Referensi Memilih Asuransi & Investasi: asuransi prudential
Most Popular
Showing posts with label asuransi prudential. Show all posts
Showing posts with label asuransi prudential. Show all posts

Sunday, 27 January 2019

Inilah Solusi Saat Anda Harus Berhenti Kerja Karena Sakit Ataupun PHK


Hasil gambar untuk polis prudential
Sebuah pertanyaan menarik sempat viral di media sosial, bisakah orang hidup tanpa asuransi? Jawabannya sederhana, bisa.
Lihat saja orang tua dan kakek-nenek kita, tanpa punya asuransi pun bisa hidup aman dan damai sentosa sampai tua. Juga banyak diantara teman-teman kita yang tidak punya asuransi, tapi sampai hari ini hidup mereka baik-baik saja (kecuali mereka yang kena musibah).
Namun bisakah orang hidup tanpa penghasilan? Jawabannya 90 % tidak bisa. Yang 10 % bisa, tentu saja atas kehendak dan kuasa Tuhan Yang Maha Esa.
Jika mau, anda boleh mencoba berhenti bekerja selama satu bulan saja. Atau kembalikan seluruh gaji ke bos anda. Tentunya anda akan bingung dari mana uang untuk membiayai beragam kebutuhan hidup, seperti makanan, pakaian, bayar listrik, beli pulsa, cicil KPR, utang kendaraan, bayar SPP sekolah anak, dan lain lain.
Bisakah kebutuhan-kebutuhan hidup itu berhenti? Sangat bisa, jika kita sudah tidak adalagi di dunia ini. Ya, benar sekali semua kebutuhan hidup itu hampir tidak bisa berhenti sama sekali. Apalagi sekarang kita hidup dijaman yang serba uang.
Kita butuh makan dan minum setiap hari. Kita butuh pulsa, listrik, bensin setiap hari. Utang, jika telah dibuat, harus dibayar apa pun yang terjadi. Dan semua itu dibayar dari penghasilan.
Lalu, bisakah penghasilan kita berhenti? Sangat bisa. Tentu saja jika kita berhenti bekerja, penghasilan kita pun juga akan berhenti. Kecuali, jika kita telah memiliki aset besar yang memberikan kita passive income dalam jumlah yang cukup untuk membiayai hidup kita. Namun, orang seperti ini pasti jumlahnya juga tidak banyak didunia ini.
Sudah tahukah kita, apa saja yang membuat kita berhenti bekerja? Jawabannya ada beberapa faktor:
  • Dipecat/PHK
  • Pensiun
  • Sakit berat.
  • Cacat tetap.
  • Meninggal dunia.

Lantas, apa solusi untuk semua penyebab tersebut? Dipecat/PHK, solusinya adalah mencari pekerjaan atau bisnis lain. Jika pensiun, solusi paling masuk akal adalah hidup dengan biaya dari hasil tabungan atau investasi semasa kita masih produktif dan bekerja, namun sekali lagi orang jenis ini jumlahnya juga tidak banyak. Yang banyak terjadi adalah bergantung pada kebaikan hati sang anak dalam merawat orang tua.
Sakit berat, tidak ada solusi jika terlanjur sudah terlanjur kejadian, Cacat tetap juga sama, tidak ada solusi jika terlanjur sudah terjadi. Tidak akan ada perusahaan atau orang yang mau mempekerjakan orang yang menderita penyakit berat atau cacat tetap. Termasuk meninggal dunia, juga tidak ada solusi jika terlanjur kejadian, karena orang yang sudah meninggal dunia tentu saja sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Sadarkah kita, point-point diatas tersebut dampak kerugiannya sungguh luar biasa bagi kehidupan kita, terutama kehidupan orang-orang yang selama ini nafkahnya menjadi tanggungan dan kewajiban kita. Keluarga, istri dan anak yang masih tetap harus melanjutkan hidupnya, dan juga dengan kebutuhan akan biaya hidup yang tidak mungkin berhenti dengan berhentinya pekerjaan dan penghasilan kita.
Namun, untuk semua point tersebut diatas, selama masih belum terjadi, tentu saja ada solusi yang bisa kita persiapkan jauh sebelumnya. Solusi paling murah dan masuk akal adalah membeli asuransi dan memulai investasi.
Asuransi tidak bisa mencegah datangnya sakit kritis atau cacat tetap, juga tidak bisa mengembalikan nyawa orang yang telah meninggal dunia, namun asuransi penyakit kritis bisa memberikan santunan penghasilan saat seorang nasabah terkena resiko sakit berat, asuransi kecelakaan dan cacat tetap total juga akan memberikan santunan pengganti penghasilan ketika resiko cacat tetap terjadi pada nasabah. Asset hingga milyaran juga akan diberikan sebagai santunan kepada ahli waris saat seorang peserta asuransi jiwa meninggal dunia. Dan, dengan memulai berinvestasi sejak dini, kita akan memiliki bekal keuangan yang cukup ketika suatu saat dengan terpaksa kita harus berhenti bekerja. Entah karena PHK ataupun pensiun.
Kabar baiknya adalah, anda tidak perlu pusing dan ribet dengan membeli satu per satu program-program tersebut. Cukup satu produk, karena kesemuanya tersedia dalam produk unitlink Prudential. 1 polis untuk semua manfaat perlindungan asuransi, sekaligus potensi keuntungan investasi.


Friday, 25 January 2019

Celengan Pembayar Premi; Tips Sederhana Dan Kekinian Membayar Premi Asuransi


Membeli asuransi unitlink itu bukan soal punya uang atau tidak, tetapi lebih soal niat atau tidak, penting atau tidak. Harga atau besaran premi asuransi unitlink termurah, bahkan dari perusahaan asuransi yang terkenal paling mahal di Indonesia pun masih dalam jangkauan rata-rata masyarakat Indonesia.
Di Prudential, perusahaan asuransi tempat saya bernaung, masih bisa mendapatkan paket asuransi yang lumayan lengkap, terdiri dari asuransi jiwa, asuransi kesehatan, plus investasi dalam 1 paket, hanya dengan besaran premi minimal 400 ribu rupiah per bulan. Jadi, sekali lagi yang jadi soal bukanlah punya uang atau tidak, tetapi mau punya asuransi atau tidak.
Kalau sudah punya kemauan untuk beli asuransi, maka masalah selanjutnya yang perlu diperhitungkan adalah, bagaimana mengatur keuangan, agar pembayaran premi tetap berlanjut. Masalah umumnya masyarakat kita adalah mengatur keuangan secara berlanjut dalam jangka panjang. Dan pembayaran asuransi pasti dalam jangka waktu yang lumayan lama, bisa 5 tahun, 10 tahun, atau 20 tahun, atau bahkan sepanjang umur selama kita membutuhkan perlindungan asuransi.
Nah, tips dari salah satu nasabah saya ini mungkin bisa dijadikan inspirasi bagaimana mengatur keuangan agar premi asuransi tetap terbayarkan dalam jangka panjang.
Nasabah saya ini, biasa di panggil mbak tika, adalah pemilik usaha catering. Usahanya lumayan rame, setiap hari ada saja orderan yang masuk. Ketika awal mula saya datang ke rumahnya, presentasi macam-macam dan menawarkan asuransi, dia tertarik, tetapi merasa belum sanggup membayar premi untuk jangka waktu sekian tahun. Sampai disini saya berhenti, dan pamit pulang, karena saya sudah faham masalah yang dia hadapi, dan juga faham bagaimana posisi keuangan dia.
Beberapa minggu setelahnya saya datang lagi kerumahnya, saya tawarkan sekali lagi untuk ambil asuransi dengan premi 1.500.000 rupiah untuk seluruh anggota keluarganya yang berjumlah 3 orang. Dan seperti saya duga, dia menjawab begini, “mas kan kemarin saya sudah bilang, saya faham dan sepakat dengan pentingnya memiliki asuransi. Tetapi untuk saat ini saya merasa masih belum sanggup untuk membayar premi sebesar itu selama sekian tahun sebagaimana yang mas tawarkan”.
Saya tidak menjawab, tetapi langsung saya keluarkan celengan yang sudah saya persiapkan sebelumnya. Sebuah celengan yang biasa di pakai untuk menyimpan uang receh anak-anak, namun celengan yang saya bawa ini ada kuncinya.
Saya bilang, “mbak, saya bawa celengan yang ada kuncinya. Celengan ini akan saya tinggal disini, nah tugas sampean adalah mengisi celengan ini dengan uang, berapapun, setiap hari. Nanti setiap tanggal tertentu sebulan sekali saya akan datang lagi untuk membuka celengan ini, karena kuncinya saya bawa. Setelah itu kita hitung bareng jumlah uangnya, dan saya berani taruhan pasti jumlah uang dalam celengan ini akan cukup dan bahkan berlebih untuk bayar premi”.
Dan betul, setelah dia sepakat untuk ambil asuransi unitlink dengan premi sebesar 1,5 juta, pada bulan kedua, tepat tanggal jatuh tempo pembayaran polisnya saya datang lagi ke rumahnya untuk membuka celengan tersebut. Dan hasilnya, setelah dihitung, didalam celengan tersebut ada uang 3 juta lebih sedikit. Jumlah yang tentu saja lebih dari cukup untuk membayar premi asuransinya, dan bahkan premi selama 2 bulan.
Dan ketika itu Mbak Tika bilang, “Wah, ternyata sampean betul mas. Kalau seperti ini saya tidak merasa berat membayar premi segitu”.
Ya, kata kuncinya adalah; dia sesungguhnya mampu membayar premi asuransi, tetapi merasa berat. Dia mampu karena setiap hari dia terima orderan, yang otomatis setiap hari dia dapat uang. Tinggal kita mengatur strategi, bagaimana agar si nasabah tidak merasa berat. Agar dia enjoy dan tidak terbebani dengan angka 1,5 juta per bulan untuk bayar premi. Dan konsep celengan pembayar premi ini bisa menjadi salah satu solusi yang lumayan jitu.
Sekarang mari kita lihat, ada berapa banyak pedagang atau pengusaha seperti Mbak Tika ini, yang transaksi atau orderannya harian? Yang setiap hari bisa dapatin uang? Yang belum punya asuransi karena merasa berat?
Kalau kita mampu menawarkan sebuah solusi yang jitu, perasaan berat membayar itu pasti akan hilang. Karena rasa berat itu hanya ada dipikirannya saja saat membayangkan angka-angka jutaan rupiah yang harus dia keluarkan setiap bulan. Tetapi kalau kita mampu memecah dan mengurai beban di pikiran yang dia rasa berat itu, maka dia akan enjoy memasukan uang 20, 50 atau bahkan 100 ribu setiap hari ke dalam celengan. Dia tidak akan merasa berat, meskipun itu setiap hari.

Thursday, 17 January 2019

Pilih Mana; Asuransi Atau Investasi? Sebuah Pengantar



Pernah mendengar istilah-istilah berikut ini; investasi? Asuransi? Tahu dan fahamkah anda bagaimana perbedaan diantara keduanya?
Pernah mengenal istilah-istilah berikut ini; saham? Reksadana? Unitlink? Tahu dan fahamkah anda bagaimana ketiganya berbeda, dan bahkan seringkali diperdebatkan dalam forum-forum komentar social media?
Ada banyak orang yang hanya mengenal atau bahkan hanya pernah mendengar istilah-istilah tersebut diatas, atau mungkin memahami hanya sekedarnya saja. Memahami hanya pada bagian kulit luarnya saja, tidak secara utuh. Bahkan meskipun itu seorang agen asuransi, atau pialang saham, ataupun juga agen reksadana.
Bahwa seorang agen asuransi memahami produk asuransinya, itu adalah sebuah keniscayaan. Bahwa seorang pialang saham sangat hafal seluk belu persahaman adalah benar, dan bahwa seorang agen reksadana mampu menjelaskan secara detil portofolio reksadananya itu adalah wajar. Tetapi tidak banyak orang yang mampu memahami ketiganya sekaligus.
Dan inilah yang menjadi masalah sehingga memicu perdebatan. Agen reksadana dan pialang saham akan dengan sangat menggebu-gebu menyatakan, “Jangan taruh uangmu di asuransi, rugi!”.
“Lebih baik taruh di reksadana bla..bla..bla.., dalam jangka waktu sekian tahun pasti sudah untung sekian belas persen”, kata agen reksadana.
“Mending belikan saham A… atau saham B… atau sekaligus saham C…, nanti dalam kurun waktu tertentu pasti nilainya sudah berlipat-lipat kali naik”, tukas pialang saham.
Ketika terjadi perdebatan seperti itu, apa kata agen asuransi? “Ya meskipun untung, tapi kan belum aman dari resiko sakit,, kecelakaan,, bla..-bla… bla… malah-malah gimana kalau harga saham dan reksadananya jatuh, terus kamu nya kena serangan jantung, uang mana lagi yang mau dipakai buat biaya berobat?.
Itulah agen asuransi, jawabnya betul, tetapi keluar dari substansi. Masalah investasi tentu saja jawabnya juga harus berdasarkan investasi juga. Nah, ini jadi masalah selanjutnya; tidak banyak agen asuransi yang memahami dan menguasai ilmu perinvestasian.
Padahal produk asuransi sekarang ini yang lagi marak adalah produk asuransi unitlink. Sebuah produk yang memadukan antara proteksi asuransi dengan keuntungan berinvestasi. Sayangnya, masih banyak agen asuransi yang hanya memahami pada bagian asuransi nya saja, pada bagian investasi yang difahami hanya sekedarnya saja.
Masalah selanjutnya lagi adalah, justru banyak terjadi diantara agen asuransi sendiri yang berdebat, baik agen asuransi dalam satu perusahaan maupun agen antar perusahaan asuransi. “Apakah asuransi bisa menguntungkan sencara investasi?” jawabannya bervariasi, tergantung bagaimana tingkat pemahaman agen yang bersangkutan terhadap ilmu perinvestasian. Dan jawaban ini bisa anda simak di kolom-kolom komentar media social, dan hasilnya adalah; perdebatan yang tiada henti dan tiada solusi. Semakin kita mengikuti perdebatan, semakin kita akan dibuat bingung dan galau, “Beli asuransi aman gak ya, untuk menyiapkan perencanaan keuangan masa depan?”
Dan pada bagian inilah yang akan dibidik oleh artikel ini. Bagaimana memahami asuransi dan investasi? Bagaimana membedakan dan bahkan mengelola asuransi (unitlink) sebagaimana mengelola portofolio reksadana dan saham untuk mempersiapkan keuangan dimasa depan?
Namun, karena artikel ini pasti akan jadi sangat panjang, maka agar tidak terlalu panjang, artikel ini akan dibuat secara berseri, dengan masing-masing judul yang berbeda, dalam tema besar; “Bagaimana meraih keuntungan di masa depan dengan berinvestasi di unitlink, sebagaimana untung nabung saham dan reksadana”. bersambung

Wednesday, 16 January 2019

Mengapa Harus Mengasuransikan Aset Kita Yang Paling Berharga



Ada begitu banyak orang yang masih meragukan manfaat asuransi. Sebabnya bermacam-macam, bisa karena ketakutan gagal klaim, anggapan hukum asuransi haram, beberapa merasa diri dan keluarganya tidak membutuhkan cover asuransi; karena berharap sepanjang hidupnya baik-baik saja, tidak ada resiko apapun yang akan terjadi.
Apakah itu salah? Untuk tidak mengatakan salah, saya hanya ingin mengatakan dalam beberapa perspektif; cara berfikir mereka perlu dirubah.
Coba kita simak kalimat-kalimat dibawah ini, dan renungkan kebenarannya;
  1. Apakah ada gedung-gedung megah yang tidak diasuransikan? Padahal kebakaran gedung belum tentu terjadi tiap tahun.
  2. Apakah ada penerbangan komersil yang tidak diasuransikan? Padahal pesawat jatuh belum tentu ada tiap hari dengan ribuan jadwal di seluruh dunia.
  3. Apakah ada debitur kakap yang tidak diasuransikan? Padahal belum tentu debiturnya meninggal dunia sebelum hutangnya lunas.
  4. Apakah  ada staf perusahaan top yang tidak diasuransikan? Padahal belum tentu ada yang sakit dan opname setiap bulan.
  5. Dan, mana ada konsultan perencanaan keuangan yang tidak menyarankan asuransi pada kliennya?

Ujung dari Financial Planner dan perlindungan aset adalah asuransi. Lalu, pernahkah kita berfikir apa aset kita yang paling berharga? 
Apakah harta kita, atau diri kita yang selama ini bekerja mengumpulkan banyak aset? Apakah kita rela melihat aset dan harta yang telah kita kumpulkan selama bertahun-tahun harus musnah digerogoti biaya pengobatan saat resiko sakit yang tidak pernah bisa diprediksi itu datang? Ingatlah adagium sederhana ini, "Manusia rela menukar kesehatan dan waktunya untuk mengumpulkan uang, namun ketika sakit datang justru uang yang selama ini dikumpulkan akan dihambur-hamburkan untuk kembali membeli kesehatan".
Jadilah manusia bijak dan cerdas dengan berfikir jauh kedepan, kalau diri kita sendiri gak diasuransikan apakah itu berarti karena kita kurang berharga? Keputusanmu hari ini menentukan masa depanmu.

Thursday, 4 October 2018

Belum Punya Asuransi? 5 Hal Ini Akan Merubah Fikiran Anda

Pada zaman yang serba modern ini, ternyata masih ada banyak sekali orang yang belum tahu apa manfaat dari asuransi jiwa. Bahkan, dari mereka tidak mengenal asuransi sama sekali. Hal ini membuat banyak orang tidak tahu apa manfaat dan fungsi dari asuransi jiwa. Asuransi sangat berperan penting untuk menjamin kehidupan Anda di masa mendatang.
Ketahuilah apa saja alasan mengapa Anda harus memiliki asuransi jiwa sejak dini dan apa saja manfaatnya di masa depan. Berikut ini adalah lima alasan yang mengharuskan Anda memiliki asuransi jiwa.
1.      Pemakaman Dibiayai Asuransi
Ada banyak sekali manfaat dari pemilik asuransi jiwa. Salah satunya adalah meringankan beban biaya pemakaman ketika Anda meninggal. Ada banyak sekali biaya yang harus dikeluarkan keluarga saat nanti Anda meninggal. Mulai dari prosesi pemakaman hingga perawatan makam. Tentu semua hal itu membutuhkan biaya yang sangat banyak dan bisa memberatkan keluarga. Di sinilah asuransi jiwa akan sangat bermanfaat. Sebab dengan asuransi jiwa yang dimiliki, keluarga bisa mendapatkan klaim asuransi untuk mengurus semua kegiatan kematian tersebut. Keluarga nantinya tidak akan kebingunan mencari dana untuk melakukan prosesi kematian. Bahkan, mereka juga bisa mendapatkan uang santunan kematian dari premi yang dibayarkan semasa hidup.
2.      Biaya Hidup Keluarga Ditanggung Asuransi
Semakin hari semakin banyak saja kebutuhan hidup manusia. Mulai dari makan, sekolah, pakaian, hingga kebutuhan lainnya. Hal tersebut juga menjadikan biaya hidup semakin mahal. Anda sebagai kepala keluarga tentu memiliki beban yang cukup berat, seperti biaya belanja, listrik, sekolah, dan lain sebagainya. Namun, bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada diri Anda, misalnya jatuh sakit atau meninggal dunia. Hal ini akan sangat memberatkan keluarga Anda. Tentu segala kebutuhan yang harusnya dipenuhi menjadi sulit untuk dipenuhi. Di sinilah keuntungan asuransi akan bisa dirasakan. Bahkan, keluarga Anda juga bisa merasakan keuntungan asuransi yang preminya selalu Anda bayar setiap bulan. Pertama, keluarga Anda akan tetap mendapatkan uang jaminan setiap bulannya, misalnya biaya hidup, biaya pendidikan anak, dan lain sebagainya. Inilah mengapa asuransi jiwa sangat penting dimiliki setiap orang.
3.      Asuransi Jiwa Menjadikan Hari Tua Terjamin
Asuransi jiwa bisa membantu Anda untuk mendapatkan uang pensiunan pada hari tua. Anda bisa mendapatkan uang pensiun ketika sudah tidak bekerja lagi. Uang ini didapat dari uang premi yang Anda bayar selama bekerja dulu. Uang pensiunan nantinya akan sangat bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari pada masa tua. Karena itulah, mengapa asuransi jiwa sangat penting dan menguntungkan pada masa mendatang.
4.      Mendapatkan Uang Tunai
Asuransi bisa membuat hidup lebih tenang. Sebab Anda bisa mendapatkan uang tunai dari premi yang dibayarkan. Anda bisa mengklaim asuransi ketika mengalami kondisi terdesak atau musibah yang merugikan. Anda bisa langsung mengajukan klaim dan mendapatkan uang tunai. Bahkan, Anda juga bisa mendapatkan perlindungan ganti rugi. Gunakanlah asuransi untuk mendapatkan uang tunai jika ada suatu kondisi yang mendesak. Misalnya untuk melakukan operasi, rawat inap di rumah sakit, dan lain sebagainya.
5.      Memberikan Perlindungan Kecelakaan
Memiliki asuransi jiwa bisa melindungi diri dari kejadian yang tidak diinginkan semisal kecelakaan. Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak pernah semua orang inginkan. Pastinya tidak ada satu pun manusia yang mau mengalami hal ini. Kejadian ini adalah kejadian mendadak dan tentu tidak akan ada persiapan yang bisa dilakukan untuk menghadapinya. Dalam kondisi inilah asuransi jiwa akan sangat bermanfaat bagi Anda pemegang asuransi. Anda bisa mendapatkan klaim dari asuransi untuk biaya dokter, biaya obat, rawat inap, dan juga bisa mengajukan klaim untuk korban lainnya yang mengalami kecelakaan bersama Anda. Siapa yang Bisa Memiliki Asuransi Jiwa ? Asuransi jiwa adalah sebuah perlindungan yang bisa Anda dapatkan dari suatu perusahaan asuransi. Asuransi ini bisa dimiliki siapa pun yang ingin memilikinya. Tidak ada batasan usia, gender, dan kelas sosial. Anda bisa memiliki asuransi ini dengan syarat mampu untuk memenuhi tagihan premi. Namun, Anda juga harus mampu memenuhi kebutuhan primer sebelum membayar premi asuransi. Ada banyak sekali hal yang bisa didapatkan dari asuransi jiwa, seperti perlindungan keselamatan, perlindungan kematian, dana pensiun, dan lain sebagainya. Pilihlah jenis asuransi jiwa yang sesuai dengan kebutuhan. Sebab nantinya asuransi jiwa tersebut akan sangat memengaruhi keuntungan atau kerugian di masa mendatang.

 Mungkin anda juga tertarik membaca

* Sumber Kompas.com

Beberapa Kesalahan Dalam Membeli Asuransi


Bila saat ini posisi Anda adalah sebagai pencari nafkah utama di keluarga, sebaiknya Anda memang memiliki asuransi jiwa sebagai strategi manajemen risiko finansial keluarga. Memiliki asuransi jiwa bisa membantu Anda mengantisipasi risiko-risiko finansial yang bisa timbul akibat kematian pencari nafkah dan karena musibah-musibah lain yang membuat keran pendapatan keluarga terganggu.
Namun, untuk membeli asuransi jiwa juga perlu kecermatan tersendiri agar tidak terjebak pembelian produk yang tidak tepat. Sering terjadi seseorang membeli asuransi jiwa, ternyata tidak sesuai kebutuhan sehingga saat dicairkan, risiko finansial yang dihindari masih terjadi dan mengguncang kesehatan finansial keluarga. Misalnya nilai uang pertanggungan sangat kecil, tak sesuai perkiraan.
Bila Anda berencana membeli asuransi jiwa, perhatikan tiga point kesalahan besar hasil riset berikut ini agar Anda tidak salah membeli:
1.Tidak mengetahui kebutuhan uang pertanggungan
Banyak orang sekadar membeli asuransi jiwa tanpa terlebih dulu menghitung berapa kebutuhan uang pertanggungan yang sebenarnya dia butuhkan. Alhasil, ketika terjadi risiko, uang pertanggungan yang cair ternyata tidak memadai untuk menutup kebutuhan finansial keluarga. Ketahui terlebih dulu berapa kebutuhan uang pertanggungan asuransi jiwa Anda sehingga bisa menemukan produk yang tepat.
Cara mengetahui kebutuhan uang pertanggungan asuransi jiwa bisa Anda hitung dengan pendekatan Human Life Value, dengan rumus pengalian antara nilai pendapatan saat ini ditambah risk free rate. Sebagai contoh, pendapatan Anda saat ini Rp 10 juta per bulan dan tanggungan Anda baru bisa mandiri 20 tahun lagi. Asumsi risk free rate 5,2 persen. Maka, kebutuhan uang pertanggungan asuransi jiwa adalah Rp 10 juta x 12 bulan x (110 persen+5,2 persen) x 20 tahun = Rp 1,42 miliar. Setelah mengetahui kebutuhan uang pertanggungan, Anda tinggal mencari produk asuransi jiwa dengan nilai Uang Pertanggungan (UP) sebesar itu. Anda bisa menimbang produk PruLink Generasi Baru (PGB) dari Prudential, yang memberikan pertumbuhan manfaat uang pertanggungan setiap tahunnya sampai berakhirnya polis.

BACA JUGA
Strategi Membayar Premi Asuransi Dengan Cara Menyicil
Apakah Asuransi Menipu? Simak faktanya
Ini Klaim Yang Di Tanggung Dan Tidak Di Tanggung BPJS

Perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah kompensasi atau uang pertanggungan ketika terjadi risiko pada tertanggung atau pemegang polis. Pemegang polis wajib membayar premi sebagai biaya atas pengalihan risiko kepada perusahaan asuransi tersebut. Asuransi jiwa tidak bisa mencegah kematian. Namun, asuransi jiwa bisa meringankan beban finansial anggota keluarga yang ditinggalkan ketika sang pencari nafkah meninggal dunia.
2.Salah menetapkan tertanggung di polis
Dalam asuransi, tertanggung adalah dia yang ditanggung risiko jiwanya oleh perusahaan asuransi. Sehingga, ketika si tertanggung tersebut meninggal dunia, maka perusahaan asuransi akan membayar sejumlah uang pertanggungan yang berhak diberikan kepada ahli waris yang ditunjuk. Siapa yang idealnya menjadi tertanggung dalam produk asuransi jiwa? Sesuai tujuan pembelian yaitu manajemen risiko finansial keluarga, tertanggung asuransi jiwa seharusnya adalah mereka yang memiliki nilai ekonomi atau pihak yang menjadi sumber penghasilan keluarga. Misalnya, suami, istri, atau keduanya. Bila suami dan istri sama-sama bekerja, tertanggung seharusnya adalah pihak yang memiliki penghasilan terbesar karena risiko finansialnya juga paling besar bagi keluarga bila tiba-tiba dia meninggal dunia.
3.Asal membeli asuransi pendukung
Biasanya saat Anda membeli asuransi jiwa, agen asuransi akan menawarkan pula asuransi pelengkap atau rider. Jangan asal menambah asuransi tambahan sebelum menghitung terlebih dulu apa saja kebutuhan Anda. Asuransi tambahan juga berarti biaya tambahan, maka itu bijaklah dalam menambah jenis riders. Jikalau perlu tambahan, untuk asuransi jiwa Anda bisa menimbang untuk menambahkannya dengan waiver of premium atau pembebasan premi. Riders ini berguna untuk mengantisipasi risiko ketidakmampuan yang mengakibatkan Anda tidak bisa membayar premi rutin. Misalnya karena terjadi kecelakaan yang membuat Anda kehilangan pekerjaan, Anda akan dibebaskan dari pembayaran premi asuransi jiwa.

*Sumber kompas.com

Wednesday, 3 October 2018

Apakah Asuransi Menipu? Simak Faktanya

Pernah dengar cerita orang yang tertipu asuransi, Karena klaim tidak bisa cair? Kalau jawabannya iya, berarti anda perlu menonton video ini kemudian melakukan konsultasi dengan agen anda.
Atau mungkin anda termasuk orang yang sebenarnya sudah menyadari pentingnya memiliki asuransi, namun anda masih takut dan sangsi karena cerita-cerita seperti tersebut diatas? Kalau iya, anda juga termasuk orang yang harus nonton video ini, dan kemudian juga segera hubungi calon agen anda, dan konsultasikan apa yang menjadi ganjalan anda tersebut.


Friday, 28 September 2018

PRUUniversity Untuk Mendidik Agen, Agar Kualitas Pelayanan Kepada Nasabah Prudential Semakin Meningkat

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meresmikan PRUuniversity sebagai platform untuk memperkaya pengetahuan dan mengembangkan kapabilitas karyawan dan tenaga pemasar agar dapat melayani jutaan keluarga di Indonesia yang telah memberikan kepercayaannya kepada Prudential.
Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia, menjelaskan, “PRUuniversity didirikan untuk terus meningkatkan profesionalisme karyawan dan tenaga pemasar kami secara inovatif, efisien dan relevan, meningkatkan kemampuan mereka untuk dapat merespon tuntutan bisnis yang terus berubah-ubah secara cepat, agar mereka dapat semakin sukses dalam karirnya.”

BACA JUGA

Untuk memastikan agar masyarakat Indonesia mendapatkan perlindungan yang terbaik, literasi keuangan dan kesadaran mengenai pentingnya asuransi jiwa harus terus ditingkatkan. Kurikulum di PRUuniversity didesain agar karyawan dan tenaga pemasar Prudential mampu mengedukasi publik dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabah.
Pada kesempatan ini, Prudential menggandeng PPM Manajemen yang akan menyelaraskan kurikulum pelatihan yang sudah ada dan meningkatkan kapabilitas internal trainers. Kerja sama ini melengkapi program pelatihan dan sertifikasi seperti LOMA (Life Office Management Association), LIMRA (Life Insurance Marketing and Research Association), FPSB (Financial Planning Standards Board), serta lembaga pengembangan profesional lainnya.
Kurikulum pelatihan  dan sertifikasi Prudential tersedia di tiga lokasi utama di Jakarta, tujuh lokasi di luar Jakarta, dan 54 pusat lisensi yang melayani 409 Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) di seluruh Indonesia.
Wahyu Wibowo, Chief Learning & Development Officer Prudential Indonesia, menambahkan, “Peluncuran PRUuniversity juga menandai perubahan dalam paradigma belajar di Prudential Indonesia, dengan secara inovatif mengubah cara karyawan dan tenaga pemasar menambah wawasan dan berbagi ilmu. Memanfaatkan kemajuan teknologi digital, kami menyediakan platform belajar online yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja.”
Platform ini dapat menghubungkan 2.000 karyawan dan 277.000 tenaga pemasar Prudential yang tersebar di 169 kota di Indonesia, menyediakan forum belajar kolaboratif berbasis social learning agar dapat saling berbagi pengalaman, kisah sukses dan best practices.
“Dengan diluncurkannya PRUuniversity hari ini, ditambah dengan core values dan leadership capabilities yang kami tanamkan di Prudential, kami berharap dapat menghasilkan karyawan dan tenaga pemasar berkualitas yang dapat memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan industri asuransi di Indonesia”, tutup Jens.

*Artikel ini telah tayang di kontan online (6/7/18), dengan judul “Dirikan PRUuniversity, Prudential Indonesia kuatkan kualitas pelayanan”


VIDEO


Dalam 28 Hari, Bayi Baru Lahir Wajib Di Daftarkan BPJS

Revisi Peraturan Presiden (Perpres) No. 19 Tahun 2016 tentang Jaminan Kesehatan (JKN) bukan hanya menjelaskan bagaimana mengatasi defisit dalam Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Tapi juga mengatur terkait fasilitas kesehatannya. Seperti fasilitas terhadap bayi baru lahir. Dalam draft Perpres yang diterima Kontan,co.id, pada Pasal 16 ayat 1 mengatakan, bayi lahir dari peserta Jaminan Kesehatan wajib didaftarkan kepada BPJS Kesehatan paling lama 28 hari sejak dilahirkan.

BACA JUGA

Hal itu juga berlaku bagi iurannya yang bisa dibayarkan oleh peserta atau pihak lain atas nama peserta pada saat mendaftar paling lama 28 hari sejak dilahirkan.
Bahkan jika bayi tidak didaftarkan maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Beleid ini setidaknya merevisi peraturan sebelumnya yang hanya  memberikan waktu tiga hari kepada para peserta untuk mengurus bayi yang baru lahir sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Lebih lanjut, Pasal 17 ayat 2 juga  menyebutkan kewajiban melakukan pendaftaran sebagai peserta jaminan kesehatan bagi pekerja bukan penerima upah dilaksanakan paling lambat pada 1 Januari 2019.
Tapi teknis lebih lanjut soal ini akan diatur dalam Peraturan BPJS Kesehatan setelah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

Revisi Perpres ini akan keluar tak lama lagi, mengingat Presiden Joko Widodo sudah meneken beleid ini dan kini sedang dalam proses diundangkan di Kementerian Hukum dan HAM.

*Artikel ini telah tayang di kontan online (20/9/18) dengan judul "ingat, bayi baru lahir wajib didaftarkan BPJS Kesehatan dalam 28 hari"

Wednesday, 26 September 2018

Ini Klaim Yang Ditanggung Dan Tidak Ditanggung Oleh BPJS Kesehatan

Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah meluncurkan fasilitas jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Fasilitas ini terwujud dalam BPJS Kesehatan. Oleh karena itu diharapkan seluruh lapisan masyarakat memiliki BPJS Kesehatan ini.
BPJS Kesehatan menanggung hampir semua penyakit. Dan bahkan penyakit yang membutuhkan biaya pengobatan  seumur hidup pun ditanggung.
Meski demikian, ada beberapa penyakit yang tidak bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan ini. Diantaranya adalah;
1.      HIV/AIDS.
Penyakit ini tidak ditanggung jika dianggap merupakan penyakit yang datang karena keteledoran diri sendiri.  Namun pada kasus tertentu karena akibat tertular atau kejadian lain diluar keteledoran maka HIV/AIDS ditanggung oleh BPJS.
2.      Penyakit akibat NARKOBA
Segala penyakit yang berkaitan dengan narkoba juga tidak ditanggung oleh BPJS kesehatan, karena dianggap kesalahan sendiri.
3.  Operasi yang berkaitan dengan estetika (kecantikan), operasi bekas luka dan operasi yang diakibatkan karena sengaja menyakiti diri sendiri juga tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Dalam hal ini, operasi yang terjadi akibat kecelakaan jalan raya dan kecelakaan kerja juga tidak dijamin oleh BPJS kesehatan karena hal tersebut sudah merupakan tanggungan dari Jasa Raharja dan BPJS Ketenagakerjaan.
Selain dari ketiga hal tersebut diatas, semuanya bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan, namun harus dengan sistem rujukan berjenjang. Artinya, pasien harus terlebih dahulu berobat ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) tingkat 1 yakni; Puskesmas dan klinik. Kemudian jika diperlukan, maka dokter Puskesmas/Klinik akan memberikan rujukan ke rumah sakit yang menerima BPJS Kesehatan, sesuai dengan radius domisili pasien yang bersangkutan.

Baca Juga;

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014, Manfaat yang tidak dijamin dalam program meliputi:
  • Pelayanan kesehatan yang dilakukan tanpa melalui prosedur sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku;
  • Pelayanan kesehatan yang dilakukan di Fasilitas Kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kecuali dalam keadaan darurat;
  • Pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan kerja terhadap penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau hubungan kerja;
  • Pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas yang bersifat wajib sampai nilai yang ditanggung oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas;
  • Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri;
  • Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik;
  • Pelayanan untuk mengatasi infertilitas;
  • Pelayanan meratakan gigi (ortodonsi);
  • Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri, atau akibat melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri;
  • Pengobatan komplementer, alternatif dan tradisional, termasuk akupunktur non medis, shin she, chiropractic, yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan (health technology assessment);
  • Pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai percobaan (eksperimen);
  • Alat kontrasepsi, kosmetik, makanan bayi, dan susu;
  • Perbekalan kesehatan rumah tangga;
  • Pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat,kejadian luar biasa/wabah;
  • Biaya pelayanan kesehatan pada kejadian tak diharapkan yang dapat dicegah (preventable adverse events); Yang dimaksudkan preventable adverse events adalah cedera yang berhubungan dengan kesalahan/kelalaian penatalaksanaan medis termasuk kesalahan terapi dan diagnosis, ketidaklayakan alat dan lain – lain sebagaimana kecuali komplikasi penyakit terkait.
  • Biaya pelayanan lainnya yang tidak ada hubungan dengan Manfaat Jaminan Kesehatan yang diberikan.

Tuesday, 25 September 2018

Berapa Lama Saya Harus Membayar Premi Asuransi?


"Berapa lama saya harus membayar premi asuransi? Sampai kapan saya harus setor premi asuransi saya?"

Kalau anda seorang agen asuransi anda pasti sering menemui pertanyaan seperti itu. Atau kalau anda adalah orang yang pernah di prospek oleh agen asuransi, pertanyaan ini juga pasti menjadi semacam pertanyaan yang wajib anda tanyakan. Dari perusahaan manapun agen asuransi tersebut berasal. Bahkan seandainya anda di prospek oleh 5 orang agen pun, tetap pertanyaan itu akan selalu anda ulangi, meskipun kelimanya bahkan berasal dari perusahaan asuransi yang sama. Celakanya, anda akan mendapatkan jawaban yang berbeda-beda, tergantung siapa yang menjawab.
Soal jawaban sih tidak begitu menjadi masalah, yang jadi persoalan justru fakta  dalam praktik yang sebenarnya. Persoalan berapa lama atau sampai kapan premi asuransi itu harus dibayar berubah menjadi seperti sebuah misteri yang lumayan sulit untuk dipecahkan. Agen A bilang, “Cukup bayar selama 10 tahun, setelah itu silahkan uang diambil atau dicairkan, dan manfaat asuransi akan tetap jalan seumur hidup” Benarkah? Bisa benar, bisa tidak. Sementara itu, agen B berkata, “Bayar asuransi itu selamanya, pokoknya kalau anda beli asuransi jangan mikir investasi. Syukur-syukur kalau selesai bayar ada nilai tunai yang bisa diambil, berarti anda termasuk nasabah yang beruntung”. Wah, kok jadi menakutkan gini ya si asuransi.
Dalam tulisan ini saya tidak ingin mengatakan apakah jawaban-jawaban tersebut benar atau salah. Karena ketika dilapangan, seorang agen memang memiliki bahasa khas marketingnya masing-masing. Ini sangat terkait dengan style dari masing-masing agen dalam menghandle pertanyaan-pertanyaan dari calon nasabah yang di prospeknya.
Saya justru ingin menawarkan sebuah “cara baca” yang baru terhadap sebuah proposal dari polis asuransi. Saya berharap, cara baru dalam membaca dan memahami hakekat sebuah polis asuransi ini nantinya akan membawa sebentuk perubahan juga dalam konsep literasi keuangan kita. Bukan suatu kebetulan bahwa saya adalah Agen Prudential, sehingga saya juga akan menggunakan ilustrasi atau proposal dari Prudential sebagai pijakan dalam tulisan ini.
Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita samakan dulu perspektif kita dalam memahami polis asuransi yang di maksud dalam tulisan ini. Yang saya maksudkan sebagai polis asuransi dalam tulisan ini tentu saja adalah polis asuransi unit link; sebuah polis asuransi yang berfungsi sebagai proteksi, sekaligus sebagai instrument investasi. Beberapa teman agen mungkin akan protes, “Mau unit link atau tradisional sebaiknya jangan pernah gembar-gembor jualan investasi kepada calon nasabah”. Teman ini mungkin bagian dari agen yang berpandangan bahwa fungsi utama sebuah polis asuransi adalah sebagai proteksi, instrument investasi hanya sebagai pemanis saja.
Dalam hal ini saya kurang sepakat, toh perusahaan sendiri dalam promosi nya juga tidak pernah melepaskan kata investasi sebagai tawarannya. Artinya, asalkan difahami dengan cara yang benar, polis asuransi memang benar-benar bisa difungsikan sebagai sebuah instrument investasi, dalam rangka mempersiapkan kebutuhan keuangan di masa depan.
Nah, dalam kerangka inilah sesungguhnya tulisan ini dibuat. Menurut saya, cara memahami pembayaran premi asuransi adalah seperti ini; bahwa sesungguhnya premi asuransi itu dibayar selamanya, sampai kapan? Sampai kita tutup polis karena tidak membutuhkan asuransi lagi, atau sampai kita tutup polis karena maut menjemput. “Wah, berabe dong kalau seperti itu?” tenang, justru disinilah yang ingin saya jelaskan.
Asuransi unit link, berbeda dengan jenis asuransi lainnya. Semisal sebagai contoh paling gampang adalah BPJS. Asuransi unit link jelas mengandung instrument investasi, artinya selain memiliki nilai perlindungan dalam bentuk Uang Pertanggungan (UP) meninggal dunia serta UP kesehatan, nasabah juga memiliki saldo investasi, yang di kelola oleh manajer investasi dari perusahaan asuransi yang bersangkutan. Berbeda dengan BPJS Kesehatan, yang hanya memiliki proteksi kesehatan, tanpa saldo nilai tunai.
Terus apakah setelah habis kontrak, investasi saya di asuransi bisa saya ambil? Dan apakah saya untung atau rugi berdasarkan jumlah premi yang saya setorkan dalam kurun waktu tersebut?
Tentu saja sangat bisa. Tetapi ingat, saya tidak mengatakan bahwa kontrak asuransi itu adalah selama 10 tahun, 20 tahun atau 30 tahun, sebagaimana selama ini agen asuransi sering katakan. Kontrak asuransi adalah selamanya, atau selama anda butuh terhadap polis asuransi tersebut. Saldo investasinya boleh anda ambil setiap 5 tahun sekali, atau 10 tahun sekali, atau sesuai kebutuhan. Yang terpenting dan perlu diperhatikan dalam pencairan ini adalah, upayakan sedapat mungkin agar mencairkan saldo nilai tunai untuk pertama kalinya bukan pada usia belum genap 5 tahun. Artinya anda boleh melakukan pencairan saldo nilai tunai untuk pertama kalinya adalah setelah tahun ke 5, atau ketika masuk tahun ke 6. Pencairan selanjutnya kapan? Tentu saja menunggu setelah nilai tunai terkumpul lagi, sewaktu-waktu boleh anda cairkan. Jadi, misalkan pun anda bayar premi asuransi selama 30 tahun pun, anda bisa berulang kali ambil saldo nilai tunainya sesuai kebutuhan, asalkan pengambilan pertama kali setelah tahun ke 5. Atau boleh juga dicairkan kelak, ketika saldonya sudah menumpuk banyak.
Apakah untung atau rugi? Ini yang paling sulit. Karena ini adalah instrument investasi. Namanya investasi bisa untung bisa rugi. Mungkin untung di saat harga unit sedang bagus dibandingkan dengan IHSG, rugi ketika harga unit sedang dalam keadaan terpuruk. Terus bagaimana dong? Ya, kalau pas posisi rugi jangan dicairkan, tunggu dulu sampai untung. Posisi ini bisa di pantau kok, sangat mudah malahan. Anda bisa memantaunya melalui media online terpercaya yang menampilkan data-data pasar modal, seperti kontan online, dan beberapa majalah keuangan online lainnya.
Terus, kalau sudah ditunggu ternyata gak untung-untung juga? Itulah makanya kenapa anda harus memilih membuka polis di perusahaan asuransi besar, yang memiliki kinerja terbaik di Indonesia. Agar dana anda aman, dan untung. Sampai disini, tidak usah saya katakana pun anda pasti sudah mengerti harus buka polis di perusahaan merah atau abu-abu.

Jika ada sesuatu yang perlu di diskusikan, silahkan, saya sangat terbuka dengan kritik dan saran di kolom komentar.

Monday, 24 September 2018

Inilah 4 Fakta Perbedaan Kamar Hotel Dengan Kamar Rumah Sakit

Meskipun sama-sama dilengkapi fasilitas VVIP, tentu saja ada perbedaan yang signikan antara kamar hotel dengan kamar rumah sakit. Simak yuk fakta berikut ini;
  1. Kamar hotel berkali-kali lipat lebih nikmat dibandingkan kamar rumah sakit. Bahkan meskipun itu bukan hotel berbintang, dan kamar rumah sakitnya kelas VVIP.
  2. Kita selalu bisa bikin perencanaan dengan kamar hotel yang kita booking, kita bebas chek-in dan chek-out kapanpun kita mau, selama uang kita cukup untuk membayarnya. Kamar rumah sakit? Kita tidak akan pernah bisa merencanakan apapun. Chek-in dokter yang tentukan, mau Chek-out pun kita tidak punya kuasa, bahkan meskipun uang kita telah habis.
  3. Kita selalu rela menghabiskan banyak uang agar bisa masuk kamar hotel sebagaimana yang kita inginkan, sedangkan di rumah sakit kita lebih rela menghabiskan uang berapapun untuk bisa segera keluar dari sana, secepatnya.
  4. Kamar hotel hanya menerima 3 jenis pembayaran; tunai, kartu debit, dan kartu kredit. Sedangkan kamar rumah sakit menerima lebih banyak cara bayar; tunai, kartu debit, kartu kredit, dan KARTU ASURANSI.

Itulah 4 fakta perbedaan kamar hotel dengan kamar rumah sakit. Uang yang dikeluarkan bisa jadi sama, namun perasaan yang dirasakan mungkin berbeda sangat jauh. Yang tidak boleh luput dari perhatian adalah fakta keempat, dimana jika kita mau sebenarnya ada fihak yang mau membayar biaya rumah sakit kita. Karena itu, mumpung kita dikaruniai kesehatan, segeralah bekerjasama dengan fihak yang mau bayar biaya rumah sakit, seandainya saja hal tersebut suatu saat terjadi. Sehat dan sakitnya seseorang siapa yang tahu? Anda boleh saja memiliki pola dan gaya hidup sehat, namun resiko kecelakaan jalan raya tidak pernah bisa diprediksi. Resiko masuknya kuman dan virus dari luar tubuh kita juga diluar kendali kita.

Friday, 21 September 2018

Asuransi Sakit Kritis

Polis Prudential untuk klaim manfaat penyakit kritis adalah harus melewati 3 bulan usia polis. Dan ini adalah nasabah yang baru buka polis 4 bulan, kemudian tiba tiba beliau di vonis dokter terkena auto imun. Dengan memiliki polis Prudential, orang ini mendapatkan penggantian sebesar 7.4 Milyar (baca; klaim).
Tetapi saya rasa tidak ada 1 manusia pun yang mau menukarkan uang dengan sakit yang harus dia derita, apalagi sakit kritis. Uang 7.4 M rupiah bukanlah uang besar ketika ditangan orang yang menderita sakit kritis.

Baca Juga;
Bukan Semata Tentang Asuransi
Begini Alur Rujukan BPJS Kesehatan 2018

Meski demikian, mungkin uang klaim ini bisa meringankan beban ekonomi keluarga beliau, bisa saja untuk melunasi utang modal kerja dari Bank, atau untuk keperluan lainnya. Bisa juga untuk tetap menghidupkan mimpi dari anak-anak beliau agar bisa terus sekolah. 
KEPUTUSAN HEBAT yang diambil 4 bulan lalu oleh beliau, pada akhirnya bisa membantu keuangan keluarga beliau. Sebuah keputusan yang mungkin banyak keluarga diluar sana yang menyesal karena telah menunda menunda untuk mengatakan kata “YA”pada asuransi.

*Source; Afandi Yosep

Sunday, 16 September 2018

"THE LAST LECTURE" (Kuliah Terakhir)

Buku ini ditulis oleh Randy Pausch (Professor bidang Ilmu Komputer Interaksi Manusia dan bidang Desain, Universitas Carnegie Mellon) dan Jeffrey Zaslow, dan menjadi salah satu buku best-seller pada tahun 2007.
Buku ini merangkum inti dari kuliah “pesan terakhir” yang diberikan oleh Randy Pausch, 47 Tahun. Kegiatan kuliah “pesan terakhir” ini sudah menjadi kebiasaan di kampus-kampus perguruan tinggi disana. Para professor diminta untuk memikirkan kematian mereka, dan merenungkan hal-hal apa saja yang paling berarti bagi mereka. Randy Pausch adalah salah satu professor di Universitas Carnegie Mellon. Yang membedakan kuliah “pesan terakhir” yang sudah biasa diselenggarakan ini adalah, Randy Pausch, orang yang ditugasi untuk memberikan kuliah ini mengidap kanker pankreas ganas dan divonis hidupnya kurang lebih hanya bersisa 6 bulan lagi.
Ketika membaca buku ini, orang tidak akan menemukan bagaimana Randy harus mengatasi dukanya, kesedihan orang-orang yang mencintainya, keluarganya, bahkan keluhan-keluhan mengenai penyakitnya. Dalam kuliah ini, Randy justru mengangkat tema “Benar-Benar Mewujudkan Impian masa Kecil Anda”.
Kita semua memiliki waktu dan energi yang terbatas. Setiap waktu yang kita habiskan untuk merengek tidak mungkin membantu kita mencapai tujuan. Juga tidak akan membuat kita lebih bahagia.
Kunci untuk membuat hidup anda lebih baik, terdiri atas:
 Personality
 Community
 Life
A. PERSONALITY
1. Jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui dan rasakan.
2. Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada di luar kendali Anda, melainkan salurkan energi Anda menuju kehidupan yang Anda jalani saat ini, secara positif
3. Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda.
4. Jangan paksa diri Anda untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna.
5. Jangan membuang waktu Anda yang berharga untuk gosip.
6. Bermimpilah saat anda bangun (bukan saat tertidur).
7. Iri hati membuang-buang waktu, Anda sudah memiliki semua kebutuhan Anda.
8. Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan saudara , pasangan dan teman Anda pada masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan Anda saat ini.
9. Hidup terlalu singkat untuk membenci siapa pun itu. Jangan pernah membenci.
10. Berdamailah dengan masa lalu Anda agar hal tersebut tidak mengganggu masa kini Anda.
11. Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda kecuali Anda.
12. Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan Anda berada di sini sebagai pelajar. Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar (matematika) tetapi, pelajaran yang Anda dapat berlangsung seumur hidup.
13. Senyumlah dan tertawalah sesering mungkin agar Anda lebih dapat menikmati hidup ini
14. Anda tidak dapat selalu unggul dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima kekalahan dan bertoleransilah
B. COMMUNITY
1. Hubungi keluarga Anda sesering mungkin
2. Setiap hari berikan sesuatu yang baik kepada orang lain.
3. Ampuni setiap orang untuk segala hal
4. Habiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun.
5. Coba untuk membuat paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari.
6. Apa yang orang lain pikirkan tentang Anda bukanlah urusan Anda. Itu urusan mereka, Jangan pikirkan hal tsb.
7. Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda pada saat Anda sakit, tetapi keluarga dan teman Anda. Tetaplah berhubungan baik dgn mereka dan lingkungan Anda.
C. LIFE
1. Jadikan Tuhan sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda.
2. Tuhan menyembuhkan segala sesuatu.
3. Lakukan hal yang benar
4. Sebaik/ seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah.
5. Tidak peduli bagaimana perasaan Anda, bangun, berpakaian, dan beraktivitaslah!
6. Yang terbaik belumlah tiba, tapi nikmati saja yg ada.
7. Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau mendukakan.
8. Ketika Anda bangun di pagi hari, berterima kasihlah pada Tuhan untuk itu.
9. Jika Anda mengenal Tuhan, Anda akan selalu bersukacita. So, be happy.
“Mati tdk menunnggu Tua
Mati tidak menunggu sakit
Nikmati hidup....
Sebelum hidup tidak bisa lagi dinikmati
Sahabatku!”