Referensi Memilih Asuransi & Investasi: berita asuransi
Most Popular
Showing posts with label berita asuransi. Show all posts
Showing posts with label berita asuransi. Show all posts

Sunday, 9 December 2018

Bulan Ini Peternak Nila hingga Patin Bisa Daftar Asuransi, Begini Caranya


Pemerintah menyediakan asuransi perikanan bagi peternak ikan nila, patin, dan bandeng. Menurut Direktur PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Asuransi Jasindo, Sahata Tobing, menjelaskan para peternak bisa mendaftarkan beberapa perusahaan asuransi, salah satunya Jasindo, melalui pemerintah daerah setempat.
Syaratnya mudah, cukup membawa KTP.
"Untuk bisa terdaftar para pembudidaya cukup daftar dengan KTP dan mengajukan untuk meminta asuransi ke dinas kelautan di tingkat pemerintah daerah, Untuk mendapatkan asuransi itu harus berkoordinasi dengan dinas setempat. Baru dari itu, dinas instansi setempat akan ada koordinasi dengan pemerintah pusat," jelas Sahata di acara Launching Asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil, di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat, Selasa (13/11/2018).
Pendaftaran asuransi dibuka mulai Desember 2018. Dalam setahun pertama, mulai Desember 2018 sampai Desember 2019 pemerintah akan menanggung premi. Anggaran yang disiapkan Rp 3 miliar, setelah itu para peternak melanjutkan sendiri pembayaran premi mereka masing-masing.
"Pembiayaan ini akan mulai pada Desember 2018 sampai Desember 2019, ya kemudian nantinya mereka bayar sendiri," terang Sahata.
Deputi Komisioner Pengawas IKNB II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mochamad Ihsanuddin menjelaskan saat ini asuransi diberikan untuk ikan yang mati akibat virus, dan rencananya akan dikaji lagi jenis asuransi yang bisa diberikan ke peternak.
"Jadi benar-benar karena ikan diserang virus dan hama, bukan karena ikan kurang makan dan akhirnya mereka banyak yang mati," terang Ihsanuddin.
Premi maupun santunan bervariasi untuk setiap jenis ikan. Premi ikan patin Rp 90.000/tahun, dengan santunan maksimal Rp 3 juta/tahun.
Premi ikan nila payau Rp 150.000/tahun, dengan santunan maksimal Rp 5 juta/tahun. Premi ikan nila air tawar Rp 135.000/tahun, dengan santunan maksimal Rp 4,5 juta/tahun.
Premi ikan bandeng Rp 90.000/tahun dengan maksimal santunan Rp 3 juta/tahun. Sedangkan premi udang Rp 225.000/tahun, dengan santunan maksimal Rp 7,5 juta/tahun. Premi polikultur Rp 225.000/tahun dengan santunan maksimal Rp 7,5 juta/tahun.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto menambahkan asuransi tersebut untuk peternak dengan lahan maksimal 5 hektar dan budi dayanya masih tradisional. Saat ini sudah terdaftar 6.000 peternak penerima asuransi.
"Kami akan terus memberikan edukasi dan mendorong untuk terwujudnya asuransi mandiri tersebut, sehingga ke depan asuransi tidak hanya bagi pembudidaya dengan teknologi sederhana, tetapi lebih dari itu diharapkan juga untuk teknologi semi dan intensif yang dapat menjangkau pembudidaya skala menengah dan besar," jelasnya.

*Isi berita dikutip dari detik.com. Berita ASLI

Ini Asuransi dan Besaran Premi untuk Peternak Nila hingga Patin



Setelah peternak udang, kali ini peternak ikan skala kecil akan mendapat asuransi perikanan. Deputi Komisioner Pengawas IKNB II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mochamad Ihsanuddin menjelaskan hal ini merupakan sebuah langkah sinergi antara OJK dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Hal yang diasuransikan itu jiwa-jiwa dari ikan nila, patin, bandeng jadi, ini sebetulnya banyak sekali program pemerintah yang kalau ingin sukses dengan baik ini perlu di disinergikan dengan lembaga yang lain," jelas Ihsanuddin dalam acara Launching Asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil, di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat, Selasa (13/11/2018).
Ihsanuddin menjelaskan asuransi perikanan ini diluncurkan untuk peternak ikan budi daya seperti nila air tawar, nilai air payau, patin, bandeng. Saat ini asuransi diberikan untuk ikan yang mati akibat virus, dan rencananya akan dikaji lagi jenis asuransi yang bisa diberikan ke peternak ikan nila, patin, dan bandeng.
"Jadi benar-benar karena ikan diserang virus dan hama, bukan karena ikan kurang makan dan akhirnya mereka banyak yang mati," terang Ihsanuddin.
Premi maupun santunan bervariasi untuk setiap jenis ikan. Premi ikan patin Rp 90.000/tahun, dengan santunan maksimal Rp 3 juta/tahun.
Premi ikan nila payau Rp 150.000/tahun, dengan santunan maksimal Rp 5 juta/tahun. Premi ikan nila air tawar Rp 135.000/tahun, dengan santunan maksimal Rp 4,5 juta/tahun.
Premi ikan bandeng Rp 90.000/tahun dengan maksimal santunan Rp 3 juta/tahun. Sedangkan premi udang Rp 225.000/tahun, dengan santunan maksimal Rp 7,5 juta/tahun. Premi polikultur Rp 225.000/tahun dengan santunan maksimal Rp 7,5 juta/tahun.
Sebagai informasi, dalam setahun pertama, mulai Desember 2018-Desember 2019 pemerintah akan menanggung premi tersebut. Anggaran yang disiapkan Rp 3 miliar. Setelah itu para peternak melanjutkan sendiri pembayaran premi mereka masing-masing.

*Judul dan isi berita dikutip dari detik.com. Berita ASLI

Luncurkan Asuransi Perikanan, KKP dan OJK Kumpulkan Peternak Ikan


Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumpulkan para peternak ikan dalam acara peluncuran asuransi perikanan, di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat, Selasa (13/11/2018).
Dalam acara tersebut hadir Deputi Komisioner Pengawas IKNB II OJK Mochamad Ihsanuddin, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto. Acara tersebut juga dihadiri oleh para pejabat OJK dan KKP yang akan mensosialisasikan skema pendaftaran asuransi pada para pembudidaya ikan kecil.
Slamet menjelaskan langkah ini merupakan sebuah sinergi antara OJK dan Kementerian KKP untuk melindungi para pembudidaya ikan. Program asuransi ini merupakan salah satu upaya KKP memberdayakan peternak kecil khususnya di sektor perikanan.
Slamet berharap semua sektor perikanan akan masuk pada program asuransi perikanan.
"Terkait asuransi itu kemarin baru satu komoditas yaitu udang. Pada tahun ini akan menambah lagi, ini karena banyaknya saran dan permintaan dari masyarakat," ujar dia.
Sebagai informasi langkah ini merupakan realisasi dari Undang-undang nomor 7 tahun 2016 mengenai perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam. Hal ini bertujuan agar produksi ikan di dalam negeri bisa meningkat.

*Judul dan isi berita dikutip dari detik.com. Berita ASLI

Ini 10 unitlink saham dengan return tertinggi hingga November


Produk asuransi unitlink berbasis saham masih mencatatkan imbal hasil minus 7,69% dari awal tahun hingga November 2018. Meski begitu, terdapat 10 produk unitlink yang masih mampu mencetak return positif dan jauh di atas rata-rata industri.
Senior Research Analyst Infovesta Utama Praska Putrantyo mengatakan, menyusutnya return unitlink saham disebabkan oleh sentimen yang terjadi sejak pertengahan tahun seperti pelemahan rupiah hingga menurunnya cadangan devisa negara.
 “Adanya sentimen di semester II-2018 seperti pelemahan rupiah, naiknya suku bunga acuan The Fed yang kemudian berdampak pada penyesuaian yang dilakukan Bank Indonesia atas suku bunga acuannya, hingga menurunnya cadangan devisa negara,” katanya kepada Kontan.co.id, Kamis (29/11).
Sentimen tersebut kemudian menyebabkan anjloknya pasar saham domestik yang berdampak pada kinerja unitlink terkoreksi cukup dalam.
 “Hingga akhir tahun kondisi pasar bisa dibilang cukup volatile, namun dengan adanya window dressing diharapkan bisa jadi sentimen positif,” tambahnya.
Berikut ini 10 produk unitlink saham yang meraih return tinggi dari awal 2018 hingga November 2018:
1. Simas Equity Fund Syariah 27,92%
2. Simas Aggresive 24,74%
3. Simas Equity Fund 2 23,49%
4. Advanced Commodity Syariah Rupiah 17,19%
5. Smartwealth Equity Small Med Cap Fund 8,51%
6. Manulife Dana Ekuitas Asia Pasific - IDR 6,58%
7. Simas Jiwa Investa Maxima Fund 5,74%
8. CHUBB Global Equity Fund Syariah 4,73%
9. USD Global Growth Opportunity Eg Fd 1,91%
10. Panin MUL USD Aggressive Fund 1,87%

*Judul dan isi berita dikutip dari kontan.co.id. Berita ASLI

Hasil investasi asuransi jiwa minus 96%



Hasil investasi asuransi jiwa masih menunjukkan tren negatif. Kondisi pasar modal yang fluktuatif dan pemilihan instrumen investasi mempengaruhi kinerja hasil investasi industri ini memerah di sisa tahun ini.
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, per September 2018 hasil investasi industri asuransi jiwa minus 96,1% menjadi Rp 1,28 triliun. Padahal, September tahun lalu, hasil investasi masih positif di angka Rp 32,53 triliun.
Kendati begitu, asosiasi mencatat hasil investasi cenderung membaik dari bulan sebelumnya, yang mencapai minus 135%. Tapi sekarang bisa berada di bawah 100%. Ini menunjukkan kinerja industri asuransi semakin positif, kata Ketua Bersama AAJI Wiroyo Karsono, Jumat (7/12).
Menurutnya, penurunan hasil investasi karena total investasi atau dana kelolaan mengalami perlambatan 0,02% menjadi Rp 457,55 triliun dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp 457,64 triliun. Penurunan tersebut, tidak lepas dari pergerakan pasar modal yang melambat serta kekhawatiran investor terhadap pengaruh ekonomi global.
Mayoritas penempatan dana investasi industri asuransi jiwa masih didominasi pada instrumen reksadana dan instrumen saham. Dengan melemahnya kondisi pasar saham belakangan ini ikut mempengaruhi kinerja investasi menjadi merah.
Sampai September 2018, porsi dan investasi asuransi jiwa yang parkir ke keranjang reksadana mencapai 33%, naik 0,4% year on year (yoy). Pada saat sama, penempatan dana di instrumen saham sebesar 32,4%, atau meningkat sekitar 11,5% secara tahunan. Sedangkan sisanya ke instrumen surat berharga dan deposito.
Tenang saja, pasar modal Indonesia mempunyai fundamental yang baik dan investasi merupakan produk jangka panjang, jadi bisa kembali positif, jelasnya.
Premi naik tipis
Direktur Capital Life Robin Winata mengatakan, hasil investasi perusahaan masih menunjukkan pertumbuhan positif. Masih ada optimisme bahwa hasil investasi Capital Life bisa tumbuh 10% hingga 11% dibandingkan tahun lalu.Ini karena Capital Life bekerja berdasarkan risk tolerance. "Capital Life menghindari instrumen berbasis ekuitas dan memperbesar porsi instrumendeposito serta obligasi," ujar Robin.
Pada periode yang sama, industri asuransi meraih total pendapatan premi sebesar Rp 140,94 triliun, atau meningkat 1,2% yoy. Peningkatan itu ditopang pertumbuhan premi bisnis baru yang meningkat 6,4% menjadi Rp 89,58 triliun.
Sedangkan premi lanjutan menurun 6,8% menjadi Rp 51,36 triliun. Total premi AAJI ini beda tipis dari versi OJK yang tercatat Rp 141,1 triliun.
*Judul dan isi berita dikutip dari kontan.co.id. Berita ASLI

Wednesday, 14 November 2018

Mau Terapi Cuci Otak dr Terawan? Ini Perkiraan Biayanya



Dokter Terawan Agus Putranto, si empunya terapi cuci otak (brain washing), yang dalam medis disebut Digital Substraction Angiography (DSA) ternyata sudah terkenal di seluruh dunia. Pasien terus berdatangan dari berbagai kawasan, seperti Asia, Amerika, Eropa sampai Australia. Mereka rela datang jauh-jauh ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, demi mendapatkan terapi.
Dilansir oleh liputan6.com, pada tanggal 12 November 2018 kemarin, Kedutaan Besar Vietnam untuk Indonesia menjalin kesepakatan kerja sama dengan RSPAD Gatot Soebroto, untuk membawa sekitar 1.000 pasien Vietnam, agar bisa menjalani terapi cuci otak tersebut.
"Untuk biaya antara pasien asing dan Indonesia, kami belum membuat perbedaan. Yang namanya orang sakit sama saja. Semua diperlakukan yang sama, tanpa pandang bulu. Sebenarnya, untuk DSA sendiri rata-rata hanya Rp 23 juta atau Rp 25 juta, ya sekitar itu pokoknya," kata Terawan usai penandatanganan kerja sama dengan Kedubes Vietnam di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, sebagaimana dituliskan oleh situs yang sama.
Dalam kesempatan yang sama, Terawan mengaklaim total pasien dari seluruh dunia yang datang untuk terapi cuci otak hingga saat ini adalah berjumlah di atas 30.000 pasien.
Sebagaimana diketahui, terapi cuci otak yang dipelopori oleh dr. terawan tersebut dipercaya bisa menyembuhkan pasien yang menderita penyakit stroke. Meskipun sempat menjadi kontroversi dikalangan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sendiri, nampaknya hal tersebut tidak menyurutkan niat pasien untuk mendapatkan kesembuhan dengan cara terapi ini.

Monday, 12 November 2018

Peluang Unit Link Di 2019; AAJI Optimis Masih Akan Terus Tumbuh Dan Di Minati Masyarakat



Meski tengah didera  gejolak pasar global, namun Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Togar Pasaribu optimis; produk asuransi unit link masih akan tetap diminati tahun depan. Hal ini karena kebutuhan orang akan proteksi dan investasi masih tinggi,.
Infobanknews.com melansir, “Perang dagang, kenaikan suku bunga AS, tidak ada pengaruhnya ke industri asuransi, khususnya jiwa. Karena potensinya masih besar,” kata Togar di seminar Infobank, dengan tema “Masihkah Unit Link Menjadi Pilihan Investasi Di Tengah Pasar Keuangan yang Bergejolak”, di BEI Jakarta, Selasa, 6 November 2018.
Ia juga mengatakan, rata-rata pertumbuhan premi produk unit link sejak kuartal II 2014 sampai kuartal II 2018 mencapai 16%. Sementara rata-rata pertumbuhan premi produk tradisional hanya 13,5%. Artinya produk unit link masih diminati banyak orang.
Sebagai informasi, unit link merupakan asuransi dengan dua kantung, untuk proteksi dan investasi. Uang premi yang dibayarkan, sebagian digunakan untuk membayar proteksi dan sebagian ditempatkan pada reksa dana dalam bentuk unit link.
Apalagi bila dilihat dari penetrasi pasar, jika dibandingkan jumlah penduduk, sampai kuartal II 2018 baru mencapai 6,6%. Artinya masih begitu besar pasar yang tersedia untuk digarap.
Dari sisi Investasi, total portofolio investasi perusahaan asuransi sendiri mencapai Rp445,83 triliun. Jumlah tersebut meningkat dari kuartal II 2017 yang tercatat sebanyak Rp435,59 triliun.
Dari jumlah tersebut, total investasi paling besar disalurkan ke reksa dana sebesar 33%, disusul saham 31,6% dan sisanya deposito, surat berharga dan lain-lain.
“Masyarakat Indonesia sangat suka berinvestasi, namun memang caranya saja tidak tau,” Terang Togar.
Inilah yang sesungguhnya menjadi tantangan bagi segenap tenaga pemasar atau agen asuransi, untuk lebih menggenjot penetrasi pasarnya dengan berbagai macam cara dan saluran yang tersedia. Terpenting, yang tidak bisa diabaikan begitu saja adalah, usaha-usaha untuk terus mengedukasi masyarakat, agar mereka semakin memahami tentang produk unit link.

Sunday, 11 November 2018

Manfaatkan Layanan Skrining Kesehatan Gratis Dari BPJS Kesehatan, Agar Bebas Dari Resiko Penyakit Kronis



Masyarakat akan sangat di untungkan dengan keberadaan program JKN-KIS yang telah digulirkan oleh pemerintah. Selain bisa mendapatkan  penanganan  medis  di fasilitas kesehatan yang bekerja sama denga BPJS Kesehatan saat terkena penyakit, Peserta juga bisa  mendapatkan  manfaat  pelayanan  promotif  dan  preventif, seperti  skrining  kesehatan  untuk  mendeteksi risiko penyakit dan mencegah dampak lanjutan dari risiko penyakit tertentu.
Sebagaimana di lansir dari majalah “Info BPJS Kesehatan” edisi 991, salah satu dari beberapa pelayanan skrining kesehatan yang bisa didapatkan oleh peserta JKN-KIS adalah pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Papsmear. Tujuan dilakukannya pemeriksaan ini adalah guna mendeteksi kemungkinan adanya kanker serviks. Yakni salah satu jenis kanker yang termasuk paling mematikan pada wanita. Kanker ini disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Deteksi dini kanker serviks ini sudah masuk dalam skema pembiayaan program JKN-KIS, sehingga peserta JKN-KIS bisa melakukan skiring tanpa perlu lagi mengeluarkan uang untuk biayanya.
Jika peserta JKN-KIS ingin melakukan deteksi dini tehadap resiko kanker serviks ini, peserta dapat mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang memiliki pelayanan   Papsmear dan IVA, dan meminta untuk dilakukan pemeriksaan. Jika nantinya dari hasil pemeriksaan tersebut peserta JKN-KIS terdapat hasil sel serviks yang tidak normal atau  berupa lesi  pra  kanker, maka dapat  dilakukan  terapi  krioterapi,  yaitu  metode  perusakan  sel-sel  pra  kanker  dengan  cara  dibekukan.
Terapi  krioterapi ini juga bisa dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Akan tetapi bagi peserta JKN-KIS yang membutuhkan pemeriksaan dan penatalaksanaan lanjutan, FKTP  nantinya akan bisa merujuk peserta tersebut ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan  medis lebih lanjut.
Perlu dikahui, bahwa deteksi  dini  kanker  serviks  menggunakan  metode  IVA  dan  papsmear  ini merupakan  hal  yang  sangat penting. Karena infeksi yang disebabkan oleh virus HPV, yang  umumnya ada pada alat kelamin ini; pada stadium awal penyakit ini tidak menimbulkan gejala apapun. Celakanya, ketika sudah berada pada stadium lanjut, kanker serviks ini akan menjadi  sulit untuk disembuhkan.
BPJS Kesehatan juga menyediakan layanan mobile skrining untuk mendeteksi gejala penyakit    kronis sepert diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik, dan juga jantung koroner. Gejala dari beberapa penyakit kronis ini seringkali diabaikan oleh masyarakat. Pada fase awal, umumnya mereka tidak merasa terganggu oleh gejala yang muncul. Kebanyakan barulah sadar mereka mengidap penyakit tersebut ketika sudah mencapai fase lanjut. Karenanya, perlu dilakukan  skrining kesehatan untuk mengetahui risiko penyakit tersebut. 
Dengan adanya layanan mobile skrining yang lebih mudah dan  praktis,  peserta  JKN-KIS  tidak  harus melakukan skrining riwayat kesehatan di fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan. Mereka kini bisa melihat potensi risiko kesehatannya melalui menu Skrining Riwayat Kesehatan pada aplikasi Mobile JKN.

Inilah Perusahaan Asuransi Dengan Kinerja Investasi Terbaik Versi Majalah Infobank 2018


Selasa, 6 November 2018, Majalah Infobank dan Pasar Dana menggelar “Infobank Unit Link Awards 2018” di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebuah ajang yang bertujuan untuk mengukur seberapa baik kinerja investasi dari produk asuransi unit link. Dan hasilnya, ada 17 perusahaan asuransi jiwa nasional yang berhasil meraih penghargaan tersebut.
Ke-17 perusahaan asuransi jiwa tersebut diberi penghargaan karena memiliki produk unit link dengan kinerja terbaik, baik dari sisi return maupun risk, dengan predikat “Bintang Lima”.
Dalam melakukan pengukuran kinerja produk unit link ini, ada empat kategori yang dinilai, yakni kategori pasar uang, pendapatan tetap, saham, dan campuran. Masing-masing kategori diukur kinerjanya dalam 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun.
Selain produk unit link konvensional, Infobank bekerjasama dengan Pasar Dana juga mengukur kinerja produk unit link syariah. Untuk produk syariah, kinerjanya diukur dalam satu tahun, tiga tahun, dan lima tahun.
Dari hasil pengukuran, 17 perusahaan asuransi jiwa berhasil mengantar produk unit link-nya meraih predikat “Bintang Lima”, sehingga berhak meraih penghargaan “Infobank Unit Link Awards 2018”. Ke-17 perusahaan asuransi jiwa tersebut berhasil meraih 68 penghargaan sesuai kategori dan tahun kinerja.
Berikut adalah 17 perusahaan asuransi jiwa yang berhasil meraih penghargaan, sebagaimana dikutip dari infobanknews.com:
  1. Asuransi Jiwa Central Asia Raya (CAR)
  2. Prudential Life Assurance
  3. Sun Life Financial Indonesia
  4. Avrist Assurance
  5. Equity Life Indonesia
  6. Asuransi Allianz Life Indonesia
  7. AIA Financial
  8. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia
  9. Asuransi Jiwa Bumiputera 1912
  10. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG
  11. Wanaartha Life
  12. Tokio Marine Life Insurance Indonesia
  13. Great Eastern Life Indonesia
  14. Asuransi Simas Jiwa
  15. Astra Aviva Life
  16. Chubb Life Insurance Indonesia, dan
  17. Asuransi Jiwasraya (Persero).

“Kami ucapkan selamat kepada 17 perusahaan asuransi jiwa yang berhasil menggenjot kinerja produk unit link-nya sehingga berhak mengantongi predikat Bintang Lima,” ujar Eko B. Supriyanto, Direktur Biro Riset Infobank (birI) dalam kata sambutannya.

Sunday, 14 October 2018

7 Alasan Orang Belum Mau Punya Asuransi


Mendapatkan asuransi jiwa bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Sebab Anda bisa mendapatkannya selagi Anda mau. Namun, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan sebelum membeli asuransi.
Misalnya, track record perusahaan asuransi, polis yang diberikan, produk yang ditawarkan, dan apa saja keuntungan yang bisa didapat dari asuransi tersebut.
Namun, beberapa orang merasa takut sekali untuk menggunakan asuransi jiwa. Karena itu, banyak sekali alasan yang muncul untuk tidak memiliki asuransi jiwa.
Berikut ini adalah alasan-alasan mengapa masyarakat tidak memiliki asuransi jiwa seperti dikutip dari Cermati.com
Premi Asuransi Jiwa Mahal
Asuransi jiwa adalah kebutuhan yang seharusnya dimiliki semua orang. Sayangnya, tidak semua orang memiliki asuransi jiwa. Alasannya adalah harga asuransi jiwa yang mahal. Asuransi jiwa bisa saja memiliki harga premi yang mahal.
Semua itu tergantung dari kondisi Anda yang tergantung pada usia, kondisi kesehatan, dan kondisi finansial. Premi memang akan lebih mahal jika Anda mendaftarkan diri sebagai nasabah asuransi pada usia yang sudah tidak produktif lagi.
Namun, hal ini akan berbeda jika Anda mendaftarkan diri sebagai nasabah di usia yang masih muda. Sebab premi yang Anda harus bayarkan akan lebih murah. Hal ini dikarenakan minimnya risiko gangguan kesehatan pada nasabah usia muda.
Selain mendaftarkan diri sebagai nasabah saat usia masih muda, Anda juga bisa membeli asuransi dengan perlindungan berjangka. Asuransi berjangka adalah asuransi yang aktif dalam jangka waktu tertentu, misalnya 10 tahun atau lebih. Atau jika ingin asuransi seumur hidup, Anda bisa memilih whole life insurance.
Asuransi ini akan memberikan Anda perlindungan hingga wafat nanti. Dengan begitu, keluarga Anda juga bisa merasakan manfaat asuransi ini dengan mendapatkan uang santunan kematian.
Ambil Asuransi Jiwa Ketika Akan Memasuki Usia Tua
Mendaftarkan diri sebagai nasabah asuransi jiwa pada usia yang sudah tidak produktif adalah keputusan yang kurang tepat. Keputusan tersebut malah akan membebani Anda karena premi yang harus dibayarkan setiap bulan akan jauh lebih mahal dibandingkan jika mendaftarkan diri sewaktu muda.
Karena itulah, mengapa Anda lebih baik mendaftarkan diri sebagai nasabah asuransi pada usia yang produktif atau masih muda agar Anda bisa mendapatkan perlindungan sejak dini dan harga premi yang harus dibayarkan juga lebih murah.
Lebih Baik Berinvestasi
Sadarkah Anda jika dengan mengambi asuransi Anda bisa berinvestasi? Banyak orang yang tidak mengetahui tentang informasi ini sehingga berpikir asuransi hanyalah jasa perlindungan kesehatan, pendidikan, dan santunan kematian.
Padahal, asuransi juga menawarkan fitur untuk berinvestasi yang disebut asuransi unit link, yaitu asuransi jiwa yang tidak hanya menawarkan perlindungan, tapi juga menawarkan investasi yang menguntungkan. Hasil dari investasi ini nantinya akan memudahkan Anda untuk membayar premi, memenuhi kebutuhan tak terduga, dan lain sebagainya.
Khawatir Kalau Ambil Asuransi Jiwa Adalah Keputusan yang Salah
Banyak orang merasa takut atau was-was dengan keputusannya untuk menjadi nasabah asuransi jiwa. Anda takut mengambil keputusan yang salah ketika akan membeli asuransi jiwa sehingga membatalkan untuk membeli asuransi jiwa. Jangan takut.
Sebab Anda bisa meminta bantuan pihak asuransi yang selalu siap menjawab seluruh pertanyaan. Tidak hanya dari pihak asuransi, Anda bisa mencari tahu karena pada saat ini bermacam-macam informasi bisa diakses lewat internet.
Anda bisa mencari informasi mengenai asuransi di beberapa website Fintech. Dalam website tersebut, Anda bisa mencari tahu tentang apa pun seputar finansial. Anda juga bisa mencari agen asuransi yang terpercaya melalui website tersebut sehingga keputusan dalam memilih asuransi tidak akan salah.
Saya Sudah Terproteksi Asuransi dari Kantor
Umumnya perusahaan menyediakan asuransi untuk karyawannya. Namun, terkadang perlindungan tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan karyawannya. Hal inilah yang harusnya dipikirkan. Jangan merasa cukup dengan asuransi dari kantor saja.
Asuransi dari kantor umumnya memiliki batasan tertentu, sedangkan kebutuhan setiap karyawan berbeda. Inilah sebabnya mengapa Anda harus memikirkan untuk membeli asuransi jiwa di luar asuransi kantor.
Sulit untuk Mengajukan Klaim
Sulitnya mengajukan klaim bukanlah alasan tepat bagi Anda yang tidak menggunakan asuransi. Klaim bukanlah hal yang sulit untuk dikabulkan pihak asuransi. Anda harus memiliki alasan yang tepat untuk mendapatkan dana.
Untuk menghindari sulitnya pengajuan klaim, sebelum Anda membeli asuransi, ada baiknya pelajari polis yang diberikan. Pastikan jika tidak ada pembatasan yang menyulitkan Anda untuk mengakses uang tunai.

Manfaat Asuransi Bagi Anda
Kenali manfaat asuransi untuk kehidupan Anda sejak dini agar mampu hidup aman, tenteram, dan bahagia di masa depan. Ada banyak sekali manfaat yang bisa Anda tuai dari asuransi, misalnya perlindungan kesehatan, biaya berobat, biaya sekolah anak, dan lain sebagainya. Asuransi sangat disarankan untuk dimiliki Anda yang berprofesi sebagai kepala keluarga.

Sebab jika suatu saat terjadi sesuatu pada diri Anda, keluarga akan mendapatkan santunan kematian yang bisa digunakan untuk biaya hidup sehari-hari.

Monday, 8 October 2018

AAJI Gandeng Dukcapil

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia ( AAJI) dan perusahaan anggota AAJI meneken kerja sama dengan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. Kerja sama tersebut dilakukan guna memanfaatkan nomor induk kependudukan (NIK), data kependudukan, dan KTP elektronik. Ketua Bersama AAJI Maryoso Sumaryono mengatakan, kerja sama tersebut diperlukan bagi AAJI dan perusahaan-perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI guna proses verifikasi identitas nasabah asuransi dan identitas calon agen atau tenaga pemasar perusahaan berlisensi.
“Melalui kerja sama ini, AAJI dan perusahaan anggota tentu akan mendapatkan banyak manfaat dan kemudahan, seperti halnya dalam proses verifikasi identitas nasabah sehingga akan memudahkan dalam hal permintaan atau pembukaan produk layanan bagi nasabah baru dan juga akan mempercepat proses layanan keuangan kepada para nasabahnya dalam hal klaim," jelas Maryoso selepas penandatanganan kerja sama di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (4/10/2018
Adapun penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Ketua Bersama AAJI, direksi 40 perusahaan asuransi jiwa, dan Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh. Berkaitan dengan itu, Zudan menjelaskan bahwa kerja sama pemanfaatan data kependudukan, NIK dan KTP elektronik dengan AAJI dan perusahaan-perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem single identity number. "Ke depannya, data kependudukan tunggal ini dapat digunakan untuk semua keperluan termasuk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat atau nasabah dan lebih mengoptimalkan sistim administrasi perusahaan melalui ketersediaan data kependudukan dan pencatatan sipil yang akurat," tutur Zudan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menerangkan, pemanfaatan data kependudukan, NIK, dan KTP elektronik akan menjadi bagian dari pengendalian risiko saat proses verifikasi data nasabah. "Kerja sama ini akan menjadi bagian dari pengendalian risiko yang semakin penting karena identitas nasabah dapat ditelusuri dan diverifikasi. Bagi nasabah sendiri tentunya dapat memberikan perlindungan dan kepastian hukum atas keabsahan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil tersebut," ungkap Togar. Selain itu, kerja sama ini juga penting untuk meningkatkan dan menciptakan penyelenggaraan usaha industri asuransi yang sehat dan transparan. Hal itu terutama dalam rangka penerapan tata kelola perusahaan yaang baik dan mendukung program anti pencucian uang serta pencegahan pendanaan terorisme di lingkungan perusahaan perasuransian.

Pilih Agen Asuransi

loading...