Referensi Memilih Asuransi & Investasi: asuransi
Most Popular
Showing posts with label asuransi. Show all posts
Showing posts with label asuransi. Show all posts

Tuesday, 5 February 2019

Ternyata Perempuan Diseluruh Dunia Bisa Hidup Lebih Lama Dibandingkan Lelaki, Inilah Sebabnya


Hasil gambar untuk perempuan
Di seluruh dunia, perempuan hidup lebih lama dibandingkan laki-laki. Dikutip dari detik.com, inilah beberapa alasan yang menjadi sebabnya.
Harapan hidup rata-rata saat lahir bagi penduduk dunia adalah 72 tahun di tahun 2016, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Tetapi ketika dipilah berdasarkan jenis kelamin, angkanya adalah 74 tahun dua bulan untuk perempuan dan 69 tahun delapan bulan untuk laki-laki.
Menurut sensus tahun 2010, Amerika Serikat memiliki 53.364 penduduk yang berusia di atas 100 tahun. Hanya 9.162 orang berjenis kelamin laki-laki, sementara 44.202 adalah perempuan.
Jadi mengapa perempuan hidup lebih panjang dibandingkan laki-laki dan apa kelebihan mereka?
Mari kita lihat tiga alasan utamanya.

1. Gen

Human Mortality Index saat ini memiliki informasi 40 negara, termasuk data tentang Swedia dan Perancis yang berasal dari tahun 1751 dan 1816.
Tetapi dari negara-negara seperti Jepang dan Rusia, data baru tersedia pada pertengahan abad ke-20.
Kromosom. Perempuan memiliki dua kromosom X. (Getty Images)
Meskipun demikian, bagi semua negara pada setiap tahun di bank data, harapan hidup perempuan saat lahir melampaui harapan hidup laki-laki.
Sepertinya, sejak permulaan, laki-laki dikalahkan karena susunan gennya.
Embrio
"Embrio laki-laki meninggal pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan embrio perempuan," kata Profesor David Gems dari University College London.
Salah satu alasannya kemungkinannya karena peran yang dimainkan kromosom yang menentukan jenis kelamin kita.
Perempuan memiliki kromosom XX dan laki-laki XY.
Kromosom berisi gen.
Kromosom X memiliki gen yang membantu Anda tetap hidup.
"Jika Anda memiliki cacat genetis di kromosom X dan jika Anda seorang perempuan, maka Anda memiliki persediaan. Tetapi jika Anda laki-laki, Anda tidak memiliki penggantinya," kata David Gems berbicara dengan Crowd Science program radio BBC.
"Anak laki-laki 20-30% lebih berkemungkinan meninggal saat masa akhir kehamilan. Mereka juga 14% lebih berkemungkinan dilahirkan lebih cepat. Bayi laki-laki cenderung lebih besar dan lebih berisiko mengalami cedera saat lahir," kata Lorna Harries, pengajar di Exeter University.
Di antara unggas, jantan memiliki dua kopi kromosom X dan hidup lebih lama dari pada betina.

2. Hormon

Selama masa remaja, anak laki-laki dan perempuan tumbuh menjadi pria dan perempuan karena perubahan hormon.
Pemakaman di Kabul. Banyak laki-laki meninggal karena perang. (Getty Images)
Testosteron, yang membuat tubuh lebih besar dan kuat menyebabkan sejumlah hal yang dipandang sifat kebanyakan laki-laki, seperti suara yang lebih dalam dan dada yang lebih berbulu.
Tingkat kematian meningkat di antara pria saat terjadi lonjakan testosteron, yang terjadi pada periode terakhir masa remaja.
Para ahli mengatakan hal ini kemungkinan disebabkan pria melakukan kegiatan berisiko seperti berkelahi, mengendarai sepeda dan mobil dalam kecepatan tinggi, selain bunuh diri.
Beberapa tahun lalu, ilmuwan Korea Han-Nam Park menganalisa catatan rinci Imperial Court, Chosun Dynasty dari abad ke-19.
Dia mengkaji rincian tentang 81 laki-laki yang dikebiri, yang testisnya dicabut saat masa puber.
Analisanya mengungkapkan orang kasim hidup sampai sekitar umur 70 tahun - sementara rata-rata usia hidup pria di istana adalah hanya 50 tahun.
Tiga pria yang dikebiri bahkan dapat merayakan ulang tahun ke-100.
Meskipun tidak semua kajian jenis orang kasim lainnya menunjukkan perbedaan yang begitu besar, secara umum sepertinya manusia (dan binatang) tanpa testis memang lebih lama masa hidupnya.
Hormon seks perempuan, estrogen juga dipandang sebagai "antioksidan", yang berarti menghilangkan unsur kimia beracun penyebab stres sel.
Dalam percobaan pada binatang, betina yang kekurangan estrogen cenderung tidak hidup selama yang tidak dioperasi - kebalikan dari keadaan pria yang dikebiri.
Jantung manusia. Hormon seks perempuan estrogen cenderung membantu mengatasi kolesterol buruk yang menyebabkan penyakit jantung. (Getty Images)
Para peneliti di Spanyol mengajukan sebuah makalah pada tahun 2005 yang menyatakan estrogen meningkatkan gen terkait dengan umur panjang, termasuk yang terkait dengan enzim antioksidan.
Estrogen juga mendukung hilangnya kolesterol buruk dan ini yang kemungkinan memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung.

3. Pekerjaan dan tingkah laku

Di daerah di mana terjadi konflik, harapan hidup pria menurun.
Tetapi pada beberapa wilayah dimana perawatan kesehatan tidak memadai, banyak perempuan meninggal saat melahirkan.
Beberapa faktor seperti merokok, alkohol dan kebanyakan makan kemungkinan salah satu alasan mengapa ukuran kesenjangan jenis kelamin beragam di berbagai negara.
Pria Rusia kemungkinan meninggal 13 tahun lebih cepat, contohnya, sebagian karena berlebihan minum alkohol.
Lebih panjang tetapi tidak lebih sehat
Tetapi ini bukan hanya kelebihan satu sisi saja. Meskipun perempuan hidup lebih panjang, mereka lebih menderita karena penyakit, terutama pada akhir kehidupan.
Perempuan dari umur 16 sampai 60 tahun lebih berkemungkinan mengunjungi dokter dibandingkan laki-laki pada usia yang sama di sejumlah negara.
Steven N. Austad dan Kathleen E. Fischer dari University of Alabama mengatakan lewat sebuah tulisan di jurnal biomedika Cell Press bahwa "di masyarakat Barat, perempuan lebih sering mendatangi dokter, memakan obat dan tidak bekerja karena alasan kesehatan, di samping lebih lama di rumah sakit dibandingkan laki-laki".
Mereka menambahkan, "Prevalensi yang lebih tinggi terkait dengan keterbatasan fisik perempuan pada masa selanjutnya kehidupan juga dilaporkan di Bangladesh, Cina, Mesir, Guatemala, India, Indonesia, Jamaica, Malaysia, Meksiko, Filipina, Thailand, dan Tunisia."

Perbedaan menipis

Kajian baru-baru ini mengisyaratkan perbedaan harapan hidup antar jenis kelamin akan hilang dalam waktu dekat.
Sekolah di Inggris. Perbedaan harapan hidup antara laki-laki dan perempuan kemungkinan akan hilang dalam 20 tahun ke depan di Inggris. (Getty Images)
Kajian yang dilakukan Imperial College London menyatakan perbedaan antara pria dan perempuan kemungkinan akan menjadi hanya satu tahun sembilan bulan pada tahun 2030 di Inggris.
Bayi laki-laki yang dilahirkan saat ini di Inggris kemungkinan akan hidup sampai umur 79 tahun dua bulan dan bayi perempuan sampai umur 82 tahun sembilan bulan, menurut Office of National Statistics.
Kajian lain yang dipimpin Profesor Statistik di Cass Business School, Les Mayhew memperkirakan harapan hidup laki-laki dan perempuan akan sama pada tahun 2032.
"Penurunan secara umum terkait dengan konsumsi rokok dan alkohol menguntungkan laki-laki, yang cenderung lebih banyak merokok dan minum alkohol dibandingkan perempuan," kata Les Mayhew seperti dikutip koran Guardian, Inggris.
"Kita juga mencatat langkah maju besar dalam mengatasi penyakit jantung, yang lebih sering dialami pria," dia menambahkan.
Dan di negara-negara di mana kematian terkait dengan kecelakaan lalu lintas menurun, ini seharusnya juga membantu penambahan umur laki-laki.


Sunday, 27 January 2019

Inilah Solusi Saat Anda Harus Berhenti Kerja Karena Sakit Ataupun PHK


Hasil gambar untuk polis prudential
Sebuah pertanyaan menarik sempat viral di media sosial, bisakah orang hidup tanpa asuransi? Jawabannya sederhana, bisa.
Lihat saja orang tua dan kakek-nenek kita, tanpa punya asuransi pun bisa hidup aman dan damai sentosa sampai tua. Juga banyak diantara teman-teman kita yang tidak punya asuransi, tapi sampai hari ini hidup mereka baik-baik saja (kecuali mereka yang kena musibah).
Namun bisakah orang hidup tanpa penghasilan? Jawabannya 90 % tidak bisa. Yang 10 % bisa, tentu saja atas kehendak dan kuasa Tuhan Yang Maha Esa.
Jika mau, anda boleh mencoba berhenti bekerja selama satu bulan saja. Atau kembalikan seluruh gaji ke bos anda. Tentunya anda akan bingung dari mana uang untuk membiayai beragam kebutuhan hidup, seperti makanan, pakaian, bayar listrik, beli pulsa, cicil KPR, utang kendaraan, bayar SPP sekolah anak, dan lain lain.
Bisakah kebutuhan-kebutuhan hidup itu berhenti? Sangat bisa, jika kita sudah tidak adalagi di dunia ini. Ya, benar sekali semua kebutuhan hidup itu hampir tidak bisa berhenti sama sekali. Apalagi sekarang kita hidup dijaman yang serba uang.
Kita butuh makan dan minum setiap hari. Kita butuh pulsa, listrik, bensin setiap hari. Utang, jika telah dibuat, harus dibayar apa pun yang terjadi. Dan semua itu dibayar dari penghasilan.
Lalu, bisakah penghasilan kita berhenti? Sangat bisa. Tentu saja jika kita berhenti bekerja, penghasilan kita pun juga akan berhenti. Kecuali, jika kita telah memiliki aset besar yang memberikan kita passive income dalam jumlah yang cukup untuk membiayai hidup kita. Namun, orang seperti ini pasti jumlahnya juga tidak banyak didunia ini.
Sudah tahukah kita, apa saja yang membuat kita berhenti bekerja? Jawabannya ada beberapa faktor:
  • Dipecat/PHK
  • Pensiun
  • Sakit berat.
  • Cacat tetap.
  • Meninggal dunia.

Lantas, apa solusi untuk semua penyebab tersebut? Dipecat/PHK, solusinya adalah mencari pekerjaan atau bisnis lain. Jika pensiun, solusi paling masuk akal adalah hidup dengan biaya dari hasil tabungan atau investasi semasa kita masih produktif dan bekerja, namun sekali lagi orang jenis ini jumlahnya juga tidak banyak. Yang banyak terjadi adalah bergantung pada kebaikan hati sang anak dalam merawat orang tua.
Sakit berat, tidak ada solusi jika terlanjur sudah terlanjur kejadian, Cacat tetap juga sama, tidak ada solusi jika terlanjur sudah terjadi. Tidak akan ada perusahaan atau orang yang mau mempekerjakan orang yang menderita penyakit berat atau cacat tetap. Termasuk meninggal dunia, juga tidak ada solusi jika terlanjur kejadian, karena orang yang sudah meninggal dunia tentu saja sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Sadarkah kita, point-point diatas tersebut dampak kerugiannya sungguh luar biasa bagi kehidupan kita, terutama kehidupan orang-orang yang selama ini nafkahnya menjadi tanggungan dan kewajiban kita. Keluarga, istri dan anak yang masih tetap harus melanjutkan hidupnya, dan juga dengan kebutuhan akan biaya hidup yang tidak mungkin berhenti dengan berhentinya pekerjaan dan penghasilan kita.
Namun, untuk semua point tersebut diatas, selama masih belum terjadi, tentu saja ada solusi yang bisa kita persiapkan jauh sebelumnya. Solusi paling murah dan masuk akal adalah membeli asuransi dan memulai investasi.
Asuransi tidak bisa mencegah datangnya sakit kritis atau cacat tetap, juga tidak bisa mengembalikan nyawa orang yang telah meninggal dunia, namun asuransi penyakit kritis bisa memberikan santunan penghasilan saat seorang nasabah terkena resiko sakit berat, asuransi kecelakaan dan cacat tetap total juga akan memberikan santunan pengganti penghasilan ketika resiko cacat tetap terjadi pada nasabah. Asset hingga milyaran juga akan diberikan sebagai santunan kepada ahli waris saat seorang peserta asuransi jiwa meninggal dunia. Dan, dengan memulai berinvestasi sejak dini, kita akan memiliki bekal keuangan yang cukup ketika suatu saat dengan terpaksa kita harus berhenti bekerja. Entah karena PHK ataupun pensiun.
Kabar baiknya adalah, anda tidak perlu pusing dan ribet dengan membeli satu per satu program-program tersebut. Cukup satu produk, karena kesemuanya tersedia dalam produk unitlink Prudential. 1 polis untuk semua manfaat perlindungan asuransi, sekaligus potensi keuntungan investasi.


Sejarah Hidup Oen Boen Ing, Dokter Dermawan Penolong Kaum Miskin Pendiri RS Dr. Oen Solo



Kalender menunjukkan tanggal 30 Oktober 1982. Tidak seperti biasanya, beberapa sudut jalan di Kota Solo dipadati ribuan manusia. Mereka menyemut di halaman RS Panti Kosala. Massa sudah berkumpul sedari pagi demi mengantar berpulangnya seorang dokter Tionghoa yang semasa hidup dikenal sebagai dermawan dan sosiawan.
Sang dokter terlahir dengan nama Oen Boen Ing. Namun masyarakat Surakarta lebih mengenalnya dengan nama Dr. Oen. Boen Ing lahir di Salatiga ketika angka menunjukkan serba “3” (3 Maret 1903). Lulus dari Hollandsch Chineesche School (HCS) Salatiga, Boen Ing meneruskan ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) Semarang, dan kemudian melanjutkan ke Algemeene Middelbare School (AMS) Yogyakarta.
Sejak kecil, Boen Ing sudah bermimpi untuk menjadi dokter. Impian tersebut pertama kali muncul ketika melihat sang kakek yang bekerja sebagai sinse di Salatiga. Kakeknya mengobati para pasien tanpa berkenan menerima bayaran.
Selepas lulus dari AMS, Boen Ing tetap teguh pada cita-citanya untuk menjadi dokter. Namun niatan tersebut ditentang kedua orang tuanya. Ayahnya jelas menginginkan Boen Ing untuk meneruskan bisnis tembakau keluarga yang telah bertahan selama beberapa generasi. Sementara sang kakek merasa takut bila Boen Ing hanya akan mencari kekayaan dengan membebani orang sakit.
Penolakan tersebut tidak menyurutkan mimpi Boen Ing. Sebaliknya, Boen Ing semakin ingin membuktikan bahwa impiannya untuk menjadi dokter bukanlah mencari keuntungan, melainkan supaya dapat menolong orang sebanyak-banyaknya. Lantaran niat Boen Ing sudah bulat, keluarga besar pun tak dapat menahan keinginannya. Ia pun mendaftarkan diri ke STOVIA di Batavia sebagai mahasiswa kedokteran.
Selama di STOVIA, Boen Ing terlibat aktif dalam perhimpunan pelajar sekolah menengah Tionghoa bernama Chung Hsioh. Di organisasi itu ia mulai terlibat berbagai diskusi kritis terkait perpolitikan Hindia Belanda. Boen Ing juga sempat melayani di Jang Seng Ie (sekarang Rumah Sakit Husada) sebagai sekretaris pada 1929, ketika poliklinik tersebut tengah berada di titik terendah akibat serangkaian konflik internal dan krisis ekonomi dunia.
Selepas menyandang gelar dokter dari STOVIA pada 1932, Dr. Oen sempat melayani di Poliklinik Gie Sing Wan di Kediri. Selama di Gie Sing Wan, Dr. Oen melayani tanpa memikirkan materi. "Dia [Dr. Oen] menekankan, tempat ini [Poliklinik Gie Sing Wan] harus tetap ada untuk menolong orang sakit yang tidak memiliki uang guna membayar dokter maupun obat-obatan," tulis Soerabaiasch Handelsblad edisi 27 April 1935.
Di Kediri ia bertemu dengan Corrie Djie Nio, yang kelak dipersuntingnya pada 16 November 1934. Setelah enam tahun melayani di Kediri, keduanya kemudian memutuskan mengabdi di Surakarta.
Pada awalnya, Dr. Oen melayani di Ziekenzorg (sekarang RSUD Dr. Moewardi Surakarta). Kemudian ia banyak menghabiskan waktunya untuk mengembangkan Poliklinik Tsi Sheng Yuan (sekarang RS Dr. Oen Surakarta). Poliklinik ini didirikan pada 1933 oleh Hua Chiao Tsing Nien Hui (HCTNH/Perhimpunan Pemuda Tionghoa) yang merasa prihatin dengan sistem pelayanan kesehatan yang diskriminatif dan tingginya angka kematian bayi di Surakarta. Poliklinik Tsi Sheng Yuan memberikan pertolongan kesehatan cuma-cuma kepada penduduk dengan penghasilan di bawah 10 gulden per bulan.
Menjelang runtuhnya rezim kolonial Belanda, Tsi Sheng Yuan turut membantu Chineesche Burger Organisatie (CBO/Organisasi Pertahanan Sipil Tionghoa). Pada masa pendudukan Jepang, Tsi Sheng Yuan membantu Kakyo Sokai (Perkumpulan Umum Tionghoa Perantauan). Di masa Revolusi, poliklinik ini berfungsi sebagai rumah sakit darurat guna menampung para pejuang dan pengungsi yang terluka.

Penisilin untuk Jenderal Soedirman

Selama masa perang kemerdekaan di Surakarta, Dr. Oen banyak mengobati pejuang dan pengungsi yang terluka, tanpa pandang bulu. Kedekatannya dengan pihak Republik membuatnya dimata-matai Belanda. Dalam laporan Netherlands East Indies Forces Intelligence Service (NEFIS/Dinas Intelijen Tentara Belanda) bertajuk “Doktoren te Soerakarta” (24 Desember 1948), nama Dr. Oen termasuk salah satu dokter yang mendapat pengawasan khusus.
Laporan itu mendeskripsikan Dr. Oen sebagai salah satu dari segelintir dokter yang beroperasi di Solo selama perang kemerdekaan. Dr. Oen pernah menjadi dokter untuk Rode Kruis (Palang Merah) dan juga pimpinan dari Rumah Sakit Darurat Jebres. Sosok Dr. Oen digambarkan sebagai figur yang “ontzettend populair bij alle bevolkingsgroepen” (sangat terkenal di seluruh lapisan masyarakat) dan “erg behulpzaam” (sangat penolong). Dalam sehari, Dr. Oen dapat menerima lebih dari 200 pasien di rumahnya, dan lebih dari setengahnya bahkan dilaporkan tidak perlu membayar sepeser pun.
Kepopuleran Dr. Oen di kalangan pejabat Republik membuatnya mendapat pasokan listrik 24 jam setiap hari (penduduk lain mendapatkan jatah empat hari aliran listrik per minggu), selain juga mendapat kendaraan pribadi. Seluruh privilese tersebut memang diperlukan Dr. Oen guna menunjang profesinya sebagai dokter yang harus terus mengobati pasien.
Ketika Surakarta bergolak, pihak Republik memutuskan untuk mengevakuasi Dr. Oen keluar dari kota itu. Mendengar rencana evakuasi tersebut, penduduk Surakarta merasa kecewa. Mereka kemudian menginisiasi semacam petisi yang menolak rencana itu. Mereka menganggap Keberadaan Dr. Oen masih sangat dibutuhkan untuk menolong penduduk yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Merasa tersentuh dengan permintaan tersebut, Dr. Oen memutuskan untuk tetap tinggal di Surakarta.
Selama masa Revolusi, Dr. Oen selalu menyediakan waktu guna mengobati tentara Republik yang terluka, sekalipun tidak jarang pada saat yang bersamaan ia juga disibukkan melayani ratusan pasien lain. Sekalipun dirinya tidak pernah mengangkat senjata, Dr. Oen rela mempertaruhkan nyawa dengan keluar-masuk zona merah. Strategi "jemput bola" tersebut dianggap lebih aman guna meminimalisasi kecurigaan tentara Belanda.
Dr. Oen juga dikenal karena jasanya menyelundupkan penisilin bagi Jenderal Soedirman yang saat itu tengah menderita TBC. Tindakan tersebut tergolong berani mengingat risiko yang sangat serius bila Belanda sampai mengendusnya.

Pengobatan Gratis bagi Orang Miskin


Ada satu hal tak lazim yang dijalani Dr. Oen dalam praktiknya. Ia mulai mengobati para pasien sejak pukul 03.00 di rumahnya yang terletak di kawasan Pasar Legi, Banjarsari. Dr. Oen memang tidak dapat dilepaskan dari angka "3" yang menjadi angka favoritnya. Dr. Oen lahir ketika daun kalender menunjukkan angka serba 3, yakni 3 Maret 1903. Nomor teleponnya adalah 3333, begitu juga dengan plat nomor mobil Peugeot-nya.
Dr. Oen melayani sendiri seluruh pasien yang datang berobat ke kliniknya, mulai dari menyuntik pasien, memeriksa, menulis resep, hingga memanggil pasien. Kemudian ia membubuhkan tanda khusus atau stempel pada resep tersebut, sebagai kode bagi Apotek Surakarta bahwa seluruh biaya obat sang pasien akan ditanggung sepenuhnya oleh sang dokter.
Bagi pasien yang berkenan membayar, maka mereka diperkenankan untuk memasukkan uang ke dalam sebuah kotak yang terletak di dekat ruang praktik. Mengenai besaran nominalnya, tidak pernah dihiraukan oleh Dr. Oen yang sudah keburu sibuk memeriksa pasien berikutnya.
Setidaknya ada empat faktor yang membuat pengobatan Dr. Oen begitu populer. Pertama, teknik pengobatan Dr. Oen yang dikenal sangat ampuh. Banyak pasien yang mengaku sembuh dan pulih lebih cepat sesudah ditangani Dr. Oen.
Kedua, teknik pengobatan yang dilakukan Dr. Oen tergolong sederhana, tetapi selalu tepat sasaran. Pasien yang diobati biasanya tidak perlu datang berkali-kali ke tempat praktiknya.
Ketiga, dan yang terpenting, karena para pasien paham bahwa Dr. Oen tidak pernah menarik bayaran dari kaum kurang mampu. Mereka yang berkekurangan tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan, tanpa harus merasa cemas.
Keempat, Dr. Oen menolak berhenti berpraktik sampai seluruh pasiennya habis. Jadi para pasien tidak merasa takut akan ditelantarkan karena percaya giliran mereka diperiksa akan tiba.
Bagi Dr. Oen, jika seorang dokter benar memiliki hati nurani, tidak mungkin ia membiarkan orang-orang yang membutuhkan pertolongan terus-menerus larut dalam kesukaran. “Bukankah kewajiban utama seorang dokter adalah menolong pasien?" tutur Dr. Oen seperti dikutip dalam The Spirit of Dr. Oen, The Spirit of Giving.
Pengabdian Dr. Oen selama beberapa dekade di dunia kesehatan serta perjuangannya membantu tentara Republik di masa Revolusi membuatnya dianugerahi penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial oleh pemerintah Indonesia pada 30 Oktober 1976. Penghargaan tersebut diberikan atas usulan para veteran Tentara Pelajar yang pernah ditolong Dr. Oen. Mereka menganggap perjuangan gerilya yang dilakukan di Surakarta tidak dapat dipisahkan dari jasa-jasa Dr. Oen.

Dekat dengan Mangkunegaran

Dr. Oen dan Pura Mangkunegaran memiliki ikatan emosional dan profesional yang tak terpisahkan satu sama lain. Sejak 1944, Dr. Oen sudah dipercaya menjadi dokter pribadi di sana. Ia menangani kesehatan Gusti Nurul dan anggota keluarga Mangkunegaran lainnya. Dr. Oen adalah kawan karib Mangkunegara VIII. Sang dokter bahkan dipercaya untuk menangani proses persalinan seluruh anak-anak Mangkunegara VIII.
Kedekatan Dr. Oen dan Mangkunegara VIII tampak ketika sang dokter meminta izin kepadanya untuk mengambil Sujiwo (kelak menjadi Mangkunegara IX) sebagai anak. Dr. Oen bahkan sudah menyiapkan nama sang bayi, yaitu "Wu Yi". Dalam Bahasa Mandarin, wu yi bermakna "lima puluh satu," karena Sujiwo lahir pada 1951.
Mangkunegara VIII pada awalnya menyetujui permintaan tersebut, tetapi menjelang persalinan lantas berubah pikiran. "Dokter, jangan! Saya tidak tega anak saya kamu ambil," tutur penguasa Kepangeranan Mangkunegara itu.
Sembari tersenyum, Dr. Oen menyatakan dapat memahami perasaan Mangkunegara VIII, sebab orang tua manapun pada dasarnya tidak akan rela melihat anaknya diambil orang lain. Dr. Oen menerima dengan lapang dada pembatalan tersebut. Hubungan antara Dr. Oen dan Pura Mangkunegaran tetap terjalin dengan baik. Dr. Oen bahkan diberi kebebasan untuk menengok Wu Yi Sujiwo kapan pun ia mau.
Atas segala jasa Dr. Oen bagi Pura Mangkunegaran, sang dokter dianugerahi gelar Kandjeng Raden Toemenggoeng (KRT) Oen Boen Ing Darmoehoesodo pada 11 September 1975. “Selama Dr. Oen Boen Ing memberikan pelayanan kesehatan kepada kami sekeluarga, putra sentana dan pegawai atau karyawan Dinas Urusan Puro Mangkunegaran, beliau tidak pernah bersedia menerima imbalan jasanya,” ucap Mangkunegara VIII.
Dr. Oen pun menjadi dokter Tionghoa pertama yang menerima pengharagaan tersebut. Gelar ini kemudian dinaikkan menjadi Kandjeng Raden Mas Toemenggoeng (KRMT) pada 24 Januari 1993, dan diberikan langsung oleh Mangkunegara IX kepada perwakilan keluarga Dr. Oen.

Berpulangnya Sang Dokter Sosial

Kondisi kesehatan Dr. Oen terus menurun sejak April 1977. Sang dokter akhirnya tutup usia dalam usia 79 pada 30 Oktober 1982. Sebagai penghormatan atas jasa-jasanya, dihelat sebuah upacara khusus di Pura Mangkunegaran. Mangkunegara VIII memimpin langsung upacara tersebut.
Jenazah Dr. Oen diusung para abdi dalem menuju Krematorium Tiong Ting. Abu sang dokter kemudian dilarung di Sungai Bengawan Solo, sesuai dengan pesan terakhirnya. Dr. Oen tidak ingin makamnya kelak dikultuskan dan dijadikan tempat ritual tertentu, sehingga kremasi menjadi opsi terbaik.
K.R.M.T. Sanyoto Sutopo Hadikusumo didaulat untuk memimpin langsung upacara perabuan. Sementara Raden Mas Ngabehi Surato Sumosupadio dipercaya membawa Payung Kebesaran Bupati Sepuh Mangkunegaran. Ribuan massa mengiringi dari belakang dengan berjalan kaki atau mengendarai motor. "Jalanan sudah seperti lautan manusia," tutur Sunarto yang menyaksikan prosesi tersebut.
Penghormatan itu menunjukkan bagaimana sosok Dr. Oen begitu dicintai seluruh lapisan masyarakat. Banyak juga dari mereka yang tak mampu menyembunyikan raut kesedihan. Beberapa orang terlihat menitikkan air mata tatkala jenazah Dr. Oen melintas di hadapan mereka.
Tepat setahun setelah kepergiannya, Yayasan Kesehatan Panti Kosala memutuskan untuk mengabadikan nama Dr. Oen menggantikan nama RS Panti Kosala. Sejak 10 Oktober 1965, Tsi Sheng Yuan memang sempat berganti nama menjadi "Balai Kesehatan Panti Kosala," sebelum kemudian menjadi "Panti Kosala."
Keputusan penggantian nama sempat menuai kontroversi, mengingat prosesnya terjadi di rezim Soeharto, ketika seluruh hal yang berkaitan dengan Tionghoa dilarang untuk dipublikasikan. Di masa Orde Baru hanya RS Mata Dr. Yap di Yogyakarta dan RS Dr. Oen di Surakarta yang menggunakan nama Tionghoa sebagai namanya.

*Sumber dari Tirto.id Penulis: Ravando Lie

Friday, 25 January 2019

Celengan Pembayar Premi; Tips Sederhana Dan Kekinian Membayar Premi Asuransi


Membeli asuransi unitlink itu bukan soal punya uang atau tidak, tetapi lebih soal niat atau tidak, penting atau tidak. Harga atau besaran premi asuransi unitlink termurah, bahkan dari perusahaan asuransi yang terkenal paling mahal di Indonesia pun masih dalam jangkauan rata-rata masyarakat Indonesia.
Di Prudential, perusahaan asuransi tempat saya bernaung, masih bisa mendapatkan paket asuransi yang lumayan lengkap, terdiri dari asuransi jiwa, asuransi kesehatan, plus investasi dalam 1 paket, hanya dengan besaran premi minimal 400 ribu rupiah per bulan. Jadi, sekali lagi yang jadi soal bukanlah punya uang atau tidak, tetapi mau punya asuransi atau tidak.
Kalau sudah punya kemauan untuk beli asuransi, maka masalah selanjutnya yang perlu diperhitungkan adalah, bagaimana mengatur keuangan, agar pembayaran premi tetap berlanjut. Masalah umumnya masyarakat kita adalah mengatur keuangan secara berlanjut dalam jangka panjang. Dan pembayaran asuransi pasti dalam jangka waktu yang lumayan lama, bisa 5 tahun, 10 tahun, atau 20 tahun, atau bahkan sepanjang umur selama kita membutuhkan perlindungan asuransi.
Nah, tips dari salah satu nasabah saya ini mungkin bisa dijadikan inspirasi bagaimana mengatur keuangan agar premi asuransi tetap terbayarkan dalam jangka panjang.
Nasabah saya ini, biasa di panggil mbak tika, adalah pemilik usaha catering. Usahanya lumayan rame, setiap hari ada saja orderan yang masuk. Ketika awal mula saya datang ke rumahnya, presentasi macam-macam dan menawarkan asuransi, dia tertarik, tetapi merasa belum sanggup membayar premi untuk jangka waktu sekian tahun. Sampai disini saya berhenti, dan pamit pulang, karena saya sudah faham masalah yang dia hadapi, dan juga faham bagaimana posisi keuangan dia.
Beberapa minggu setelahnya saya datang lagi kerumahnya, saya tawarkan sekali lagi untuk ambil asuransi dengan premi 1.500.000 rupiah untuk seluruh anggota keluarganya yang berjumlah 3 orang. Dan seperti saya duga, dia menjawab begini, “mas kan kemarin saya sudah bilang, saya faham dan sepakat dengan pentingnya memiliki asuransi. Tetapi untuk saat ini saya merasa masih belum sanggup untuk membayar premi sebesar itu selama sekian tahun sebagaimana yang mas tawarkan”.
Saya tidak menjawab, tetapi langsung saya keluarkan celengan yang sudah saya persiapkan sebelumnya. Sebuah celengan yang biasa di pakai untuk menyimpan uang receh anak-anak, namun celengan yang saya bawa ini ada kuncinya.
Saya bilang, “mbak, saya bawa celengan yang ada kuncinya. Celengan ini akan saya tinggal disini, nah tugas sampean adalah mengisi celengan ini dengan uang, berapapun, setiap hari. Nanti setiap tanggal tertentu sebulan sekali saya akan datang lagi untuk membuka celengan ini, karena kuncinya saya bawa. Setelah itu kita hitung bareng jumlah uangnya, dan saya berani taruhan pasti jumlah uang dalam celengan ini akan cukup dan bahkan berlebih untuk bayar premi”.
Dan betul, setelah dia sepakat untuk ambil asuransi unitlink dengan premi sebesar 1,5 juta, pada bulan kedua, tepat tanggal jatuh tempo pembayaran polisnya saya datang lagi ke rumahnya untuk membuka celengan tersebut. Dan hasilnya, setelah dihitung, didalam celengan tersebut ada uang 3 juta lebih sedikit. Jumlah yang tentu saja lebih dari cukup untuk membayar premi asuransinya, dan bahkan premi selama 2 bulan.
Dan ketika itu Mbak Tika bilang, “Wah, ternyata sampean betul mas. Kalau seperti ini saya tidak merasa berat membayar premi segitu”.
Ya, kata kuncinya adalah; dia sesungguhnya mampu membayar premi asuransi, tetapi merasa berat. Dia mampu karena setiap hari dia terima orderan, yang otomatis setiap hari dia dapat uang. Tinggal kita mengatur strategi, bagaimana agar si nasabah tidak merasa berat. Agar dia enjoy dan tidak terbebani dengan angka 1,5 juta per bulan untuk bayar premi. Dan konsep celengan pembayar premi ini bisa menjadi salah satu solusi yang lumayan jitu.
Sekarang mari kita lihat, ada berapa banyak pedagang atau pengusaha seperti Mbak Tika ini, yang transaksi atau orderannya harian? Yang setiap hari bisa dapatin uang? Yang belum punya asuransi karena merasa berat?
Kalau kita mampu menawarkan sebuah solusi yang jitu, perasaan berat membayar itu pasti akan hilang. Karena rasa berat itu hanya ada dipikirannya saja saat membayangkan angka-angka jutaan rupiah yang harus dia keluarkan setiap bulan. Tetapi kalau kita mampu memecah dan mengurai beban di pikiran yang dia rasa berat itu, maka dia akan enjoy memasukan uang 20, 50 atau bahkan 100 ribu setiap hari ke dalam celengan. Dia tidak akan merasa berat, meskipun itu setiap hari.

Monday, 21 January 2019

Asuransi Bakal Menanggung Pendapatan Sopir Grab Yang Cuti Sakit



Grab, aplikasi transportasi online terbesar di Asia Tenggara, meluncurkan skema asuransi cuti sakit gratis untuk pengemudinya di Singapura, pada Rabu (16/1/2019).
Dilansir dari CNBC Indonesia, Andrew Chan, kepala Transportasi Grab Singapura, mengatakan perusahaan telah meluncurkan skema untuk meningkatkan batasan dukungan dan manfaat yang jauh lebih komprehensif untuk pengemudi sewa pribadi (private-hire) di platformnya.
"Penghasilan pengemudi adalah sesuatu yang kami akui penting bagi kehidupan dan keluarga mereka," tambah Andrew seperti dikutip dari The Strait Times.
Saat ini, Grab menawarkan berbagai tunjangan, mulai dari diskon bahan bakar hingga beasiswa dan biaya pendidikan kuliah untuk anak-anak pengemudi.
Skema baru tersebut direkomendasikan oleh kelompok kerja tripartit dari wiraswasta yang diterima Pemerintah pada Februari tahun lalu.
Asuransi itu merupakan asuransi yang berbeda dari asuransi kecelakaan pribadi Grab yang telah disediakan untuk semua pengemudi dan penumpang di platformnya.
Asuransi itu diberikan kepada "mayoritas mitra pengemudi Grab secara gratis", kata juru bicara Grab, tanpa memberikan angka spesifik tentang jumlah armadanya.
Pembayaran ditentukan oleh seberapa sering pengemudi sewa pribadi menggunakan Grab, penghasilan mereka dan lamanya rawat jalan atau rawat inap. Agar memenuhi syarat untuk pertanggungan, pengemudi harus mendapatkan sekitar US$ 2.000 (sekitar Rp 28 juta) dalam tarif per bulan.
Skema ini membiayai cuti sakit dari hari keenam dan seterusnya, hingga maksimum 14 hari, dan rawat inap dari hari kedua dan seterusnya, hingga 60 hari.
Pengemudi akan mendapatkan ganti biaya antara 50%-85% dari penghasilan harian rata-rata mereka, dalam kisaran antara US$ 30 hingga US$ 200. Perhitungan dilakukan berdasarkan penghasilan mereka dari Grab selama 90 hari terakhir sebelum mereka jatuh sakit atau terluka.
Menurut situs web Grab, pembayaran akan memakan waktu sekitar 10 hari setelah Chubb Insurance menerima formulir klaim, jika tidak diperlukan dokumen tambahan. Pengemudi yang tidak ditanggung dapat mendaftar untuk skema asuransi lain yang akan segera diluncurkan perusahaan, kata juru bicara Grab.
Mr Cedric Lim, seorang pengemudi sewa pribadi di platform Grab, menyarankan bahwa pertanggungan asuransi akan lebih membantu jika durasi sebelum pertanggungan cuti sakit dimulai dapat dipersingkat menjadi kurang dari enam hari.
Sewa, yang biayanya lebih dari US$ 100 sehari, menjadi kekhawatiran utama Lim (28 tahun) yang mengemudikan Mercedes E-class untuk layanan kelas atas Grab.
"Ketika saya sakit, saya khawatir apakah sewa saya dapat dibayar atau tidak, dan bukan tentang penghasilan saya untuk hari itu," ujar Lim.

Thursday, 17 January 2019

Pilih Mana; Asuransi Atau Investasi? Sebuah Pengantar



Pernah mendengar istilah-istilah berikut ini; investasi? Asuransi? Tahu dan fahamkah anda bagaimana perbedaan diantara keduanya?
Pernah mengenal istilah-istilah berikut ini; saham? Reksadana? Unitlink? Tahu dan fahamkah anda bagaimana ketiganya berbeda, dan bahkan seringkali diperdebatkan dalam forum-forum komentar social media?
Ada banyak orang yang hanya mengenal atau bahkan hanya pernah mendengar istilah-istilah tersebut diatas, atau mungkin memahami hanya sekedarnya saja. Memahami hanya pada bagian kulit luarnya saja, tidak secara utuh. Bahkan meskipun itu seorang agen asuransi, atau pialang saham, ataupun juga agen reksadana.
Bahwa seorang agen asuransi memahami produk asuransinya, itu adalah sebuah keniscayaan. Bahwa seorang pialang saham sangat hafal seluk belu persahaman adalah benar, dan bahwa seorang agen reksadana mampu menjelaskan secara detil portofolio reksadananya itu adalah wajar. Tetapi tidak banyak orang yang mampu memahami ketiganya sekaligus.
Dan inilah yang menjadi masalah sehingga memicu perdebatan. Agen reksadana dan pialang saham akan dengan sangat menggebu-gebu menyatakan, “Jangan taruh uangmu di asuransi, rugi!”.
“Lebih baik taruh di reksadana bla..bla..bla.., dalam jangka waktu sekian tahun pasti sudah untung sekian belas persen”, kata agen reksadana.
“Mending belikan saham A… atau saham B… atau sekaligus saham C…, nanti dalam kurun waktu tertentu pasti nilainya sudah berlipat-lipat kali naik”, tukas pialang saham.
Ketika terjadi perdebatan seperti itu, apa kata agen asuransi? “Ya meskipun untung, tapi kan belum aman dari resiko sakit,, kecelakaan,, bla..-bla… bla… malah-malah gimana kalau harga saham dan reksadananya jatuh, terus kamu nya kena serangan jantung, uang mana lagi yang mau dipakai buat biaya berobat?.
Itulah agen asuransi, jawabnya betul, tetapi keluar dari substansi. Masalah investasi tentu saja jawabnya juga harus berdasarkan investasi juga. Nah, ini jadi masalah selanjutnya; tidak banyak agen asuransi yang memahami dan menguasai ilmu perinvestasian.
Padahal produk asuransi sekarang ini yang lagi marak adalah produk asuransi unitlink. Sebuah produk yang memadukan antara proteksi asuransi dengan keuntungan berinvestasi. Sayangnya, masih banyak agen asuransi yang hanya memahami pada bagian asuransi nya saja, pada bagian investasi yang difahami hanya sekedarnya saja.
Masalah selanjutnya lagi adalah, justru banyak terjadi diantara agen asuransi sendiri yang berdebat, baik agen asuransi dalam satu perusahaan maupun agen antar perusahaan asuransi. “Apakah asuransi bisa menguntungkan sencara investasi?” jawabannya bervariasi, tergantung bagaimana tingkat pemahaman agen yang bersangkutan terhadap ilmu perinvestasian. Dan jawaban ini bisa anda simak di kolom-kolom komentar media social, dan hasilnya adalah; perdebatan yang tiada henti dan tiada solusi. Semakin kita mengikuti perdebatan, semakin kita akan dibuat bingung dan galau, “Beli asuransi aman gak ya, untuk menyiapkan perencanaan keuangan masa depan?”
Dan pada bagian inilah yang akan dibidik oleh artikel ini. Bagaimana memahami asuransi dan investasi? Bagaimana membedakan dan bahkan mengelola asuransi (unitlink) sebagaimana mengelola portofolio reksadana dan saham untuk mempersiapkan keuangan dimasa depan?
Namun, karena artikel ini pasti akan jadi sangat panjang, maka agar tidak terlalu panjang, artikel ini akan dibuat secara berseri, dengan masing-masing judul yang berbeda, dalam tema besar; “Bagaimana meraih keuntungan di masa depan dengan berinvestasi di unitlink, sebagaimana untung nabung saham dan reksadana”. bersambung

Wednesday, 16 January 2019

Mengapa Harus Mengasuransikan Aset Kita Yang Paling Berharga



Ada begitu banyak orang yang masih meragukan manfaat asuransi. Sebabnya bermacam-macam, bisa karena ketakutan gagal klaim, anggapan hukum asuransi haram, beberapa merasa diri dan keluarganya tidak membutuhkan cover asuransi; karena berharap sepanjang hidupnya baik-baik saja, tidak ada resiko apapun yang akan terjadi.
Apakah itu salah? Untuk tidak mengatakan salah, saya hanya ingin mengatakan dalam beberapa perspektif; cara berfikir mereka perlu dirubah.
Coba kita simak kalimat-kalimat dibawah ini, dan renungkan kebenarannya;
  1. Apakah ada gedung-gedung megah yang tidak diasuransikan? Padahal kebakaran gedung belum tentu terjadi tiap tahun.
  2. Apakah ada penerbangan komersil yang tidak diasuransikan? Padahal pesawat jatuh belum tentu ada tiap hari dengan ribuan jadwal di seluruh dunia.
  3. Apakah ada debitur kakap yang tidak diasuransikan? Padahal belum tentu debiturnya meninggal dunia sebelum hutangnya lunas.
  4. Apakah  ada staf perusahaan top yang tidak diasuransikan? Padahal belum tentu ada yang sakit dan opname setiap bulan.
  5. Dan, mana ada konsultan perencanaan keuangan yang tidak menyarankan asuransi pada kliennya?

Ujung dari Financial Planner dan perlindungan aset adalah asuransi. Lalu, pernahkah kita berfikir apa aset kita yang paling berharga? 
Apakah harta kita, atau diri kita yang selama ini bekerja mengumpulkan banyak aset? Apakah kita rela melihat aset dan harta yang telah kita kumpulkan selama bertahun-tahun harus musnah digerogoti biaya pengobatan saat resiko sakit yang tidak pernah bisa diprediksi itu datang? Ingatlah adagium sederhana ini, "Manusia rela menukar kesehatan dan waktunya untuk mengumpulkan uang, namun ketika sakit datang justru uang yang selama ini dikumpulkan akan dihambur-hamburkan untuk kembali membeli kesehatan".
Jadilah manusia bijak dan cerdas dengan berfikir jauh kedepan, kalau diri kita sendiri gak diasuransikan apakah itu berarti karena kita kurang berharga? Keputusanmu hari ini menentukan masa depanmu.

Friday, 4 January 2019

Viral, Curhatan Warganet Tentang BPJS Kesehatan


Pengalaman adalah guru terbaik, nasehat ini mungkin ada benarnya. Setidaknya jika kita baca status facebook warganet ini. Melalui curhatannya terkait BPJS Kesehatan yang segera saja menjadi viral, Putu Artana ingin berbagi pengalaman pahitnya kepada orang-orang.
Menurut pantauan admin saat artikel ini ditulis, saking viralnya status ini telah dishare sebanyak 3,8 ribu kali, dikomentari 1,2 ribu kali, dan mendapatkan like tidak kurang dari 2,5 ribu.
Apa sih isinya kok bisa begitu viralnya status ini? yuk simak saja dibawah ini;

BPJS

Barang ini membuat saya kesal luar biasa, rasa 'kesal' ini saya alami ketika harus membayar sebesar Rp. 240.000,- per bulan (3 kepala di KK orang tua saya dengan kelas paling atas). Pada rentang tahun 2015 hingga akhir 2017, total uang yang saya sudah bayarkan sekitar 8.6 juta. Mungkin lebih banyak, bersama denda-dendanya.
Kesalnya semakin menjadi ketika mengetahui ada yang lupa membayar tagihan hingga 6 bulan, bayarnya sekaligus dan ada denda pula.
Seandainya saja uangnya ditabung, mungkin bisa beli drone baru atau kamera yang bikin hati senang. Grrrrr!!!
Alam semesta bekerja dengan hukum-hukum yang sudah ditetapkan oleh-Nya. Ketika terpeleset maka gravitasi akan memainkan peran dan hukumnya. Bapak saya kecelakaan di tempat yang terbilang sepele. Beliau biasa naik atap pasang penangkal petir, biasa naik tower, tiang listrik dan sebagainya - tidak pernah mengalami incident berarti.
Incident di tempat sepele di bulan April 2018 ini menggeser ruas ruas tulang leher beliau dan melumpuhkan sistem motorik dan sensorik dari leher ke bawah (lumpuh dan mati rasa).
Sedih? Tidak ada waktu untuk sedih, fokus pada solusi. Sudah terjadi, gak ada guna pakai acara sedih dan cari-cari siapa yang salah.
RS Umum Klungkung tidak menyanggupi penanganan, maka dirujuklah ke RS Sanglah Denpasar. Dan dengan cepat para dokter observasi dan menemukan ada penekanan di saraf leher yang mengakibatkan kelumpuhan. Solusi satu-satunya adalah operasi untuk melepaskan tekanan kepada saraf-saraf tersebut. Rembug keluarga sepakat untuk operasi.
Gelisang satwa enggal (fast forward) - proses operasi berlangsung lancar dan pemulihan berlangsung sekitar 2 minggu. Total tagihan yang harus saya urus sekitar Rp. 60.700.000,-.
Saya sudah siapkan dana dengan menjual aset liquid, mencairkan tabungan dan kartu kredit untuk jaga-jaga (baca: kartu utang) dengan limit lumayan (lumayan bikin manyun maksudnya). Maklum kita-kita ini masih status karyawan generasi Sandwich, jadi harus hati-hati mengatur pengeluaran.
Bisa googling dulu apa itu generasi Sandwich.
Apakah masih kesal? Masih sangat dan kesal pake banget. Sampai akhirnya saya diinformasikan bahwa semua biaya ditanggung oleh BPJS. Termasuk biaya ambulance, tindakan, obat, laboratorium, rawat inap dan ICU.
Whaaattt? Seriously? Come on, you must be joking! Pokoknya gitu deh ekspresinya
Semua hormon hormon yang bikin kesal hilang, kortisol dan hormon negatif lainnya lenyap seketika.
Saya setengah tidak percaya, terlebih pengalaman buruk sekitar tahun 2012, harus membiayai operasi siku adik kedua sebesar 38 juta (ini serasa dipalak, diancam, ditakut-takuti dan diperas oleh banyak oknum, tapi kita semua sudah move on - lebih baik energi otak dialihkan ke tempat lain).
Oke urusan bayar-bayar sudah beres dan lega. Sekarang bisa fokus ke pemulihan pasca operasi bapak dan tentunya fokus ke pekerjaan generasi Sandwich yang juga generasi milenial.
Tentunya sekarang rajin bayar BPJS. Heheheh..
Q: Lah kan BPJS merugi, denger-denger katanya salah Jokowi ya?
A: Ya elah, bagi negara BPJS itu bukan profit center tapi cost center. Uang yang dikumpulkan dari iuran sekitar 88T dan pengeluaran buat membayar sakit-sakit macam cerita saya sekitar 95T. Defisit 7T diambil dari APBN. Artinya negara membantu rakyatnya membayar tagihan kesehatan melalui BPJS. Makanya bayar BPJS yang rajin.
Q: Terus kita harus berterima kasih sama Jokowi gitu?
A: Mohon jangan kait-kaitkan dengan pilpres ya. BPJS adalah program pemerintah semenjak tahun 1990 an (dulu namanya ASKES). Mulai dari pak Harto, bu Mega, Gus Dur, pak SBY dan pak Jokowi harus diberi ucapan terima kasih (termasuk para cerdik pandai dibelakang beliau-beliau).
Yang perlu kita awasi adalah penggunaannya, jangan sampai uang yang terkumpul hingga puluhan triliun ini dikorupsi oleh tikus-tikus kantor.
Jika nanti ada surplus, bolehlah dipakai oleh negara untuk keperluan lain seperti bangun RS baru, beli alat-alat kedokteran baru, upgrade qualitas SDM dst.
Note: sekarang rakyat miskin iurannya dibayarkan oleh negara melalui program JKN-KIS dan penerima namanya PBI (Penerima Bantuan Iuran). Jumlahnya bisa dilihat di website BPS, jangan liat di blog abal-abal.
Q: Apakah BPJS program sempurna?
A: Jelas tidak sempurna sama sekali. Masih banyak yang harus dibenahi seperti tunggakan yang belum/lambat dibayar hingga 5T, peserta yang tidak membayar tepat waktu dan mekanisme lainnya yang terkesan ribet.
Q: Ini kampanye pilpres ya?
A: Gak banget, karena saya pendukung mas Agus AHY yang gagah dalam arti sebenarnya. Dan ini gak ada hubungan dengan pilpres. Ini adalah program pemerintah, siapapun pemimpinnya (guru wisesa) wajib didukung.
Q: Apa kepanjangan dari BPJS
A: Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita.
CLBK (Chat Lama Beli Kagak). #apasih

Q: Ada pesan terakhir?
A: kayak film kungfu aja, pakai pesan terakhir. Tapi okelah; Untuk semua generasi produktif milenial, jika sudah menghasilkan materi secara "cukup" - tidak ada ruginya membayar BPJS secara teratur. Jika tidak dipakai sendiri, mungkin ada saudara-saudara kita di belahan pulau lain yang akan terbantu.
BPJS "Dengan Gotong-Royong Semua Tertolong".
P.S. saya kasi screenshot biar gak dibilang hoax. Dan tagihan-tagihan pasca operasi juga ditanggung oleh BPJS hingga sekarang.
Kalo ada yang nanya ngapain di Chernobyl, tolong kasi tahu saya sedang ngumpulin Uranium buat bikin PLTN. 



Friday, 21 December 2018

Mengapa Masalah SIM Bisa Bikin Klaim Asuransi Gagal Cair?


Musibah kecelakaan lalu lintas bisa menimpa siapa saja. Korban harus mengeluarkan biaya pengobatan atau perbaikan untuk kendaraan. Tentunya, nilai yang harus dikeluarkan tidak kecil, maka pentingnya peran asuransi.
Dengan asuransi, biaya yang harus dikeluarkan korban sedikit berkurang atau bahkan diganti sepenuhnya. Namun, tidak sedikit kasus, nasabah justru tidak mendapatkan ganti rugi sepeser pun, gara-gara klaimnya ditolak pihak asuransi.
Contoh kasus kecelakaan yang tidak di-cover asuransi adalah kecelakaan yang dialami Abdul Qodir Jaelani, anak dari pendiri grup musik Dewa 19, Ahmad Dhani. Kecelakaan yang terjadi medio 2013 itu cukup membetot perhatian publik.
Abdul Qodir Jaelani atau biasa dipanggil Dul mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi Km 8+200 ketika mengendarai Mitsubsihi Lancer. Akibat kecelakaan maut itu, Dul terluka dan sebanyak tujuh orang tewas.
Dul masuk rumah sakit dan mendapatkan perawatan yang cukup intens kala itu. Dul juga sempat masuk meja operasi sebanyak 5 kali. Total biaya perawatan Dul diklaim oleh ayahnya mencapai sekitar Rp500 juta.
Dhani lantas mengajukan klaim atas biaya berobat Dul tersebut kepada pihak asuransi, yakni Prudential. Nahas bagi Dhani, klaim asuransi kesehatan tersebut ternyata tidak cair lantaran Dul melakukan pelanggaran hukum.
Pelanggaran hukum yang dimaksud karena Dul mengemudikan mobil di bawah umur dan tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Untuk diketahui, Dul kala itu masih berumur 13 tahun, sehingga secara hukum dinilai melakukan pelanggaran.
Dhani tidak terima anaknya dianggap melanggar hukum. Bahkan, Dhani kala itu mengancam melakukan somasi kepada pihak Prudential, dan membatalkan seluruh asuransinya dengan Prudential.
“Saya membatalkan semua asuransi dengan perusahaan itu [Prudential]. Termasuk asuransi keempat anak-anak. Baik asuransi jiwa, kesehatan, dan anak-anak,” kata Dhani dikutip dari Kontan.
Ada tidaknya kepemilikan SIM memang menentukan cair tidaknya klaim asuransi. PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) membenarkan hal itu. Di dalam polis standar asuransi kendaraan bermotor, kepemilikan SIM memang disebutkan.
“Jika pengemudi tidak memiliki SIM saat kecelakaan, maka klaim tidak dapat diproses. SIM yang mati sama dengan tidak memiliki SIM,” kata Ambar Kusumaningrum, PR Associate Adira Insurance kepada Tirto.
Namun, Adira memberikan sedikit kelonggaran apabila SIM yang mati jaraknya tidak jauh dengan waktu kejadian. Klaim tersebut bisa tetap diproses, namun SIM yang mati itu harus dihidupkan dulu sebelum klaim dicairkan.
Dalam asuransi, pihak tertanggung atau nasabah yang melakukan pelanggaran hukum memang dikecualikan dari penjaminan polis. Asuransi kecelakaan diri Indonesia misalnya, disebutkan penanggung atau perusahaan asuransi tidak menjamin polis apabila tertanggung melakukan pelanggaran hukum. Hal yang sama juga disebutkan di polis asuransi lainnya seperti asuransi kendaraan bermotor, asuransi kesehatan dan lain sebagainya.
Saat mengajukan polis asuransi, calon pembeli biasanya akan diberitahukan mengenai syarat dan ketentuan asuransi. Namun, calon pembeli polis asuransi seringkali melewatkan hal ini, meski sebenarnya penting.
Kondisi ini bisa dibilang amat sering terjadi. Padahal isi polis perlu dibaca seksama untuk mengetahui apa yang dijamin maupun yang dikecualikan, serta semua ketentuan dan syarat telah diatur di dalamnya.
“Kesehatan [paling sering disengketakan]. Itu masih nomor satu. Kendaraan itu nomor dua, yang sifatnya sederhana. Orang-orang tidak paham (polis),” kata Ketua Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI) Frans Lamury kepada Tirto.
Gara-gara itu, sengketa klaim asuransi yang terjadi di Indonesia selama ini lebih banyak dimenangkan oleh pihak perusahaan asuransi, menurut BMAI. Alhasil, nasabah yang sudah membayar premi setiap bulan, terpaksa pasrah klaimnya gagal cair.
Meski sengketa antara penanggung dan tertanggung sering terjadi. Tren kasus sengketa yang masuk ke BMAI dalam tiga tahun terakhir tergolong menurun. Artinya, pelayanan industri asuransi sebenarnya terus membaik.
Pada 2015, jumlah kasus sengketa yang masuk ke BMAI tercatat sebanyak 50 kasus. Tahun berikutnya turun menjadi 42 kasus, dan pada 2017 menjadi 40 kasus. Adapun, sejak BMAI dibentuk pada 2006, total jumlah sengketa mencapai 651 kasus.

Prinsip Asuransi

Mengapa perusahaan asuransi mengecualikan pelanggar hukum dari pencairan klaim?
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Sudyar Achmad Dalimunthe mengatakan perusahaan asuransi pada dasarnya pasti membayar klaim asuransi dari para nasabahnya. “Namun, ada prinsip-prinsip yang dipegang perusahaan asuransi, yakni memastikan asuransi itu bersih, clear dan tidak menjadi objek mencari keuntungan, mulai dari pembuatan polis sampai dengan proses klaim,” tutur Dody.
Ada enam prinsip universal yang melandasi dibuatnya syarat dan ketentuan dalam sebuah asuransi. Pertama, prinsip insurable interest atau orang yang berasuransi harus memiliki kepentingan dengan objek pertanggungan.
Kedua, prinsip utmost good faith atau penanggung maupun tertanggung asuransi harus punya itikad baik dalam proses berasuransi, mulai dari pengajuan hingga proses klaim. Kalau itikad tidak baik, klaim bisa ditolak.
Ketiga, prinsip indemnity atau pihak asuransi akan memberikan penggantian klaim sebatas kerugian riil objek pertanggungan. Misal, apabila rumah terbakar sebagian, maka ganti rugi asuransi bukan seluruh nilai rumah.
Keempat, prinsip proximate cause atau pihak asuransi akan memproses klaim berdasarkan apa penyebab utama kerugian. Dengan kata lain, jika penyebab utama sesuai dengan polis, maka asuransi akan membayar klaim.
Kelima, prinsip contribution, dimana jika Tertanggung memiliki dua atau lebih polis asuransi, maka tertanggung akan mendapatkan pembayaran klaim sebatas kepada nilai kerugian riil saja. Hal ini bertujuan untuk menghindari keuntungan dari pembayaran klaim.
Keenam, prinsip subrogation, di mana jika asuransi sudah membayar klaim, lalu ada pihak lain yang ingin memberikan kompensasi finansial kepada tertanggung, maka kompensasi itu diberikan kepada penanggung. Sekali lagi, ini untuk menghindari tertanggung mendapatkan keuntungan dari proses klaim asuransi.
“Asuransi tidak akan mengakomodir hal-hal yang ilegal, sehingga seluruh prosedur akan patuh dengan regulasi yang berlaku. Jadi kalau regulasi menyatakan kendaraan harus memiliki SIM yang sah, maka itu berlaku,” kata Dody.
Namun, tidak menutup kemungkinan, perusahaan asuransi bisa mencairkan klaim pemegang polis, meski pemegang polis bersangkutan tidak memenuhi ketentuan isi polis. BMAI punya pengalaman terkait itu.
Kasus yang dimaksud terjadi pada 2016 (PDF). Kala itu, BMAI menangani kasus sengketa klaim untuk polis asuransi kecelakaan diri (personal accident). Kasus itu sendiri terjadi di Sulawesi Selatan.
Ceritanya, ahli waris dari Tertanggung menuntut Penanggung untuk membayar manfaat polis sebesar Rp150 juta karena Tertanggung kehilangan satu anggota tubuhnya, yaitu kaki kirinya, termasuk biaya perawatan di Rumah Sakit sebesar Rp30 juta.
Jumlah tuntutan ini sesuai isi polis, termasuk penyebabnya yakni kecelakaan tertusuk paku. Namun setelah diinvestigasi, perusahaan asuransi menolak mencairkan klaim tertanggung lantaran penyebabnya bukan dikarenakan kecelakaan, melainkan akibat penyakit gula yang diderita oleh tertanggung.
Setelah bermediasi, perusahaan asuransi dan nasabah menyepakati klaim diselesaikan secara ex-gratia, tetapi hanya untuk penggantian biaya perawatan selama di rumah sakit, yakni sebesar Rp30 juta.
Secara sederhana, ex gratia diartikan sebagai pembayaran klaim secara kebijaksanaan untuk klaim yang sebenarnya tidak dapat dikenakan. Pembayaran klaim ini semata-mata atas pertimbangan faktor-faktor nonteknis, seperti hubungan baik.
Untuk menghindari klaim ditolak, setiap pemilik polis wajib mencermati, mempelajari, dan memahami isi polis. Bila merasa tidak puas dengan alasan penolakan, pemilik polis bisa meminta bantuan badan yang khusus mengurusi kasus-kasus sengketa asuransi.

*Artikel ini ditulis oleh Ringkang Gumiwang dan tayang di tirto.co.id

Kendaraan Hilang Dipinjam Teman Tak Diganti Asuransi?


Asuransi selalu melekat pada tiap pembelian kendaraan secara kredit. Untuk asuransi mobil terdiri dari dua jenis, yakni Total Loss Only (TLO) dan komperhesif.
Sementara motor hanya TLO. Keduanya sama-sama mengganti utuh kendaraan jika hilang. Kendaraan yang diganti tentu masih dalam masa cicilan.
Tetapi yang perlu digarisbawahi adalah asuransi tidak akan memberikan penggantian kendaraan milik konsumen jika dihilangkan secara sadar. Misalnya dipinjamkan ke teman, namun teman Anda dan kendarannya ikut hilang.
Seperti yang disampaikan Head of Communication and Event Asuransi Astra, Iwan Pranoto. Dia mengatakan kalau secara sadar meminjamkan mobil atau motor ke teman lalu hilang, itu tidak akan diganti, karena kasusnya penggelapan.
“Kecuali temannya masih ada, mungkin bisa diganti. Kami investigasi pihak ketiga (temannya) dan melibatkan kepolisian dan investigator dari asuransi untuk memastikan kalau benar-benar hilang,” kata Iwan kepada VIVA saat ditemui di Happiness Race be The Happy One di Kota Tua, Jakarta, Sabtu 24 November 2018.
Sambung dia, proses tidak akan menjadi sulit jika pemiliknya memang mengalami kehilangan. Secara otomatis pihak asuransi akan menggantinya. Walaupun proses investigasi dan pelampiran bukti kehilangan dari surat polisi tetap diperlukan untuk proses penggantian.
“Ada investigasi, surat kehilangan polisi dan bukti-bukti lainnya. Begitu terbukti kami akan langsung ganti, tidak sampai sebulan harusnya. Kami juga ingin menyelesaikannya dengan cepat,” katanya.


*Artikel Asli dari viva.co.id

Menyiasati Biaya Pengobatan dengan Asuransi 'Ramah Dompet'



Penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia. Selain membahayakan jiwa, penyakit jantung koroner juga memerlukan biaya pengobatan dan perawatan yang tidak sedikit.
Penyakit jantung koroner mungkin hanya salah satu contoh dari beragam masalah kesehatan yang membutuhkan biaya pengobatan dan perawatan besar. Tentu tidak semua orang memiliki dana yang cukup untuk menanggung penuh biaya pengobatan dan perawatan ini.
Kepemilikan asuransi kesehatan dapat menjadi salah satu cara untuk menyiasati biaya pengobatan yang cukup tinggi. Saat ini, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi kesehatan pun tampak meningkat.
Berdasarkan data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), klaim kesehatan sepanjang kuartal kedua 2018 mencapai Rp 4,72 triliun. AAJI mengungkapkan bahwa klaim kesehatan ini meningkat sebesar 9,1 persen dibandingkan sebelumnya. Perusahaan asuransi Sequis Life juga telah membayar klaim kesehatan kepada nasabah sebesar Rp 186 miliar pada kuartal III 2018.
"Mengingat bahwa penyakit, kecelakaan, dan kematian adalah hal-hal tidak terduga dan tidak bisa dihindari maka penting untuk memiliki asuransi sejak dini," papar Head of Corporate Branding, Marketing and Communication Sequis Felicia Gunawan seperti diungkapkan dalam pernyataan resmi yang diterima Republika.co.id.
Sequis menghadirkan rangkaian produk asuransi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Sequis My Critical Protection misalnya, menyediakan tiga pilihan rencana perlindungan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu, premi yang ditawarkan pun sangat terjangkau bagi masyarakat secara umum, yaitu mulai dari Rp 28.500 per bulan.
Sequis My Critical Protection memiliki manfaat meninggal dunia dan penyakit kritis untuk nasabah berusia 17-55 tahun dengan masa pertanggungan maksimal sampai dengan ulang tahun tertanggung yang ke-59 tahun. Produk ini bisa didapatkan tanpa pertanyaan kesehatan dan melindungi tiga penyakit kritis yaitu serangan jantung, kanker dan stroke. Asuransi penyakit kritis ini bisa diakses melalui laman resmi Sequis Online.

*Artikel Asli dari republika.co.id

Sunday, 16 December 2018

Berusia Muda dan Produktif? Inilah Waktu Terbaik Untuk Membeli Asuransi Dan Belajar Berinvestasi


Ada sebuah kesan, bahwa asuransi identik atau punya kecenderungan untuk dibeli atau diikuti oleh mereka yang telah berusia lanjut. Sedangkan anak muda lebih cenderung mengabaikan asuransi, dan lebih memprioritaskan gaya hidup. Bahkan, pada beberapa kasus asuransi semacam BPJS Kesehatan baru akan dilirik ketika seseorang sudah menderita suatu penyakit, dan membutuhkan pengobatan yang menghabiskan banyak biaya.
Padahal membeli asuransi pada usia muda justru lebih menguntungkan ketimbang membeli pada usia lanjut.  Banyaknya kesempatan dan resiko yang akan dihadapi di masa depan menjadi pertimbangan tersendiri dalam hal ini. Besaran premi yang harus dibayarkan pun nominalnya jauh lebih kecil dan murah bagi mereka yang masih berusia muda. Besarnya premi ini akan meningkat dan semakin mahal seiring meningkatnya usia seseorang ketika memutuskan untuk masuk asuransi.
Dan inilah  alasan mengapa memilih untuk memiliki asuransi mumpung masih berusia muda dan produktif;

Mengantisipasi Resiko yang Mungkin Terjadi di Masa Depan

Membeli produk asuransi, seperti asuransi kesehatan saat muda membuat anda siap untuk menghadapi segala resiko yang akan anda alami di masa depan. Dengan memiliki asuransi kesehatan, anda akan siap dengan kemungkinan biaya pengobatan yang semakin mahal dari tahun ke tahun, dikala kesehatan anda kurang optimal.

Asuransi (Unitlink) Dapat Anda Andalkan Untuk Persiapan Biaya Pendidikan

Asuransi, terutama yang berjenis Unitlink juga bisa anda andalkan sebagai persiapan kebutuhan dana pendidikan yang sedang atau kelak anda tempuh. Sebagaimana kita ketahui, biaya pendidikan juga termasuk salah satu yang terus meningkat nominalnya dari tahun ke tahun. Bahkan, sebuah study pernah menyatakan, bahwa tingkat inflasi biaya pendidikan mencapai 10 % per tahun.

Premi Masih Murah

Jika anda membeli asuransi saat usia anda masih tergolong belia, maka anda masih akan menemukan biaya premi yang bisa dibilang murah. Apabila umumnya besaran premi bisa mencapai Rp. 1.000.000 per bulan maka anda bisa ikut asuransi dengan biaya premi mulai dari Rp. 500.000 an dengan manfaat yang setara dengan premi Rp. 1.000.000man tersebut.

Mempersiapkan Pensiun Sejak Dini

Manfaat lainnya yang diperoleh jika membeli asuransi di masa muda yakni uang pensiun yang sudah bisa diamankan semenjak dini. Secara nominal pun, jumlah dana yang didapat tentunya juga jauh lebih besar daripada membeli asuransi saat lanjut usia.

Belajar Berinvestasi

Jika beberapa manfaat diatas masih belum cukup memuaskan bagi anda, maka manfaat yang satu ini mungkin akan bisa merubah fikiran anda untuk menyegerakan membeli asuransi. Membeli asuransi di masa muda secara otomatis akan mendorong anda untuk berani berinvestasi dan mendirikan bisnis. Asuransi ada juga yang diterapkan untuk usaha sehingga resiko kebangkrutan juga bisa tertangani dengan asuransi.

Friday, 14 December 2018

Inspiratif Banget; Inilah 3 Cerita Sukses yang Berawal dari Asuransi



Kesuksesan bisa datang dari mana saja termasuk dalam dunia asuransi. Sering dipandang sebelah mata, ternyata asuransi banyak menciptakan tokoh-tokoh sukses di dunia. Berikut 3 cerita sukses yang bisa menginspirasi Anda!
Bisa berhasil secara finansial adalah impian setiap orang. Dalam menapaki jalan menuju kesuksesan pun tak hanya memerlukan sebuah niat, tapi juga kerja keras, upaya dan konsistensi untuk tidak pantang menyerah. Memang, dalam hal ini itu tidak ada sebuah ukuran, setiap orang memiliki kriteria suksesnya masing-masing.  Anda bebas menentukan tumpuan yang sesuai dengan kemauan, karena yang paling tahu kehidupan pribadi Anda adalah diri sendiri. Seperti halnya pepatah lama “ Banyak jalan menuju Roma”, kesuksesan juga bisa datang dari mana saja. Banyak jalan untuk meraih nya termasuk dalam dunia asuransi. Di dunia asuransi, banyak tersebar agen-agen yang terkadang dipandang sebelah mata. Namun, jangan salah sangka menjadi seorang agen asuransi bukan hanya sebuah pekerjaan, tapi juga pahlawan. Mengapa? karena Anda turut ikut serta dalam membuat masa depan seseorang atau bahkan sebuah keluarga menjadi lebih nyaman, aman dan terjamin.
Tak hanya itu, jika Anda berhasil banyak manfaat dan keuntungan yang akan dinikmati. Mulai dari manfaat finansial hingga batiniah, karena Anda juga bisa memiliki cerita sukses yang menginspirasi orang lain untuk mempersiapkan masa depannya dengan lebih tepat.
Saat kita melihat ke belakang, ternyata, banyak tokoh-tokoh inspiratif yang berhasil menemukan jalan suksesnya dengan menjadi seorang agen asuransi. Berikut 3 cerita sukses yang bisa menginspirasi Anda!

1. Arthur L. Williams Jr


Cerita sukses yang pertama datang dari Arthur L. Williams Jr. atau yang lebih dikenal dengan Art Williams. Ia adalah seorang eksekutif asuransi yang meniti karirnya dari nol. Lahir pada tahun 1942 di Waycross, Georgia, Art Williams datang dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah.
Saat itu, tidak ada satu pikiran pun dibenaknya untuk terjun ke dunia asuransi. Dari kecil ia memiliki cita-cita untuk menjadi seorang pelatih sepak bola seperti ayahnya. Maka dari itu, setelah lulus kuliah ia pun menjadi pelatih sepak bola selama 7 tahun. Tak main-main, ia bahkan telah mencetak prestasi dengan dinobatkan sebagai "State Coach of the Year" sebanyak dua kali.
Tiba di tahun 1963, ketika ia membuat keputusan besar dalam hidupnya saat ayahnya meninggal secara tiba-tiba karena serangan jantung. Ayahnya meninggalkan keluarganya dengan sangat sedikit asuransi. Williams yang saat itu masih kuliah juga tidak begitu banyak tahu tentang asuransi hingga akhirnya sepupunya memperkenalkan ia dengan konsep beda tentang asuransi.
Art Williams mulai menjual asuransi sebagai pekerjaan sampingan nya, sampai akhirnya ia menemukan bahwa penghasilan yang didapat melebihi gaji saat menjadi pelatih. Ia lalu menekuni dunia asuransi, hingga akhirnya bisa mendirikan perusahaan nya sendiri. Sekarang ia telah menemukan kesuksesan finansial, yang membuatnya menikmati masa tuanya bersama istri tercinta, anak-anak, cucu bahkan cicitnya.
Cerita sukses dari Art Williams membuka mata kita bahwa, kesuksesan bisa datang dari hal yang tidak diduga karena memang kehidupan tak bisa diprediksi secara pasti.

2. Kenny Troutt


Kedua ada cerita sukses yang datang dari seorang Kenny Troutt. Pria hebat pendiri sebuah perusahaan telekomunikasi terkemuka di dunia dengan kekayaan mencapai USD 1,7 miliar pada tahun 2015. Siapa sangka, ternyata Troutt berasal dari keluarga miskin bahkan tidak memiliki dana yang cukup untuk kuliah. Namun, ia tidak menyerah di situ. Kesulitan yang melanda ia dan keluarganya menjadi sumber semangat untuk mencapai kesuksesannya. Dia mulai terjun menjadi sales asuransi jiwa saat masih di bangku kuliah. Hasil dari penjualan polis asuransi ini digunakan untuk membayar biaya kuliahnya di Universitas Southern Illinois.
Di tahun 1988 Troutt berhasil mendirikan Excel Communication. Berbekal pengalaman dan pengetahuannya, ia memutuskan untuk mengambangkan perusahaannya lewat sistem Multi Level Marketing. Tak disangka, franchise perusahaan terjual lebih dari 200.000 dan dalam waktu 8 tahun Excell Communication menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar keempat di Amerika.
Cerita sukses Troutt tak berhenti di situ, ia pun juga memberikan inspirasi bagi semua orang dengan tingkat kepeduliannya yang tinggi. Ia bahkan disemati sebagai salah satu dari 25 pengusaha yang memiliki kontribusi sosial terbaik versi Centre for Responsive Politics.

3. Merry Riana


Cerita sukses ketiga, Anda akan menemukan seorang wanita cerdas, brilian dan tangguh dari Indonesia. Ya, Merry Riana. Pasti Anda sudah tak asing lagi dengan nama ini, bahkan ia memiliki sebuah film khusus yang menceritakan perjalanan hidupnya. Wajar, karena memang cerita sukses dia sangat inspiratif.
Jika mundur ke belakang dan melihat cerita sukses dia, Merry Riana hanyalah seorang mahasiswa di Singapura yang bersekolah bukan karena kaya tapi disebabkan oleh keadaan Indonesia di tahun 1998. Orang tua Merry sampai berhutang kepada pemerintah Singapura senilai 300 juta rupiah saat itu. Saat tinggal di sana pun, ia harus berjuang dan bertahan hidup dengan uang $10 per minggunya. Ketika teman-temannya bisa belajar dengan tenang, ia harus mencari uang tambahan untuk menyambung hidup di waktu luangnya dengan menyebar brosur.  Kegigihan dari seorang Merry Riana, berhasil menghantarnya untuk langsung menjadi karyawan selepas lulus dari kuliah. Namun, ia tidak bisa menikmatinya karena masih punya hutang 300 juta yang harus dibayar.
Singkat cerita, Merry akhirnya menjadi penjual asuransi dengan goal untuk bisa presentasi ke 20 orang setiap harinya. Dengan bahasa inggris yang cukup ia menawarkan produknya setiap hari selama 14 jam dalam setahun. Penolakan serta kegagalan ia rasakan selama itu, namun ia tetap tangguh dan belajar dari kesalahannya untuk menjadi lebih baik.
Kerja kerasnya berbuah manis, ketika akhirnya ia berhasil melunasi hutang orang tuanya dan bahkan menghasilkan uang 1 juta dollar pertamanya. Sangatlah menggugah cerita sukses dari Merry Riana.
Dari tiga cerita sukses di atas, hal baru banyak bisa dipelajari. Kesuksesan itu dapat tumbuh ketika Anda gigih dan berusaha keras untuk menggapainya. Selain itu, menjadi agen asuransi juga bukan pekerjaan yang dipandang sebelah mata. Pekerjaan ini, mampu menghasilkan orang-orang besar seperti tiga tokoh di atas.  Nah, jika Anda tertarik untuk terjun seperti yang dilakukan tiga orang di atas, menjadi Finansial Konsultan bisa jadi pilihan. Jadilah pahlawan masa depan dengan menjadi tenaga profesional yang memberikan pelayanan solusi keuangan dan perencanaan masa depan yang sesuai dengan kebutuhan, di kantor agency asuransi terdekat di kota anda.

*Artikel Asli dari zurich.co.id

Friday, 7 December 2018

Kabar Baik Untuk Peminat Mobil Listrik; Bisa Di Asuransikan


Mobil listrik memiliki komponen yang berbeda dengan kendaraan konvensional. Mobil listrik memiliki komponen yang lebih sedikit dibanding mobil berbahan bakar minyak.
Mobil listrik komponen utamanya terdiri dari motor listrik, dan baterai yang membuat mobil listrik jadi lebih sedikit komponennya dibanding mobil BBM. Dengan banyaknya perbedaan itu apakah mobil listrik bisa diasuransikan?
Head of Communication and Event Department Asuransi Astra Laurentius Iwan Pranoto menjawab pertanyaan detikOto itu.
Menurut dia pada dasarnya secara polis, kalau masuk dalam definisi kendaraan bermotor yang digerakkan dengan tenaga mekanik lainnya dan memiliki izin digunakan di jalan umum bisa dicover.
"Ini sesuai dengan polis standar asuransi kendaraan bermotor Indonesia (PSAKBI) bab III pasal 4," ujarnya.
Kendaraan bermotor yang dimaksud dalam PSAKBI itu adalah kendaraan bermotor roda dua atau lebih yang digerakkan oleh motor atau mekanik lainnya dan memiliki izin digunakan di jalan umum yang menjadi obyek tanggungan.
"Jadi berdasarkan PSAKBI mobil listrik bisa di-cover asuransi. Bagi industri asuransi yang jadi perhatian adalah faktor risiko dan ketersedian suku cadangnya," tutupnya.

*Isi berita diambil dari detik.com, dengan judul asli "MobilListrik Bisa Diasuransikan?"