Referensi Memilih Asuransi & Investasi: asuransi terbaik 2018
Most Popular
Showing posts with label asuransi terbaik 2018. Show all posts
Showing posts with label asuransi terbaik 2018. Show all posts

Thursday, 17 January 2019

Pilih Mana; Asuransi Atau Investasi? Sebuah Pengantar



Pernah mendengar istilah-istilah berikut ini; investasi? Asuransi? Tahu dan fahamkah anda bagaimana perbedaan diantara keduanya?
Pernah mengenal istilah-istilah berikut ini; saham? Reksadana? Unitlink? Tahu dan fahamkah anda bagaimana ketiganya berbeda, dan bahkan seringkali diperdebatkan dalam forum-forum komentar social media?
Ada banyak orang yang hanya mengenal atau bahkan hanya pernah mendengar istilah-istilah tersebut diatas, atau mungkin memahami hanya sekedarnya saja. Memahami hanya pada bagian kulit luarnya saja, tidak secara utuh. Bahkan meskipun itu seorang agen asuransi, atau pialang saham, ataupun juga agen reksadana.
Bahwa seorang agen asuransi memahami produk asuransinya, itu adalah sebuah keniscayaan. Bahwa seorang pialang saham sangat hafal seluk belu persahaman adalah benar, dan bahwa seorang agen reksadana mampu menjelaskan secara detil portofolio reksadananya itu adalah wajar. Tetapi tidak banyak orang yang mampu memahami ketiganya sekaligus.
Dan inilah yang menjadi masalah sehingga memicu perdebatan. Agen reksadana dan pialang saham akan dengan sangat menggebu-gebu menyatakan, “Jangan taruh uangmu di asuransi, rugi!”.
“Lebih baik taruh di reksadana bla..bla..bla.., dalam jangka waktu sekian tahun pasti sudah untung sekian belas persen”, kata agen reksadana.
“Mending belikan saham A… atau saham B… atau sekaligus saham C…, nanti dalam kurun waktu tertentu pasti nilainya sudah berlipat-lipat kali naik”, tukas pialang saham.
Ketika terjadi perdebatan seperti itu, apa kata agen asuransi? “Ya meskipun untung, tapi kan belum aman dari resiko sakit,, kecelakaan,, bla..-bla… bla… malah-malah gimana kalau harga saham dan reksadananya jatuh, terus kamu nya kena serangan jantung, uang mana lagi yang mau dipakai buat biaya berobat?.
Itulah agen asuransi, jawabnya betul, tetapi keluar dari substansi. Masalah investasi tentu saja jawabnya juga harus berdasarkan investasi juga. Nah, ini jadi masalah selanjutnya; tidak banyak agen asuransi yang memahami dan menguasai ilmu perinvestasian.
Padahal produk asuransi sekarang ini yang lagi marak adalah produk asuransi unitlink. Sebuah produk yang memadukan antara proteksi asuransi dengan keuntungan berinvestasi. Sayangnya, masih banyak agen asuransi yang hanya memahami pada bagian asuransi nya saja, pada bagian investasi yang difahami hanya sekedarnya saja.
Masalah selanjutnya lagi adalah, justru banyak terjadi diantara agen asuransi sendiri yang berdebat, baik agen asuransi dalam satu perusahaan maupun agen antar perusahaan asuransi. “Apakah asuransi bisa menguntungkan sencara investasi?” jawabannya bervariasi, tergantung bagaimana tingkat pemahaman agen yang bersangkutan terhadap ilmu perinvestasian. Dan jawaban ini bisa anda simak di kolom-kolom komentar media social, dan hasilnya adalah; perdebatan yang tiada henti dan tiada solusi. Semakin kita mengikuti perdebatan, semakin kita akan dibuat bingung dan galau, “Beli asuransi aman gak ya, untuk menyiapkan perencanaan keuangan masa depan?”
Dan pada bagian inilah yang akan dibidik oleh artikel ini. Bagaimana memahami asuransi dan investasi? Bagaimana membedakan dan bahkan mengelola asuransi (unitlink) sebagaimana mengelola portofolio reksadana dan saham untuk mempersiapkan keuangan dimasa depan?
Namun, karena artikel ini pasti akan jadi sangat panjang, maka agar tidak terlalu panjang, artikel ini akan dibuat secara berseri, dengan masing-masing judul yang berbeda, dalam tema besar; “Bagaimana meraih keuntungan di masa depan dengan berinvestasi di unitlink, sebagaimana untung nabung saham dan reksadana”. bersambung

Thursday, 4 October 2018

Belum Punya Asuransi? 5 Hal Ini Akan Merubah Fikiran Anda

Pada zaman yang serba modern ini, ternyata masih ada banyak sekali orang yang belum tahu apa manfaat dari asuransi jiwa. Bahkan, dari mereka tidak mengenal asuransi sama sekali. Hal ini membuat banyak orang tidak tahu apa manfaat dan fungsi dari asuransi jiwa. Asuransi sangat berperan penting untuk menjamin kehidupan Anda di masa mendatang.
Ketahuilah apa saja alasan mengapa Anda harus memiliki asuransi jiwa sejak dini dan apa saja manfaatnya di masa depan. Berikut ini adalah lima alasan yang mengharuskan Anda memiliki asuransi jiwa.
1.      Pemakaman Dibiayai Asuransi
Ada banyak sekali manfaat dari pemilik asuransi jiwa. Salah satunya adalah meringankan beban biaya pemakaman ketika Anda meninggal. Ada banyak sekali biaya yang harus dikeluarkan keluarga saat nanti Anda meninggal. Mulai dari prosesi pemakaman hingga perawatan makam. Tentu semua hal itu membutuhkan biaya yang sangat banyak dan bisa memberatkan keluarga. Di sinilah asuransi jiwa akan sangat bermanfaat. Sebab dengan asuransi jiwa yang dimiliki, keluarga bisa mendapatkan klaim asuransi untuk mengurus semua kegiatan kematian tersebut. Keluarga nantinya tidak akan kebingunan mencari dana untuk melakukan prosesi kematian. Bahkan, mereka juga bisa mendapatkan uang santunan kematian dari premi yang dibayarkan semasa hidup.
2.      Biaya Hidup Keluarga Ditanggung Asuransi
Semakin hari semakin banyak saja kebutuhan hidup manusia. Mulai dari makan, sekolah, pakaian, hingga kebutuhan lainnya. Hal tersebut juga menjadikan biaya hidup semakin mahal. Anda sebagai kepala keluarga tentu memiliki beban yang cukup berat, seperti biaya belanja, listrik, sekolah, dan lain sebagainya. Namun, bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada diri Anda, misalnya jatuh sakit atau meninggal dunia. Hal ini akan sangat memberatkan keluarga Anda. Tentu segala kebutuhan yang harusnya dipenuhi menjadi sulit untuk dipenuhi. Di sinilah keuntungan asuransi akan bisa dirasakan. Bahkan, keluarga Anda juga bisa merasakan keuntungan asuransi yang preminya selalu Anda bayar setiap bulan. Pertama, keluarga Anda akan tetap mendapatkan uang jaminan setiap bulannya, misalnya biaya hidup, biaya pendidikan anak, dan lain sebagainya. Inilah mengapa asuransi jiwa sangat penting dimiliki setiap orang.
3.      Asuransi Jiwa Menjadikan Hari Tua Terjamin
Asuransi jiwa bisa membantu Anda untuk mendapatkan uang pensiunan pada hari tua. Anda bisa mendapatkan uang pensiun ketika sudah tidak bekerja lagi. Uang ini didapat dari uang premi yang Anda bayar selama bekerja dulu. Uang pensiunan nantinya akan sangat bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari pada masa tua. Karena itulah, mengapa asuransi jiwa sangat penting dan menguntungkan pada masa mendatang.
4.      Mendapatkan Uang Tunai
Asuransi bisa membuat hidup lebih tenang. Sebab Anda bisa mendapatkan uang tunai dari premi yang dibayarkan. Anda bisa mengklaim asuransi ketika mengalami kondisi terdesak atau musibah yang merugikan. Anda bisa langsung mengajukan klaim dan mendapatkan uang tunai. Bahkan, Anda juga bisa mendapatkan perlindungan ganti rugi. Gunakanlah asuransi untuk mendapatkan uang tunai jika ada suatu kondisi yang mendesak. Misalnya untuk melakukan operasi, rawat inap di rumah sakit, dan lain sebagainya.
5.      Memberikan Perlindungan Kecelakaan
Memiliki asuransi jiwa bisa melindungi diri dari kejadian yang tidak diinginkan semisal kecelakaan. Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak pernah semua orang inginkan. Pastinya tidak ada satu pun manusia yang mau mengalami hal ini. Kejadian ini adalah kejadian mendadak dan tentu tidak akan ada persiapan yang bisa dilakukan untuk menghadapinya. Dalam kondisi inilah asuransi jiwa akan sangat bermanfaat bagi Anda pemegang asuransi. Anda bisa mendapatkan klaim dari asuransi untuk biaya dokter, biaya obat, rawat inap, dan juga bisa mengajukan klaim untuk korban lainnya yang mengalami kecelakaan bersama Anda. Siapa yang Bisa Memiliki Asuransi Jiwa ? Asuransi jiwa adalah sebuah perlindungan yang bisa Anda dapatkan dari suatu perusahaan asuransi. Asuransi ini bisa dimiliki siapa pun yang ingin memilikinya. Tidak ada batasan usia, gender, dan kelas sosial. Anda bisa memiliki asuransi ini dengan syarat mampu untuk memenuhi tagihan premi. Namun, Anda juga harus mampu memenuhi kebutuhan primer sebelum membayar premi asuransi. Ada banyak sekali hal yang bisa didapatkan dari asuransi jiwa, seperti perlindungan keselamatan, perlindungan kematian, dana pensiun, dan lain sebagainya. Pilihlah jenis asuransi jiwa yang sesuai dengan kebutuhan. Sebab nantinya asuransi jiwa tersebut akan sangat memengaruhi keuntungan atau kerugian di masa mendatang.

 Mungkin anda juga tertarik membaca

* Sumber Kompas.com

Wednesday, 3 October 2018

Apakah Asuransi Menipu? Simak Faktanya

Pernah dengar cerita orang yang tertipu asuransi, Karena klaim tidak bisa cair? Kalau jawabannya iya, berarti anda perlu menonton video ini kemudian melakukan konsultasi dengan agen anda.
Atau mungkin anda termasuk orang yang sebenarnya sudah menyadari pentingnya memiliki asuransi, namun anda masih takut dan sangsi karena cerita-cerita seperti tersebut diatas? Kalau iya, anda juga termasuk orang yang harus nonton video ini, dan kemudian juga segera hubungi calon agen anda, dan konsultasikan apa yang menjadi ganjalan anda tersebut.


Friday, 28 September 2018

Dalam 28 Hari, Bayi Baru Lahir Wajib Di Daftarkan BPJS

Revisi Peraturan Presiden (Perpres) No. 19 Tahun 2016 tentang Jaminan Kesehatan (JKN) bukan hanya menjelaskan bagaimana mengatasi defisit dalam Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Tapi juga mengatur terkait fasilitas kesehatannya. Seperti fasilitas terhadap bayi baru lahir. Dalam draft Perpres yang diterima Kontan,co.id, pada Pasal 16 ayat 1 mengatakan, bayi lahir dari peserta Jaminan Kesehatan wajib didaftarkan kepada BPJS Kesehatan paling lama 28 hari sejak dilahirkan.

BACA JUGA

Hal itu juga berlaku bagi iurannya yang bisa dibayarkan oleh peserta atau pihak lain atas nama peserta pada saat mendaftar paling lama 28 hari sejak dilahirkan.
Bahkan jika bayi tidak didaftarkan maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Beleid ini setidaknya merevisi peraturan sebelumnya yang hanya  memberikan waktu tiga hari kepada para peserta untuk mengurus bayi yang baru lahir sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Lebih lanjut, Pasal 17 ayat 2 juga  menyebutkan kewajiban melakukan pendaftaran sebagai peserta jaminan kesehatan bagi pekerja bukan penerima upah dilaksanakan paling lambat pada 1 Januari 2019.
Tapi teknis lebih lanjut soal ini akan diatur dalam Peraturan BPJS Kesehatan setelah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

Revisi Perpres ini akan keluar tak lama lagi, mengingat Presiden Joko Widodo sudah meneken beleid ini dan kini sedang dalam proses diundangkan di Kementerian Hukum dan HAM.

*Artikel ini telah tayang di kontan online (20/9/18) dengan judul "ingat, bayi baru lahir wajib didaftarkan BPJS Kesehatan dalam 28 hari"

Wednesday, 26 September 2018

Ini Klaim Yang Ditanggung Dan Tidak Ditanggung Oleh BPJS Kesehatan

Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah meluncurkan fasilitas jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Fasilitas ini terwujud dalam BPJS Kesehatan. Oleh karena itu diharapkan seluruh lapisan masyarakat memiliki BPJS Kesehatan ini.
BPJS Kesehatan menanggung hampir semua penyakit. Dan bahkan penyakit yang membutuhkan biaya pengobatan  seumur hidup pun ditanggung.
Meski demikian, ada beberapa penyakit yang tidak bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan ini. Diantaranya adalah;
1.      HIV/AIDS.
Penyakit ini tidak ditanggung jika dianggap merupakan penyakit yang datang karena keteledoran diri sendiri.  Namun pada kasus tertentu karena akibat tertular atau kejadian lain diluar keteledoran maka HIV/AIDS ditanggung oleh BPJS.
2.      Penyakit akibat NARKOBA
Segala penyakit yang berkaitan dengan narkoba juga tidak ditanggung oleh BPJS kesehatan, karena dianggap kesalahan sendiri.
3.  Operasi yang berkaitan dengan estetika (kecantikan), operasi bekas luka dan operasi yang diakibatkan karena sengaja menyakiti diri sendiri juga tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Dalam hal ini, operasi yang terjadi akibat kecelakaan jalan raya dan kecelakaan kerja juga tidak dijamin oleh BPJS kesehatan karena hal tersebut sudah merupakan tanggungan dari Jasa Raharja dan BPJS Ketenagakerjaan.
Selain dari ketiga hal tersebut diatas, semuanya bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan, namun harus dengan sistem rujukan berjenjang. Artinya, pasien harus terlebih dahulu berobat ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) tingkat 1 yakni; Puskesmas dan klinik. Kemudian jika diperlukan, maka dokter Puskesmas/Klinik akan memberikan rujukan ke rumah sakit yang menerima BPJS Kesehatan, sesuai dengan radius domisili pasien yang bersangkutan.

Baca Juga;

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014, Manfaat yang tidak dijamin dalam program meliputi:
  • Pelayanan kesehatan yang dilakukan tanpa melalui prosedur sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku;
  • Pelayanan kesehatan yang dilakukan di Fasilitas Kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kecuali dalam keadaan darurat;
  • Pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan kerja terhadap penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau hubungan kerja;
  • Pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas yang bersifat wajib sampai nilai yang ditanggung oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas;
  • Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri;
  • Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik;
  • Pelayanan untuk mengatasi infertilitas;
  • Pelayanan meratakan gigi (ortodonsi);
  • Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri, atau akibat melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri;
  • Pengobatan komplementer, alternatif dan tradisional, termasuk akupunktur non medis, shin she, chiropractic, yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan (health technology assessment);
  • Pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai percobaan (eksperimen);
  • Alat kontrasepsi, kosmetik, makanan bayi, dan susu;
  • Perbekalan kesehatan rumah tangga;
  • Pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat,kejadian luar biasa/wabah;
  • Biaya pelayanan kesehatan pada kejadian tak diharapkan yang dapat dicegah (preventable adverse events); Yang dimaksudkan preventable adverse events adalah cedera yang berhubungan dengan kesalahan/kelalaian penatalaksanaan medis termasuk kesalahan terapi dan diagnosis, ketidaklayakan alat dan lain – lain sebagaimana kecuali komplikasi penyakit terkait.
  • Biaya pelayanan lainnya yang tidak ada hubungan dengan Manfaat Jaminan Kesehatan yang diberikan.

Tuesday, 25 September 2018

Berapa Lama Saya Harus Membayar Premi Asuransi?


"Berapa lama saya harus membayar premi asuransi? Sampai kapan saya harus setor premi asuransi saya?"

Kalau anda seorang agen asuransi anda pasti sering menemui pertanyaan seperti itu. Atau kalau anda adalah orang yang pernah di prospek oleh agen asuransi, pertanyaan ini juga pasti menjadi semacam pertanyaan yang wajib anda tanyakan. Dari perusahaan manapun agen asuransi tersebut berasal. Bahkan seandainya anda di prospek oleh 5 orang agen pun, tetap pertanyaan itu akan selalu anda ulangi, meskipun kelimanya bahkan berasal dari perusahaan asuransi yang sama. Celakanya, anda akan mendapatkan jawaban yang berbeda-beda, tergantung siapa yang menjawab.
Soal jawaban sih tidak begitu menjadi masalah, yang jadi persoalan justru fakta  dalam praktik yang sebenarnya. Persoalan berapa lama atau sampai kapan premi asuransi itu harus dibayar berubah menjadi seperti sebuah misteri yang lumayan sulit untuk dipecahkan. Agen A bilang, “Cukup bayar selama 10 tahun, setelah itu silahkan uang diambil atau dicairkan, dan manfaat asuransi akan tetap jalan seumur hidup” Benarkah? Bisa benar, bisa tidak. Sementara itu, agen B berkata, “Bayar asuransi itu selamanya, pokoknya kalau anda beli asuransi jangan mikir investasi. Syukur-syukur kalau selesai bayar ada nilai tunai yang bisa diambil, berarti anda termasuk nasabah yang beruntung”. Wah, kok jadi menakutkan gini ya si asuransi.
Dalam tulisan ini saya tidak ingin mengatakan apakah jawaban-jawaban tersebut benar atau salah. Karena ketika dilapangan, seorang agen memang memiliki bahasa khas marketingnya masing-masing. Ini sangat terkait dengan style dari masing-masing agen dalam menghandle pertanyaan-pertanyaan dari calon nasabah yang di prospeknya.
Saya justru ingin menawarkan sebuah “cara baca” yang baru terhadap sebuah proposal dari polis asuransi. Saya berharap, cara baru dalam membaca dan memahami hakekat sebuah polis asuransi ini nantinya akan membawa sebentuk perubahan juga dalam konsep literasi keuangan kita. Bukan suatu kebetulan bahwa saya adalah Agen Prudential, sehingga saya juga akan menggunakan ilustrasi atau proposal dari Prudential sebagai pijakan dalam tulisan ini.
Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita samakan dulu perspektif kita dalam memahami polis asuransi yang di maksud dalam tulisan ini. Yang saya maksudkan sebagai polis asuransi dalam tulisan ini tentu saja adalah polis asuransi unit link; sebuah polis asuransi yang berfungsi sebagai proteksi, sekaligus sebagai instrument investasi. Beberapa teman agen mungkin akan protes, “Mau unit link atau tradisional sebaiknya jangan pernah gembar-gembor jualan investasi kepada calon nasabah”. Teman ini mungkin bagian dari agen yang berpandangan bahwa fungsi utama sebuah polis asuransi adalah sebagai proteksi, instrument investasi hanya sebagai pemanis saja.
Dalam hal ini saya kurang sepakat, toh perusahaan sendiri dalam promosi nya juga tidak pernah melepaskan kata investasi sebagai tawarannya. Artinya, asalkan difahami dengan cara yang benar, polis asuransi memang benar-benar bisa difungsikan sebagai sebuah instrument investasi, dalam rangka mempersiapkan kebutuhan keuangan di masa depan.
Nah, dalam kerangka inilah sesungguhnya tulisan ini dibuat. Menurut saya, cara memahami pembayaran premi asuransi adalah seperti ini; bahwa sesungguhnya premi asuransi itu dibayar selamanya, sampai kapan? Sampai kita tutup polis karena tidak membutuhkan asuransi lagi, atau sampai kita tutup polis karena maut menjemput. “Wah, berabe dong kalau seperti itu?” tenang, justru disinilah yang ingin saya jelaskan.
Asuransi unit link, berbeda dengan jenis asuransi lainnya. Semisal sebagai contoh paling gampang adalah BPJS. Asuransi unit link jelas mengandung instrument investasi, artinya selain memiliki nilai perlindungan dalam bentuk Uang Pertanggungan (UP) meninggal dunia serta UP kesehatan, nasabah juga memiliki saldo investasi, yang di kelola oleh manajer investasi dari perusahaan asuransi yang bersangkutan. Berbeda dengan BPJS Kesehatan, yang hanya memiliki proteksi kesehatan, tanpa saldo nilai tunai.
Terus apakah setelah habis kontrak, investasi saya di asuransi bisa saya ambil? Dan apakah saya untung atau rugi berdasarkan jumlah premi yang saya setorkan dalam kurun waktu tersebut?
Tentu saja sangat bisa. Tetapi ingat, saya tidak mengatakan bahwa kontrak asuransi itu adalah selama 10 tahun, 20 tahun atau 30 tahun, sebagaimana selama ini agen asuransi sering katakan. Kontrak asuransi adalah selamanya, atau selama anda butuh terhadap polis asuransi tersebut. Saldo investasinya boleh anda ambil setiap 5 tahun sekali, atau 10 tahun sekali, atau sesuai kebutuhan. Yang terpenting dan perlu diperhatikan dalam pencairan ini adalah, upayakan sedapat mungkin agar mencairkan saldo nilai tunai untuk pertama kalinya bukan pada usia belum genap 5 tahun. Artinya anda boleh melakukan pencairan saldo nilai tunai untuk pertama kalinya adalah setelah tahun ke 5, atau ketika masuk tahun ke 6. Pencairan selanjutnya kapan? Tentu saja menunggu setelah nilai tunai terkumpul lagi, sewaktu-waktu boleh anda cairkan. Jadi, misalkan pun anda bayar premi asuransi selama 30 tahun pun, anda bisa berulang kali ambil saldo nilai tunainya sesuai kebutuhan, asalkan pengambilan pertama kali setelah tahun ke 5. Atau boleh juga dicairkan kelak, ketika saldonya sudah menumpuk banyak.
Apakah untung atau rugi? Ini yang paling sulit. Karena ini adalah instrument investasi. Namanya investasi bisa untung bisa rugi. Mungkin untung di saat harga unit sedang bagus dibandingkan dengan IHSG, rugi ketika harga unit sedang dalam keadaan terpuruk. Terus bagaimana dong? Ya, kalau pas posisi rugi jangan dicairkan, tunggu dulu sampai untung. Posisi ini bisa di pantau kok, sangat mudah malahan. Anda bisa memantaunya melalui media online terpercaya yang menampilkan data-data pasar modal, seperti kontan online, dan beberapa majalah keuangan online lainnya.
Terus, kalau sudah ditunggu ternyata gak untung-untung juga? Itulah makanya kenapa anda harus memilih membuka polis di perusahaan asuransi besar, yang memiliki kinerja terbaik di Indonesia. Agar dana anda aman, dan untung. Sampai disini, tidak usah saya katakana pun anda pasti sudah mengerti harus buka polis di perusahaan merah atau abu-abu.

Jika ada sesuatu yang perlu di diskusikan, silahkan, saya sangat terbuka dengan kritik dan saran di kolom komentar.