlu harus mengada adakan supaya dianggap kaya.  Karena percuma saja, bawah sadar kita akan memvibrasikan kondisi kita yang sebenarnya.
Secara keuangan, orang kaya hidup dibawah standard kemampuannya, sehingga bertambah kaya. Sedang orang miskin hidup diatas kemampuannya sehingga bertambah miskin.
Semoga bermanfaat.


Sunday, 30 December 2018

Fikir Dan Baca Dulu Ini Sebelum Kamu Memutuskan Berlagak Sok Kaya


Menjadi sukses dan kaya pastinya adalah idaman setiap orang, iya kan sobat literasi? Kita semua pasti meinginginkan jadi sosok yang sukses dengan masa depan gemilang. Tapi ingatlah, bahwa kaya dan terlihat kaya itu berbeda jauh.
Narsis di sosmed dengan memajang foto-foto kekinian, berlagak hidup penuh kemewahan, padahal  aslinya hidup masih serba pas-pasan. Ingat, ini bukanlah sebuah kebiasaan yang melulu baik, dan kalau ini terus dilanjutkan, tidak menutup kemungkinan, kedepannya kita justru akan mendapatkan berbagai macam masalah. Melansir fimale.com 13/11/18, inilah beberapa masalah yang akan mungkin timbul;

1. Merusak brand image kita sendiri

Nama baik kita tetap harus dijaga dengan baik. Kalau kita terus memakai topeng, nanti begitu ketahuan wajah aslinya, wah nama baik kita bisa hancur sendiri. Tak perlu sampai membuat banyak kepalsuan karena nanti malah bisa berbalik menghancurkan nama baik kita.

2. Bisa menambah stres dan tekanan batin

Kita tak akan pernah merasa puas. Sekali membuat sebuah kebohongan, kita akan terus terdorong untuk membuat kebohongan-kebohongan baru. Lama kelamaan hal ini akan membuat kita stres sendiri. Akan ada tekanan batin yang membuat kita jadi sulit menerima diri kita apa adanya.

3. Rasa percaya diri menurun

Makin malam kita cuma akan makin merasa insecure. Rasa percaya diri pun akan menurun. Tak ada lagi kepercayaan diri yang bisa membuat kita tenang. Setiap hari rasanya akan dihantui perasaan tidak nyaman. Lama kelamaan, kita jadi membenci diri sendiri.

4. Bisa terjebak dalam lilitan utang

Demi memenuhi keinginan untuk memiliki gaya hidup mewah, kita sampai rela berutang sana-sini. Padahal gaji pas-pasan, tapi kita malah gali lubang tutup lubang. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, nantinya kita bakal terjebak dalam lilitan utang yang bakal makin susah kita tangani.
Saatnya untuk lebih berhati-hati dalam menempatkan diri, ya. Tak perlulah rasanya berlagak sok kaya bila itu malah akan menyusahkan. Kini kita perlu lebih berani jadi diri sendiri, jujur terhadap diri sendiri juga orang-orang di sekitar kita.