Referensi Memilih Asuransi & Investasi: asuransi prudential
Most Popular
Showing posts with label asuransi prudential. Show all posts
Showing posts with label asuransi prudential. Show all posts

Sunday, 27 January 2019

Inilah Solusi Saat Anda Harus Berhenti Kerja Karena Sakit Ataupun PHK


Hasil gambar untuk polis prudential
Sebuah pertanyaan menarik sempat viral di media sosial, bisakah orang hidup tanpa asuransi? Jawabannya sederhana, bisa.
Lihat saja orang tua dan kakek-nenek kita, tanpa punya asuransi pun bisa hidup aman dan damai sentosa sampai tua. Juga banyak diantara teman-teman kita yang tidak punya asuransi, tapi sampai hari ini hidup mereka baik-baik saja (kecuali mereka yang kena musibah).
Namun bisakah orang hidup tanpa penghasilan? Jawabannya 90 % tidak bisa. Yang 10 % bisa, tentu saja atas kehendak dan kuasa Tuhan Yang Maha Esa.
Jika mau, anda boleh mencoba berhenti bekerja selama satu bulan saja. Atau kembalikan seluruh gaji ke bos anda. Tentunya anda akan bingung dari mana uang untuk membiayai beragam kebutuhan hidup, seperti makanan, pakaian, bayar listrik, beli pulsa, cicil KPR, utang kendaraan, bayar SPP sekolah anak, dan lain lain.
Bisakah kebutuhan-kebutuhan hidup itu berhenti? Sangat bisa, jika kita sudah tidak adalagi di dunia ini. Ya, benar sekali semua kebutuhan hidup itu hampir tidak bisa berhenti sama sekali. Apalagi sekarang kita hidup dijaman yang serba uang.
Kita butuh makan dan minum setiap hari. Kita butuh pulsa, listrik, bensin setiap hari. Utang, jika telah dibuat, harus dibayar apa pun yang terjadi. Dan semua itu dibayar dari penghasilan.
Lalu, bisakah penghasilan kita berhenti? Sangat bisa. Tentu saja jika kita berhenti bekerja, penghasilan kita pun juga akan berhenti. Kecuali, jika kita telah memiliki aset besar yang memberikan kita passive income dalam jumlah yang cukup untuk membiayai hidup kita. Namun, orang seperti ini pasti jumlahnya juga tidak banyak didunia ini.
Sudah tahukah kita, apa saja yang membuat kita berhenti bekerja? Jawabannya ada beberapa faktor:
  • Dipecat/PHK
  • Pensiun
  • Sakit berat.
  • Cacat tetap.
  • Meninggal dunia.

Lantas, apa solusi untuk semua penyebab tersebut? Dipecat/PHK, solusinya adalah mencari pekerjaan atau bisnis lain. Jika pensiun, solusi paling masuk akal adalah hidup dengan biaya dari hasil tabungan atau investasi semasa kita masih produktif dan bekerja, namun sekali lagi orang jenis ini jumlahnya juga tidak banyak. Yang banyak terjadi adalah bergantung pada kebaikan hati sang anak dalam merawat orang tua.
Sakit berat, tidak ada solusi jika terlanjur sudah terlanjur kejadian, Cacat tetap juga sama, tidak ada solusi jika terlanjur sudah terjadi. Tidak akan ada perusahaan atau orang yang mau mempekerjakan orang yang menderita penyakit berat atau cacat tetap. Termasuk meninggal dunia, juga tidak ada solusi jika terlanjur kejadian, karena orang yang sudah meninggal dunia tentu saja sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Sadarkah kita, point-point diatas tersebut dampak kerugiannya sungguh luar biasa bagi kehidupan kita, terutama kehidupan orang-orang yang selama ini nafkahnya menjadi tanggungan dan kewajiban kita. Keluarga, istri dan anak yang masih tetap harus melanjutkan hidupnya, dan juga dengan kebutuhan akan biaya hidup yang tidak mungkin berhenti dengan berhentinya pekerjaan dan penghasilan kita.
Namun, untuk semua point tersebut diatas, selama masih belum terjadi, tentu saja ada solusi yang bisa kita persiapkan jauh sebelumnya. Solusi paling murah dan masuk akal adalah membeli asuransi dan memulai investasi.
Asuransi tidak bisa mencegah datangnya sakit kritis atau cacat tetap, juga tidak bisa mengembalikan nyawa orang yang telah meninggal dunia, namun asuransi penyakit kritis bisa memberikan santunan penghasilan saat seorang nasabah terkena resiko sakit berat, asuransi kecelakaan dan cacat tetap total juga akan memberikan santunan pengganti penghasilan ketika resiko cacat tetap terjadi pada nasabah. Asset hingga milyaran juga akan diberikan sebagai santunan kepada ahli waris saat seorang peserta asuransi jiwa meninggal dunia. Dan, dengan memulai berinvestasi sejak dini, kita akan memiliki bekal keuangan yang cukup ketika suatu saat dengan terpaksa kita harus berhenti bekerja. Entah karena PHK ataupun pensiun.
Kabar baiknya adalah, anda tidak perlu pusing dan ribet dengan membeli satu per satu program-program tersebut. Cukup satu produk, karena kesemuanya tersedia dalam produk unitlink Prudential. 1 polis untuk semua manfaat perlindungan asuransi, sekaligus potensi keuntungan investasi.


Friday, 25 January 2019

Celengan Pembayar Premi; Tips Sederhana Dan Kekinian Membayar Premi Asuransi


Membeli asuransi unitlink itu bukan soal punya uang atau tidak, tetapi lebih soal niat atau tidak, penting atau tidak. Harga atau besaran premi asuransi unitlink termurah, bahkan dari perusahaan asuransi yang terkenal paling mahal di Indonesia pun masih dalam jangkauan rata-rata masyarakat Indonesia.
Di Prudential, perusahaan asuransi tempat saya bernaung, masih bisa mendapatkan paket asuransi yang lumayan lengkap, terdiri dari asuransi jiwa, asuransi kesehatan, plus investasi dalam 1 paket, hanya dengan besaran premi minimal 400 ribu rupiah per bulan. Jadi, sekali lagi yang jadi soal bukanlah punya uang atau tidak, tetapi mau punya asuransi atau tidak.
Kalau sudah punya kemauan untuk beli asuransi, maka masalah selanjutnya yang perlu diperhitungkan adalah, bagaimana mengatur keuangan, agar pembayaran premi tetap berlanjut. Masalah umumnya masyarakat kita adalah mengatur keuangan secara berlanjut dalam jangka panjang. Dan pembayaran asuransi pasti dalam jangka waktu yang lumayan lama, bisa 5 tahun, 10 tahun, atau 20 tahun, atau bahkan sepanjang umur selama kita membutuhkan perlindungan asuransi.
Nah, tips dari salah satu nasabah saya ini mungkin bisa dijadikan inspirasi bagaimana mengatur keuangan agar premi asuransi tetap terbayarkan dalam jangka panjang.
Nasabah saya ini, biasa di panggil mbak tika, adalah pemilik usaha catering. Usahanya lumayan rame, setiap hari ada saja orderan yang masuk. Ketika awal mula saya datang ke rumahnya, presentasi macam-macam dan menawarkan asuransi, dia tertarik, tetapi merasa belum sanggup membayar premi untuk jangka waktu sekian tahun. Sampai disini saya berhenti, dan pamit pulang, karena saya sudah faham masalah yang dia hadapi, dan juga faham bagaimana posisi keuangan dia.
Beberapa minggu setelahnya saya datang lagi kerumahnya, saya tawarkan sekali lagi untuk ambil asuransi dengan premi 1.500.000 rupiah untuk seluruh anggota keluarganya yang berjumlah 3 orang. Dan seperti saya duga, dia menjawab begini, “mas kan kemarin saya sudah bilang, saya faham dan sepakat dengan pentingnya memiliki asuransi. Tetapi untuk saat ini saya merasa masih belum sanggup untuk membayar premi sebesar itu selama sekian tahun sebagaimana yang mas tawarkan”.
Saya tidak menjawab, tetapi langsung saya keluarkan celengan yang sudah saya persiapkan sebelumnya. Sebuah celengan yang biasa di pakai untuk menyimpan uang receh anak-anak, namun celengan yang saya bawa ini ada kuncinya.
Saya bilang, “mbak, saya bawa celengan yang ada kuncinya. Celengan ini akan saya tinggal disini, nah tugas sampean adalah mengisi celengan ini dengan uang, berapapun, setiap hari. Nanti setiap tanggal tertentu sebulan sekali saya akan datang lagi untuk membuka celengan ini, karena kuncinya saya bawa. Setelah itu kita hitung bareng jumlah uangnya, dan saya berani taruhan pasti jumlah uang dalam celengan ini akan cukup dan bahkan berlebih untuk bayar premi”.
Dan betul, setelah dia sepakat untuk ambil asuransi unitlink dengan premi sebesar 1,5 juta, pada bulan kedua, tepat tanggal jatuh tempo pembayaran polisnya saya datang lagi ke rumahnya untuk membuka celengan tersebut. Dan hasilnya, setelah dihitung, didalam celengan tersebut ada uang 3 juta lebih sedikit. Jumlah yang tentu saja lebih dari cukup untuk membayar premi asuransinya, dan bahkan premi selama 2 bulan.
Dan ketika itu Mbak Tika bilang, “Wah, ternyata sampean betul mas. Kalau seperti ini saya tidak merasa berat membayar premi segitu”.
Ya, kata kuncinya adalah; dia sesungguhnya mampu membayar premi asuransi, tetapi merasa berat. Dia mampu karena setiap hari dia terima orderan, yang otomatis setiap hari dia dapat uang. Tinggal kita mengatur strategi, bagaimana agar si nasabah tidak merasa berat. Agar dia enjoy dan tidak terbebani dengan angka 1,5 juta per bulan untuk bayar premi. Dan konsep celengan pembayar premi ini bisa menjadi salah satu solusi yang lumayan jitu.
Sekarang mari kita lihat, ada berapa banyak pedagang atau pengusaha seperti Mbak Tika ini, yang transaksi atau orderannya harian? Yang setiap hari bisa dapatin uang? Yang belum punya asuransi karena merasa berat?
Kalau kita mampu menawarkan sebuah solusi yang jitu, perasaan berat membayar itu pasti akan hilang. Karena rasa berat itu hanya ada dipikirannya saja saat membayangkan angka-angka jutaan rupiah yang harus dia keluarkan setiap bulan. Tetapi kalau kita mampu memecah dan mengurai beban di pikiran yang dia rasa berat itu, maka dia akan enjoy memasukan uang 20, 50 atau bahkan 100 ribu setiap hari ke dalam celengan. Dia tidak akan merasa berat, meskipun itu setiap hari.

Thursday, 17 January 2019

Pilih Mana; Asuransi Atau Investasi? Sebuah Pengantar



Pernah mendengar istilah-istilah berikut ini; investasi? Asuransi? Tahu dan fahamkah anda bagaimana perbedaan diantara keduanya?
Pernah mengenal istilah-istilah berikut ini; saham? Reksadana? Unitlink? Tahu dan fahamkah anda bagaimana ketiganya berbeda, dan bahkan seringkali diperdebatkan dalam forum-forum komentar social media?
Ada banyak orang yang hanya mengenal atau bahkan hanya pernah mendengar istilah-istilah tersebut diatas, atau mungkin memahami hanya sekedarnya saja. Memahami hanya pada bagian kulit luarnya saja, tidak secara utuh. Bahkan meskipun itu seorang agen asuransi, atau pialang saham, ataupun juga agen reksadana.
Bahwa seorang agen asuransi memahami produk asuransinya, itu adalah sebuah keniscayaan. Bahwa seorang pialang saham sangat hafal seluk belu persahaman adalah benar, dan bahwa seorang agen reksadana mampu menjelaskan secara detil portofolio reksadananya itu adalah wajar. Tetapi tidak banyak orang yang mampu memahami ketiganya sekaligus.
Dan inilah yang menjadi masalah sehingga memicu perdebatan. Agen reksadana dan pialang saham akan dengan sangat menggebu-gebu menyatakan, “Jangan taruh uangmu di asuransi, rugi!”.
“Lebih baik taruh di reksadana bla..bla..bla.., dalam jangka waktu sekian tahun pasti sudah untung sekian belas persen”, kata agen reksadana.
“Mending belikan saham A… atau saham B… atau sekaligus saham C…, nanti dalam kurun waktu tertentu pasti nilainya sudah berlipat-lipat kali naik”, tukas pialang saham.
Ketika terjadi perdebatan seperti itu, apa kata agen asuransi? “Ya meskipun untung, tapi kan belum aman dari resiko sakit,, kecelakaan,, bla..-bla… bla… malah-malah gimana kalau harga saham dan reksadananya jatuh, terus kamu nya kena serangan jantung, uang mana lagi yang mau dipakai buat biaya berobat?.
Itulah agen asuransi, jawabnya betul, tetapi keluar dari substansi. Masalah investasi tentu saja jawabnya juga harus berdasarkan investasi juga. Nah, ini jadi masalah selanjutnya; tidak banyak agen asuransi yang memahami dan menguasai ilmu perinvestasian.
Padahal produk asuransi sekarang ini yang lagi marak adalah produk asuransi unitlink. Sebuah produk yang memadukan antara proteksi asuransi dengan keuntungan berinvestasi. Sayangnya, masih banyak agen asuransi yang hanya memahami pada bagian asuransi nya saja, pada bagian investasi yang difahami hanya sekedarnya saja.
Masalah selanjutnya lagi adalah, justru banyak terjadi diantara agen asuransi sendiri yang berdebat, baik agen asuransi dalam satu perusahaan maupun agen antar perusahaan asuransi. “Apakah asuransi bisa menguntungkan sencara investasi?” jawabannya bervariasi, tergantung bagaimana tingkat pemahaman agen yang bersangkutan terhadap ilmu perinvestasian. Dan jawaban ini bisa anda simak di kolom-kolom komentar media social, dan hasilnya adalah; perdebatan yang tiada henti dan tiada solusi. Semakin kita mengikuti perdebatan, semakin kita akan dibuat bingung dan galau, “Beli asuransi aman gak ya, untuk menyiapkan perencanaan keuangan masa depan?”
Dan pada bagian inilah yang akan dibidik oleh artikel ini. Bagaimana memahami asuransi dan investasi? Bagaimana membedakan dan bahkan mengelola asuransi (unitlink) sebagaimana mengelola portofolio reksadana dan saham untuk mempersiapkan keuangan dimasa depan?
Namun, karena artikel ini pasti akan jadi sangat panjang, maka agar tidak terlalu panjang, artikel ini akan dibuat secara berseri, dengan masing-masing judul yang berbeda, dalam tema besar; “Bagaimana meraih keuntungan di masa depan dengan berinvestasi di unitlink, sebagaimana untung nabung saham dan reksadana”. bersambung

Wednesday, 16 January 2019

Mengapa Harus Mengasuransikan Aset Kita Yang Paling Berharga



Ada begitu banyak orang yang masih meragukan manfaat asuransi. Sebabnya bermacam-macam, bisa karena ketakutan gagal klaim, anggapan hukum asuransi haram, beberapa merasa diri dan keluarganya tidak membutuhkan cover asuransi; karena berharap sepanjang hidupnya baik-baik saja, tidak ada resiko apapun yang akan terjadi.
Apakah itu salah? Untuk tidak mengatakan salah, saya hanya ingin mengatakan dalam beberapa perspektif; cara berfikir mereka perlu dirubah.
Coba kita simak kalimat-kalimat dibawah ini, dan renungkan kebenarannya;
  1. Apakah ada gedung-gedung megah yang tidak diasuransikan? Padahal kebakaran gedung belum tentu terjadi tiap tahun.
  2. Apakah ada penerbangan komersil yang tidak diasuransikan? Padahal pesawat jatuh belum tentu ada tiap hari dengan ribuan jadwal di seluruh dunia.
  3. Apakah ada debitur kakap yang tidak diasuransikan? Padahal belum tentu debiturnya meninggal dunia sebelum hutangnya lunas.
  4. Apakah  ada staf perusahaan top yang tidak diasuransikan? Padahal belum tentu ada yang sakit dan opname setiap bulan.
  5. Dan, mana ada konsultan perencanaan keuangan yang tidak menyarankan asuransi pada kliennya?

Ujung dari Financial Planner dan perlindungan aset adalah asuransi. Lalu, pernahkah kita berfikir apa aset kita yang paling berharga? 
Apakah harta kita, atau diri kita yang selama ini bekerja mengumpulkan banyak aset? Apakah kita rela melihat aset dan harta yang telah kita kumpulkan selama bertahun-tahun harus musnah digerogoti biaya pengobatan saat resiko sakit yang tidak pernah bisa diprediksi itu datang? Ingatlah adagium sederhana ini, "Manusia rela menukar kesehatan dan waktunya untuk mengumpulkan uang, namun ketika sakit datang justru uang yang selama ini dikumpulkan akan dihambur-hamburkan untuk kembali membeli kesehatan".
Jadilah manusia bijak dan cerdas dengan berfikir jauh kedepan, kalau diri kita sendiri gak diasuransikan apakah itu berarti karena kita kurang berharga? Keputusanmu hari ini menentukan masa depanmu.

Thursday, 4 October 2018

Belum Punya Asuransi? 5 Hal Ini Akan Merubah Fikiran Anda

Pada zaman yang serba modern ini, ternyata masih ada banyak sekali orang yang belum tahu apa manfaat dari asuransi jiwa. Bahkan, dari mereka tidak mengenal asuransi sama sekali. Hal ini membuat banyak orang tidak tahu apa manfaat dan fungsi dari asuransi jiwa. Asuransi sangat berperan penting untuk menjamin kehidupan Anda di masa mendatang.
Ketahuilah apa saja alasan mengapa Anda harus memiliki asuransi jiwa sejak dini dan apa saja manfaatnya di masa depan. Berikut ini adalah lima alasan yang mengharuskan Anda memiliki asuransi jiwa.
1.      Pemakaman Dibiayai Asuransi
Ada banyak sekali manfaat dari pemilik asuransi jiwa. Salah satunya adalah meringankan beban biaya pemakaman ketika Anda meninggal. Ada banyak sekali biaya yang harus dikeluarkan keluarga saat nanti Anda meninggal. Mulai dari prosesi pemakaman hingga perawatan makam. Tentu semua hal itu membutuhkan biaya yang sangat banyak dan bisa memberatkan keluarga. Di sinilah asuransi jiwa akan sangat bermanfaat. Sebab dengan asuransi jiwa yang dimiliki, keluarga bisa mendapatkan klaim asuransi untuk mengurus semua kegiatan kematian tersebut. Keluarga nantinya tidak akan kebingunan mencari dana untuk melakukan prosesi kematian. Bahkan, mereka juga bisa mendapatkan uang santunan kematian dari premi yang dibayarkan semasa hidup.
2.      Biaya Hidup Keluarga Ditanggung Asuransi
Semakin hari semakin banyak saja kebutuhan hidup manusia. Mulai dari makan, sekolah, pakaian, hingga kebutuhan lainnya. Hal tersebut juga menjadikan biaya hidup semakin mahal. Anda sebagai kepala keluarga tentu memiliki beban yang cukup berat, seperti biaya belanja, listrik, sekolah, dan lain sebagainya. Namun, bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada diri Anda, misalnya jatuh sakit atau meninggal dunia. Hal ini akan sangat memberatkan keluarga Anda. Tentu segala kebutuhan yang harusnya dipenuhi menjadi sulit untuk dipenuhi. Di sinilah keuntungan asuransi akan bisa dirasakan. Bahkan, keluarga Anda juga bisa merasakan keuntungan asuransi yang preminya selalu Anda bayar setiap bulan. Pertama, keluarga Anda akan tetap mendapatkan uang jaminan setiap bulannya, misalnya biaya hidup, biaya pendidikan anak, dan lain sebagainya. Inilah mengapa asuransi jiwa sangat penting dimiliki setiap orang.
3.      Asuransi Jiwa Menjadikan Hari Tua Terjamin
Asuransi jiwa bisa membantu Anda untuk mendapatkan uang pensiunan pada hari tua. Anda bisa mendapatkan uang pensiun ketika sudah tidak bekerja lagi. Uang ini didapat dari uang premi yang Anda bayar selama bekerja dulu. Uang pensiunan nantinya akan sangat bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari pada masa tua. Karena itulah, mengapa asuransi jiwa sangat penting dan menguntungkan pada masa mendatang.
4.      Mendapatkan Uang Tunai
Asuransi bisa membuat hidup lebih tenang. Sebab Anda bisa mendapatkan uang tunai dari premi yang dibayarkan. Anda bisa mengklaim asuransi ketika mengalami kondisi terdesak atau musibah yang merugikan. Anda bisa langsung mengajukan klaim dan mendapatkan uang tunai. Bahkan, Anda juga bisa mendapatkan perlindungan ganti rugi. Gunakanlah asuransi untuk mendapatkan uang tunai jika ada suatu kondisi yang mendesak. Misalnya untuk melakukan operasi, rawat inap di rumah sakit, dan lain sebagainya.
5.      Memberikan Perlindungan Kecelakaan
Memiliki asuransi jiwa bisa melindungi diri dari kejadian yang tidak diinginkan semisal kecelakaan. Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak pernah semua orang inginkan. Pastinya tidak ada satu pun manusia yang mau mengalami hal ini. Kejadian ini adalah kejadian mendadak dan tentu tidak akan ada persiapan yang bisa dilakukan untuk menghadapinya. Dalam kondisi inilah asuransi jiwa akan sangat bermanfaat bagi Anda pemegang asuransi. Anda bisa mendapatkan klaim dari asuransi untuk biaya dokter, biaya obat, rawat inap, dan juga bisa mengajukan klaim untuk korban lainnya yang mengalami kecelakaan bersama Anda. Siapa yang Bisa Memiliki Asuransi Jiwa ? Asuransi jiwa adalah sebuah perlindungan yang bisa Anda dapatkan dari suatu perusahaan asuransi. Asuransi ini bisa dimiliki siapa pun yang ingin memilikinya. Tidak ada batasan usia, gender, dan kelas sosial. Anda bisa memiliki asuransi ini dengan syarat mampu untuk memenuhi tagihan premi. Namun, Anda juga harus mampu memenuhi kebutuhan primer sebelum membayar premi asuransi. Ada banyak sekali hal yang bisa didapatkan dari asuransi jiwa, seperti perlindungan keselamatan, perlindungan kematian, dana pensiun, dan lain sebagainya. Pilihlah jenis asuransi jiwa yang sesuai dengan kebutuhan. Sebab nantinya asuransi jiwa tersebut akan sangat memengaruhi keuntungan atau kerugian di masa mendatang.

 Mungkin anda juga tertarik membaca

* Sumber Kompas.com

Beberapa Kesalahan Dalam Membeli Asuransi


Bila saat ini posisi Anda adalah sebagai pencari nafkah utama di keluarga, sebaiknya Anda memang memiliki asuransi jiwa sebagai strategi manajemen risiko finansial keluarga. Memiliki asuransi jiwa bisa membantu Anda mengantisipasi risiko-risiko finansial yang bisa timbul akibat kematian pencari nafkah dan karena musibah-musibah lain yang membuat keran pendapatan keluarga terganggu.
Namun, untuk membeli asuransi jiwa juga perlu kecermatan tersendiri agar tidak terjebak pembelian produk yang tidak tepat. Sering terjadi seseorang membeli asuransi jiwa, ternyata tidak sesuai kebutuhan sehingga saat dicairkan, risiko finansial yang dihindari masih terjadi dan mengguncang kesehatan finansial keluarga. Misalnya nilai uang pertanggungan sangat kecil, tak sesuai perkiraan.
Bila Anda berencana membeli asuransi jiwa, perhatikan tiga point kesalahan besar hasil riset berikut ini agar Anda tidak salah membeli:
1.Tidak mengetahui kebutuhan uang pertanggungan
Banyak orang sekadar membeli asuransi jiwa tanpa terlebih dulu menghitung berapa kebutuhan uang pertanggungan yang sebenarnya dia butuhkan. Alhasil, ketika terjadi risiko, uang pertanggungan yang cair ternyata tidak memadai untuk menutup kebutuhan finansial keluarga. Ketahui terlebih dulu berapa kebutuhan uang pertanggungan asuransi jiwa Anda sehingga bisa menemukan produk yang tepat.
Cara mengetahui kebutuhan uang pertanggungan asuransi jiwa bisa Anda hitung dengan pendekatan Human Life Value, dengan rumus pengalian antara nilai pendapatan saat ini ditambah risk free rate. Sebagai contoh, pendapatan Anda saat ini Rp 10 juta per bulan dan tanggungan Anda baru bisa mandiri 20 tahun lagi. Asumsi risk free rate 5,2 persen. Maka, kebutuhan uang pertanggungan asuransi jiwa adalah Rp 10 juta x 12 bulan x (110 persen+5,2 persen) x 20 tahun = Rp 1,42 miliar. Setelah mengetahui kebutuhan uang pertanggungan, Anda tinggal mencari produk asuransi jiwa dengan nilai Uang Pertanggungan (UP) sebesar itu. Anda bisa menimbang produk PruLink Generasi Baru (PGB) dari Prudential, yang memberikan pertumbuhan manfaat uang pertanggungan setiap tahunnya sampai berakhirnya polis.

BACA JUGA
Strategi Membayar Premi Asuransi Dengan Cara Menyicil
Apakah Asuransi Menipu? Simak faktanya
Ini Klaim Yang Di Tanggung Dan Tidak Di Tanggung BPJS

Perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah kompensasi atau uang pertanggungan ketika terjadi risiko pada tertanggung atau pemegang polis. Pemegang polis wajib membayar premi sebagai biaya atas pengalihan risiko kepada perusahaan asuransi tersebut. Asuransi jiwa tidak bisa mencegah kematian. Namun, asuransi jiwa bisa meringankan beban finansial anggota keluarga yang ditinggalkan ketika sang pencari nafkah meninggal dunia.
2.Salah menetapkan tertanggung di polis
Dalam asuransi, tertanggung adalah dia yang ditanggung risiko jiwanya oleh perusahaan asuransi. Sehingga, ketika si tertanggung tersebut meninggal dunia, maka perusahaan asuransi akan membayar sejumlah uang pertanggungan yang berhak diberikan kepada ahli waris yang ditunjuk. Siapa yang idealnya menjadi tertanggung dalam produk asuransi jiwa? Sesuai tujuan pembelian yaitu manajemen risiko finansial keluarga, tertanggung asuransi jiwa seharusnya adalah mereka yang memiliki nilai ekonomi atau pihak yang menjadi sumber penghasilan keluarga. Misalnya, suami, istri, atau keduanya. Bila suami dan istri sama-sama bekerja, tertanggung seharusnya adalah pihak yang memiliki penghasilan terbesar karena risiko finansialnya juga paling besar bagi keluarga bila tiba-tiba dia meninggal dunia.
3.Asal membeli asuransi pendukung
Biasanya saat Anda membeli asuransi jiwa, agen asuransi akan menawarkan pula asuransi pelengkap atau rider. Jangan asal menambah asuransi tambahan sebelum menghitung terlebih dulu apa saja kebutuhan Anda. Asuransi tambahan juga berarti biaya tambahan, maka itu bijaklah dalam menambah jenis riders. Jikalau perlu tambahan, untuk asuransi jiwa Anda bisa menimbang untuk menambahkannya dengan waiver of premium atau pembebasan premi. Riders ini berguna untuk mengantisipasi risiko ketidakmampuan yang mengakibatkan Anda tidak bisa membayar premi rutin. Misalnya karena terjadi kecelakaan yang membuat Anda kehilangan pekerjaan, Anda akan dibebaskan dari pembayaran premi asuransi jiwa.

*Sumber kompas.com