Referensi Memilih Asuransi & Investasi: asuransi kesehatan
Most Popular
Showing posts with label asuransi kesehatan. Show all posts
Showing posts with label asuransi kesehatan. Show all posts

Wednesday, 16 January 2019

Mengapa Harus Mengasuransikan Aset Kita Yang Paling Berharga



Ada begitu banyak orang yang masih meragukan manfaat asuransi. Sebabnya bermacam-macam, bisa karena ketakutan gagal klaim, anggapan hukum asuransi haram, beberapa merasa diri dan keluarganya tidak membutuhkan cover asuransi; karena berharap sepanjang hidupnya baik-baik saja, tidak ada resiko apapun yang akan terjadi.
Apakah itu salah? Untuk tidak mengatakan salah, saya hanya ingin mengatakan dalam beberapa perspektif; cara berfikir mereka perlu dirubah.
Coba kita simak kalimat-kalimat dibawah ini, dan renungkan kebenarannya;
  1. Apakah ada gedung-gedung megah yang tidak diasuransikan? Padahal kebakaran gedung belum tentu terjadi tiap tahun.
  2. Apakah ada penerbangan komersil yang tidak diasuransikan? Padahal pesawat jatuh belum tentu ada tiap hari dengan ribuan jadwal di seluruh dunia.
  3. Apakah ada debitur kakap yang tidak diasuransikan? Padahal belum tentu debiturnya meninggal dunia sebelum hutangnya lunas.
  4. Apakah  ada staf perusahaan top yang tidak diasuransikan? Padahal belum tentu ada yang sakit dan opname setiap bulan.
  5. Dan, mana ada konsultan perencanaan keuangan yang tidak menyarankan asuransi pada kliennya?

Ujung dari Financial Planner dan perlindungan aset adalah asuransi. Lalu, pernahkah kita berfikir apa aset kita yang paling berharga? 
Apakah harta kita, atau diri kita yang selama ini bekerja mengumpulkan banyak aset? Apakah kita rela melihat aset dan harta yang telah kita kumpulkan selama bertahun-tahun harus musnah digerogoti biaya pengobatan saat resiko sakit yang tidak pernah bisa diprediksi itu datang? Ingatlah adagium sederhana ini, "Manusia rela menukar kesehatan dan waktunya untuk mengumpulkan uang, namun ketika sakit datang justru uang yang selama ini dikumpulkan akan dihambur-hamburkan untuk kembali membeli kesehatan".
Jadilah manusia bijak dan cerdas dengan berfikir jauh kedepan, kalau diri kita sendiri gak diasuransikan apakah itu berarti karena kita kurang berharga? Keputusanmu hari ini menentukan masa depanmu.

Friday, 21 December 2018

Menyiasati Biaya Pengobatan dengan Asuransi 'Ramah Dompet'



Penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia. Selain membahayakan jiwa, penyakit jantung koroner juga memerlukan biaya pengobatan dan perawatan yang tidak sedikit.
Penyakit jantung koroner mungkin hanya salah satu contoh dari beragam masalah kesehatan yang membutuhkan biaya pengobatan dan perawatan besar. Tentu tidak semua orang memiliki dana yang cukup untuk menanggung penuh biaya pengobatan dan perawatan ini.
Kepemilikan asuransi kesehatan dapat menjadi salah satu cara untuk menyiasati biaya pengobatan yang cukup tinggi. Saat ini, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi kesehatan pun tampak meningkat.
Berdasarkan data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), klaim kesehatan sepanjang kuartal kedua 2018 mencapai Rp 4,72 triliun. AAJI mengungkapkan bahwa klaim kesehatan ini meningkat sebesar 9,1 persen dibandingkan sebelumnya. Perusahaan asuransi Sequis Life juga telah membayar klaim kesehatan kepada nasabah sebesar Rp 186 miliar pada kuartal III 2018.
"Mengingat bahwa penyakit, kecelakaan, dan kematian adalah hal-hal tidak terduga dan tidak bisa dihindari maka penting untuk memiliki asuransi sejak dini," papar Head of Corporate Branding, Marketing and Communication Sequis Felicia Gunawan seperti diungkapkan dalam pernyataan resmi yang diterima Republika.co.id.
Sequis menghadirkan rangkaian produk asuransi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Sequis My Critical Protection misalnya, menyediakan tiga pilihan rencana perlindungan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu, premi yang ditawarkan pun sangat terjangkau bagi masyarakat secara umum, yaitu mulai dari Rp 28.500 per bulan.
Sequis My Critical Protection memiliki manfaat meninggal dunia dan penyakit kritis untuk nasabah berusia 17-55 tahun dengan masa pertanggungan maksimal sampai dengan ulang tahun tertanggung yang ke-59 tahun. Produk ini bisa didapatkan tanpa pertanyaan kesehatan dan melindungi tiga penyakit kritis yaitu serangan jantung, kanker dan stroke. Asuransi penyakit kritis ini bisa diakses melalui laman resmi Sequis Online.

*Artikel Asli dari republika.co.id