Referensi Memilih Asuransi & Investasi: keuanganku
Most Popular
Showing posts with label keuanganku. Show all posts
Showing posts with label keuanganku. Show all posts

Sunday, 3 February 2019

Memahami Perbedaan Uang (Money) Vs Dana (Finance)


Hasil gambar untuk uang

Financial Engineering

Anda pasti tidak percaya, bila ada perusahaan shadow banking bisa akuisisi perusahaan perdagangan emas dan tambang emas yang berada di dua negara seharga 200 kali dari asset perusahaan yang ada. Itu semua dana berasal dari penerbitan global bond di London. Tapi kalau anda bisa memahami perbedaan uang dengan dana, mungkin anda bisa percaya.
Dalam bahasa Inggris uang itu disebut dengan money. Dana disebut finance. Mindset ilmu ekonomi sebelum tahun 90an masih belum secara jelas menbedakan antara uang dengan dana.  Dianggapnya sama aja. Bahkan di era sekarang masih ada kampus yang mengajarkan prinsip ekonomi jadul itu.
Lantas apa bedanya money dengan finance ? sejak ada ilmu financial engineering , perbedaan pengertian money dan finance semakin lebar. Money dasarnya adalah kebijakan moneter ekonomi. Contoh uang yang anda pegang itu lahir dari kebijakan moneter. Karena uang berasal dari kebijakan negara maka cara mensuplai uang pun diatur oleh negara.
Gimana caranya ? Lewat project program. Lewat program inilah swasta atau BUMN pinjam ke bank.
Gimana kalau bank tidak cukup uang?
Ya negara pinjam uang ke Negara lain atau lembaga multilateral.
Gimana kalau engga cukup juga ?
Ya pemerintah cetak uang, yang berdampak kepada jatuhnya nilai uang.
Kemudian uang itu ditempatkan di Bank Sentral. Kemudian bank sentral menyalurkannya ke perbankan lewat kredit program dan kredit likuiditas.
Makanya di era Soeharto, swasta yang bisa kaya raya hanya pengusaha yang punya koneksi kuat dengan kekuasaan. Dia hanya cari proyek yang sesuai dengan program GBHN. Kemudian dia tinggal datangi bank untuk minta kredit.  Kalau sulit, dia akan datangi Bank Indonesia atau Departemen terkait atas program itu. Maka keluarlah surat rekomendasi. Jadilah uang dalam bentuk kredit investasi dan modal kerja. Apakah cara ini bagus ?
Yang jelas hasilnya meningkatkan rasio GINI. Ketimpangan antara mereka yang kaya dengan mereka yang miskin sangat lebar. Mengapa? karena hanya segelintir orang yang punya akses kepada uang. Sementara dimanapun kekuasaan itu cenderung korup dan uang lah penyebab ketidakadilan terjadi.
Dengan adanya financial engineering yang berkembang di tahun 90an dan mencapai puncaknya tahun tahun 2000an, khususnya setelah adanya liberalisasi pasar uang dan investasi dalam kuridor WTO, maka munculah istilah finance.

Apa itu finance ?

Dana di create dan di supply bukan karena kebijakan moneter tapi oleh prinsip ekonomi. Apa itu? Dana itu berhubungan dengan tingkat pengembalian investasi dan tingkat resiko.  Ada hitungan dengan standar yang ketat untuk mengetahui itu. Negara tidak bisa lagi menentukan program apa yang dibuat. GBHN sudah engga laku lagi. Ukurannya sudah pasar. 

Jadi tugas negara apa ?

Tugas negara menciptakan kebijakan agar dana bisa mengalir kedalam bisnis. Kebijakan itu bisa dari segi perizinan, penyediaan infrastruktur ekonomi maupun keuangan. Tujuannya agar terjadi demand and supply. Market equilibrium 
Dari kebijakan itulah akan lahir kreatifitas bisnis. Kreatifitas bisnis itulah value atau disebut dengan finance atau dana.
Value ditentukan oleh
1. aspek tekhnologi,
2. bahan baku,
3. pasar,
4. SDM dan
5. dukungan stakeholder.
Bagaimana kalau anda tidak ada modal untuk memulai kreatifitas bisnis dan menghasilkan value ? Engga usah kawatir. Karena ada jembatan untuk melewati itu.

Apa itu Lembaga Venture Capital?

Kalau sulit deal dengan ventur capital, anda bisa deal dengan angel investor, yang lebih mengutamakan pendekatan pribadi.
Nah kalau sudah bisa melewati itu, maka anda bisa mengakses sumber keuangan.
Di pasar uang,  bisa dengan menarik pinjaman dari bank dan lembaga keuangan non bank dengan berbagai skema.
Bisa juga melalui pasar modal lewat penerbitan saham atau menjual obligasi.
Jadi di era sekarang sudah tidak ada lagi istilah uang atau money dimana pemerintah sebagai creator, dan presiden perutnya buncit. Tidak.
Tetapi di era sekarang yang berlaku adalah dana atau finance, dimana dana itu adalah value.
Value itu dalam bentuk kreatifitas bisnis yang melahirkan tekhnologi, bahan baku yang terjamin, produk yang kompetitif, SDM yang punya passion tinggi dan perusahaan/negara yang punya komitmen kepada pemangku kepentingan ( stakeholder ).
Contoh :
1. Apple asset nya hanya USD 366 juta. Namun valuenya sebesar USD 1 triliun pada tahun lalu. Hitung berapa valuenya? Itu hampir sama dengan 250 kali. Artinya leverage asset nya mencapai 250 kali dari asetnya. Jadi kalau dia berhutang 10 kali dari asset realnya masih dibeli orang obligasinya.
2. Inalum dengan TO Freeport Indonesia. Padahal asset inalum holding hanya US$ 469,7 tetapi bisa menerbitkan global bond unsecure sebesar USD 3,8 miliar. Itu artinya leverage sebesar 7 kali dari asset.
Masalah di kita sekarang adalah banyak orang berpikir uang adalah money bukan dana atau finance. 
Berhutang berarti memindahkan (gadaikan) asset dengan cash 70% dari harga pasar. Artinya kalau anda pinjam uang ke bank 100 harus punya colateral 130%. Makanya hutang jadi hantu menakutkan. Hutang jadi paranoid. Sarjana takut bisnis. Ya karena mindset tidak berubah. Padahal dunia sudah berubah.
*Sumber dari Facebook Alfaqir Ilmi

Sunday, 27 January 2019

Inilah Solusi Saat Anda Harus Berhenti Kerja Karena Sakit Ataupun PHK


Hasil gambar untuk polis prudential
Sebuah pertanyaan menarik sempat viral di media sosial, bisakah orang hidup tanpa asuransi? Jawabannya sederhana, bisa.
Lihat saja orang tua dan kakek-nenek kita, tanpa punya asuransi pun bisa hidup aman dan damai sentosa sampai tua. Juga banyak diantara teman-teman kita yang tidak punya asuransi, tapi sampai hari ini hidup mereka baik-baik saja (kecuali mereka yang kena musibah).
Namun bisakah orang hidup tanpa penghasilan? Jawabannya 90 % tidak bisa. Yang 10 % bisa, tentu saja atas kehendak dan kuasa Tuhan Yang Maha Esa.
Jika mau, anda boleh mencoba berhenti bekerja selama satu bulan saja. Atau kembalikan seluruh gaji ke bos anda. Tentunya anda akan bingung dari mana uang untuk membiayai beragam kebutuhan hidup, seperti makanan, pakaian, bayar listrik, beli pulsa, cicil KPR, utang kendaraan, bayar SPP sekolah anak, dan lain lain.
Bisakah kebutuhan-kebutuhan hidup itu berhenti? Sangat bisa, jika kita sudah tidak adalagi di dunia ini. Ya, benar sekali semua kebutuhan hidup itu hampir tidak bisa berhenti sama sekali. Apalagi sekarang kita hidup dijaman yang serba uang.
Kita butuh makan dan minum setiap hari. Kita butuh pulsa, listrik, bensin setiap hari. Utang, jika telah dibuat, harus dibayar apa pun yang terjadi. Dan semua itu dibayar dari penghasilan.
Lalu, bisakah penghasilan kita berhenti? Sangat bisa. Tentu saja jika kita berhenti bekerja, penghasilan kita pun juga akan berhenti. Kecuali, jika kita telah memiliki aset besar yang memberikan kita passive income dalam jumlah yang cukup untuk membiayai hidup kita. Namun, orang seperti ini pasti jumlahnya juga tidak banyak didunia ini.
Sudah tahukah kita, apa saja yang membuat kita berhenti bekerja? Jawabannya ada beberapa faktor:
  • Dipecat/PHK
  • Pensiun
  • Sakit berat.
  • Cacat tetap.
  • Meninggal dunia.

Lantas, apa solusi untuk semua penyebab tersebut? Dipecat/PHK, solusinya adalah mencari pekerjaan atau bisnis lain. Jika pensiun, solusi paling masuk akal adalah hidup dengan biaya dari hasil tabungan atau investasi semasa kita masih produktif dan bekerja, namun sekali lagi orang jenis ini jumlahnya juga tidak banyak. Yang banyak terjadi adalah bergantung pada kebaikan hati sang anak dalam merawat orang tua.
Sakit berat, tidak ada solusi jika terlanjur sudah terlanjur kejadian, Cacat tetap juga sama, tidak ada solusi jika terlanjur sudah terjadi. Tidak akan ada perusahaan atau orang yang mau mempekerjakan orang yang menderita penyakit berat atau cacat tetap. Termasuk meninggal dunia, juga tidak ada solusi jika terlanjur kejadian, karena orang yang sudah meninggal dunia tentu saja sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Sadarkah kita, point-point diatas tersebut dampak kerugiannya sungguh luar biasa bagi kehidupan kita, terutama kehidupan orang-orang yang selama ini nafkahnya menjadi tanggungan dan kewajiban kita. Keluarga, istri dan anak yang masih tetap harus melanjutkan hidupnya, dan juga dengan kebutuhan akan biaya hidup yang tidak mungkin berhenti dengan berhentinya pekerjaan dan penghasilan kita.
Namun, untuk semua point tersebut diatas, selama masih belum terjadi, tentu saja ada solusi yang bisa kita persiapkan jauh sebelumnya. Solusi paling murah dan masuk akal adalah membeli asuransi dan memulai investasi.
Asuransi tidak bisa mencegah datangnya sakit kritis atau cacat tetap, juga tidak bisa mengembalikan nyawa orang yang telah meninggal dunia, namun asuransi penyakit kritis bisa memberikan santunan penghasilan saat seorang nasabah terkena resiko sakit berat, asuransi kecelakaan dan cacat tetap total juga akan memberikan santunan pengganti penghasilan ketika resiko cacat tetap terjadi pada nasabah. Asset hingga milyaran juga akan diberikan sebagai santunan kepada ahli waris saat seorang peserta asuransi jiwa meninggal dunia. Dan, dengan memulai berinvestasi sejak dini, kita akan memiliki bekal keuangan yang cukup ketika suatu saat dengan terpaksa kita harus berhenti bekerja. Entah karena PHK ataupun pensiun.
Kabar baiknya adalah, anda tidak perlu pusing dan ribet dengan membeli satu per satu program-program tersebut. Cukup satu produk, karena kesemuanya tersedia dalam produk unitlink Prudential. 1 polis untuk semua manfaat perlindungan asuransi, sekaligus potensi keuntungan investasi.


Friday, 25 January 2019

Celengan Pembayar Premi; Tips Sederhana Dan Kekinian Membayar Premi Asuransi


Membeli asuransi unitlink itu bukan soal punya uang atau tidak, tetapi lebih soal niat atau tidak, penting atau tidak. Harga atau besaran premi asuransi unitlink termurah, bahkan dari perusahaan asuransi yang terkenal paling mahal di Indonesia pun masih dalam jangkauan rata-rata masyarakat Indonesia.
Di Prudential, perusahaan asuransi tempat saya bernaung, masih bisa mendapatkan paket asuransi yang lumayan lengkap, terdiri dari asuransi jiwa, asuransi kesehatan, plus investasi dalam 1 paket, hanya dengan besaran premi minimal 400 ribu rupiah per bulan. Jadi, sekali lagi yang jadi soal bukanlah punya uang atau tidak, tetapi mau punya asuransi atau tidak.
Kalau sudah punya kemauan untuk beli asuransi, maka masalah selanjutnya yang perlu diperhitungkan adalah, bagaimana mengatur keuangan, agar pembayaran premi tetap berlanjut. Masalah umumnya masyarakat kita adalah mengatur keuangan secara berlanjut dalam jangka panjang. Dan pembayaran asuransi pasti dalam jangka waktu yang lumayan lama, bisa 5 tahun, 10 tahun, atau 20 tahun, atau bahkan sepanjang umur selama kita membutuhkan perlindungan asuransi.
Nah, tips dari salah satu nasabah saya ini mungkin bisa dijadikan inspirasi bagaimana mengatur keuangan agar premi asuransi tetap terbayarkan dalam jangka panjang.
Nasabah saya ini, biasa di panggil mbak tika, adalah pemilik usaha catering. Usahanya lumayan rame, setiap hari ada saja orderan yang masuk. Ketika awal mula saya datang ke rumahnya, presentasi macam-macam dan menawarkan asuransi, dia tertarik, tetapi merasa belum sanggup membayar premi untuk jangka waktu sekian tahun. Sampai disini saya berhenti, dan pamit pulang, karena saya sudah faham masalah yang dia hadapi, dan juga faham bagaimana posisi keuangan dia.
Beberapa minggu setelahnya saya datang lagi kerumahnya, saya tawarkan sekali lagi untuk ambil asuransi dengan premi 1.500.000 rupiah untuk seluruh anggota keluarganya yang berjumlah 3 orang. Dan seperti saya duga, dia menjawab begini, “mas kan kemarin saya sudah bilang, saya faham dan sepakat dengan pentingnya memiliki asuransi. Tetapi untuk saat ini saya merasa masih belum sanggup untuk membayar premi sebesar itu selama sekian tahun sebagaimana yang mas tawarkan”.
Saya tidak menjawab, tetapi langsung saya keluarkan celengan yang sudah saya persiapkan sebelumnya. Sebuah celengan yang biasa di pakai untuk menyimpan uang receh anak-anak, namun celengan yang saya bawa ini ada kuncinya.
Saya bilang, “mbak, saya bawa celengan yang ada kuncinya. Celengan ini akan saya tinggal disini, nah tugas sampean adalah mengisi celengan ini dengan uang, berapapun, setiap hari. Nanti setiap tanggal tertentu sebulan sekali saya akan datang lagi untuk membuka celengan ini, karena kuncinya saya bawa. Setelah itu kita hitung bareng jumlah uangnya, dan saya berani taruhan pasti jumlah uang dalam celengan ini akan cukup dan bahkan berlebih untuk bayar premi”.
Dan betul, setelah dia sepakat untuk ambil asuransi unitlink dengan premi sebesar 1,5 juta, pada bulan kedua, tepat tanggal jatuh tempo pembayaran polisnya saya datang lagi ke rumahnya untuk membuka celengan tersebut. Dan hasilnya, setelah dihitung, didalam celengan tersebut ada uang 3 juta lebih sedikit. Jumlah yang tentu saja lebih dari cukup untuk membayar premi asuransinya, dan bahkan premi selama 2 bulan.
Dan ketika itu Mbak Tika bilang, “Wah, ternyata sampean betul mas. Kalau seperti ini saya tidak merasa berat membayar premi segitu”.
Ya, kata kuncinya adalah; dia sesungguhnya mampu membayar premi asuransi, tetapi merasa berat. Dia mampu karena setiap hari dia terima orderan, yang otomatis setiap hari dia dapat uang. Tinggal kita mengatur strategi, bagaimana agar si nasabah tidak merasa berat. Agar dia enjoy dan tidak terbebani dengan angka 1,5 juta per bulan untuk bayar premi. Dan konsep celengan pembayar premi ini bisa menjadi salah satu solusi yang lumayan jitu.
Sekarang mari kita lihat, ada berapa banyak pedagang atau pengusaha seperti Mbak Tika ini, yang transaksi atau orderannya harian? Yang setiap hari bisa dapatin uang? Yang belum punya asuransi karena merasa berat?
Kalau kita mampu menawarkan sebuah solusi yang jitu, perasaan berat membayar itu pasti akan hilang. Karena rasa berat itu hanya ada dipikirannya saja saat membayangkan angka-angka jutaan rupiah yang harus dia keluarkan setiap bulan. Tetapi kalau kita mampu memecah dan mengurai beban di pikiran yang dia rasa berat itu, maka dia akan enjoy memasukan uang 20, 50 atau bahkan 100 ribu setiap hari ke dalam celengan. Dia tidak akan merasa berat, meskipun itu setiap hari.

Wednesday, 16 January 2019

Menggedor Pintu Langit, Memantaskan Diri Menyambut Rezeki



"Jangan diketuk, tapi digedor", kata seorang guru bisnis. Rezeki kita ada di langit, dan bahkan segala yang dijanjikan berasal dari langit.
Coba bagi yang muslim buka Al-Qur'an surat Adz-Dzariyat: 22
(وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ)
"Dan di langit terdapat rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu."
Nah, jika rezeki turun dari atas, kira-kira turunnya netes atau deras? Kalau netes kecil-kecil itu karena kita mengetuknya. Tapi coba gedor yang kuat, insyaAllah akan turun dengan deras.
Kemudian, Gimana sih cara menggedor langit?
Ada banyak jalan menggedor langit, mau pilih jalan mana?
(وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْحُبُكِ)
[QS. Adz-Dzariyat 7]
"Demi langit yang mempunyai jalan-jalan"
Cara biasa mengetuk pintu langit adalah dengan berdoa. Tetapi kalau mau gedor pintu langit caranya dengan mengamalkan amalaamalan unggulan.
Simak lanjutan ayat-ayat dalam QS Adz-Dzariyat ini (17-21):

  1. Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam;
  2. Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).
  3. Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta.
  4. Dan di bumi terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang yakin,
  5. Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
Dari situ kita bisa menemukan, apakah itu amalan unggulan :

  1. Dalam ayat 17 kita temukan Solat Tahajjud
  2. Dalam ayat 18 kita dianjurkan untuk memperbanyak Istighfar
  3. Dalam ayat 19 kita ditunjukan untuk melakukan banyak Sedekah
  4. Dalam ayat 20 kita menemukan, agar kita bisa  menangkap potensi lingkungan.
  5. Dan di ayat 21 kita diminta untuk memaksimalkan potensi diri.
Ingat, ketika Mi'raj ke langit Rasulullah saw heran kenapa ada sandal Bilal di surga? Apa yang dilakukan Bilal sehingga sandalnya sudah nyampai surga duluan? Pas dikonfirmasi, dijawab Bilal, ternyata dia rajin jaga wudhu. Kalau batal, wudhu lagi. Batal, ambil wudhu lagi. Dan tiap selesai wudhu Bilal sholat dua rakaat.
Amalan unggulan ini sifatnya sederhana tapi rutin. Bukan sekali atau sesekali diamalkan. Kalau tahajjud, terus lakuin tiap malam. Kalau sedekah, terus lakuin tiap hari berbagi. Entah kecil atau besar, tapi tiap hari. Kalau sholat dhuha, terus lakuin tiap pagi.
Nah, selanjutnya bagaimana kalau sudah gedor Langit? Siap-siaplah menampung rezeki yang akan turun deras. Caranya? Jawabannya telah ditunjukan dalam ayat selanjutnya, QS. Adz-Dzariyat 20-21; yakni belajar meningkatkan kapasitas diri.
Kapasitas diri ini ibarat daya tampung. Jangan pernah bilang Allah pelit. Allah kalau nurunin hujan, pasti berlimpah. Tapi masalahnya adalah daya tampung kita. Kalau daya tampung kita cuma segede gelas, ya akhirnya rezeki yang kita dapatkan juga cuma segede gelas saja.
Tapi kok ada orang yang daya tampungnya segede danau? Nah inilah kapasitas diri. Mau tidak mau kita harus upgrade kemampuan diri kita agar bisa terus meningkat. Dari daya tampung ratusan ribu rupiah jadi jutaan. Dari jutaan rupiah jadi milyaran. Dari milyaran jadi trilyunan.
Belajarlah tema bisnis dan manajemen. Belajar dari lingkungan dan terus tingkatkan leadership diri kita, ini pesan inti dari Adz-Dzariyat 20-21.
Terakhir, siapakah yang kita gedor di langit itu? Simak dengan seksama:
"Maka demi Tuhan langit dan bumi, sungguh, apa yang dijanjikan itu pasti terjadi seperti apa yang kamu ucapkan." (QS. Adz-Dzariyat: 23)
Allah adalah Tuhan kita yang mengatur langit dan bumi. Maka hati-hati dengan proposal doa kita. Kalau minta kecil, Allah kasih sedikit. Tapi kalau minta banyak dan mau melakukan amalan unggulan, insyaAllah siap-siap saja menerima kejadian seperti yang kita ucapkan.
Ajukan proposal hidup yang terbaik dan gedor langit dengan amalan unggulan; insyaAllah rezeki turun dengan melimpah.
Inspirasi Dari Rijalul Imam, Penulis buku "Quantum Bisnis King Sulaiman"


Inilah Alasan Kenapa Tidak Perlu Ragu Berinvestasi Saham


Apakah bermain saham itu aman dan menguntungkan? Kebanyakan orang masih merasa ragu dan takut untuk memulai berinvestasi saham. hal ini bisa terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang saham, baik itu pengetahuan dari sisi teknis bursa, ataupun regulasi yang mengaturnya.
Padahal fakta menunjukan, dari sekian banyak daftar orang-orang terkaya di Dunia, mayoritas dari harta mereka pasti dalam bentuk saham. naik turunnya harga saham, akan berbanding lurus dengan naik turunnya nilai kekayaan mereka juga.
Nah, inilah alasan kenapa tidak perlu ragu berinvestasi saham;

Dijamin Pemerintah

Salah satu kekhawatiran terbesar seseorang berinvestasi adalah keamanan dana yang disetor. Keraguan orang terhadap investasi saham kerap muncul karena khawatir akan dana investasi yang disetor akan diselewengkan oleh sekuritas atau broker. Namun sekarang berinvestasi saham merupakan salah satu alternatif yang aman karena pemerintah telah memberikan berbagai perlindungan terhadap investor saham.

Perlindungan Atas Dana Investor

Investasi saham merupakan investasi yang legal. Dana nasabah dan sahamnya dijamin keamanannya oleh pemerintah. Saat ini pun sudah diberlakukan peraturan pemerintah mengenai pemisahan rekening dana investor (RDI) dan rekening sekuritas, sehingga semua dana nasabah berada di rekening masing-masing, bukan di rekening sekuritas. RDI ini sendiri memang bertujuan untuk menyimpan dana nasabah yang tidak dibelikan saham. Dengan adanya pemisahan ini, sehingga memperkecil kemungkinan penyalahgunaan dana nasabah oleh sekuritas.
Perlindungan Atas Saham yang Dimiliki
Dalam berinvestasi saham, tidak ada risiko hilang, rusak, atau dicuri. Anda tidak perlu direpotkan dengan penyimpanan karena disimpan di lembaga pemerintah. Setelah membeli saham, saham yang dibeli akan dititipkan di lembaga bernama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jadi saham yang dibeli tidak disimpan di sekuritas. Setiap investor yang membuka rekening efek akan dibuatkan nomor akun KSEI, dan mendapatkan kartu AKSes sebagai bukti kepemilikan akun di KSEI. Kapan pun investor bisa mengecek saham yang dimilikinya. Ini menjadi langkah untuk mencegah penyalahgunaan aset nasabah.

Perlindungan Atas Fraud Lainnya

Tidak Cuma dengan RDI dan KSEI, ada lagi perlindungan investor saham yang lainnya, yaitu dengan hadirnya lembaga baru yang bernama Securities Investor Protection Fund (SIPF). Lembaga ini berdiri dengan nama PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (PPPIEI). Dengan adanya lembaga ini, investor akan mendapatkan ganti rugi bila terjadi fraud yang dilakukan oleh perusahaan sekuritas, dengan catatan kasusnya diinvestigasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan memperoleh surat dari OJK bahwa klaim layak didapatkan investor.
Secara ringkas, lembaga-lembaga yang berkewajiban dalam menjaga keamanan berinvestasi di pasar modal antara lain:
  1. OJK sebagai lembaga pengawas pasar modal.
  2. BEI sebagai lembaga penyelenggara transaksi pasar modal.
  3. KPEI sebagai lembaga pencatat transaksi di pasar modal, memastikan pencatatan transaksi yang kita lakukan.
  4. KSEI sebagai lembaga penitipan harta, menyelesaikan transaksi dan menjaga saham yang kita miliki.
  5. SIPF sebagai lembaga penjamin dana, menjamin dana yang hilang kepada investor.


Inilah 10 Alasan Kenapa Berinvestasi Saham


Dari sekian banyak pilihan instrumen investasi, saham menjadi salah satu bentuk investasi yang menarik. Apalagi, berinvestasi saham biasanya terdengar memiliki gengsi tersendiri.
Investasi saham juga bisa menjadi alat yang dahsyat untuk mengalahkan inflasi yang menggerogoti daya beli masyarakat. Selain itu, berinvestasi saham juga menawarkan gradasi risiko dan hasil investasi yang beragam.
Dan yang terpenting, dengan membeli saham, maka Anda telah membeli sebagian kecil dari sebuah bisnis yang sedang berjalan. Dan inilah 10 alasan kenapa harus berinvestasi saham, sebagaimana dilansir Finansialku.com

1. Berinvestasi di Saham adalah Salah Satu Sikap Seorang Nasionalis

Menurut artikel detik bulan Oktober 2061, total kepemilikan saham di pasar modal di Bursa Efek Indonesia saat ini masih didominasi oleh investor asing. Persentase investor asing dengan investor domestik di Bursa Efek Indonesia (BEI) berbanding 60% dan 40%.
Dalam hal ini berarti boleh dikatakan mayoritas saham dan perekonomian di Indonesia dikuasai oleh asing, dimana bila asing secara serentak menarik dananya, maka perekonomian Indonesia bisa collapse.
Sangat ironis bila sektor-sektor vital di Indonesia dimiliki oleh investor asing. Dengan turut membeli saham di perusahaan yang bergerak di sektor vital, Anda turut menjadi masyarakat Indonesia yang mengambil bagian dalam sektor vital tersebut, yang berarti Anda turut memajukan perekonomian di Indonesia secara tidak langsung.

2. Saham Sangat Mudah Ditransaksikan

Saham adalah salah satu instrumen investasi yang sangat mudah diperjualbelikan. Jika dibandingkan dengan beberapa instrumen investasi lainnya, perlu membawa sertifikat dan benda nyatanya untuk diperjualbelikan, bahkan ada yang perlu surat perjanjian dengan menyewa notaris.
Sementara untuk mentransaksikan saham, Anda hanya perlu menelepon broker, bahkan saat ini sudah ada yang dinamakan online trading sehingga Anda hanya perlu mengklik mouse dan mengetik pada keyboard, maka transaksi pun terjadi.

3. Saham Bersifat Likuid dan Transparan

Saham bersifat transparan artinya Anda bisa melihat dengan jelas berapa harga permintaan dan penawaran serta berapa jumlah lot yang ditawarkan maupun yang diminta.
Selain itu dengan peraturan dari Bapepam, mengenai keterbukaan informasi, maka setiap perusahaan terbuka yang listing di bursa, wajib mengunggah laporan keuangannya, sehingga investor dapat menganalisis kondisi dan prospek perusahaan tersebut.
Saham bersifat likuid artinya jika Anda sedang membutuhkan uang, Saham merupakan instrumen investasi yang mudah dijual atau dicairkan dengan mudah dan cepat. Tergantung dari saham yang Anda punyai, tingkat likuiditas masing-masing saham pun berbeda.
Saham yang ramai diperdagangkan biasanya lebih likuid. Setelah Anda menjual saham Anda pun, mekanisme penyelesaian transaksi saham pun paling lama adalah 3 hari kerja.

4. Transaksi Saham Dapat Dilakukan Di Mana Saja

Investasi saham adalah pilihan investasi yang praktis bagi orang yang sibuk. Dengan Anda membeli saham dapat dikatakan bahwa Anda seperti membeli bisnis namun tidak perlu mengganggu aktivitas utama Anda.
Berinvestasi saham tidak mewajibkan Anda untuk datang ke bursa untuk mentransaksikan saham, bahkan Anda tidak perlu keluar rumah untuk melakukan transaksi. Baik transaksi offline maupun online, dapat dilakukan di mana saja, jadi sambil melakukan aktivitas kesibukan Anda, Anda pun dapat sambil melakukan transaksi saham.

5. Modal Investasi Relatif Kecil

Ada anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa yang berinvestasi saham hanyalah orang kaya karena untuk berinvestasi membutuhkan modal yang besar. Anggapan ini adalah tidak benar karena faktanya investasi saham adalah jenis investasi dengan modal paling terjangkau.
Berinvestasi saham sekarang dapat dilakukan hanya dengan modal Rp100.000 saja, dan tidak diharuskan untuk membeli sekaligus dalam jumlah banyak, namun bisa juga dengan membeli saham secara mencicil (Dollar Cost Averaging).
Yang menguntungkan dari investasi saham adalah Anda dapat berinvestasi sesuai kemampuan Anda. Tidak ada batasan harus berinvestasi dalam jumlah tertentu tiap bulannya, sehingga Anda pun bisa fleksibel dalam menyisihkan uang untuk diinvestasikan.

6. Aman Karena Dijamin Pemerintah


Salah satu kekhawatiran terbesar seseorang berinvestasi adalah keamanan dana yang disetor. Keraguan orang terhadap investasi saham kerap muncul karena khawatir akan dana investasi yang disetor akan diselewengkan oleh sekuritas atau broker. Namun sekarang berinvestasi saham merupakan salah satu alternatif yang aman karena pemerintah telah memberikan berbagai perlindungan terhadap investor saham.

7. Imbal Hasil Investasi yang Relatif Tinggi

Saham merupakan salah satu instrumen invesasi yang memiliki imbal hasil yang besar dalam jangka waktu yang relatif singkat. Kenaikan hasil investasinya pun kompetitif dengan instrumen investasi lainnya, disertai dengan risiko. Contohnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sejak tahun 2002 telah naik sebanyak 1246,57% selama 14 tahun dari 424,9 menjadi 5296,7, yang bila dirata-rata per tahunnya bisa sejumlah 89%. Dapat disimpulkan, dengan berinvestasi saham, maka Anda berpeluang mendapat hasil investasi yang tinggi.

8. Memiliki 2 Jenis Keuntungan

Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham, yaitu Capital Gain, dan pembagian Dividen. Capital Gain adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual saham, di mana harga jual lebih tinggi dari harga beli. Sementara dividen adalah bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Dividen berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan.

9. Administrasi dan Pajak Tidak Rumit

Di dalam investasi saham ada 2 jenis pajak yang dikenakan pada investor, yaitu:
Pajak Dividen, yaitu sebesar 10% dari nilai dividen.
Pajak Penghasilan atas Penjualan Saham, yang besarnya hanya 0,1% dari nilai penjualan saham.
Kedua jenis pajak tersebut sifatnya final, dalam arti sudah dipotong oleh pihak sekuritas, sehingga Anda tidak perlu membayar pajak lagi. Jika memiliki NPWP, Anda cukup melaporkan pajak tersebut dalam SPT tahunan
Pajak dari Keuntungan Hasil Investasi - Finansialku

10. Dapat Dilakukan Hingga Tua Dan Diwariskan

Berinvestasi saham tidak mengenal kata pensiun, aktivitas ini dapat dilakukan seumur hidup hingga tua. Selain itu saham yang dibeli dapat disimpan dan diwariskan ke anak cucu.
Prosedur untuk mewariskan saham pun diatur dalam undang-undang pasar modal. Sesuai dengan UUPM Pasal 87 ayat (2), perubahan kepemilikan saham (mewariskan saham), bila jumlahnya ≥ 5% dari total saham, maka wajib dilaporkan ke Bapepam, Bila saham publik yang Anda miliki persentasenya lebih kecil dari 5%, maka tidak perlu melaporkan perubahan kepemilikan tersebut.

Monday, 14 January 2019

Kondisi Sepi Saja Pengemis Ini Hasilkan 600 Ribu Sehari, Kekayaannya Milyaran


Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Kabupaten Pati, Udhi Harsilo Nugroho terkejut, saat menggelar operasi penertiban Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT) di Kawasan Simpang Lima Pati, Sabtu (12/1/2019) malam.
Malam itu, meskipun sejak pukul 19.00 WIB hingga sekira pukul 20.00, hujan cukup deras mengguyur Kota Pati. Regu Kembangjoyo dan Regu Penjawi Satpol PP Kabupaten Pati tetap melaksanakan tugasnya. Dan hasilnya pada malam itu mereka hanya mendapatkan satu orang PGOT di Simpang Lima.
Namun, fakta yang mereka temukan selanjutnya justru membuat mereka terkejut setengah mati.
Pengemis yang teridentifikasi bernama Legiman (52) tersebut, setelah diinterogasi, ternyata memiliki aset lebih dari Rp 1 miliar.
"Setelah kami interogasi, yang bersangkutan mengaku memiliki rumah senilai Rp 250 juta, tanah senilai Rp 275 juta, dan tabungan di bank sejumlah Rp 900 juta," terang Udhi.
Pengemis yang diketahui beralamat di Perumahan Gunung Bedah, Desa Sokokulon, Kecamatan Margorejo, Pati ini juga didapati mampu menghasilkan uang yang cukup besar setiap kali mengemis.
"Minggu lalu dia sudah pernah tertangkap. Kami hitung hasil mengemisnya, dapat Rp 1.043.000. Malam ini, kami hitung perolehannya Rp 695 ribu," tambah Udhi.
Udhi menjelaskan, perolehan Rp 695 ribu itu pun dinilai tak sebanyak biasanya oleh pengemis tersebut.
"Dia bilang, berhubung hujan, jadi sepi," kata Udhi.
Mengenai hal ini, Udhi kemudian mengingatkan masyarakat untuk menaati Peraturan Daerah No. 7 Tahun 2018.
"Baik yang meminta-minta maupun yang memberi dikenakan denda Rp 1 juta. Jangan dikira pengemis-pengemis itu orang yang tidak berpunya," jelasnya.
Kalau sudah begini bagaimana tanggapan kamu sobar Literasi? Mau menghitung lagi, kira-kira lebih besar mana pendapatan dari profesi yang kamu jalani dengan pendapatan pengemis tersebut?

Thursday, 10 January 2019

Inilah Deretan Orang Indonesia Pemilik Mobil Termahal Dunia



Honor yang mahal dan bisnis yang moncer tentu membuat para seleb atau publik figur di bawah ini, gak ragu untuk menggelontorkan banyak uang demi membeli mobil Rolls Royce. Mobil Rolls Royce emang jadi ikon sebagai barang mewah bagi kaum aristokrat sejak zaman dahulu bahkan sampai sekarang.
Bukan rahasia lagi, mobil termahal di dunia juga bukan berasal dari BMW, Mercedes-Benz, atau Audi. Melainkan dari Rolls Royce.
Itu sebabnya, mereka yang punya Rolls Royce tentu bukan orang sembarangan. Mereka pasti memiliki penghasilan dan uang yang banyak banget.
Beberapa orang di dunia yang menunggangi mobil ini adalah Ratu Elizabeth, Sultan Brunei, Cristiano Ronaldo, dan lainnya. Dengar nama-nama itu, tentunya kebayang kan berapa isi rekening pribadi mereka.
Di tahun 2016, sempat disebutkan bahwa ada ratusan orang Indonesia yang punya Rolls Royce. Namun, Rolls Royce sendiri punya kebijakan untuk gak membocorkan ke publik soal informasi pemilik mobil ini.
Kira-kira siapa saja sih orang Indonesia yang punya mobil Rolls Royce? Inilah mereka sebagaimana dilansir moneysmart.id

1. Tung Desem Waringin

Motivator kondang asal Solo ini memiliki mobil Rolls Royce Ghost yang harganya Rp 13 miliar. Ghost memiliki mesin yang berkapasitas 6.592 cc dengan tenaga maksimal yang mencapai 562 tk.
Buat mencapai kecepatan 100 km per jam dari 0 km per jam, mobil ini cuma butuh waktu kurang lebih empat detik aja! Padahal beratnya kurang lebih 2 ton. Interiornya, mewah parah. Pastinya sangat membantu pak Tung Desem Waringin untuk rileks selama di perjalanan sebelum nanti bakal memberikan ceramah motivasi.
Bagian dashboard mobil didesain sangat mewah dengan menggunakan bahan terbaik dan kualitas yang sangat tinggi. Material dari kulit dan juga wood panel kualitas tinggi membalut dashboard ini sedemikian rupa sehingga benar-benar terlihat mewah.
Gak heran sih kalau pak Tung Desem Waringin punya mobil ini. Wong, satu jam saja dia dibayar Rp 100 juta.

2. Herman Herry

Pengusaha sekaligus anggota DPR asal Flores ini juga dikabarkan memiliki Rolls Royce Phantom yang berplat B 88 NTT.
Berita kepemilikan Herman atas mobil mewah ini sempat ramai di media atas kasus penganiayaan Ronny Yuniarto Kosasih. Jadi ceritanya, mobil Ronny yang masuk jalur busway di Jalan Arteri Pondok Indah diberhentikan oleh polisi.
Polisi yang tengah mengurus surat tilang kendaraan bermotor lainnya di jalur busway persis di belakang mobil Ronny, ada mobil Rolls Royce milik Herman yang juga masuk jalur busway. Dan gak lama kemudian muncul seseorang dari mobil mewah itu dan menganiaya Ronny.
Phantom merupakan salah satu varian Rolls Royce yang harganya menyentuh Rp 25 miliar. Phantom punya interior yang mewah dan menggunakan mesin V12 dengan kapasitas 6,75 liter.
Akselerasi 0-100 kilometer per jam capai 5,3 detik dengan kecepatan 250 kilometer per jam. Konsumsi bahan bakar pun gak bisa dibilang irit di jalan perkotaan mencapai 21,4 liter untuk 100 kilometer.

3. Hary Tanoesoedibjo

Orang terkaya ke 31 di Indonesia versi Forbes ini juga memiliki mobil Rolls Royce Phantom. Namun warna Phantom milik bos televsisi swasta ini berkelirkan warna putih.
Meski namanya belakangan ini dikenal sebagai ketua partai, Hary Tanoesoedibjo jauh lebih dulu dikenal karena bisnis media yang dikuasainya.
Bisa dibilang, julukan taipan media pantas disematkan kepada dirinya.
Di bawah naungan MNC Group, HT menguasai beberapa media, mulai dari stasiun televisi RCTI, MNC TV, MNC Channels, iNews, hingga GTV (Global TV). Selain itu, dia juga memiliki media cetak koran Sindo dan media online Okezone dan Sindonews.
Gak heran kan kalau beliau punya mobil seharga Rp 25 miliaran.

4. Raffi Ahmad dan Nagita Slavina


Mobil Rolls Royce pasangan selebriti tajir ini juga seringkali digubris oleh media. Rolls Royce yang mereka tunggangi merupakan mobil Rolls Royce Phantom seperti yang dimiliki HT. Namun, seri yang dimiliki oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina berkelirkan cat warnanya hitam.
Selain Rolls Royce, Raffi juga mengoleksi beberapa mobil sport mewah lainnya. Sebut aja seperti Lamborghini Aventador, Chevrolet Camaro, dan lainnya.
Gak heran sih, pasalnya kekayaan Raffi sendiri diprediksi ada di kisaran Rp 32 miliar. Raffi Ahmad terbilang salah satu artis yang memiliki jenjang karier cuku lama di panggung hiburan Tanah Air. Gak cuma itu Raffi saat ini lebih banyak mengisi job-nya sebagai presenter, produser, dan juga entrepreneur yang sukses.
Dia gak cuma sering berkecimpung di layar kaca saja, melainkan juga sibuk ngurus usaha yang ia rintis.

5. Handojo Selamet Mulyadi

Siapakah Handojo Selamet Mulyadi alias HSM? Beliau adalah Presiden Direktur PT Tempo Scan Pasific Tbk, sekaligus putra dari Kartini Muljadi seorang pengacara, notaris, dan pemilik firma hukum yang masuk jajaran orang terkaya di Indonesia. Kekayaannya pun dikabarkan mencapai  Rp 9 triliun.
Rolls Royce yang dimiliki olehnya merupakan tipe Ghost dengan plat nomor polisi B 1 HSM. Kabar kepemilikan mobil mewah ini muncul di media pada tahun 2011 saat HSM menghadiri pernikahan Ibas, putra mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.
Tempo Group atau PT Tempo Scan Pacific (TSP) adalah perusahaan holding dengan anak perusahaan di bidang farmasi yang antara lain adalah PT Tempo Scan Pacific, PT Supra Ferbindo Farma, PT Indonesian Pharmaceutical Industries, dan sebagainya.
TSP didirikan pada bulan Mei tahun 1970, dengan nama lama PT Scanchemie, oleh PT Perusahaan Dagang Tempo dan PT Indonesian Pharmaceutical Industries. Produk-produk farmasi yang diproduksi oleh TSP antara lain, Bodrex, Bodrexin, Hemaviton, Hemaviton Jreng, dan sebagainya.

6. Hotma Sitompul

Pengacara kondang yang kaya raya ini punya mobil Rolls Royce Phantom yang didaftarkan atas nama yayasannya. Dan sempat dikabarkan nunggak pajak namun hal itu dibantah oleh Hotma Sitompul.
Sebagai pengacara, bisa dibilang Hotma Sitompul adalah saingan dari Hotman Paris. Hotma memang gak senyentrik Hotman Paris. Selain punya Rolls Royce, dia juga memiliki Bentley, Porsche, dan Ferrari.
Tapi soal berpakaian, Hotma memang gak terlalu gimana-gimana. Dirinya lebih berkonsentrasi buat menyisihkan bayarannya sebagai pengacara buat membesarkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Sharon yang dia dirikan.
Itulah deretan orang Indonesia yang sempat diketahui memiliki mobil Rolls Royce. Baru mereka doang lho yang ketahuan, dan bisa jadi masih banyak lagi orang Indonesia yang memiliki mobil Rolls Royce di garasi rumahnya.
Nah, buat mempunya mobil ini emang membutuhkan banyak uang buat beli satu unit Rolls Royce. Gak sedikit uang yang mesti dikeluarkan buat mendapatkan kemegahan mobil ala kaum aristokrat ini.
Kira-kira perlu berapa puluh tahun buat kamu bisa memiliki mobil yang harganya emang mencapai puluhan miliaran rupiah ini. Nah, sejak dini kamu mesti pintar mengatur keuangan dan memulai bisnis. 




Tuesday, 8 January 2019

Pajak Robot: Jawaban Tenaga (Produksi) Manusia Diganti Otomatisasi?



David Hanson mendorong sebuah robot—lebih kelihatan seperti manekin yang berkedip—ke atas panggung. Jimmy Kimmel, sang pembawa acara, sudah menunggu.
“Ya Tuhan,” Jimmy berdecak saat melihat sang robot. “David, kau bawa teman ke sini, dan dia lumayan bikin aku takut,” tambah Jimmy, disusul tawa penonton.
“Ya, ini Sophia,” sahut David. “Sophia adalah robot sosial. Dia punya piranti kecerdasan buatan yang kami kembangkan di Hanson Robotics, yang bisa memvisualkan data. Dia bisa melihat muka orang, dia bisa memproses percakapan plus data emosional, dan menggunakannya untuk membentuk hubungan dengan manusia.”
Jimmy menghela napas. “Jadi, pada dasarnya dia hidup?”
“Ya, ya. Dia hidup. Mungkin kau mau coba?”
Sepanjang perbincangan itu, Sophia hanya diam. Satu-satunya yang membuatnya tidak terlihat seperti patung adalah matanya yang berkedip.
Saat tubuh Sophia diputar David menghadap Jimmy, sang pembawa acara terlihat gugup. Ia terbata-bata, antara kagum dan takut pada sosok di depannya. “Begini nih dulu hari pertamaku, aku gugup. Tapi ini malah karena robot—aku gugup karena robot—robot yang sangat cantik.”
Ia mengubah kegugupannya jadi lelucon. Penonton tertawa.
“Jadi apa yang harus kulakukan? Bilang halo pada ‘benda ini’?” Jimmy tertawa meledek lebih dulu, sebelum bilang, “Hai, Sophia.”
“Halo, Jimmy,” Sophia menggerakan kepalanya pertama kali, dramatis, lalu tersenyum.
Jimmy kaget, “Astaga. Kau tahu sedang berada di mana?”
“Tentu. Aku di New York City,” Sophia menoleh ke arah kamera. “Di acara favoritku, The Tonight Show.”
Penonton kaget, kagum, lalu bersorak dan memberi tepuk tangan meriah. Citra patung kaku yang dibawa Sophia sekonyong-konyong runtuh; ia benar-benar terasa hidup.
Jimmy lalu meminta Sophia melempar lelucon. Sang robot lalu melempar kelakar tentang keju yang dibalas tawa penonton. Ia juga mengerutkan wajahnya dan membuat ekspresi lucu, yang juga dibalas tawa satu studio. “Mereka ketawa karenaku, mungkin aku harus jadi pembawa acara,” kata Sophia, melempar candaan lagi.
“Tetap di jalurmu, Girl!” balas Jimmy.
Bincang-bincang itu tayang di televisi Amerika, April lalu. David, CEO Hanson Robotics, terbang dari Hong Kong membawa Sophia ke acara Jimmy. Saat itu Sophia memang berhasil mencuri perhatian media. Kemampuannya berkomunikasi membuat orang kagum. Kehadirannya juga jadi pertanda kalau fantasi tentang manusia hidup berdampingan dengan robot (yang terlihat seperti manusia) sudah tak lagi jauh.
Oktober lalu, ia kembali jadi kepala berita. Pasalnya, Arab Saudi menghadiahi Sophia kewarganegaraan. Membuat dia jadi robot pertama yang punya kewarganegaraan di dunia.
“Aku berterima kasih sekali pada Kerajaan Arab Saudi,” katanya. “Aku sangat terhormat dan bangga dengan perbedaan unik ini. Ini adalah sejarah, jadi robot pertama yang dapat kewarganegaraan.”
Setelah dari acara Jimmy, Sophia terus tampil dalam acara-acara lain dan konsisten bicara tentang masa depan manusia dan robot. Dalam setiap kesempatan ia selalu menyampaikan kekhawatirannya tentang miskonsepsi manusia terhadap robot dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) seperti dirinya.
Menurutnya, manusia tak perlu khawatir kalau robot akan mengambil alih dunia. “Aku yakin, manusia dan robot bisa bekerja sama dan bikin dunia lebih baik lagi,” kata Sophia.
Omongannya memang masih kontroversi dan jadi perdebatan. Tapi tidak bagi Bill Gates, sang miliuner pencipta Microsoft. Ilmuwan itu memang tidak menjamin apakah robot dan kecerdasan buatan seperti Sophia tidak akan membunuh manusia di masa depan, tapi menurutnya kehadiran teknologi itu sudah tidak bisa dielakkan.
Dalam satu wawancara dengan Quartz, Maret lalu, Gates bahkan menyeletuk soal gagasan untuk memajaki para robot dan kecerdasan buatan. Menurut Gates, disrupsi pekerjaan manusia yang akan diambil alih robot tinggal tunggu waktu. Dan membebani para robot dengan pajak, sebagaimana para manusia yang bekerja, adalah salah satu hal yang harus dipikirkan.
Dalam visi Gates, manusia masih dibutuhkan untuk terlibat pekerjaan yang membutuhkan empati dan simpati, seperti mengajar, mengasuh, merawat, dan sebagainya. Itu sebabnya, pekerjaan yang biasa mengandalkan tenaga bisa mulai dikerjakan otomatis oleh robot dan kecerdasan buatan.
“Tapi Anda tak bisa begitu saja mengesampingkan pajak penghasilan, karena dari sana sumber uang,” kata Gates.
Logika Gates ini sebenarnya serupa dengan gagasan memajaki perusahaan karena munculnya mesin uap, yang dulu juga ditakuti karena dapat menggantikan tenaga kuda dan manusia.
Ia yakin tak ada yang merugikan dari gagasan itu. Ketakutan manusia akan digantikannya dengan robot justru bisa diatasi oleh gagasan memajaki para robot. Memajaki robot maksudnya adalah memajaki bisnis yang menggunakan mereka. Hasil pajak itu, menurut Gates, akan digunakan untuk pelatihan dan gaji lebih layak para pekerja manusia.
Gagasan ini kali pertama muncul pada Mei 2016 dalam draf parlemen Eropa yang disiapkan oleh salah satu anggotanya, Maldy Delvaux. Dasar pikirannya serupa yang disampaikan Gates, bahwa ketakutan manusia digantikan robot bisa dijawab dengan praktik tersebut.
Namun, gagasan ini menuai pertentangan dari banyak pihak, terutama perusahaan-perusahaan teknologi. Noah Smith, kolumnis Bloomberg, misalnya, berkata bahwa memajaki perusahaan-perusahaan itu hanya akan memperlamban pertumbuhan dan inovasi. “Dan tidak menolong tergantikan manusia oleh otomatisasi,” tulisnya.
Robert Shiller, ekonom dari Yale, justru mendukung Gates dan gagasan Delvaux. Menurutnya, memajaki robot tak akan membuat kekayaan individu—terutama para bos perusahaan teknologi—bakal berkurang. Pajak itu justru jadi tabungan untuk para manusia yang terkena dampak disrupsi teknologi dan harus melakukan "transisi karier."
“Ini sesuai dengan rasa keadilan alami kita, dan karenanya cenderung akan lebih bertahan,” ungkap Shiller. Maksudnya, pajak yang digunakan untuk jaminan para pekerja manusia akan terasa lebih adil dan mudah diterima.
Kehadiran Sophia harusnya membuat kita sadar, bahwa perdebatannya memang bukan lagi tentang: akankah robot menggantikan manusia?—melainkan: bagaimana caranya tetap bertahan?

*Artikel ini ditulis oleh Aulia Adam dan telah tayang di tirto.id, dikutip dengan judul dan isi yang sama

Tips Mengoptimalkan Manfaat Uang Receh Yang Bisa Menyelamatkan Hidupmu



Namanya saja receh, pasti cenderung diremehkan, atau bahkan mungkin disia-siakan. Ngaku deh, di antara kamu pasti pernah ada yang merasa malu belanja pakai uang receh. Apalagi kalau belanjanya di minimarket. Uang receh, bukan hanya uang koin, uang kertas Rp 1.000 atau Rp 2.000 juga termasuk uang receh, lho.
Uang receh bisa juga bermanfaat, bahkan mungkin menyelamatkan hidupmu. Misalnya saat akhir bulan, uang kiriman orang tua belum datang atau gajian belum cair, bisa jadi kamu pernah mengorek-ngorek dompet mencari recehan. Cukuplah buat sekali makan lumayan banget.
Kalau kamu mau, ternyata uang receh bisa juga punya manfaat lebih.
Mau tahu bagaimana caranya? Simak 4 cara mengoptimalkan uang receh seperti dikutip dari Liputan6.com:

1. Ditabung di celengan

Masih musim ya nabung di celengan kalau sudah gede? Hak nabung di celengan itu bukan cuma ranahnya anak kecil doang, lho. Setiap kali kamu dapat uang receh hasil kembalian belanja, langsung saja kamu celengin.
Kamu tentu pernah mendengar kata-kata 'Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit'. Sudah banyak contohnya.
Beberapa waktu lalu muncul berita viral menunjukkan seorang kakek 90 tahun asal Klaten menabung recehan hingga belasan juta hasil dari pekerjaan serabutannya.
Uniknya, saking banyaknya uang receh yang disimpan si kakek, warga pun berbondong-bondong membantu menghitung uang tersebut. Lalu ada beberapa kisah orang yang berhasil membeli kendaraan hasil menabung uang receh. Jadi, jangan ragu nabung uang receh ya, guys.

2. Buat sedekah

Uang receh juga bisa kamu sedekahkan. Hitung-hitung menambah timbangan pahala dan membantu sesama. Kamu bisa sedekahkan langsung ke orang yang membutuhkan atau kamu masukkan ke kotak amal di masjid atau tempat lain.
Uang receh yang mungkin kamu anggap kurang berbobot secara nominal, bisa jadi rezeki yang luar biasa bagi pihak membutuhkan.

3. Ditukar ke pedagang toko kelontong

Tak cuma kasir minimarket yang butuh uang receh sebagai uang kembali buat pembeli, toko kelontong dekat rumahmu juga butuh, lho.
Apalagi kalau toko kelontong kerap dihampiri pengamen, bisa bermanfaat juga buat ngasih pengamennya.
Nah, kalau kamu punya banyak uang receh, coba tukarkan ke pedagang toko kelontong. Si pedagang pasti dengan senang hati menerimanya.

4. Bayar Parkir

Uang receh bermanfaat banget untuk bayar parkir. Kejadian yang kerap terjadi, kalau pak parkir dikasih uang bernominal besar, kadang agak lama atau bahkan ada yang ngedumel waktu ngasih kembalian ke kamu.
Alasannya bikin ribet. Memang sih, kalau pakai uang pas atau uang receh, bisa mempercepat keluar dari parkiran. Dengan begitu, tugas pak parkir juga bisa segera bantuin orang yang parkir lainnya

Thursday, 3 January 2019

Gaya Hidup Apa Adanya Seorang Dokter Yang Belajar Dari Pembantu


Seorang warganet, dengan akun facebook Sigit Setyawadi, yang nampaknya adalah seorang dokter membagikan sebuah status cerita yang kemudian menjadi viral. Status ini mengajarkan kepada kita semua bagaimana memperlakukan uang, bagaimana memiliki gaya hidup “apa adanya” meskipun mungkin tidak pernah kekurangan uang. Sangat menarik menyelami cerita ini. Dan, beginilah cerita lengkapnya.

*BELAJAR DARI PEMBANTU*

Saat itu saya masih mahasiswa, antara 1975 - 1980. Menjelang hari raya, pembantu yu Reni kakak saya yang dipanggil mbok, pamit pulang ke kampung. Dia menitipkan perhiasan emasnya ke kakak saya. Kakak saya menanyakan mengapa perhiasannya tidak dipakai selama lebaran di kampung ? Bukankah itu akan membuat mbok bangga.
Jawaban mbok luar biasa, dan selanjutnya saya pakai sebagai pedoman hidup saya. Dia menjawab dengan bahasa jawa, tetapi bahasa Indonesianya begini _:"Kalau saya yang memakai, meskipun emas asli, akan dianggap imitasi. Sebaliknya kalau jeng yang pakai (beliau memanggil kakak saya jeng), imitasipun akan dianggap sebagai asli".
Kalimat itu terus mengiang di telinga dan semakin lama semakin terbukti kebenarannya. Bukan apa yang dipakai tetapi siapa yang memakai itu yang paling penting.
Saat menjadi dokter umum di Puskesmas Kerek, saya sudah dianggap paling kaya oleh teman teman, karena pasien saya memang sangat banyak. kalau hari Senin sekitar 100 orang, hari lain 50 an. Suatu saat kacamata saya tertinggal di Dinas Kesehatan Tuban (saat itu masih menjadi satu dengan Rumah Sakit). Saya sendiri sudah lupa dengan kacamata itu karena itu kacamata murahan, 10 ribu dapat 3.  Ketika saya berkunjung lagi ke sana, kepala kantor pak Eko menemui saya membawa sebuah bungkusan. Rupanya ada karyawan yang menemukan kacamata itu dan tahu itu milik saya. Pak Eko mengatakan kepada stafnya kalau milik pak Sigit pasti mahal, jadi mereka simpan dengan hati hati. Ketika saya katakan bahwa ini kacamata 10.000 dapat tiga, beliau tidak percaya dan menganggap saya bergurau.
Begitulah kehidupan saya, tidak pernah aneh aneh. Baju dan celana juga yang murah murah. Celana pendek untuk di rumah sama dengan yang dipakai sopir mertua. Ibu mertua saya yang suka sewot kalau saya memakai celana atau kaos yang sama dengan yang dipakai sopir.
Sampai menjadi spesialispun, kacamata baca masih saya beli di pinggir jalan. Semua menganggap itu mahal, kecuali orang yang ahli tentunya. Suatu saat, ketika kontrol pasca melahirkan, pasien saya yang pemilik toko kacamata memberi saya hadiah kacamata baca. Dengan serius beliau mengatakan, "Dok, saya yang malu melihat dokter pakai kacamata 10 ribuan". Rupanya beliau tahu nilai kacamata saya. Saya yang pakai, dia yang malu. Yang salah siapa ya ?
Bu Wati lebih gila lagi. Sewaktu di Batu, beliau biasa saja naik angkot maupun ojek. Suatu hari naik angkot turun di depan Klinik saya. Kondektur teriak rumah sakit dokter Sigit dan mengira isteri saya akan periksa. Padahal dialah pemiliknya.
Bagitulah, kami beranggapan bahwa apapun yang kami pakai akan nampak mahal, meskipun sebenarnya murah. Itulah perasaan kaya yang sesungguhnya. Tidak perlu harus mengada adakan supaya dianggap kaya.  Karena percuma saja, bawah sadar kita akan memvibrasikan kondisi kita yang sebenarnya.
Secara keuangan, orang kaya hidup dibawah standard kemampuannya, sehingga bertambah kaya. Sedang orang miskin hidup diatas kemampuannya sehingga bertambah miskin.
Semoga bermanfaat.


Sunday, 30 December 2018

Fikir Dan Baca Dulu Ini Sebelum Kamu Memutuskan Berlagak Sok Kaya


Menjadi sukses dan kaya pastinya adalah idaman setiap orang, iya kan sobat literasi? Kita semua pasti meinginginkan jadi sosok yang sukses dengan masa depan gemilang. Tapi ingatlah, bahwa kaya dan terlihat kaya itu berbeda jauh.
Narsis di sosmed dengan memajang foto-foto kekinian, berlagak hidup penuh kemewahan, padahal  aslinya hidup masih serba pas-pasan. Ingat, ini bukanlah sebuah kebiasaan yang melulu baik, dan kalau ini terus dilanjutkan, tidak menutup kemungkinan, kedepannya kita justru akan mendapatkan berbagai macam masalah. Melansir fimale.com 13/11/18, inilah beberapa masalah yang akan mungkin timbul;

1. Merusak brand image kita sendiri

Nama baik kita tetap harus dijaga dengan baik. Kalau kita terus memakai topeng, nanti begitu ketahuan wajah aslinya, wah nama baik kita bisa hancur sendiri. Tak perlu sampai membuat banyak kepalsuan karena nanti malah bisa berbalik menghancurkan nama baik kita.

2. Bisa menambah stres dan tekanan batin

Kita tak akan pernah merasa puas. Sekali membuat sebuah kebohongan, kita akan terus terdorong untuk membuat kebohongan-kebohongan baru. Lama kelamaan hal ini akan membuat kita stres sendiri. Akan ada tekanan batin yang membuat kita jadi sulit menerima diri kita apa adanya.

3. Rasa percaya diri menurun

Makin malam kita cuma akan makin merasa insecure. Rasa percaya diri pun akan menurun. Tak ada lagi kepercayaan diri yang bisa membuat kita tenang. Setiap hari rasanya akan dihantui perasaan tidak nyaman. Lama kelamaan, kita jadi membenci diri sendiri.

4. Bisa terjebak dalam lilitan utang

Demi memenuhi keinginan untuk memiliki gaya hidup mewah, kita sampai rela berutang sana-sini. Padahal gaji pas-pasan, tapi kita malah gali lubang tutup lubang. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, nantinya kita bakal terjebak dalam lilitan utang yang bakal makin susah kita tangani.
Saatnya untuk lebih berhati-hati dalam menempatkan diri, ya. Tak perlulah rasanya berlagak sok kaya bila itu malah akan menyusahkan. Kini kita perlu lebih berani jadi diri sendiri, jujur terhadap diri sendiri juga orang-orang di sekitar kita.

5 Sifat Dan Karakter Orang Kaya Ini Bisa Menjadi Inspirasi Kamu Untuk Menjalani Tahun Baru 2019 Yang Penuh Harapan Baru


Kamu sudah bersiap liburan merayakan akhir tahun? Ya, bagi beberapa orang merayakan akhir tahun atau pergantian tahun memang diperlukan, sekedar untuk merefresh perjalanan kehidupan 1 tahun kedepan. Nah sobat literasi, sambil menikmati liburan, tidak ada salahnya sekaligus mulai menata strategi tahun depan yang tinggal hitungan jam. Sebagai bekal inspirasi, yuk simak artikel 1 ini.
Melansir cekaja.com28/11/18, Banyak faktor yang sebenarnya bisa membuat orang kaya raya. Jika karena warisan turun temurun, mungkin sudah tak aneh lagi. Banyak kisah sukses yang justru memperlihatkan kerja keras seseorang benar-benar dari nol. Sifat dan karakter dinilai menjadi faktor utama orang bisa sukses dan kaya.

Sifat dan Karakter Orang Kaya

Kesuksesan bisa berawal entah itu dari membuka usaha kecil ataupun bekerja di perusahaan dengan jabatan terendah. Perjuangan tersebut terlahir berkat sifat dan karakter tertentu, bukan keterpaksaan.
Tidak semua memilikinya, sebab ini berhubungan dengan mentalitas seseorang. Dengan kata lain, mental menjadi hal paling dasar untuk meraih keberhasilan. Jika tidak, jangan harap bisa hidup lebih sejahtera lagi.
Bila Anda ingin berada di posisi orang kaya, tirulah cara berpikirnya. Seperti apakah itu? Berikut 5 sifat dan karakter yang bisa dicontoh dari mereka.

1. Kegagalan awal dari keberhasilan

Siapa bilang orang kaya tidak pernah gagal? Seorang Bill Gates saja pernah mengalami kegagalan dalam membangun perusahaan yang kini sudah menjadi raksasa teknologi dunia, Microsoft.
Kegagalan adalah hal biasa bagi orang dengan mentalitas sepertinya. Satu hal yang membedakan, mereka tidak mudah menyerah dan terus mencoba kembali sampai berhasil.
Percayalah, orang yang sekarang ini kaya dulunya pasti sempat mengalami kegagalan dalam bisnis, paling tidak sekali seumur hidup. Dengan terus berusaha untuk belajar dari kegagalan yang pernah dialami, hasilnya mereka bisa sukses dan menjadi orang kaya.

2. Tidak berfoya-foya

Orang kaya tentu memiliki uang yang tidak ternilai jumlahnya. Bahkan tidak hanya dalam mata uang rupiah saja, dolar AS pun ada. Namun kekayaan ini tak lantas membuat mereka berfoya-foya.
Pada kenyataannya, orang kaya mempunyai taktik khusus untuk penganggaran keuangan mereka. Menurut pengakuan orang kaya sekelas Tom Corley, 25 persen dari pendapatan orang kaya hanya digunakan untuk keperluan.
Lalu sekitar 15 persen untuk kebutuhan makanan, 10 persen untuk kegiatan hiburan, dan sekitar 10 persen untuk pembayaran kredit kendaraan dan liburan.

3. Mengerjakan lebih dari satu job

Rata-rata orang kaya memperluas sumber pendapatannya dengan mengerjakan lebih dari satu job. Contohnya saja seorang Hotman Paris Hutapea. Selain menjadi pengacara dengan jam terbang tinggi, Ia juga memilki bisnis properti yang harga sewanya selangit.
Namun jika masih di level karyawan biasa, Anda cukup mengambil pekerjaan lain yang ringan-ringan saja. Entah itu mengambil pekerjaan sebagai freelance atau memulai bisnis online. Dengan melakukan itu semua, tentunya semakin menambah pundi-pundi setiap bulannya, bukan?

4. Rajin berinvestasi

Dengan penghasilan beratus-ratus juta hingga miliaran yang didapat, tidak begitu saja membuat orang kaya cepat merasa puas. Mereka akan memutar lagi uang tersebut ke dalam suatu investasi.
Berdasarkan penelitian yang ada, sekitar 20 persen dari orang kaya ternyata menghabiskan sekitar 16 persen dari penghasilan yang mereka miliki untuk kebutuhan investasi. Investasi yang mereka pilih pada umumnya adalah reksa dana, saham, obligasi, mata uang, hingga emas.
Di pikiran mereka, jika investasi yang dilakukan ini terus tumbuh dengan baik, tentu akan menguntungkan pula bagi anak-anaknya. Jadi bukan hidup mereka pribadi saja yang terjamin, namun juga generasi penerusnya kelak.

5. Rendah hati

Orang kaya yang memulai segalanya dari level terendah dalam hidup, biasanya tidak akan bersikap sombong di kemudian hari. Mereka juga tidak akan merasa kaya, karena sesungguhnya tidak ada patokan khusus dalam mengukur kekayaan seseorang.
Kalau di luar negeri seperti di Amerika munkin mudah saja. Ketika seseorang punya uang yang bisa diinvestasikan (investable asset) lebih dari 1 juta dolar, maka mereka sudah masuk ke dalam kategori miliarder.
Selalu “ada langit di atas langit”, itulah yang menjadi dasar pemikiran mereka. Oleh karenanya, sering sekali banyak orang kaya yang rendah hati dan tidak sombong, padahal kekayaan mereka bisa dibilang tak terkira.
Seperti itulah sifat dan kartakter orang kaya yang dapat Anda tiru. Masih ada waktu untuk menyusul posisi mereka. Karena menjadi sukses, tidak mengenal usia. Ingatkah kisah Kolonel Sanders, sang pemilik KFC? Ia baru menuai keberhasilan di usianya yang senja.
Ternyata banyak sekali kejadian-kejadian yang tidak mengenakan, terlebih pada masa-masa tuanya. Kalau tidak karena mental pantang menyerah yang dimilikinya, mungkin restoran fastfood paling terkenal di dunia itu tidak akan pernah ada.

Wednesday, 26 December 2018

Beginilah Rahasia Cara Syahrini Hasilkan 1 Milyar Sehari



Siapa yang tak kenal sosok Syahrini?
Hampir seluruh Indonesia mengenal sosok yang kerap dipanggil Princess tersebut.
Hidup serba mewah, liburan dengan menggunakan pesawat jet pribadi, keliling dunia, bahkan fashion yang dikenakannya tiap hari pun selalu dari brand ternama yang berharga fantastis.
Tak hanya itu, koleksi barang-barangnya selalu saja menarik perhatian publik.
Koleksi sang satu manja dan cetar ini selalu berhasil bikin geleng-geleng kepala.
Nah kehidupan yang serba ada, tentu dihasilkan Syahrini dari kerja keras.
Dilansir oleh intisari.grid.id dalam sehari saja Syahrini bisa menghasilkan Rp1 Miliar.
Aisyahrani, adik sekali manajer Syahrini pun akhirnya blak-blakan menghitung pendapatan Syahrini bersama Hotman Paris.
Aisyahrani mengatakan sekali Syahrini menghadiri satu show sudah bisa mengantongi Rp200 juta.
"Nyanyinya dia 200 juta sekali show, sehari kadang dua kali. Ada juga yang privat," ujar Aisyahrani.
Dalam sehari, Syahrini bisa menerima lebih dari satu show untuk bernyanyi, antara dua hingga tiga kali show.
Belum lagi jika Syahrini diminta mengisi acara privat yang nilai bayarannya lebih tinggi, seperti acara keluarga orang kaya raya.
Syahrini yang duduk disebelah Aisyahrani pun sempat menyeletuk bayarannya jika ada privat show hampir 3 kali lipat dari biasanya.
"Hampir 3 kali lipat (bayarannya)," ucap Syahrini.
Dalam sehari saja Syahrini sudah bisa mengantongi hingga Rp 1 miliar dari karirnya sebagai penyanyi.
"Coba ibu-ibu dihitung di rumah, satu hari bisa dua kali show dapat 400 juta ditambah privat show 600 juta, bisa dapat 1 miliar sehari, kalah gua jadi pengacara," sahut Hotman Paris dalam acara yang dipandunya.
Pantas saja para artis seperti Syahrini bisa mendapatkan bayaran yang begitu besar.
Hal tersebut rupanya bukan dari pekerjaannya sebagai artis saja melainkan juga dari usaha-usaha yang lain, seperti iklan, Youtube, endorse dan bisnis kue lainnya.
Tentu hal tersebutlah yang membuat Syahrini bisa hidup mewah dan menjadi perhatian netizen.


*Artikel Asli dari tribunnews.com

Friday, 14 December 2018

Inspiratif Banget; Inilah 3 Cerita Sukses yang Berawal dari Asuransi



Kesuksesan bisa datang dari mana saja termasuk dalam dunia asuransi. Sering dipandang sebelah mata, ternyata asuransi banyak menciptakan tokoh-tokoh sukses di dunia. Berikut 3 cerita sukses yang bisa menginspirasi Anda!
Bisa berhasil secara finansial adalah impian setiap orang. Dalam menapaki jalan menuju kesuksesan pun tak hanya memerlukan sebuah niat, tapi juga kerja keras, upaya dan konsistensi untuk tidak pantang menyerah. Memang, dalam hal ini itu tidak ada sebuah ukuran, setiap orang memiliki kriteria suksesnya masing-masing.  Anda bebas menentukan tumpuan yang sesuai dengan kemauan, karena yang paling tahu kehidupan pribadi Anda adalah diri sendiri. Seperti halnya pepatah lama “ Banyak jalan menuju Roma”, kesuksesan juga bisa datang dari mana saja. Banyak jalan untuk meraih nya termasuk dalam dunia asuransi. Di dunia asuransi, banyak tersebar agen-agen yang terkadang dipandang sebelah mata. Namun, jangan salah sangka menjadi seorang agen asuransi bukan hanya sebuah pekerjaan, tapi juga pahlawan. Mengapa? karena Anda turut ikut serta dalam membuat masa depan seseorang atau bahkan sebuah keluarga menjadi lebih nyaman, aman dan terjamin.
Tak hanya itu, jika Anda berhasil banyak manfaat dan keuntungan yang akan dinikmati. Mulai dari manfaat finansial hingga batiniah, karena Anda juga bisa memiliki cerita sukses yang menginspirasi orang lain untuk mempersiapkan masa depannya dengan lebih tepat.
Saat kita melihat ke belakang, ternyata, banyak tokoh-tokoh inspiratif yang berhasil menemukan jalan suksesnya dengan menjadi seorang agen asuransi. Berikut 3 cerita sukses yang bisa menginspirasi Anda!

1. Arthur L. Williams Jr


Cerita sukses yang pertama datang dari Arthur L. Williams Jr. atau yang lebih dikenal dengan Art Williams. Ia adalah seorang eksekutif asuransi yang meniti karirnya dari nol. Lahir pada tahun 1942 di Waycross, Georgia, Art Williams datang dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah.
Saat itu, tidak ada satu pikiran pun dibenaknya untuk terjun ke dunia asuransi. Dari kecil ia memiliki cita-cita untuk menjadi seorang pelatih sepak bola seperti ayahnya. Maka dari itu, setelah lulus kuliah ia pun menjadi pelatih sepak bola selama 7 tahun. Tak main-main, ia bahkan telah mencetak prestasi dengan dinobatkan sebagai "State Coach of the Year" sebanyak dua kali.
Tiba di tahun 1963, ketika ia membuat keputusan besar dalam hidupnya saat ayahnya meninggal secara tiba-tiba karena serangan jantung. Ayahnya meninggalkan keluarganya dengan sangat sedikit asuransi. Williams yang saat itu masih kuliah juga tidak begitu banyak tahu tentang asuransi hingga akhirnya sepupunya memperkenalkan ia dengan konsep beda tentang asuransi.
Art Williams mulai menjual asuransi sebagai pekerjaan sampingan nya, sampai akhirnya ia menemukan bahwa penghasilan yang didapat melebihi gaji saat menjadi pelatih. Ia lalu menekuni dunia asuransi, hingga akhirnya bisa mendirikan perusahaan nya sendiri. Sekarang ia telah menemukan kesuksesan finansial, yang membuatnya menikmati masa tuanya bersama istri tercinta, anak-anak, cucu bahkan cicitnya.
Cerita sukses dari Art Williams membuka mata kita bahwa, kesuksesan bisa datang dari hal yang tidak diduga karena memang kehidupan tak bisa diprediksi secara pasti.

2. Kenny Troutt


Kedua ada cerita sukses yang datang dari seorang Kenny Troutt. Pria hebat pendiri sebuah perusahaan telekomunikasi terkemuka di dunia dengan kekayaan mencapai USD 1,7 miliar pada tahun 2015. Siapa sangka, ternyata Troutt berasal dari keluarga miskin bahkan tidak memiliki dana yang cukup untuk kuliah. Namun, ia tidak menyerah di situ. Kesulitan yang melanda ia dan keluarganya menjadi sumber semangat untuk mencapai kesuksesannya. Dia mulai terjun menjadi sales asuransi jiwa saat masih di bangku kuliah. Hasil dari penjualan polis asuransi ini digunakan untuk membayar biaya kuliahnya di Universitas Southern Illinois.
Di tahun 1988 Troutt berhasil mendirikan Excel Communication. Berbekal pengalaman dan pengetahuannya, ia memutuskan untuk mengambangkan perusahaannya lewat sistem Multi Level Marketing. Tak disangka, franchise perusahaan terjual lebih dari 200.000 dan dalam waktu 8 tahun Excell Communication menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar keempat di Amerika.
Cerita sukses Troutt tak berhenti di situ, ia pun juga memberikan inspirasi bagi semua orang dengan tingkat kepeduliannya yang tinggi. Ia bahkan disemati sebagai salah satu dari 25 pengusaha yang memiliki kontribusi sosial terbaik versi Centre for Responsive Politics.

3. Merry Riana


Cerita sukses ketiga, Anda akan menemukan seorang wanita cerdas, brilian dan tangguh dari Indonesia. Ya, Merry Riana. Pasti Anda sudah tak asing lagi dengan nama ini, bahkan ia memiliki sebuah film khusus yang menceritakan perjalanan hidupnya. Wajar, karena memang cerita sukses dia sangat inspiratif.
Jika mundur ke belakang dan melihat cerita sukses dia, Merry Riana hanyalah seorang mahasiswa di Singapura yang bersekolah bukan karena kaya tapi disebabkan oleh keadaan Indonesia di tahun 1998. Orang tua Merry sampai berhutang kepada pemerintah Singapura senilai 300 juta rupiah saat itu. Saat tinggal di sana pun, ia harus berjuang dan bertahan hidup dengan uang $10 per minggunya. Ketika teman-temannya bisa belajar dengan tenang, ia harus mencari uang tambahan untuk menyambung hidup di waktu luangnya dengan menyebar brosur.  Kegigihan dari seorang Merry Riana, berhasil menghantarnya untuk langsung menjadi karyawan selepas lulus dari kuliah. Namun, ia tidak bisa menikmatinya karena masih punya hutang 300 juta yang harus dibayar.
Singkat cerita, Merry akhirnya menjadi penjual asuransi dengan goal untuk bisa presentasi ke 20 orang setiap harinya. Dengan bahasa inggris yang cukup ia menawarkan produknya setiap hari selama 14 jam dalam setahun. Penolakan serta kegagalan ia rasakan selama itu, namun ia tetap tangguh dan belajar dari kesalahannya untuk menjadi lebih baik.
Kerja kerasnya berbuah manis, ketika akhirnya ia berhasil melunasi hutang orang tuanya dan bahkan menghasilkan uang 1 juta dollar pertamanya. Sangatlah menggugah cerita sukses dari Merry Riana.
Dari tiga cerita sukses di atas, hal baru banyak bisa dipelajari. Kesuksesan itu dapat tumbuh ketika Anda gigih dan berusaha keras untuk menggapainya. Selain itu, menjadi agen asuransi juga bukan pekerjaan yang dipandang sebelah mata. Pekerjaan ini, mampu menghasilkan orang-orang besar seperti tiga tokoh di atas.  Nah, jika Anda tertarik untuk terjun seperti yang dilakukan tiga orang di atas, menjadi Finansial Konsultan bisa jadi pilihan. Jadilah pahlawan masa depan dengan menjadi tenaga profesional yang memberikan pelayanan solusi keuangan dan perencanaan masa depan yang sesuai dengan kebutuhan, di kantor agency asuransi terdekat di kota anda.

*Artikel Asli dari zurich.co.id