Referensi Memilih Asuransi & Investasi: berita asuransi
Most Popular
Showing posts with label berita asuransi. Show all posts
Showing posts with label berita asuransi. Show all posts

Sunday, 27 January 2019

Inilah Solusi Saat Anda Harus Berhenti Kerja Karena Sakit Ataupun PHK


Hasil gambar untuk polis prudential
Sebuah pertanyaan menarik sempat viral di media sosial, bisakah orang hidup tanpa asuransi? Jawabannya sederhana, bisa.
Lihat saja orang tua dan kakek-nenek kita, tanpa punya asuransi pun bisa hidup aman dan damai sentosa sampai tua. Juga banyak diantara teman-teman kita yang tidak punya asuransi, tapi sampai hari ini hidup mereka baik-baik saja (kecuali mereka yang kena musibah).
Namun bisakah orang hidup tanpa penghasilan? Jawabannya 90 % tidak bisa. Yang 10 % bisa, tentu saja atas kehendak dan kuasa Tuhan Yang Maha Esa.
Jika mau, anda boleh mencoba berhenti bekerja selama satu bulan saja. Atau kembalikan seluruh gaji ke bos anda. Tentunya anda akan bingung dari mana uang untuk membiayai beragam kebutuhan hidup, seperti makanan, pakaian, bayar listrik, beli pulsa, cicil KPR, utang kendaraan, bayar SPP sekolah anak, dan lain lain.
Bisakah kebutuhan-kebutuhan hidup itu berhenti? Sangat bisa, jika kita sudah tidak adalagi di dunia ini. Ya, benar sekali semua kebutuhan hidup itu hampir tidak bisa berhenti sama sekali. Apalagi sekarang kita hidup dijaman yang serba uang.
Kita butuh makan dan minum setiap hari. Kita butuh pulsa, listrik, bensin setiap hari. Utang, jika telah dibuat, harus dibayar apa pun yang terjadi. Dan semua itu dibayar dari penghasilan.
Lalu, bisakah penghasilan kita berhenti? Sangat bisa. Tentu saja jika kita berhenti bekerja, penghasilan kita pun juga akan berhenti. Kecuali, jika kita telah memiliki aset besar yang memberikan kita passive income dalam jumlah yang cukup untuk membiayai hidup kita. Namun, orang seperti ini pasti jumlahnya juga tidak banyak didunia ini.
Sudah tahukah kita, apa saja yang membuat kita berhenti bekerja? Jawabannya ada beberapa faktor:
  • Dipecat/PHK
  • Pensiun
  • Sakit berat.
  • Cacat tetap.
  • Meninggal dunia.

Lantas, apa solusi untuk semua penyebab tersebut? Dipecat/PHK, solusinya adalah mencari pekerjaan atau bisnis lain. Jika pensiun, solusi paling masuk akal adalah hidup dengan biaya dari hasil tabungan atau investasi semasa kita masih produktif dan bekerja, namun sekali lagi orang jenis ini jumlahnya juga tidak banyak. Yang banyak terjadi adalah bergantung pada kebaikan hati sang anak dalam merawat orang tua.
Sakit berat, tidak ada solusi jika terlanjur sudah terlanjur kejadian, Cacat tetap juga sama, tidak ada solusi jika terlanjur sudah terjadi. Tidak akan ada perusahaan atau orang yang mau mempekerjakan orang yang menderita penyakit berat atau cacat tetap. Termasuk meninggal dunia, juga tidak ada solusi jika terlanjur kejadian, karena orang yang sudah meninggal dunia tentu saja sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Sadarkah kita, point-point diatas tersebut dampak kerugiannya sungguh luar biasa bagi kehidupan kita, terutama kehidupan orang-orang yang selama ini nafkahnya menjadi tanggungan dan kewajiban kita. Keluarga, istri dan anak yang masih tetap harus melanjutkan hidupnya, dan juga dengan kebutuhan akan biaya hidup yang tidak mungkin berhenti dengan berhentinya pekerjaan dan penghasilan kita.
Namun, untuk semua point tersebut diatas, selama masih belum terjadi, tentu saja ada solusi yang bisa kita persiapkan jauh sebelumnya. Solusi paling murah dan masuk akal adalah membeli asuransi dan memulai investasi.
Asuransi tidak bisa mencegah datangnya sakit kritis atau cacat tetap, juga tidak bisa mengembalikan nyawa orang yang telah meninggal dunia, namun asuransi penyakit kritis bisa memberikan santunan penghasilan saat seorang nasabah terkena resiko sakit berat, asuransi kecelakaan dan cacat tetap total juga akan memberikan santunan pengganti penghasilan ketika resiko cacat tetap terjadi pada nasabah. Asset hingga milyaran juga akan diberikan sebagai santunan kepada ahli waris saat seorang peserta asuransi jiwa meninggal dunia. Dan, dengan memulai berinvestasi sejak dini, kita akan memiliki bekal keuangan yang cukup ketika suatu saat dengan terpaksa kita harus berhenti bekerja. Entah karena PHK ataupun pensiun.
Kabar baiknya adalah, anda tidak perlu pusing dan ribet dengan membeli satu per satu program-program tersebut. Cukup satu produk, karena kesemuanya tersedia dalam produk unitlink Prudential. 1 polis untuk semua manfaat perlindungan asuransi, sekaligus potensi keuntungan investasi.


Thursday, 17 January 2019

Pilih Mana; Asuransi Atau Investasi? Sebuah Pengantar



Pernah mendengar istilah-istilah berikut ini; investasi? Asuransi? Tahu dan fahamkah anda bagaimana perbedaan diantara keduanya?
Pernah mengenal istilah-istilah berikut ini; saham? Reksadana? Unitlink? Tahu dan fahamkah anda bagaimana ketiganya berbeda, dan bahkan seringkali diperdebatkan dalam forum-forum komentar social media?
Ada banyak orang yang hanya mengenal atau bahkan hanya pernah mendengar istilah-istilah tersebut diatas, atau mungkin memahami hanya sekedarnya saja. Memahami hanya pada bagian kulit luarnya saja, tidak secara utuh. Bahkan meskipun itu seorang agen asuransi, atau pialang saham, ataupun juga agen reksadana.
Bahwa seorang agen asuransi memahami produk asuransinya, itu adalah sebuah keniscayaan. Bahwa seorang pialang saham sangat hafal seluk belu persahaman adalah benar, dan bahwa seorang agen reksadana mampu menjelaskan secara detil portofolio reksadananya itu adalah wajar. Tetapi tidak banyak orang yang mampu memahami ketiganya sekaligus.
Dan inilah yang menjadi masalah sehingga memicu perdebatan. Agen reksadana dan pialang saham akan dengan sangat menggebu-gebu menyatakan, “Jangan taruh uangmu di asuransi, rugi!”.
“Lebih baik taruh di reksadana bla..bla..bla.., dalam jangka waktu sekian tahun pasti sudah untung sekian belas persen”, kata agen reksadana.
“Mending belikan saham A… atau saham B… atau sekaligus saham C…, nanti dalam kurun waktu tertentu pasti nilainya sudah berlipat-lipat kali naik”, tukas pialang saham.
Ketika terjadi perdebatan seperti itu, apa kata agen asuransi? “Ya meskipun untung, tapi kan belum aman dari resiko sakit,, kecelakaan,, bla..-bla… bla… malah-malah gimana kalau harga saham dan reksadananya jatuh, terus kamu nya kena serangan jantung, uang mana lagi yang mau dipakai buat biaya berobat?.
Itulah agen asuransi, jawabnya betul, tetapi keluar dari substansi. Masalah investasi tentu saja jawabnya juga harus berdasarkan investasi juga. Nah, ini jadi masalah selanjutnya; tidak banyak agen asuransi yang memahami dan menguasai ilmu perinvestasian.
Padahal produk asuransi sekarang ini yang lagi marak adalah produk asuransi unitlink. Sebuah produk yang memadukan antara proteksi asuransi dengan keuntungan berinvestasi. Sayangnya, masih banyak agen asuransi yang hanya memahami pada bagian asuransi nya saja, pada bagian investasi yang difahami hanya sekedarnya saja.
Masalah selanjutnya lagi adalah, justru banyak terjadi diantara agen asuransi sendiri yang berdebat, baik agen asuransi dalam satu perusahaan maupun agen antar perusahaan asuransi. “Apakah asuransi bisa menguntungkan sencara investasi?” jawabannya bervariasi, tergantung bagaimana tingkat pemahaman agen yang bersangkutan terhadap ilmu perinvestasian. Dan jawaban ini bisa anda simak di kolom-kolom komentar media social, dan hasilnya adalah; perdebatan yang tiada henti dan tiada solusi. Semakin kita mengikuti perdebatan, semakin kita akan dibuat bingung dan galau, “Beli asuransi aman gak ya, untuk menyiapkan perencanaan keuangan masa depan?”
Dan pada bagian inilah yang akan dibidik oleh artikel ini. Bagaimana memahami asuransi dan investasi? Bagaimana membedakan dan bahkan mengelola asuransi (unitlink) sebagaimana mengelola portofolio reksadana dan saham untuk mempersiapkan keuangan dimasa depan?
Namun, karena artikel ini pasti akan jadi sangat panjang, maka agar tidak terlalu panjang, artikel ini akan dibuat secara berseri, dengan masing-masing judul yang berbeda, dalam tema besar; “Bagaimana meraih keuntungan di masa depan dengan berinvestasi di unitlink, sebagaimana untung nabung saham dan reksadana”. bersambung

Friday, 21 December 2018

Togar: Unitlink Disebut Instrumen Investasi Produk Asuransi Jiwa Konvensional Makin Ditinggalkan



Produk asuransi konvensional tampaknya bakal semakin ketinggalan. Perlahan-lahan masyarakat mulai beralih ke unitlink atau produk asuransi berbalut investasi.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, di kuartal III/2018 perolehan premi secara industri mencapai Rp 141,14 triliun. Ketua Bersama Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Maryoso Sumaryono mengatakan, hingga akhir tahun perolehan premi diprediksikan mencapai Rp 221,19 triliun atau naik hingga 14,4 persen.
Data AAJI juga menunjukkan prediksi perolehan premi industri asuransi jiwa pada 2019 bakal mencapai Rp 257,38 triliun. Rinciannya, premi unitlink diprediksi mencapai Rp 131,16 triliun, dan premi tradisional mencapai Rp 126,51 triliun.
Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu mengatakan, hingga saat ini unitlink masih menjadi produk yang diinginkan dan dibutuhkan masyarakat.
“Masyarakat kita itu cenderung memandang polis asuransi jiwa unitlink sebagai instrumen investasi, yang dapat mereka nikmati pada saat mereka pensiun atau tidak lagi produktif. Sehingga di masa tuanya, mereka masih memiliki tabungan,” katanya.
Tumbuh positif
Tren pertumbuhan premi unitlink juga terjadi pada PT Asuransi Allianz Utama Indonesia. Direktur Allianz Life Indonesia, Meylindawati mengatakan, hingga Oktober 2018, perusahaannya mencatatkan pertumbuhan positif atas perolehan premi produk unitlink Allianz.
Menurut dia, kenaikan premi unitlink Allianz selaras dengan bisnis asuransi yang terus bertumbuh, terutama melalui kanal distribusi agensi dan bancassurance.
“Per Oktober 2018, perolehan premi unit link Allianz mencapai Rp 5,87 triliun, atau naik sebesar 26,25 persen secara year on year (yoy),” jelasnya.
Agak berbeda, PT Asuransi Jiwa BCA atau BCA Life masih fokus menggarap produk asuransi jiwa tradisional. Hingga Oktober 2018, perusahaan mencatatkan perolehan premi mencapai Rp 524,23 miliar, atau naik 29 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp 405,53 miliar.
Lely Pekih, Head of Department Marketing Communication BCA Life, menyatakan, kenaikan jumlah premi tersebut disumbang dari produk asuransi tradisional.
BCA Life memiliki multichannel distribusi pemasaran bisnis, antara lain telemarketing, bancassurance, credit life, dan corporate solution.
"Perusahaan juga mencatat hingga Oktober 2018 total klaim dan manfaat yang telah dibayarkan BCA Life sebesar Rp 127,95 miliar. Jumlah itu meningkat 53,7 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, yaitu Rp 83,23 miliar," terangnya.

*Artikel Asli dari Tribunjateng.com 

Monday, 17 December 2018

Tantangan Asuransi Syariah di Tengah Rendahnya Penetrasi Pasar



Tahun 2017, penetrasi keuangan syariah di Indonesia diperkirakan baru sekitar 6% untuk asuransi dari keseluruhan pengguna jasa keuangan yang ada. Sementara itu di tahun yang sama, pemerintah Indonesia telah mengesahkan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) untuk meningkatkan peran Indonesia sebagai pusat industri keuangan syariah secara global.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun lalu juga meluncurkan roadmap yang dirancang untuk menciptakan industri layanan keuangan syariah yang berkesinambungan sehingga dapat bersaing dengan layanan keuangan konvensional di Indonesia.
Fitri Lindawati Lubis, Head of Fixed Income Allianz Life Indonesia,mengatakan, sebagai salah satu investor dalam industri keuangan syariah harus memperhatikan tantangan dalam membeli aset yang sesuai dengan prinsip syariah. “Kami harus memastikan aset tersebut memenuhi persyaratan sesuai fatwa dari Dewan Syariah Nasional. Selain isu ketersediaan  aset pada saat pembelian, investor juga harus memastikan bahwa likuiditas setelah pembelian aset tersebut tersedia di pasar. Peraturan dari regulator (OJK) juga diharapkan akan mendukung proses pembelian aset tersebut,” kata Fitri.
Di dalam acara ini, pembahasan yang tak kalah menarik adalah mengenai tantangan yang dihadapi dalam upaya mengembangkan keuangan syariah di Indonesia, termasuk di dalamnya mengenai pangsa pasar yang besar, pilihan produk yang terbatas dan kebutuhan untuk meningkatkan literasi keuangan syariah. Selain itu peran fintech yang terus berkembang juga tidak bisa diabaikan untuk menjadi pertimbangan semua pihak untuk mengembangkan dan meningkatkan industri keuangan syariah di Indonesia.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Fitri mengatakan, pihaknya mengeluarkan produk asuransi jiwa dan kesehatan syariah. “Selain itu kami juga melakukan beberapa strategi untuk meningkatkan penetrasi produk keuangan syariah. Salah satunya melalui sosialisasi dan edukasi produk asuransi syariah. Kami juga bekerjasama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah secara rutin ke berbagai daerah di Indonesia.
Pasar milenial juga menjadi salah satu fokus strategi bisnis Allianz Syariah. Mulai tahun 2018 ini, Allianz Syariah mengampanyekan “Syariah is Now” untuk mengembangkan jaringan pemasarannya dengan perekrutan terhadap generasi milenial yang berminat mengembangkan kemampuan kewirausahaan. Sementara langkah yang dilakukan adalah dengan mengadakan sosialisasi mengenai asuransi syariah secara rutin terutama ke kampus-kampus dan membuka akses seluas-luasnya bagi para milenial yang ingin memperdalam pemahaman mengenai asuransi syariah.
Srikandi Utami, Managing Director Sharia Allianz Life Indonesia, menjelaskan upaya yang telah dilakukan adalah untuk memaksimalkan strategi bisnis khususnya unit bisnis syariah. “Untuk mendukung tujuan memperkuat posisi di dalam potensi segmen pasar milenial, Allianz Life Syariah memiliki keselarasan strategi dengan Allianz Life konvensional dalam memberikan fasilitas pelayanan berbasis digital baik kepada mitra bisnis dan nasabah. Beberapa inisiatif yang sudah dilakukan adalah dengan menyediakan platform layanan pengajuan asuransi, pelayanan terkait informasi polis dan klaim yang dapat dilakukan secara online,” ujarnya. Ke depan, Allianz Life Syariah akan berfokus pada edukasi dan sosialisasi terhadap generasi milenial.

*Berita Asli dari swa.co.id

Masuki Libur Akhir Tahun, Adira Insurance Tawarkan Asuransi Bagi Traveller



MENJELANG libur akhir tahun, para traveller tentunya sudah mulai menyusun rencana liburan mereka. Bahkan ada yang sudah merencanakannya jauh-jauh hari, 2 atau 3 bulan sebelumnya.
Namun di balik nikmatnya jalan-jalan tersebut, ada risiko yang kemungkinan terjadi selama liburan. Salah satu risikonya adalah kecelakaan.
Menurut data Korlantas Polri, sepanjang 2017 terjadi 105.603 kali kecelakaan lalu lintas dengan 31.312 korban jiwa dan luka berat sebanyak 15.586 orang.
Untuk meminimalisir risiko tersebut, perlindungan asuransi bisa menjadi solusinya.
Digital Business Division Head PT. Adira Insurance Jonathan David Nandana mengatakan, Adira Insurance memiliki produk asuransi perjalanan Travellin yang bisa memberikan perlindungan bagi para traveller.
Dengan Travellin, kata dia, traveller dapat menikmati keuntungan berupa premi yang dihitung harian traveller tidak mesti membeli asuransi secara paketan apabila hanya bepergian dalam jangka waktu pendek.
"Hal lain yang menarik bagi traveller yang suka bepergian ke luar negeri adalah Travellin sudah memenuhi persyaratan visa Schengen, dan juga call center-nya yang bisa dihubungi 24 jam," kata Jonathan David, Senin (11/15/2018).
Travellin juga memiliki dua jenis varian, yakni perlindungan untuk perjalanan keluar negeri (internasional) dan perjalanan di dalam negeri (domestik).
"Nah, bagi yang mengkhawatirkan risiko kecelakaan, salah satu perlindungan yang diberikan Travellin adalah jaminan atas risiko dalam perjalanan," ungkapnya.
Perlindungan lainnya adalah perawatan medis, ketidaknyamanan dalam perjalanan, bagasi dan barang pribadi, personal liability dan jaminan tambahan lainnya.
Harga preminya juga cukup terjangkau, yakni Rp 10.000 per hari untuk Travellin domestik dan Rp 19.000 per hari untuk Travellin internasional.
Untuk memudahkan traveller mendapatkan Travellin, menurut Jonathan, traveller dapat langsung mengakses website asuransiadira.com dan travellin.co.id.
Khusus untuk travellin.co.id, dapat dipergunakan dengan mudah oleh travel agen serta e-commerce rekanan yang dapat diintegrasikan menggunakan koneksi API (Application Programming Interface).
Layanan yang tersedia dalam website travellin.co.id adalah layanan pembelian, pembayaran, hingga klaim saat ini sudah dapat dilakukan oleh pelanggan dengan menggunakan platform tersebut. Per Oktober 2018 platform digital travellin.co.id secara akumulatif sudah melayani lebih dari 95.000 pelanggan dengan total premi lebih dari Rp. 5 miliar
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Masuki Libur Akhir Tahun, Adira Insurance Tawarkan Asuransi Bagi Traveller, http://wartakota.tribunnews.com/2018/12/11/masuki-libur-akhir-tahun-adira-insurance-tawarkan-asuransi-bagi-traveller.

*Berita Asli dari wartakota.tribunnews.com

Asuransi Tugu Pratama Siapkan Ekspansi Bisnis Segmen Retail pada 2019

Keseriusan Tugu Pratama menggarap segmen ritel mendapat respon positif yang tercermin dari kenaikan harga saham TUGU sebesar 5% dalam sebulan terakhir.
Asuransi Tugu Pratama terus berupaya mengembangkan lini produk dan layanan ekspansi ke pasar ritel. Presiden Komisaris Tugu Pratama yang baru saja terpilih menggantikan Presiden Komisaris sebelumnya Arief Budiman, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung hari ini, Kamis (6/12), Koeshartanto, menyatakan akan secara serius menggarap bisnis ritel ini dan melakukan penguatan di bisnis yang sudah eksisting di segmen korporasi.
Presiden Direktur Tugu Pratama Indra Baruna mengatakan, mereka akan meluncurkan beberapa produk asuransi ritel dengan biaya yang terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. "Dengan demikian seluruh masyarakat bisa menikmati keuntungan dalam berasuransi. Kami berharap, dalam waktu dekat akan memperkenalkan beberapa produk ritel baru dengan mengajukan izin kepada OJK selaku regulator," papar Indra melalui siaran resmi yang didapat Katadata.co.id, Kamis (6/12).
Salah satu produk yang akan segera diluncurkan anak usaha PT Pertamina (Persero) ini yaitu asuransi perjalanan domestik dan internasional yang bernama T Travella. Tugu Pratama juga akan segera memperkenalkan produk ritel lainnya dalam waktu dekat.
Untuk memperkuat operasional dan marketing bisnis ritelnya, Indra mengungkapkan Tugu Pratama akan menambah sejumlah jaringan kantor cabang dan point of sales and services (POSS). Menurut Indra, potensi pasar asuransi ritel di Indonesia masih sangat besar. "Karena itu kami akan terus menggenjot segmen ini yang sudah dilakukan sejak pertengahan 2018," ujarnya.
Indra menyampaikan, konsistensi perusahaan untuk masuk ke bisnis ritel mendapat respon positif dari pemegang saham. Terbukti, harga saham perusahaan asuransi yang berkode emiten TUGU ini melonjak hingga 5& dalam sebulan terakhir ini, yaitu dari Rp3.210 per saham pada 5 November 2018 menjadi Rp3.370 per saham pada 3 Desember 2018.
Hingga bulan Oktober 2018, Tugu Pratama telah mengantongi pendapatan premi bruto sebesar US$ 155,84 juta atau naik 18,13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 131,93 juta. Segmen ritel yang lebih serius digarap turut mendorong pertumbuhan pendapatan premi Tugu Pratama.

*Berita Asli dari katadata.co.id

Sunday, 16 December 2018

Jasaraharja Putera Masuki Era Digitalisasi



PT Jasaraharja Putera (JP Insureance) mengembangkan inovasi produk melalui transformasi digital (insurtech), yakni aplikasi JP-Mobile Application berupa JP Trip (Asuransi Perjalanan) dan AKD Plus (Asuransi Kecelakaan Diri Plus).
“Aplikasi mobile ini guna meningkatkan pelayanan dan memudahan masyarakat dalam berasuransi,” kata Direktur Utama Jasaraharja Putera (JP), Zulmahdiar, akhir pekan lalu.
Pengembangan ini, kata Zulmahdiar, sejalan dengan perkembangan jaman sebagaimana kalangan milenial yang selalu akrab dengan aplikasi mobile.
“Intinya, cukup dengan menggunakan jari, siapapun bisa masuk untuk mengakses JP-Mobile,” katanya di sela acara media gathering. Berbanding lurus dengan pengembangan produk tersebut, JP tengah menyiapkan transformasi sumber daya manusia (SMD), software, hardware maupun semua perangkat pendukung yang mengarah pada digitalisasi.
“Secara tidak langsung kita juga akan mengubah budaya masyarakat dalam berasuransi di era digitalisasi,” jelas Zulmahdiar. Menurut dia, karena sedang berproses dari sistem konvensional menuju digitalisasi, JP harus siap bekerjasama dengan berbagai pihak yang sudah ahli di bidang masing-masing.
“Misalnya, tahun depan kami akan coba bekerjasama dengan stratup dan IT yang sudah berpengalaman,” ujar Zulmahdiar.
Dijelaskan, dalam aplikasi JP-Mobile terdapat beberapa produk asuransi yang bapat dipilih masyarakat, di antaranya jaminan meninggal dunia akibat kecelakaan, cacat tetap akibat kecelakaan, biaya pengobatan akibat kecelakaan, hingga pemulangan medis darurat akibat kecelakaan.
Meskipun sudah melakukan soft launching sekaligus mulai memasuki era digitalisasi, menurut Zulmahdiar, layanan konvensional masih terus berjalan.
“Kami menawarkan kemudahan melalui digitalisasi namun masih tetap mengakomodir sistem konvensional,” pungkasnya.


*Berita Asli dari KoranJakarta.com

Tuesday, 11 December 2018

Baru 1,7 Persen Warga RI Punya Asuransi, Industri Diminta Sigap


Dewan Asuransi Indonesia (DAI) mengungkapkan pasar industri di sektor ini masih sangat besar. Hal tersebut terlihat dari masih sedikitnya masyarakat yang memiliki asuransi.
Ketua DAI Dadang Sukresna mengatakan, jumlah penduduk Indonesia, yang sampai akhir 2018, diproyeksikan mencapai lebih dari 265 juta jiwa. Namun, yang memiliki asuransi tercatat baru 1,7 persen.
"Jumlah penduduk yang sangat besar ini, merupakan opportunity, khususnya bagi industri asuransi di Indonesia," ujar Dadang dikutip Rabu 21 November 2018 dari keterangan resmi DAI.
Dia menjelaskan, cara paling efektif untuk mengambil pasar tersebut adalah dengan mengedukasi dan menjelaskan pentingnya asuransi sebagai investasi jangka panjang bagi masyarakat. Ini bisa membuat masyarakat sadar pentingnya asuransi sebagai proteksi dari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Seperti kecelakaan, sakit dan musibah lain yang mungkin datang, baik kepada diri sendiri, keluarga dan harta benda,” papar Dadang.
Dia menjelaskan, kemajuan teknologi digital memengaruhi perilaku masyarakat, khususnya bagi generasi milenial. Hal ini harus menjadi perhatian pelaku industri asuransi untuk meningkatkan layanan yang dimiliki.
"Untuk itu industri asuransi harus sigap dan siap untuk terus menerus berinovasi dalam menawarkan produk-produk dan layanan asuransi yang sesuai dan menarik bagi generasi milenial," tambahnya.
Maka, edukasi dan sosialisasi jadi dua faktor kunci digelarnya Insurance Day tiap tahun. Pada 2018, kegiatan itu berlangsung sejak Oktober lalu dan puncaknya digelar di Bandung selama 16-18 November.
Ketua Panitia Insurance Day 2018 Yanti Parapat menuturkan, acara yang mengusung tema 'Mari Berasuransi' itu, memberi pesan untuk bersama-sama mengajak masyarakat Indonesia agar lebih mengenal asuransi.
"Salah satu caranya adalah dengan melakukan literasi asuransi yang konsisten dan berkelanjutan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank dari OJK, Riswinandi, menuturkan, pihaknya akan terus mendukung semua program Insurance Day. Sebab hal ini juga sejalan dengan tugas OJK dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
"Khususnya mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, di mana salah satu caranya adalah dengan memiliki asuransi," kata Riswinandi.
*Berita Asli dari Viva.co.id

Nasabah Makin Melek Teknologi, Asuransi Ini Genjot Layanan Digital



Seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia, perilaku pembelian masyarakat terutama di kalangan generasi muda turut berubah.
Studi McKinsey memperkirakan akan ada tambahan 50 juta pengguna internet baru di Indonesia selama tahun 2015-2020. Tingginya antusiasme masyarakat Indonesia dalam mengadopsi teknologi digital merupakan peluang bisnis yang menggiurkan.
Hal itu lah yang mendasari PT Chubb Life Insurance Indonesia (Chubb Life) meluncurkan platform online bernama Chubb Life Customer Corner. Layanan itu sebagai bagian dari komitmen perusahaan yang memprioritas nasabah dan memberikan mereka pengalaman berasuransi terbaik, dimanapun dan kapanpun.
Chief Operating Officer Chubb Life Kumaran Chinan mengatakan Kemudahan serta kecepatan pelayanan menjadi salah satu hal terpenting bagi para nasabah masa kini.
“Dengan layanan ini Chubb Life memungkinkan nasabah untuk dapat lebih cepat dan nyaman dalam mengakses informasi penting polis, dimana pun dan kapan pun mereka inginkan,” ujar Kumaran dikutip Senin 10 Desember 2018 dari keterangan resminya.
Selain informasi mengenai klaim terbaru, layanan digital ini juga memungkinkan nasabah mengakses informasi lain. Seperti, Informasi mengenai pengajuan polis, ketentuan polis, dan saldo nilai investasi per
Di sisi lain dia menjelaskan, dengan layanan digital tingkat penetrasi asuransi yang masih relatif rendah saat ini diyakini bisa terdongkrak. Apalagi untuk mengaet nasabah dari generasi milenial.
Sementara itu, CMO Chubb Life Astono Hermawan mengatakan, generasi muda atau milenial yang cenderung paham teknologi dan terbiasa dengan gaya hidup dinamis, sehingga dalam hal pelayanan mereka menginginkan kecepatan dan kemudahan.
Mereka juga senang meneliti produk atau layanan online sebelum mengambil keputusan. Karena itu dia optimis dengan layanan digital ini, minat asuransi generasi muda bisa meningkat. 
"Chubb Life ingin mendorong generasi muda untuk lebih dekat dengan asuransi, salah satunya dengan memberikan wadah informasi lebih mudah, cepat, dan relevan melalui Chubb Life Customer Corner,” jelasnya.
*Berita Asli dari viva.co.id

Sunday, 9 December 2018

Bulan Ini Peternak Nila hingga Patin Bisa Daftar Asuransi, Begini Caranya


Pemerintah menyediakan asuransi perikanan bagi peternak ikan nila, patin, dan bandeng. Menurut Direktur PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Asuransi Jasindo, Sahata Tobing, menjelaskan para peternak bisa mendaftarkan beberapa perusahaan asuransi, salah satunya Jasindo, melalui pemerintah daerah setempat.
Syaratnya mudah, cukup membawa KTP.
"Untuk bisa terdaftar para pembudidaya cukup daftar dengan KTP dan mengajukan untuk meminta asuransi ke dinas kelautan di tingkat pemerintah daerah, Untuk mendapatkan asuransi itu harus berkoordinasi dengan dinas setempat. Baru dari itu, dinas instansi setempat akan ada koordinasi dengan pemerintah pusat," jelas Sahata di acara Launching Asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil, di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat, Selasa (13/11/2018).
Pendaftaran asuransi dibuka mulai Desember 2018. Dalam setahun pertama, mulai Desember 2018 sampai Desember 2019 pemerintah akan menanggung premi. Anggaran yang disiapkan Rp 3 miliar, setelah itu para peternak melanjutkan sendiri pembayaran premi mereka masing-masing.
"Pembiayaan ini akan mulai pada Desember 2018 sampai Desember 2019, ya kemudian nantinya mereka bayar sendiri," terang Sahata.
Deputi Komisioner Pengawas IKNB II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mochamad Ihsanuddin menjelaskan saat ini asuransi diberikan untuk ikan yang mati akibat virus, dan rencananya akan dikaji lagi jenis asuransi yang bisa diberikan ke peternak.
"Jadi benar-benar karena ikan diserang virus dan hama, bukan karena ikan kurang makan dan akhirnya mereka banyak yang mati," terang Ihsanuddin.
Premi maupun santunan bervariasi untuk setiap jenis ikan. Premi ikan patin Rp 90.000/tahun, dengan santunan maksimal Rp 3 juta/tahun.
Premi ikan nila payau Rp 150.000/tahun, dengan santunan maksimal Rp 5 juta/tahun. Premi ikan nila air tawar Rp 135.000/tahun, dengan santunan maksimal Rp 4,5 juta/tahun.
Premi ikan bandeng Rp 90.000/tahun dengan maksimal santunan Rp 3 juta/tahun. Sedangkan premi udang Rp 225.000/tahun, dengan santunan maksimal Rp 7,5 juta/tahun. Premi polikultur Rp 225.000/tahun dengan santunan maksimal Rp 7,5 juta/tahun.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto menambahkan asuransi tersebut untuk peternak dengan lahan maksimal 5 hektar dan budi dayanya masih tradisional. Saat ini sudah terdaftar 6.000 peternak penerima asuransi.
"Kami akan terus memberikan edukasi dan mendorong untuk terwujudnya asuransi mandiri tersebut, sehingga ke depan asuransi tidak hanya bagi pembudidaya dengan teknologi sederhana, tetapi lebih dari itu diharapkan juga untuk teknologi semi dan intensif yang dapat menjangkau pembudidaya skala menengah dan besar," jelasnya.

*Isi berita dikutip dari detik.com. Berita ASLI

Ini Asuransi dan Besaran Premi untuk Peternak Nila hingga Patin



Setelah peternak udang, kali ini peternak ikan skala kecil akan mendapat asuransi perikanan. Deputi Komisioner Pengawas IKNB II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mochamad Ihsanuddin menjelaskan hal ini merupakan sebuah langkah sinergi antara OJK dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Hal yang diasuransikan itu jiwa-jiwa dari ikan nila, patin, bandeng jadi, ini sebetulnya banyak sekali program pemerintah yang kalau ingin sukses dengan baik ini perlu di disinergikan dengan lembaga yang lain," jelas Ihsanuddin dalam acara Launching Asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil, di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat, Selasa (13/11/2018).
Ihsanuddin menjelaskan asuransiperikanan ini diluncurkan untuk peternak ikan budi daya seperti nila air tawar, nilai air payau, patin, bandeng. Saat ini asuransi diberikan untuk ikan yang mati akibat virus, dan rencananya akan dikaji lagi jenis asuransi yang bisa diberikan ke peternak ikan nila, patin, dan bandeng.
"Jadi benar-benar karena ikan diserang virus dan hama, bukan karena ikan kurang makan dan akhirnya mereka banyak yang mati," terang Ihsanuddin.
Premi maupun santunan bervariasi untuk setiap jenis ikan. Premi ikan patin Rp 90.000/tahun, dengan santunan maksimal Rp 3 juta/tahun.
Premi ikan nila payau Rp 150.000/tahun, dengan santunan maksimal Rp 5 juta/tahun. Premi ikan nila air tawar Rp 135.000/tahun, dengan santunan maksimal Rp 4,5 juta/tahun.
Premi ikan bandeng Rp 90.000/tahun dengan maksimal santunan Rp 3 juta/tahun. Sedangkan premi udang Rp 225.000/tahun, dengan santunan maksimal Rp 7,5 juta/tahun. Premi polikultur Rp 225.000/tahun dengan santunan maksimal Rp 7,5 juta/tahun.
Sebagai informasi, dalam setahun pertama, mulai Desember 2018-Desember 2019 pemerintah akan menanggung premi tersebut. Anggaran yang disiapkan Rp 3 miliar. Setelah itu para peternak melanjutkan sendiri pembayaran premi mereka masing-masing.

*Judul dan isi berita dikutip dari detik.com. Berita ASLI

Luncurkan Asuransi Perikanan, KKP dan OJK Kumpulkan Peternak Ikan


Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumpulkan para peternak ikan dalam acara peluncuran asuransi perikanan, di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat, Selasa (13/11/2018).
Dalam acara tersebut hadir Deputi Komisioner Pengawas IKNB II OJK Mochamad Ihsanuddin, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto. Acara tersebut juga dihadiri oleh para pejabat OJK dan KKP yang akan mensosialisasikan skema pendaftaran asuransi pada para pembudidaya ikan kecil.
Slamet menjelaskan langkah ini merupakan sebuah sinergi antara OJK dan Kementerian KKP untuk melindungi para pembudidaya ikan. Program asuransi ini merupakan salah satu upaya KKP memberdayakan peternak kecil khususnya di sektor perikanan.
Slamet berharap semua sektor perikanan akan masuk pada program asuransi perikanan.
"Terkait asuransi itu kemarin baru satu komoditas yaitu udang. Pada tahun ini akan menambah lagi, ini karena banyaknya saran dan permintaan dari masyarakat," ujar dia.
Sebagai informasi langkah ini merupakan realisasi dari Undang-undang nomor 7 tahun 2016 mengenai perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam. Hal ini bertujuan agar produksi ikan di dalam negeri bisa meningkat.

*Judul dan isi berita dikutip dari detik.com. Berita ASLI

Ini 10 unitlink saham dengan return tertinggi hingga November


Produk asuransi unitlink berbasis saham masih mencatatkan imbal hasil minus 7,69% dari awal tahun hingga November 2018. Meski begitu, terdapat 10 produk unitlink yang masih mampu mencetak return positif dan jauh di atas rata-rata industri.
Senior Research Analyst Infovesta Utama Praska Putrantyo mengatakan, menyusutnya return unitlink saham disebabkan oleh sentimen yang terjadi sejak pertengahan tahun seperti pelemahan rupiah hingga menurunnya cadangan devisa negara.
 “Adanya sentimen di semester II-2018 seperti pelemahan rupiah, naiknya suku bunga acuan The Fed yang kemudian berdampak pada penyesuaian yang dilakukan Bank Indonesia atas suku bunga acuannya, hingga menurunnya cadangan devisa negara,” katanya kepada Kontan.co.id, Kamis (29/11).
Sentimen tersebut kemudian menyebabkan anjloknya pasar saham domestik yang berdampak pada kinerja unitlink terkoreksi cukup dalam.
 “Hingga akhir tahun kondisi pasar bisa dibilang cukup volatile, namun dengan adanya window dressing diharapkan bisa jadi sentimen positif,” tambahnya.
Berikut ini 10 produk unitlink saham yang meraih return tinggi dari awal 2018 hingga November 2018:
1. Simas Equity Fund Syariah 27,92%
2. Simas Aggresive 24,74%
3. Simas Equity Fund 2 23,49%
4. Advanced Commodity Syariah Rupiah 17,19%
5. Smartwealth Equity Small Med Cap Fund 8,51%
6. Manulife Dana Ekuitas Asia Pasific - IDR 6,58%
7. Simas Jiwa Investa Maxima Fund 5,74%
8. CHUBB Global Equity Fund Syariah 4,73%
9. USD Global Growth Opportunity Eg Fd 1,91%
10. Panin MUL USD Aggressive Fund 1,87%

*Judul dan isi berita dikutip dari kontan.co.id. Berita ASLI

Hasil investasi asuransi jiwa minus 96%



Hasil investasi asuransi jiwa masih menunjukkan tren negatif. Kondisi pasar modal yang fluktuatif dan pemilihan instrumen investasi mempengaruhi kinerja hasil investasi industri ini memerah di sisa tahun ini.
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, per September 2018 hasil investasi industri asuransi jiwa minus 96,1% menjadi Rp 1,28 triliun. Padahal, September tahun lalu, hasil investasi masih positif di angka Rp 32,53 triliun.
Kendati begitu, asosiasi mencatat hasil investasi cenderung membaik dari bulan sebelumnya, yang mencapai minus 135%. Tapi sekarang bisa berada di bawah 100%. Ini menunjukkan kinerja industri asuransi semakin positif, kata Ketua Bersama AAJI Wiroyo Karsono, Jumat (7/12).
Menurutnya, penurunan hasil investasi karena total investasi atau dana kelolaan mengalami perlambatan 0,02% menjadi Rp 457,55 triliun dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp 457,64 triliun. Penurunan tersebut, tidak lepas dari pergerakan pasar modal yang melambat serta kekhawatiran investor terhadap pengaruh ekonomi global.
Mayoritas penempatan dana investasi industri asuransi jiwa masih didominasi pada instrumen reksadana dan instrumen saham. Dengan melemahnya kondisi pasar saham belakangan ini ikut mempengaruhi kinerja investasi menjadi merah.
Sampai September 2018, porsi dan investasi asuransi jiwa yang parkir ke keranjang reksadana mencapai 33%, naik 0,4% year on year (yoy). Pada saat sama, penempatan dana di instrumen saham sebesar 32,4%, atau meningkat sekitar 11,5% secara tahunan. Sedangkan sisanya ke instrumen surat berharga dan deposito.
Tenang saja, pasar modal Indonesia mempunyai fundamental yang baik dan investasi merupakan produk jangka panjang, jadi bisa kembali positif, jelasnya.
Premi naik tipis
Direktur Capital Life Robin Winata mengatakan, hasil investasi perusahaan masih menunjukkan pertumbuhan positif. Masih ada optimisme bahwa hasil investasi Capital Life bisa tumbuh 10% hingga 11% dibandingkan tahun lalu.Ini karena Capital Life bekerja berdasarkan risk tolerance. "Capital Life menghindari instrumen berbasis ekuitas dan memperbesar porsi instrumendeposito serta obligasi," ujar Robin.
Pada periode yang sama, industri asuransi meraih total pendapatan premi sebesar Rp 140,94 triliun, atau meningkat 1,2% yoy. Peningkatan itu ditopang pertumbuhan premi bisnis baru yang meningkat 6,4% menjadi Rp 89,58 triliun.
Sedangkan premi lanjutan menurun 6,8% menjadi Rp 51,36 triliun. Total premi AAJI ini beda tipis dari versi OJK yang tercatat Rp 141,1 triliun.
*Judul dan isi berita dikutip dari kontan.co.id. Berita ASLI

Wednesday, 14 November 2018

Mau Terapi Cuci Otak dr Terawan? Ini Perkiraan Biayanya



Dokter Terawan Agus Putranto, si empunya terapi cuci otak (brain washing), yang dalam medis disebut Digital Substraction Angiography (DSA) ternyata sudah terkenal di seluruh dunia. Pasien terus berdatangan dari berbagai kawasan, seperti Asia, Amerika, Eropa sampai Australia. Mereka rela datang jauh-jauh ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, demi mendapatkan terapi.
Dilansir oleh liputan6.com, pada tanggal 12 November 2018 kemarin, Kedutaan Besar Vietnam untuk Indonesia menjalin kesepakatan kerja sama dengan RSPAD Gatot Soebroto, untuk membawa sekitar 1.000 pasien Vietnam, agar bisa menjalani terapi cuci otak tersebut.
"Untuk biaya antara pasien asing dan Indonesia, kami belum membuat perbedaan. Yang namanya orang sakit sama saja. Semua diperlakukan yang sama, tanpa pandang bulu. Sebenarnya, untuk DSA sendiri rata-rata hanya Rp 23 juta atau Rp 25 juta, ya sekitar itu pokoknya," kata Terawan usai penandatanganan kerja sama dengan Kedubes Vietnam di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, sebagaimana dituliskan oleh situs yang sama.
Dalam kesempatan yang sama, Terawan mengaklaim total pasien dari seluruh dunia yang datang untuk terapi cuci otak hingga saat ini adalah berjumlah di atas 30.000 pasien.
Sebagaimana diketahui, terapi cuci otak yang dipelopori oleh dr. terawan tersebut dipercaya bisa menyembuhkan pasien yang menderita penyakit stroke. Meskipun sempat menjadi kontroversi dikalangan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sendiri, nampaknya hal tersebut tidak menyurutkan niat pasien untuk mendapatkan kesembuhan dengan cara terapi ini.

Monday, 12 November 2018

Peluang Unit Link Di 2019; AAJI Optimis Masih Akan Terus Tumbuh Dan Di Minati Masyarakat



Meski tengah didera  gejolak pasar global, namun Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Togar Pasaribu optimis; produk asuransi unit link masih akan tetap diminati tahun depan. Hal ini karena kebutuhan orang akan proteksi dan investasi masih tinggi,.
Infobanknews.com melansir, “Perang dagang, kenaikan suku bunga AS, tidak ada pengaruhnya ke industri asuransi, khususnya jiwa. Karena potensinya masih besar,” kata Togar di seminar Infobank, dengan tema “Masihkah Unit Link Menjadi Pilihan Investasi Di Tengah Pasar Keuangan yang Bergejolak”, di BEI Jakarta, Selasa, 6 November 2018.
Ia juga mengatakan, rata-rata pertumbuhan premi produk unit link sejak kuartal II 2014 sampai kuartal II 2018 mencapai 16%. Sementara rata-rata pertumbuhan premi produk tradisional hanya 13,5%. Artinya produk unit link masih diminati banyak orang.
Sebagai informasi, unit link merupakan asuransi dengan dua kantung, untuk proteksi dan investasi. Uang premi yang dibayarkan, sebagian digunakan untuk membayar proteksi dan sebagian ditempatkan pada reksa dana dalam bentuk unit link.
Apalagi bila dilihat dari penetrasi pasar, jika dibandingkan jumlah penduduk, sampai kuartal II 2018 baru mencapai 6,6%. Artinya masih begitu besar pasar yang tersedia untuk digarap.
Dari sisi Investasi, total portofolio investasi perusahaan asuransi sendiri mencapai Rp445,83 triliun. Jumlah tersebut meningkat dari kuartal II 2017 yang tercatat sebanyak Rp435,59 triliun.
Dari jumlah tersebut, total investasi paling besar disalurkan ke reksa dana sebesar 33%, disusul saham 31,6% dan sisanya deposito, surat berharga dan lain-lain.
“Masyarakat Indonesia sangat suka berinvestasi, namun memang caranya saja tidak tau,” Terang Togar.
Inilah yang sesungguhnya menjadi tantangan bagi segenap tenaga pemasar atau agen asuransi, untuk lebih menggenjot penetrasi pasarnya dengan berbagai macam cara dan saluran yang tersedia. Terpenting, yang tidak bisa diabaikan begitu saja adalah, usaha-usaha untuk terus mengedukasi masyarakat, agar mereka semakin memahami tentang produk unit link.

Sunday, 11 November 2018

Manfaatkan Layanan Skrining Kesehatan Gratis Dari BPJS Kesehatan, Agar Bebas Dari Resiko Penyakit Kronis



Masyarakat akan sangat di untungkan dengan keberadaan program JKN-KIS yang telah digulirkan oleh pemerintah. Selain bisa mendapatkan  penanganan  medis  di fasilitas kesehatan yang bekerja sama denga BPJS Kesehatan saat terkena penyakit, Peserta juga bisa  mendapatkan  manfaat  pelayanan  promotif  dan  preventif, seperti  skrining  kesehatan  untuk  mendeteksi risiko penyakit dan mencegah dampak lanjutan dari risiko penyakit tertentu.
Sebagaimana di lansir dari majalah “Info BPJS Kesehatan” edisi 991, salah satu dari beberapa pelayanan skrining kesehatan yang bisa didapatkan oleh peserta JKN-KIS adalah pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Papsmear. Tujuan dilakukannya pemeriksaan ini adalah guna mendeteksi kemungkinan adanya kanker serviks. Yakni salah satu jenis kanker yang termasuk paling mematikan pada wanita. Kanker ini disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Deteksi dini kanker serviks ini sudah masuk dalam skema pembiayaan program JKN-KIS, sehingga peserta JKN-KIS bisa melakukan skiring tanpa perlu lagi mengeluarkan uang untuk biayanya.
Jika peserta JKN-KIS ingin melakukan deteksi dini tehadap resiko kanker serviks ini, peserta dapat mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang memiliki pelayanan   Papsmear dan IVA, dan meminta untuk dilakukan pemeriksaan. Jika nantinya dari hasil pemeriksaan tersebut peserta JKN-KIS terdapat hasil sel serviks yang tidak normal atau  berupa lesi  pra  kanker, maka dapat  dilakukan  terapi  krioterapi,  yaitu  metode  perusakan  sel-sel  pra  kanker  dengan  cara  dibekukan.
Terapi  krioterapi ini juga bisa dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Akan tetapi bagi peserta JKN-KIS yang membutuhkan pemeriksaan dan penatalaksanaan lanjutan, FKTP  nantinya akan bisa merujuk peserta tersebut ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan  medis lebih lanjut.
Perlu dikahui, bahwa deteksi  dini  kanker  serviks  menggunakan  metode  IVA  dan  papsmear  ini merupakan  hal  yang  sangat penting. Karena infeksi yang disebabkan oleh virus HPV, yang  umumnya ada pada alat kelamin ini; pada stadium awal penyakit ini tidak menimbulkan gejala apapun. Celakanya, ketika sudah berada pada stadium lanjut, kanker serviks ini akan menjadi  sulit untuk disembuhkan.
BPJS Kesehatan juga menyediakan layanan mobile skrining untuk mendeteksi gejala penyakit    kronis sepert diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik, dan juga jantung koroner. Gejala dari beberapa penyakit kronis ini seringkali diabaikan oleh masyarakat. Pada fase awal, umumnya mereka tidak merasa terganggu oleh gejala yang muncul. Kebanyakan barulah sadar mereka mengidap penyakit tersebut ketika sudah mencapai fase lanjut. Karenanya, perlu dilakukan  skrining kesehatan untuk mengetahui risiko penyakit tersebut. 
Dengan adanya layanan mobile skrining yang lebih mudah dan  praktis,  peserta  JKN-KIS  tidak  harus melakukan skrining riwayat kesehatan di fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan. Mereka kini bisa melihat potensi risiko kesehatannya melalui menu Skrining Riwayat Kesehatan pada aplikasi Mobile JKN.

Inilah Perusahaan Asuransi Dengan Kinerja Investasi Terbaik Versi Majalah Infobank 2018


Selasa, 6 November 2018, Majalah Infobank dan Pasar Dana menggelar “Infobank Unit Link Awards 2018” di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebuah ajang yang bertujuan untuk mengukur seberapa baik kinerja investasi dari produk asuransi unit link. Dan hasilnya, ada 17 perusahaan asuransi jiwa nasional yang berhasil meraih penghargaan tersebut.
Ke-17 perusahaan asuransi jiwa tersebut diberi penghargaan karena memiliki produk unit link dengan kinerja terbaik, baik dari sisi return maupun risk, dengan predikat “Bintang Lima”.
Dalam melakukan pengukuran kinerja produk unit link ini, ada empat kategori yang dinilai, yakni kategori pasar uang, pendapatan tetap, saham, dan campuran. Masing-masing kategori diukur kinerjanya dalam 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun.
Selain produk unit link konvensional, Infobank bekerjasama dengan Pasar Dana juga mengukur kinerja produk unit link syariah. Untuk produk syariah, kinerjanya diukur dalam satu tahun, tiga tahun, dan lima tahun.
Dari hasil pengukuran, 17 perusahaan asuransi jiwa berhasil mengantar produk unit link-nya meraih predikat “Bintang Lima”, sehingga berhak meraih penghargaan “Infobank Unit Link Awards 2018”. Ke-17 perusahaan asuransi jiwa tersebut berhasil meraih 68 penghargaan sesuai kategori dan tahun kinerja.
Berikut adalah 17 perusahaan asuransi jiwa yang berhasil meraih penghargaan, sebagaimana dikutip dari infobanknews.com:
  1. Asuransi Jiwa Central Asia Raya (CAR)
  2. Prudential Life Assurance
  3. Sun Life Financial Indonesia
  4. Avrist Assurance
  5. Equity Life Indonesia
  6. Asuransi Allianz Life Indonesia
  7. AIA Financial
  8. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia
  9. Asuransi Jiwa Bumiputera 1912
  10. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG
  11. Wanaartha Life
  12. Tokio Marine Life Insurance Indonesia
  13. Great Eastern Life Indonesia
  14. Asuransi Simas Jiwa
  15. Astra Aviva Life
  16. Chubb Life Insurance Indonesia, dan
  17. Asuransi Jiwasraya (Persero).

“Kami ucapkan selamat kepada 17 perusahaan asuransi jiwa yang berhasil menggenjot kinerja produk unit link-nya sehingga berhak mengantongi predikat Bintang Lima,” ujar Eko B. Supriyanto, Direktur Biro Riset Infobank (birI) dalam kata sambutannya.

Sunday, 14 October 2018

7 Alasan Orang Belum Mau Punya Asuransi


Mendapatkan asuransi jiwa bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Sebab Anda bisa mendapatkannya selagi Anda mau. Namun, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan sebelum membeli asuransi.
Misalnya, track record perusahaan asuransi, polis yang diberikan, produk yang ditawarkan, dan apa saja keuntungan yang bisa didapat dari asuransi tersebut.
Namun, beberapa orang merasa takut sekali untuk menggunakan asuransi jiwa. Karena itu, banyak sekali alasan yang muncul untuk tidak memiliki asuransi jiwa.
Berikut ini adalah alasan-alasan mengapa masyarakat tidak memiliki asuransi jiwa seperti dikutip dari Cermati.com
Premi Asuransi Jiwa Mahal
Asuransi jiwa adalah kebutuhan yang seharusnya dimiliki semua orang. Sayangnya, tidak semua orang memiliki asuransi jiwa. Alasannya adalah harga asuransi jiwa yang mahal. Asuransi jiwa bisa saja memiliki harga premi yang mahal.
Semua itu tergantung dari kondisi Anda yang tergantung pada usia, kondisi kesehatan, dan kondisi finansial. Premi memang akan lebih mahal jika Anda mendaftarkan diri sebagai nasabah asuransi pada usia yang sudah tidak produktif lagi.
Namun, hal ini akan berbeda jika Anda mendaftarkan diri sebagai nasabah di usia yang masih muda. Sebab premi yang Anda harus bayarkan akan lebih murah. Hal ini dikarenakan minimnya risiko gangguan kesehatan pada nasabah usia muda.
Selain mendaftarkan diri sebagai nasabah saat usia masih muda, Anda juga bisa membeli asuransi dengan perlindungan berjangka. Asuransi berjangka adalah asuransi yang aktif dalam jangka waktu tertentu, misalnya 10 tahun atau lebih. Atau jika ingin asuransi seumur hidup, Anda bisa memilih whole life insurance.
Asuransi ini akan memberikan Anda perlindungan hingga wafat nanti. Dengan begitu, keluarga Anda juga bisa merasakan manfaat asuransi ini dengan mendapatkan uang santunan kematian.
Ambil Asuransi Jiwa Ketika Akan Memasuki Usia Tua
Mendaftarkan diri sebagai nasabah asuransi jiwa pada usia yang sudah tidak produktif adalah keputusan yang kurang tepat. Keputusan tersebut malah akan membebani Anda karena premi yang harus dibayarkan setiap bulan akan jauh lebih mahal dibandingkan jika mendaftarkan diri sewaktu muda.
Karena itulah, mengapa Anda lebih baik mendaftarkan diri sebagai nasabah asuransi pada usia yang produktif atau masih muda agar Anda bisa mendapatkan perlindungan sejak dini dan harga premi yang harus dibayarkan juga lebih murah.
Lebih Baik Berinvestasi
Sadarkah Anda jika dengan mengambi asuransi Anda bisa berinvestasi? Banyak orang yang tidak mengetahui tentang informasi ini sehingga berpikir asuransi hanyalah jasa perlindungan kesehatan, pendidikan, dan santunan kematian.
Padahal, asuransi juga menawarkan fitur untuk berinvestasi yang disebut asuransi unit link, yaitu asuransi jiwa yang tidak hanya menawarkan perlindungan, tapi juga menawarkan investasi yang menguntungkan. Hasil dari investasi ini nantinya akan memudahkan Anda untuk membayar premi, memenuhi kebutuhan tak terduga, dan lain sebagainya.
Khawatir Kalau Ambil Asuransi Jiwa Adalah Keputusan yang Salah
Banyak orang merasa takut atau was-was dengan keputusannya untuk menjadi nasabah asuransi jiwa. Anda takut mengambil keputusan yang salah ketika akan membeli asuransi jiwa sehingga membatalkan untuk membeli asuransi jiwa. Jangan takut.
Sebab Anda bisa meminta bantuan pihak asuransi yang selalu siap menjawab seluruh pertanyaan. Tidak hanya dari pihak asuransi, Anda bisa mencari tahu karena pada saat ini bermacam-macam informasi bisa diakses lewat internet.
Anda bisa mencari informasi mengenai asuransi di beberapa website Fintech. Dalam website tersebut, Anda bisa mencari tahu tentang apa pun seputar finansial. Anda juga bisa mencari agen asuransi yang terpercaya melalui website tersebut sehingga keputusan dalam memilih asuransi tidak akan salah.
Saya Sudah Terproteksi Asuransi dari Kantor
Umumnya perusahaan menyediakan asuransi untuk karyawannya. Namun, terkadang perlindungan tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan karyawannya. Hal inilah yang harusnya dipikirkan. Jangan merasa cukup dengan asuransi dari kantor saja.
Asuransi dari kantor umumnya memiliki batasan tertentu, sedangkan kebutuhan setiap karyawan berbeda. Inilah sebabnya mengapa Anda harus memikirkan untuk membeli asuransi jiwa di luar asuransi kantor.
Sulit untuk Mengajukan Klaim
Sulitnya mengajukan klaim bukanlah alasan tepat bagi Anda yang tidak menggunakan asuransi. Klaim bukanlah hal yang sulit untuk dikabulkan pihak asuransi. Anda harus memiliki alasan yang tepat untuk mendapatkan dana.
Untuk menghindari sulitnya pengajuan klaim, sebelum Anda membeli asuransi, ada baiknya pelajari polis yang diberikan. Pastikan jika tidak ada pembatasan yang menyulitkan Anda untuk mengakses uang tunai.

Manfaat Asuransi Bagi Anda
Kenali manfaat asuransi untuk kehidupan Anda sejak dini agar mampu hidup aman, tenteram, dan bahagia di masa depan. Ada banyak sekali manfaat yang bisa Anda tuai dari asuransi, misalnya perlindungan kesehatan, biaya berobat, biaya sekolah anak, dan lain sebagainya. Asuransi sangat disarankan untuk dimiliki Anda yang berprofesi sebagai kepala keluarga.

Sebab jika suatu saat terjadi sesuatu pada diri Anda, keluarga akan mendapatkan santunan kematian yang bisa digunakan untuk biaya hidup sehari-hari.

Monday, 8 October 2018

AAJI Gandeng Dukcapil

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia ( AAJI) dan perusahaan anggota AAJI meneken kerja sama dengan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. Kerja sama tersebut dilakukan guna memanfaatkan nomor induk kependudukan (NIK), data kependudukan, dan KTP elektronik. Ketua Bersama AAJI Maryoso Sumaryono mengatakan, kerja sama tersebut diperlukan bagi AAJI dan perusahaan-perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI guna proses verifikasi identitas nasabah asuransi dan identitas calon agen atau tenaga pemasar perusahaan berlisensi.
“Melalui kerja sama ini, AAJI dan perusahaan anggota tentu akan mendapatkan banyak manfaat dan kemudahan, seperti halnya dalam proses verifikasi identitas nasabah sehingga akan memudahkan dalam hal permintaan atau pembukaan produk layanan bagi nasabah baru dan juga akan mempercepat proses layanan keuangan kepada para nasabahnya dalam hal klaim," jelas Maryoso selepas penandatanganan kerja sama di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (4/10/2018
Adapun penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Ketua Bersama AAJI, direksi 40 perusahaan asuransi jiwa, dan Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh. Berkaitan dengan itu, Zudan menjelaskan bahwa kerja sama pemanfaatan data kependudukan, NIK dan KTP elektronik dengan AAJI dan perusahaan-perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem single identity number. "Ke depannya, data kependudukan tunggal ini dapat digunakan untuk semua keperluan termasuk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat atau nasabah dan lebih mengoptimalkan sistim administrasi perusahaan melalui ketersediaan data kependudukan dan pencatatan sipil yang akurat," tutur Zudan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menerangkan, pemanfaatan data kependudukan, NIK, dan KTP elektronik akan menjadi bagian dari pengendalian risiko saat proses verifikasi data nasabah. "Kerja sama ini akan menjadi bagian dari pengendalian risiko yang semakin penting karena identitas nasabah dapat ditelusuri dan diverifikasi. Bagi nasabah sendiri tentunya dapat memberikan perlindungan dan kepastian hukum atas keabsahan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil tersebut," ungkap Togar. Selain itu, kerja sama ini juga penting untuk meningkatkan dan menciptakan penyelenggaraan usaha industri asuransi yang sehat dan transparan. Hal itu terutama dalam rangka penerapan tata kelola perusahaan yaang baik dan mendukung program anti pencucian uang serta pencegahan pendanaan terorisme di lingkungan perusahaan perasuransian.