Referensi Memilih Asuransi & Investasi: asuransi
Most Popular
Showing posts with label asuransi. Show all posts
Showing posts with label asuransi. Show all posts

Friday, 7 December 2018

Kabar Baik Untuk Peminat Mobil Listrik; Bisa Di Asuransikan


Mobil listrik memiliki komponen yang berbeda dengan kendaraan konvensional. Mobil listrik memiliki komponen yang lebih sedikit dibanding mobil berbahan bakar minyak.
Mobil listrik komponen utamanya terdiri dari motor listrik, dan baterai yang membuat mobil listrik jadi lebih sedikit komponennya dibanding mobil BBM. Dengan banyaknya perbedaan itu apakah mobil listrik bisa diasuransikan?
Head of Communication and Event Department Asuransi Astra Laurentius Iwan Pranoto menjawab pertanyaan detikOto itu.
Menurut dia pada dasarnya secara polis, kalau masuk dalam definisi kendaraan bermotor yang digerakkan dengan tenaga mekanik lainnya dan memiliki izin digunakan di jalan umum bisa dicover.
"Ini sesuai dengan polis standar asuransi kendaraan bermotor Indonesia (PSAKBI) bab III pasal 4," ujarnya.
Kendaraan bermotor yang dimaksud dalam PSAKBI itu adalah kendaraan bermotor roda dua atau lebih yang digerakkan oleh motor atau mekanik lainnya dan memiliki izin digunakan di jalan umum yang menjadi obyek tanggungan.
"Jadi berdasarkan PSAKBI mobil listrik bisa di-cover asuransi. Bagi industri asuransi yang jadi perhatian adalah faktor risiko dan ketersedian suku cadangnya," tutupnya.

*Isi berita diambil dari detik.com, dengan judul asli "MobilListrik Bisa Diasuransikan?"

Tips Mencegah Diabetes Dalam Lima Langkah Mudah




Data dari Sample Registration Survey tahun 2014 menunjukkan bahwa diabetes merupakan penyebab kematian terbesar nomor tiga di Indonesia setelah stroke (21,1%) dan jantung koroner (12,9%). Kemudian, prevalensi diabetes di Indonesia cenderung meningkat, yaitu dari 5,7% di tahun 2007, menjadi 6,9% tahun 2013. Data WHO memperkirakan jumlah penyandang diabetes tipe 2 di Indonesia akan meningkat signifikan hingga 21,3 juta jiwa di tahun 2030.
Prevalensi diabetes tipe 2 mengalami peningkatan secara teratur di berbagai wilayah. Diabetes mulai menyerang usia muda, di mana para ahli memperkirakan jumlah kasus diabetes baru di seluruh dunia akan meningkat dari 285 juta kasus di tahun 1010 menjadi 439 juta kasus di tahun 2030. Kawasan Asia tercatat memiliki angka tertinggi, yaitu lebih dari 60% dari jumlah tersebut saat ini terkena diabetes.
Tanda-tanda atau gejala diabetes pada pria dan wanita seringkali tidak terlihat selama beberapa tahun. Gejala-gejala yang umum terjadi di antaranya rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil, kelelahan dan pandangan yang mulai kabur. Jika tidak dilakukan perawatan dengan segera, gejala ini bisa menimbulkan komplikasi serius, mulai dari kehilangan penglihatan, gagal ginjal, hingga kerusakan pada saraf dan gangguan pernafasan.
Kabar baiknya adalah, diabetes tipe 2 dapat dicegah. Dengan menerapkan gaya hidup yang sehat, maka Anda dapat mengurangi risiko dan melihat perubahan yang signifikan pada fisik dan kesehatan mental Anda.
Tahun lalu, Sun Life melakukan survei Studi Kesadaran Diabetes Sun Life di Indonesia, Hong Kong, Malaysia, Filipina dan Vietnam. Responden di Indonesia memperkirakan biaya yang diperlukan penyandang diabetes untuk pengobatan mencapai Rp 12,2 juta per tahun. Oleh sebab itu, perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak timbul biaya pengobatan yang bisa memberatkan penyandang diabetes. Simak langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit diabetes berikut ini.

1. Menjaga berat badan yang seimbang

Para ahli kesehatan melihat bahwa kelebihan berat badan merupakan faktor utama berkembangnya diabetes tipe 2. Dengan berat badan yang berlebih (indeks berat badan di atas 30) dapat meningkatkan kemungkinan berkembangnya penyakit hingga 80 kali lebih besar dibandingkan dengan orang yang menjaga berat badan yang seimbang (indeks berat badan di bawah 22).
Seiring dengan bertambahnya berat badan. terutama di area abdomen, sel-sel di dalam tubuh menjadi lebih resistan terhadap insulin. Akibatnya, tubuh kita perlu bekerja lebih keras untuk menghasilkan insulin lebih banyak. Jika ini terjadi, maka kadar gula akan meningkat tajam, sehingga muncullah diabetes.
Mengurangi berat badan dapat mengurangi kemungkinan berkembangnya diabetes secara signifikan, dan tentunya akan memberikan efek pada kesehatan Anda, di mana Anda akan terlihat lebih segar. Tentunya hal ini sangat baik untuk Anda.

2. Makanan yang sehat dan seimbang

Untuk dapat mencegah diabetes dan menjaga berat badan yang seimbang, kuncinya adalah dengan memakan makanan yang kaya nutrisi, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran yang berwarna, serta biji-bijian. Kurangi makanan olahan, karena seringkali mengandung gula dan lemak yang tinggi.
Mengonsumsi karbohidrat olahan, seperti nasi putih, mie, roti dan beragam sereal – salah satu contoh sarapan bagi orang Asia – dapat menyebabkan kenaikan gula darah dan insulin pada tubuh, sehingga bisa meningkatkan risiko terkena diabetes. Sebaliknya. makanan berupa biji-bijian dan yang kaya akan karbohidrat kompleks akan mengurangi serta memperlambat naiknya gula darah dan insulin.
Untuk dapat mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, kurangi asupan karbohidrat dan makan lebih banyak biji-bijian, seperti quinoa, barley, beras merah, dan millet. Anda boleh menikmati makanan cepat saji dan minuman manis hanya pada saat-saat tertentu saja. Tambah makanan berserat dan buah-buahan yang kaya antioksidan serta sayur-sayuran yang berdaun agar mendapatkan manfaat yang terbaik.
3. Beraktivitas lebih banyak
Dokter-dokter di seluruh dunia sudah seringkali menyampaikan rahasia hidup sehat sangatlah sederhana – kurangi makan, dan beraktivitas lebih banyak. Hal ini sangat tepat, terutama bagi mereka yang berisiko terkena diabetes. Dengan bergerak lebih banyak dan lebih sering, akan membuat otot-otot meningkatkan kemampuannya untuk menggunakan insulin dan menyerap glukosa. Ini akan membuat sel yang memroduksi insulin lebih stabil.
Saat ini, di mana dunia berjalan semakin cepat, sangat sulit mencari waktu yang cukup untuk berolahraga sekedar untuk meningkatkan pacu jantung Anda. Akan tetapi, dengan berjalan kaki selama 30 menit akan membawa manfaat yang banyak bagi tubuh dan pikiran. Memiliki badan yang sehat juga dapat diraih dengan berolahraga lebih sering, seperti berlari, berenang dan bersepeda. Semakin sedikit waktu yang Anda habiskan dengan duduk di depan meja kerja atau di depan televisi, akan semakin baik.

4. Gaya hidup yang seimbang

Tidur yang cukup di malam hari juga sangat penting. Hasil studi menunjukkan bahwa kurang tidur di malam hari dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. Apabila kita tidak mendapatkan tidur yang cukup, hormon di dalam tubuh akan terganggu, sehingga dapat mempengaruhi kinerja tubuh, seperti nafsu makan, berat tubuh, dan sistem imunitas tubuh. Selain itu, bagi orang-orang yang sering kurang tidur dan merasa lelah sepanjang hari, akan lebih sering mengonsumsi makanan berlemak dan makanan yang manis untuk menambah energi.
Lakukan perubahan sederhana dan penting pada pola tidur agar Anda memiliki waktu tidur yang cukup, termasuk mengurangi terkena paparan cahaya smartphone atau tablet sebelum tidur, menjaga pola tidur yang teratur, serta tidak menonton TV saat larut malam. Ayo, kita berusaha untuk menjaga keseimbangan hidup dengan mengurangi stres dan meningkatkan kebahagiaan.

5. Pantau terus perkembangannya

Dengan menjalankan tips gaya hidup sehat ini, Anda selangkah lebih dekat untuk mendapatkan badan yang sehat. Teruslah menjaga gaya hidup Anda dengan memantau terus perkembangannya.
  • Kunjungi dokter Anda secara rutin untuk memantau kadar gula darah, tekanan darah, serta berat badan Anda
  • Pastikan Anda memiliki asuransi yang tepat sebagai proteksi terhadap kesehatan Anda.
  • Jika anda masih bingung memilih asuransi beserta agen yang terpercaya, kunjungi platform marketplace asuransi DISINI, anda bisa menemukan banyak agen asuransi dari semua perusahaan asuransi yang ada di Indonesia.
  • Ingat, ini merupakan usaha kita bersama, tetapi Andalah yang memegang peranan penting ini.


*Isi artikel diambil dari sunlife.co.id dengan judul asli "Tips Kurangi Risiko Diabetes"

Wednesday, 5 December 2018

Ikhtiar Menjemput Pertolongan Tuhan



Membayangkan hal buruk yang mungkin terjadi, siapapun pasti tidak akan berani. Namun, disisi lain, tidak ada seorang pun yang bisa menjamin secara pasti, bahwa tidak akan ada suatu hal buruk terjadi selama kehidupan kita. Siapapun, selama dia masih hidup di dunia, selalu ada hal baik dan menyenangkan, sekaligus juga ada sesuatu resiko kejadian buruk yang mungkin menimpa. Celakanya, kaitannya dengan hal baik atau buruk ini, kita hanya bisa berdoa dan meminta kepada Tuhan YME, tetapi sama sekali tidak bisa menentukan untuk memilih agar kehidupan kita baik-baik saja.
Semisal,pasangan suami istri, yang bekerja mencari nafkah hanya fihak suami saja, sedangkan Istri tidak bekerja. Artinya pencari nafkah utama dalam keluarga adalah suami. Semua kebutuhan biaya kehidupan rumah tangga, baik itu belanja harian, biaya sekolah anak, atau mungkin angsuran hutang, sepenuhnya menjadi tanggung jawab suami seorang diri. Dalam posisi seperti ini, pernahkah anda membayangkan, pernahkah anda berpikir, bagaimana jika terjadi hal buruk (Meninggal/Cacat tetap) pada Suami?
Bagaimana keberlangsungan hidup Istri dan anak secara keuangan? Siapa yang akan membayar biaya pendidikan buah hati anda?
Disaat seperti inilah sebuah polis asuransi berfungsi, sebagai pihak yang membayar ganti rugi atas kerugian keuangan keluarga anda akibat hal buruk yang terjadi kepada kepala keluarga sebagai pencari nafkah utama.
Sebagai seorang agen asuransi sekaligus konsultan keuangan, saya selalu tekankan pentingnya memahami konsep asuransi ini. Mindset bahwa tidak ada seorang pun yang mengharapkan hal buruk menimpa dirinya adalah sangat betul sekali, akan tetapi, faktanya; hal buruk sangat mungkin terjadi kepada siapa saja tanpa memilih dan memilah. Dan sebagai konsultan yang sudah bertahun-tahun bergelut di industry ini, saya sangat memahami bahwa ketika hal buruk terjadi pada seseorang, ia hanya berharap Tuhan akan ‘mengulurkan tanganNya’, entah melalui seorang hambanya, ataupun melalui polis asuransi yang ia miliki. Jadi, dengan landasan seperti ini, saya bisa katakana, bahwa memiliki polis asuransi adalah bagian dari ikhtiar untuk menjemput pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Mungkin anda tertarik dengan konsep asuransi yang saya paparkan diatas, tidak ada salahnya anda menghubungi saya DISINI, sekedar Tanya-tanya, atau bahkan konsultasi dan berdiskusi tentang konsep asuransi. Saya akan dengan senang hati merespon pesan anda.





Kenali Penyakit Kritis Penyebab Utama Kematian Di Indonesia Ini



Tahukah kamu, Penyakit kritis menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi  di Indonesia. Sementara itu, menurut data yang dilansir World Health Organization (WHO), ada lebih dari 36 juta kematian di dunia yang diakibatkan ketiga penyakit tersebut setiap tahunnya.
Di Indonesia sendiri, ada tiga jenis penyakit kritis yang paling banyak di derita oleh masyarakat Indonesia, dan inilah ketiga penyakit kritis tersebut;

Stroke


Penyakit kritis yang terjadi akibat terputusnya pasokan darah ke otak, karena penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah ini menjadi penyebab tertinggi angka kematian di Indonesia.  Bahkan, menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2015, per 1000 orang setidaknya ada sekitar 12 penduduk Indonesia yang menderita stroke.

Penyakit Jantung


Sejumlah data medis menyebutkan,  35% kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit ini. Sakit jantung seringkali disebabkan karena terhambatnya aliran darah ke jantung oleh lemak. Penimbunan lemak dalam arteri jantung ini dikenal sebagai aterosklerosis. Dengan gaya hidup masa kini yang semakin jauh dari gaya hidup sehat, Serangan jantung sangat berisiko untuk terjadi kepada siapapun, baik mereka yang sudah berusia lanjut maupun yang masih muda usia.

Kanker


Penyakit yang masih misterius, karena belum diketahui secara pasti penyebab dan metode penyembuhan yang paling tepat ini menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia. Jenis kanker yang sering ditemui di Indonesia adalah kanker paru-paru, usus besar hingga payudara.

Saturday, 10 November 2018

Mau Warisan Berkah Atau Musibah? Orang-Orang Kaya Dan Kaya Banget Wajib Tahu Ini


"Orangtua saya meninggal tahun 2010 dan meninggalkan pabrik yang tak lagi beroperasi.  Taksiran nilai tanah dan bangunannya sekitar Rp 12 Miliar. Saat ada Program Tax Amnesty saya sudah masukkan dalam daftar Asset yang ikut dimintakan amnesti.  Saya sudah bayar tebusannya, dan surat mendapatkan Surat Keikutsertaan dalam Program Tax Amnesty. Pertanyaannya pak, apakah dengan itu saya sudah pasti terbebas dari kewajiban membayar Pajak Penghasilan (PPh) atas pabrik warisan itu?".
Itulah pertanyaan yang diajukan oleh seorang pengusaha kepada konsultan keuangannya. Intinya, apakah kalau Harta sudah diikutkan program Tax Amnesty, sudah dibayar tebusannya, maka berarti sudah terbebas dari kewajiban membayar PPh-nya? Dan, sayangnya jawabannya adalah “Tidak”.
Ya, karena dalam UU no 11 tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak, pada Pasal 15; khusus untuk Harta berbentuk Tanah dan atau Bangunan, serta Harta dalam bentuk Saham; bila belum Dibalik namakan (selambat-lambatnya) tanggal 31 Desember 2017, maka akan tetap dikenakan PPh.
Proses balik nama sebuah Harta (Waris) yang berbentuk Property (Rumah, Bangunan) sebenarnya tidaklah rumit. Yang menjadikan rumit adalah pelunasan BPHTB yang menjadi prasyarat proses Balik Nama tersebut. Kalau anda belum faham apa itu BPHTB, silahkan baca dulu disini
BPHTB waris untuk asset senilai Rp 12 Miliar itu nilainya hampir Rp 600 juta, (Kota Jakarta dan kota lain bisa berbeda besarannya), dan karena dasar penetapan BPHTB adalah Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) pada saat BPHTB itu dibayar, maka semakin lama menunda, dipastikan jumlahnya juga akan makin besar.  Karena NPOP tanah dan bangunan cenderung naik terus dari tahun ke tahun.
Dan kemudian pengusaha tersebut juga berfikir, bahwa kalaupun kelak dia juga bisa mewariskan Pabrik itu pada anaknya, maka beban anaknya juga makin besar.  Karena pada saat kelak anaknya secara hukum sudah bisa menerima "limpahan" harta itu, nilai pabrik tersebut sudah jauh melonjak menjadi sekitar Rp 60 Miliaran, sehingga BPHTB warisnya juga membengkak menjadi sekitar Rp 3 Miliaran.
Berkaca dari penuturan diatas, sebagai orang tua kita juga perlu bijak dalam "memilih harta” sebagai investasi.  Tidak salah ketika ada banyak orang tua yang merasa cukup atau bahkan bangga ketika dia sudah mempersiapkan harta warisan pada anaknya dalam bentuk rumah atau tanah. Karena ternyata di balik harta warisan itu, ada komponen biaya yang nilainya cukup besar, berbanding lurus dengan besarnya nilai harta yang di wariskan; yang belum tentu sanggup di penuhi oleh anak-anak kita.
Karena itulah, kita juga perlu berpikir untuk mempersiapkan juga, bagaimana caranya, supaya anak tidak terbebani dengan biaya pajak ini. Dan disinilah pentingnya asuransi yang bisa dipakai sebagai sebuah instrument perencanaan keuangan dalam mempersiapkan harta warisan. Hitung dan rencanakan berapa biaya pajaknya, dan siapkan dananya melalui program Asuransi.
Sehingga dalam hal ini, Uang Pertanggungan Asuransi bisa menjadi sebuah solusi atas kebutuhan biaya peralihan hak waris tersebut, dan bahkan sekaligus bisa juga menjadi harta warisan itu sendiri; yang bahkan juga bebas pajak dan biaya balik nama.

Wednesday, 7 November 2018

Rekor Jumlah Pendaftar CPNS 2018 Membeludak? Inilah Yang Menjadi Sebabnya




Musim pendaftaran CPNS tahun ini benar-benar memecahkan rekor. Selain prosesnya yang nyaris full digital, jumlah pendaftarnya juga membeludak. Beberapa media menyebutkan angka lebih dari 4 juta pendaftar tahun 2018 ini.
Profesi sebagai pegawai negeri sipil tampaknya memang masih menjadi profesi idaman di Indonesia. Paling tidak ada tiga alasan kenapa profesi satu ini begitu diburu oleh para pencari kerja.
Yang pertama adalah faktor gaji dan kesejahteraan, yang kedua faktor jaminan kesehatan, dan terakhir adalah faktor jaminan hari tua atau pensiun.
Tetapi tahukah anda bahwa seorang PNS wajib membayar IWP (Iuran Wajib Pajak) yg dipotong secara otomatis dari jumlah keseluruhan gaji dengan besaran 10% setiap bulan selama masih berdinas aktif.
Dari sinilah sebenarnya jaminan hari tua atau uang pensiun seorang PNS berasal. Jadi bukan semata-mata sebuah fasilitas gratis yang diberikan oleh pemerintah.
Perincian penggunaan potongan 10% dari penghasilan PNS itu adalah, digunakan sebagai iuran BPJS kesehatan 2%, dan sisanya dikelola oleh TASPEN sebesar 8% (Tabungan Hari Tua 3,25% dan program pensiun 4,74%). Kalau anda selama ini sering mendengar TASPEN tetapi belum mengetahui singkatannya, maka TASPEN itu adalah singkatan dari Tabungan Asuransi Pegawai Negeri. Jadi jelas, BPJS dan TASPEN adalah lembaga keuangan yang dibentuk pemerintah dan bergerak dibidang asuransi.
Kemudian Bagaimana dengan anda yang bukan PNS ?
Bisakah punya dana pensiun ?
Berhakkah anda punya tunjangan hari tua ?

Tentu saja sangat bisa dan berhak. Caranya? Harus ada orang atau bahkan diri anda sendiri, yang memaksa untuk memotong 10 % dari penghasilan anda untuk di alokasikan membayar premi asuransi. Dalam hal ini yang paling tepat adalah asuransi unit link. Ada banyak perusahaan asuransi di Indonesia yang menjual produk asuransi unit link ini. Salah satunya adalah Prudential dengan produk barunya; PruLink Generasi Baru, yang mengalokasikan uang anda untuk diinvestasikan sejak premi pertama dibayarkan.



Sunday, 4 November 2018

Inilah 3 Alasan Wanita Harus Merayu Suaminya Punya Asuransi



Sebagai seorang istri, wanita harusnya memiliki kepentingan untuk memastikan bahwa suaminya memiliki polis asuransi jiwa yang memadai.
Paling tidak ada 3 alasan utama mengapa seorang wanita harus memastikan suaminya membeli polis asuransi jiwa;

Alasan 1:
Survey menunjukan angka harapan hidup wanita adalah lebih tinggi atau lebih lama dibandingkan pria. Usia harapan hidup bagi wanita Indonesia adalah 73 tahun sedangkan harapan hidup bagi pria adalah 68 tahun. Jadi data ini menunjukkan bahwa akan lebih banyak janda dibanding duda. Sehingga suka atau tidak suka, wanita/istri akan menanggung beban ekonomi keluarga sepeninggal suaminya.

Alasan 2:
Dalam sebuah keluarga, pencari nafkah utama (biasanya) adalah suami. Jadi suami adalah sumber keuangan bagi keluarganya. Selama suami sehat dan masih bisa bekerja dengan baik, maka kehidupan keluarga dipastikan aman sentosa. Namun jika terjadi suatu musibah dengan sang pencari nafkah, tentu kehidupan keluarga akan berubah, bahkan meskipun si istri ikut membantu suaminya bekerja. Karena itu, tugas istri adalah memastikan kondisi keuangan keluarga akan tetap baik-baik saja, jika terjadi sesuatu yang menyebabkan nsuami tidak bisa menjalankan tugas utamanya sebagai pencari nafkah utama dalam sebuah keluarga.

Alasan 3:
Pada umumnya janda lebih jarang menikah lagi dibanding duda. Meskipun susah hidupnya, tidak mudah bagi wanita untuk mencintai dan hidup bersama pria lain sebagai suami barunya. Mengingat hal ini, tentu kehidupan si istri sepeninggal suaminya haruslah ditopang dengan keuangan yang cukup

Mungkin memang tidak semua orang bisa menerima isi tulisan ini. Tetapi memang seperti itulah faktanya. Cobalah sedikit melihat lingkungan sekitar anda, dan buktikan apakah tulisan ini seusai dengan lingkungan anda. Jika menurut anda tulisan ini benar adanya, silahkan segera hubungi agen asuransi terdekat di kota anda, ajak berdiskusi untuk merumuskan perencanaan keuangan terbaik sesuai dengan proyeksi kebutuhan serta resiko keluarga anda.

Thursday, 1 November 2018

Tutorial Cara Cek Saldo Atau Nilai Tunai Polis Prudential

Nasabah Prudential seringkali merasa bingung ketika ingin mengetahui berapa nilai tunai atau saldo yang ada dalam polis mereka. Padahal caranya sangat mudah. Yang perlu dipersiapkan hanya sebuah handphone; hp jadul pun bisa, yang penting masih bisa dipakai untuk menelfon. Kemudian persiapkan juga nomor polis yang akan di cek saldonya, dan satu lagi persiapkan juga nomor TIN anda. Nomor TIN ini bisa anda dapatkan dengan menelfon customor service Prudential di nomor 1500085.
Nah, kalau semuanya sudah siap, silahkan nonton video tutorialnya berikut ini, dan langsung praktekkan:



Nah, bagaimana? mudah kan. Bahkan semudah anda memakai mobile banking dan jauh lebih mudah dari internet banking. 

Jadi, sekarang anda tidak perlu khawatir atau bingung lagi untuk memantau perkembangan investasi di polis asuransi unit link Prudential anda.

*video dikutip dari fb ajib maghrib

Tuesday, 30 October 2018

Penyakit Ginjal; Solusi Dan Penanganannya


Gambar diatas adalah Ginjal dari seorang pasien yang baru diangkat karena mengalami pembengkakan. Dalam Ginjal tersebut ditemukan banyak sekali batu atau Calcium Oxalat. Pasien ini suka sekali mengkonsumsi soft drinks.
Di Indonesia, angka kasus penyakit Ginjal lumayan tinggi. Pada tahun 2013 saja, sebanyak 499.800 penduduk Indonesia menderita penyakit gagal ginjal dan sebanyak 1.499.400 lainnya menderita Batu Ginjal (Rikesda, 2013). Sangat banyak bukan?
Gejala penyakit Ginjal bisa diawali dengan rasa sakit saat buang air kecil, kondisi lebih parah bisa di deteksi jika buang air kecil disertai darah syang berarti telah terjadi kerusakan pada Ginjal.
Jika Ginjal sudah kehilangan fungsi sekitar 85 sampai 90% dan memiliki GFR dari <15 maka salah satu terapi yang biasa dijalani adalah Hemodialisis (Cuci Darah). Terapi ini biasa dilakukan seminggu 2 kali, dengan durasi waktu sekitar 5 jam per sesi.
Biayanya? Untuk diketahui, setiap kali cuci darah diperlukan sekitar Rp. 600.000, s/d Rp. 1.000.000. Jadi setiap minggu bisa habis 1-2 juta.
Ada solusi yang lebih jitu, yaitu ganti ginjal dengan yang baru. Biaya yang dibutuhkan untuk
Pretransplantasi Ginjal serta Prosedur penangannya mencapai sekitar Rp. 200.000.000.
Apakah Mahal?
Tidak, tapi lumayan sangat mahal.
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Langkahnya pun mudah dan murah (Preventif), yaitu, perbanyak minum air putih; paling tidak 8 gelas atau 2 liter sehari. Sedapat mungkin hindari minuman bersoda, atau jenis minuman soft drinks; CocaCola, Sprite, Fanta dan semacamnya. Karena beberapa kandungan dalam soft drink sangat beresiko menimbulkan batu Calcium Oxalat di dalam ginjal.
Kematian adalah takdir, hidup sehat adalah pilihan, dan proteksi asuransi adalah persiapan terhadap berbagai kemungkinan resiko kehidupan.
Prudential, sebagai perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia, memahami akan resiko penyakit Ginjal yang mungkin terjadi pada nasabahnya. Karena itu, secara khusus dalam kartu kesehatan Pru Hospital And Surgical Cover, Prudential menyiapkan fasilitas khusus dalam hal biaya untuk melakukan cuci darah sebagai bagian dari usaha pengobatan terhadap penyakit Ginjal.
Perhatikan gambar di bawah ini, pada point nomor 3, kolom paling bawah. 


Disitu sudah tercantum limit fasilitas untuk melakukan cuci darah, yang besarnya berbeda-beda sesuai dengan type kartu kesehatannya. Mulai dari 6 juta per tahun untuk kartu kesehatan type A, hingga paling tinggi mencapai 75 juta per tahun untuk kartu kesehaan type H.

Dengan adanya fasilitas khusus ini, nasabah terkena sakit Ginjal bisa lebih tenang dalam menjalani pengobatan, karena tidak perlu mengkhawatirkan soal biaya yang harus dikeluarkan, ada Prudential yang siap sedia menanggungnya.

Sebuah Pelajaran Dari Alam Liar


Perhatikan gambar diatas, gambar tersebut lebih dari sekedar menceritakan kehidupan alam liar.
Ada sebuah cerita di balik foto  segerombolan cheetah yang nampak sedang memangsa induk rusa dengan tatapan mata yang sangat tenang itu.
Foto tersebut adalah hasil jepretan dari seorang fotografer asal Kanada.
Foto ini berhasil memenangkan award untuk kategori best foto dekade tahunan di Jepang.
Rahasia cerita di balik foto ini, yaitu  : rusa yang Anda lihat dalam foto tersebut adalah seekor rusa betina (induk) yang merelakan dirinya mati dimakan cheetah.
Alasannya, karena awalnya cheetah mengincar kedua anaknya. Si induk yang tahu akan bahaya pada kedua anaknya berusaha menarik perhatian cheetah-cheetah itu, hingga akhirnya dia harus merelakan dirinya dimangsa; agar fokus cheetah tertuju pada dirinya sehingga kedua anaknya bisa lolos dan selamat.
Induk rusa ini tak terlihat sedikit pun melawan, bahkan dengan penuh keyakinan memberikan dirinya menjadi mangsa cheetah sampai anak-anaknya selamat. Si induk rusa hanya terlihat tenang sambil matanya terus mengawasi kedua anaknya yang terus berlari meninggalkannya.
Sebagai manusia yang tentu saja memiliki perasaan dan pemikiran lebih dari rusa, sudahkah kita merelakan diri berkorban untuk orang orang yang kita cintai? 
Memberikan yang terbaik bagi mereka tanpa mengharapkan balas jasa ?
Tidak perlu sampai mengorbankan nyawa, mungkin bisa dimulai dengan memberikan waktu kita untuk mereka, mendengarkan mereka disaat mereka membutuhkan kita, dan yang terpenting adalah menyiapkan perlindungan bagi masa depan mereka, agar bisa mengantarkan kesuksesan pada anak-anak kita dimasa depan.

Berguna untuk orang lain nilainya jauh lebih berarti daripada berguna hanya untuk diri kita sendiri, dan asuransi adalah satu langkah sederhana agar bermanfaat bagi masa depan anak-anak dan keluarga kita.

Monday, 22 October 2018

UP Asuransi Hangus Karena Berumur Panjang? Dengan Prulink Generasi Baru Tidak Lagi


Asuransi selalu identik dengan kematian.  Karena memang dalam polis asuransi ada Uang Pertanggungan (UP) yang hanya bisa cair ketika nasabah atau tertanggung meninggal dunia dalam batas umur tertentu.
Prudential menetapkan batasan umur tertanggung adalah 99 tahun. Artinya, nasabah Prudential yang meninggal dunia sejak polis disetujui sampai dengan batas usia sebelum 99 tahun akan mendapatkan UP sesuai jumlah yang tertulis dalam polis. Tentu saja selama polis masih aktif, dan akan diterimakan kepada ahli waris yang juga sudah tertulis di dalam polis.
Kemudian bagaimana jika nasabah berumur panjang? Hingga usia 99 tahun ternyata nasabah atau tertanggung masih hidup? Sesuai dengan ketentuan polis, secara otomatis uang pertanggungan hangus, tidak bisa dicairkan.
Nasabah rugi dong? Inilah yang sering menjadi bahan bercandaan nasabah asuransi. Kata mereka, polis asuransi memicu bunuh diri bagi nasabah yang berumur panjang hingga melebihi usia 99 tahun. Nasabah seperti dipaksa untuk meninggal dunia sebelum usia 99 tahun, biar UP nya cair. Kan kesannya sayang banget kalau misalkan UP nya mencapai 10 milyar tidak bisa dicairkan. Kalau seperti ini, bukankah konsep asuransi sebagai sebuah asset tidak terlihat yang bisa diwariskan menjadi dipertanyakan.
Tetapi tenang, itu jaman dulu. Nasabah Prudential sekarang tidak perlu merasa khawatir, atau bahkan merasa dipaksa untuk meninggal cepat agar UP nya cair. Ya, Prudential Indonesia baru saja meluncurkan Prulink Generasi Baru (PGB). Dengan PGB ini, jika nasabah meninggal sebelum batas usia 99 tahun, maka UP akan di cairkan kepada ahli waris. Tetapi jika pun nasabah berumur panjang, sehingga masih hidup melebihi batas usia 99 tahun, maka UP akan tetap cair 100 % sesuai jumlah yang tertulis di polis, dan otomatis dirinya sendiri yang akan menerima.
Memang tidak semua nasabah, karena hanya bagi nasabah lama yang upgrade ke Prulink Generasi Baru, atau nasabah lama maupun calon nasabah baru yang membuka polis baru dengan pilihan produk Prulink Generasi Baru yang berhak menerima kelebihan ini.

Tetapi paling tidak, ini adalah sebuah terobosan revolusioner dari Prudential Indonesia. Karena dengan sistem baru ini, nasabah jadi tidak terbebani dengan baying-bayang kematian. Dan memiliki nilai lebih, bahwa UP yang awalnya sebagai warisan, akan berubah menjadi sebuah investasi.

Tuesday, 16 October 2018

The Real Drift Of Tawangmangu


Asuransi  sekarang ini menjadi suatu hal yang sangat penting bagi setiap orang, terutama untuk kepala keluarga sebagai sumber nafkah utama. Ada bermacam jenis asuransi, mulai asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, dan bahkan asuransi harta benda.
Fungsi utama dari asuransi adalah sebagai antisipasi agar tidak timbul kerugian jika suatu saat dengan terpaksa ada sebuah resiko yang menimpa diri, keluarga ataupun harta benda kita.
Resiko kehidupan selalu bisa terjadi pada setiap orang, termasuk kecelakaan jalan raya. Bahkan meskipun kita sudah sangat berhati-hati. Karena pengguna jalan raya bukan hanya kita seorang.
Dengan menonton video pendek ini, mungkin kita yang selama ini belum sadar akan pentingnya memiliki asuransi jadi sadar dan tergugah untuk segera menghubungi agen asuransi terdekat di sekitar kita.

Sunday, 14 October 2018

Terungkap; Ternyata Begini Caranya Keluarga Upin-Ipin Bisa Hidup Makmur



Serial si kembar dari negeri Jiran, Upin-Ipin menjadi salah satu tayangan yang sangat populer, baik di negeri asalnya sana maupun di Indonesia. Tidak hanya anak-anak, banyak juga orang dewasa yang menyukai film kartun ini.
Serial tersebut menceritakan kehidupan dua anak kembar yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak, bersama dengan teman-teman dan keluarganya. Keluarga Upin-Ipin digambarkan sebagai sebuah keluarga yang hidup dilingkungan pedesaan, bersama kakak perempuan dan neneknya. Tidak diketahui secara jelas dimana ayah ibu si kembar ini, namun dalam salah satu episode pernah ditampilkan cerita bahwa ayah dan ibu si kembar telah meninggal dunia akibat kecelakaan.
Meskipun yatim-piatu dan hidup bersama nenek yang tidak berkerja, serta kakak perempuan yang masih bersekolah, namun kehidupan Upin-Ipin tidak pernah terlihat susah. Makanan sehari-hari yang lumayan mewah untuk ukuran pedesaan selalu tersedia dimeja makan. Ya, ayam goreng khas kesukaan si kembar bukanlah makanan yang bisa disediakan setiap hari oleh keluarga yang tidak memiliki kepala keluarga dengan pekerjaan tetap. Belum lagi langganan Koran, dan juga gadget terbaru yang sempat muncul dalam beberapa episode. Pokoknya dalam tayangan ini, digambarkan apapun yang dimaui sikembar akan bisa disediakan oleh si nenek dan kakaknya.

Namun, pernahkah pemirsa sekalian bertanya-tanya, dari mana nenek atau kakak Upin-Ipin mendapatkan uang untuk biaya hidup mereka sehari-hari? Dari mana mereka mendapatkan uang untuk membeli gadget mahal? Biaya sekolah si kembar bersama kakak perempuannya?
Kalau pemirsa sekalian penasaran, maka begitu juga dengan saya sendiri. Karena itu saya mencoba untuk melakukan penyelidikan terhadap riwayat keluarga ini. dan setelah googling serta membaca tulisan dari berbagai sumber yang dapat dipercaya, maka inilah hasilnya, dan saya menemukan beberapa hal mengejutkan berikut ini; Ternyata biaya hidup sehari-hari keluarga Upin-Ipin adalah dari hasil klaim polis asuransi.
Alkisah, ketika masih hidup, ayah Upin-Ipin pernah didatangi seorang agen asuransi, meskipun sempat menolak, pada akhirnya ayah si kembar itu mau juga membuka sebuah polis asuransi dengan nilai uang pertanggungan yang kalau di rupiahkan mencapai 1 Milyar rupiah.
Naas tidak bisa dihindari, malang tidak dapat ditolak, baru saja beberapa kali membayar premi, ayah Upin-Ipin meninggal dunia karena sebuah kecelakaan. Karena sebelumnya ayah sikembar telah memiliki polis asuransi, maka cairlah uang pertanggungan sebesar 1 Milyar tersebut, dan diterima oleh kakak perempuan Upin-Ipin sebagai ahli waris.


Sementara itu, nenek Upin-Ipin memang dasarnya adalah orang yang bijaksana. Uang sebesar 1 milyar itu tidak dihabiskan atau digunakan sebagai biaya hidup harian, tetapi disimpan di sebuah bank dalam bentuk deposito. 
Dari hasil deposito tersebut, nenek Upin-Ipin menerima bunga deposito sebesar 6 % per tahun bersih setelah di potong pajak. Sehingga, dari hasil uang klaim asuransi yang kemudian di depositokan tersebut nenek Upin-Ipin menerima uang sebesar:
1 milyar dikalikan bunga 6%, atau setara dengan jumlah 60 juta rupiah per tahun. Artinya, nenek Upin-Ipin tanpa usah bekerja pun dia masih menerima uang sebesar 5 juta rupiah perbulan (bunga deposito 60 juta dibagi 12 bulan).
Itulah jawaban kenapa keluarga Upin-Ipin masih bisa hidup berkecukupan, meski tanpa hadirnya seorang kepala keluarga sebagai sumber nafkah utama. Karena ternyata ketika meninggal dunia, sang kepala keluarga telah mewariskan uang tunai sebesar 1 milyar rupiah yang kini telah di depositokan. Hasil deposito bisa dipakai untuk biaya hidup sehari-hari, sementara 1 milyar nya masih utuh.
Sebenarnya masih ada satu lagi temuan saya yang juga tidak kalah mengejutkan terkait keluarga si kembar ini. Namun saya berjanji akan menceritakannya dalam tulisan berikutnya. Ini karena saya ingin memberikan kesempatan kepada pembaca sekalian, pemirsa dan penggemar serial Upin-Ipin agar segera menghubungi agen asuransi terdekat di kota anda, untuk berdiskusi dan menanyakan apakah ada produk asuransi seperti yang dulu dibeli oleh ayahnya si kembar Upin-Ipin.


*Cerita ini hanya rekaan penulis belaka, dan tidak bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah

Wednesday, 10 October 2018

Fakta Dibalik Kenaikan Harga BBM

Pemerintah baru saja mengumumkan kenaikan harga BBM terjadi pada Pertamax Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter, dan Biosolar Non PSO Rp.9.800 per liter. Sementara, jenis Premium, Biosolar PSO, dan Pertalite tidak mengalami kenaikan.

Sebagaimana yang sudah-sudah, kenaikan harga BBM mau tidak mau juga akan segera diikuti dengan naiknya inflasi. Bahkan meskipun yang mengalami kenaikan harga adalah BBM non subsidi.
Ya, kata kunci dalam tulisan ini adalah inflasi. Sesuatu yang nampaknya akan sulit dihindari selama masa-masa mendatang. Inflasi akan selalu ada selama anda menilai segala kegiatan ekonomi dengan uang. Inflasi akan selalu menjadi hantu yang menggerogoti nilai uang yang anda pegang.

Dalam bahasa sederhana inflasi bisa dimaknai sebagai penurunan nilai uang yang kita pegang. Contoh mudahnya, dengan uang 50 ribu rupiah, 5 tahun yang lalu kita bisa mendapatkan sekeranjang buah-buahan. Sekarang? Dengan uang yang sama kita masih tetap bisa mendapatkan sekeranjang buah-buahan juga, tetapi ukuran keranjangnya menyusut jadi lebih kecil. 5 tahun kemudian? Pasti jauh lebih menyusut lagi keranjang buah yang bisa kita dapatkan dengan uang 50 ribu rupiah tersebut.

Anda yang lahir sebelum tahun 90 an pasti masih ingat lagu anak popular ini;


Ya, lagu ini adalah bukti paling nyata bagaimana inflasi terjadi. Semangkok bakso yang dulu hanya seharga 200 rupiah seporsi, sekarang sudah jauh berubah, minimal 5000 rupiah.

Inflasi selalu terjadi, tentunya biaya hidup mau tidak mau pasti juga selalu naik dari tahun ke tahun. Anda yang tahun ini misalnya biasa hidup dengan pengeluaran 5 juta rupiah per bulan (diluar cicilan utang dan tabungan), kelak angka itu juga akan naik, mungkin bisa 3 kali lipat, atau bisa juga 5 kali lipat.

Akan menjadi masalah jika “kelak” sebagaimana dimaksud dalam paragrap diatas itu adalah saat anda masuk masa pensiun, tidak lagi produktif, tidak punya uang pensiunan bulanan seperti PNS, tidak punya deposito hari tua, dan bahkan dalam kondisi sakit-sakitan.

Asuransi bukan satu-satunya solusi untuk masalah seperti ini. Tetapi dengan membeli asuransi unit link bisa menjadi solusi paling mudah dan sederhana yang bisa anda lakukan. Karena asuransi unit link, adalah produk keuangan yang sekaligus mengandung perlindungan asuransi dan sekaligus investasi dalam 1 paket. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami hal ini.

Karena itu dalam tulisan selanjutnya, saya akan beberkan, bagaimana caranya memanfaatkan asuransi unit link untuk mempersiapkan masa depan keuangan anda, sekaligus melindungi keuangan anda dari resiko kehidupan yang bisa terjadi di masa depan.

Dan jangan lupa, agar anda menjadi yang pertama kali mendapatkan update, klik kolom subscribe di blog ini dan masukan alamat email anda.


Tuesday, 9 October 2018

Di Tinggal Ayahnya, Gadis Ini Meminta 5 Milyar Sebagai Jaminan Hidup

Sebuah media online menurunkan berita tentang putri personil band terkenal Indonesia, Abdee Slank, yang meminta kepada ayahnya agar memberikan uang sejumlah 5 milyar rupiah, sebagai jaminan keberlangsungan hidupnya akibat perceraian yang dijalani Abdee dengan istrinya.
Adalah Alanis Nurulizah, sang putri itu sendiri yang mengirimkan permintaan tersebut melalui layanan pesan whatsapp langsung kepada Abdee. Demikian menurut Anita, istri Abdee yang kini telah resmi diceraikannya.
Alasan dilayangkannya permintaan ini tak lain karena Alanis khawatir kelak dirinya tidak bisa lagi meminta nafkah kepada ayah yang telah bercerai dengan ibunya tersebut. Namun, sebagaimana dilansir kumparan.com, Abdee hanya menyanggupi nilai 250 juta rupiah dari total nilai yang diminta.
Perceraian, adalah bagian dari resiko kehidupan yang harus ditanggung oleh pihak istri dan anak. Karena dengan perceraian, yang paling dirugikan adalah pada pihak istri, dan anak yang mengikutinya. Kerugian disini dimaksudkan sebagai sebuah kehilangan sumber keuangan. Jangan dimaknai sebagaimana bentuk kerugian dalam perdagangan, yang bermakna kecilnya nilai jual dibanding nilai beli. Hal seperti ini umum terjadi, karena dalam sebuah keluarga, pada umumnya suami lah yang berperan sebagai pencari nafkah utama, dan bahkan sebagai satu-satunya sumber pendapatan. Sehingga hilangnya suami, berarti hilang pula sumber keuangan.
Namun perlu diingat, perceraian bukanlah satu-satunya resiko atau musibah yang bisa terjadi dalam sebuah keluarga. Ada paling tidak dua resiko atau musibah yang lebih besar yang juga bisa terjadi kapan saja. Pertama adalah kematian, yang kedua adalah penyakit kritis. Ditambah dengan perceraian, ketiganya berakibat sama pada istri dan anak, yaitu kesengsaraan keuangan.
Jika perceraian akan selesai setelah Hakim mengetok palu, tidak demikian halnya dengan penyakit kritis dan kematian. Penyakit kritis tentu saja membutuhkan pengobatan dan perawatan, bisa saja dalam jangka waktu lama dan berbiaya besar. Kematian seorang suami lebih mengerikan lagi, karena berarti terputusnya sumber nafkah utama bagi istri dan anak yang ditinggalkan. Belum lagi jika semasa hidup masih ada hutang yang ditinggalkan dan harus dilunasi oleh sang istri.
Asuransi memiliki peran utama sebagai pengganti rugi bagi istri dan anak jika suami terkena penyakit kritis, atau bahkan meninggal dunia. Memang harus diakui, asuransi mungkin bukan satu-satunya cara untuk mempersiapkan pengganti rugi jika resiko itu datang. Namun, asuransi adalah alternatif termudah, juga termurah dalam rangkan mempersiapkan pengganti rugi tersebut. Karena dengan hanya bermodal KTP serta setoran premi kurang dari 2 juta per bulan, uang ganti rugi sebesar 1 milyar akan siap dicairkan suatu saat ketika resiko kehidupan itu terjadi pada sang suami.

Jadi, sebagai istri yang bijaksana dan bertanggung jawab sepenuhnya dalam mengelola keuangan keluarga, alangkah lebih baik jika segera menghubungi agen asuransi terdekat dan terpercaya di sekitar anda, untuk berdiskusi serta memperhitungkan kebutuhan akan resiko keuangan anda.

Thursday, 4 October 2018

Belum Punya Asuransi? 5 Hal Ini Akan Merubah Fikiran Anda

Pada zaman yang serba modern ini, ternyata masih ada banyak sekali orang yang belum tahu apa manfaat dari asuransi jiwa. Bahkan, dari mereka tidak mengenal asuransi sama sekali. Hal ini membuat banyak orang tidak tahu apa manfaat dan fungsi dari asuransi jiwa. Asuransi sangat berperan penting untuk menjamin kehidupan Anda di masa mendatang.
Ketahuilah apa saja alasan mengapa Anda harus memiliki asuransi jiwa sejak dini dan apa saja manfaatnya di masa depan. Berikut ini adalah lima alasan yang mengharuskan Anda memiliki asuransi jiwa.
1.      Pemakaman Dibiayai Asuransi
Ada banyak sekali manfaat dari pemilik asuransi jiwa. Salah satunya adalah meringankan beban biaya pemakaman ketika Anda meninggal. Ada banyak sekali biaya yang harus dikeluarkan keluarga saat nanti Anda meninggal. Mulai dari prosesi pemakaman hingga perawatan makam. Tentu semua hal itu membutuhkan biaya yang sangat banyak dan bisa memberatkan keluarga. Di sinilah asuransi jiwa akan sangat bermanfaat. Sebab dengan asuransi jiwa yang dimiliki, keluarga bisa mendapatkan klaim asuransi untuk mengurus semua kegiatan kematian tersebut. Keluarga nantinya tidak akan kebingunan mencari dana untuk melakukan prosesi kematian. Bahkan, mereka juga bisa mendapatkan uang santunan kematian dari premi yang dibayarkan semasa hidup.
2.      Biaya Hidup Keluarga Ditanggung Asuransi
Semakin hari semakin banyak saja kebutuhan hidup manusia. Mulai dari makan, sekolah, pakaian, hingga kebutuhan lainnya. Hal tersebut juga menjadikan biaya hidup semakin mahal. Anda sebagai kepala keluarga tentu memiliki beban yang cukup berat, seperti biaya belanja, listrik, sekolah, dan lain sebagainya. Namun, bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada diri Anda, misalnya jatuh sakit atau meninggal dunia. Hal ini akan sangat memberatkan keluarga Anda. Tentu segala kebutuhan yang harusnya dipenuhi menjadi sulit untuk dipenuhi. Di sinilah keuntungan asuransi akan bisa dirasakan. Bahkan, keluarga Anda juga bisa merasakan keuntungan asuransi yang preminya selalu Anda bayar setiap bulan. Pertama, keluarga Anda akan tetap mendapatkan uang jaminan setiap bulannya, misalnya biaya hidup, biaya pendidikan anak, dan lain sebagainya. Inilah mengapa asuransi jiwa sangat penting dimiliki setiap orang.
3.      Asuransi Jiwa Menjadikan Hari Tua Terjamin
Asuransi jiwa bisa membantu Anda untuk mendapatkan uang pensiunan pada hari tua. Anda bisa mendapatkan uang pensiun ketika sudah tidak bekerja lagi. Uang ini didapat dari uang premi yang Anda bayar selama bekerja dulu. Uang pensiunan nantinya akan sangat bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari pada masa tua. Karena itulah, mengapa asuransi jiwa sangat penting dan menguntungkan pada masa mendatang.
4.      Mendapatkan Uang Tunai
Asuransi bisa membuat hidup lebih tenang. Sebab Anda bisa mendapatkan uang tunai dari premi yang dibayarkan. Anda bisa mengklaim asuransi ketika mengalami kondisi terdesak atau musibah yang merugikan. Anda bisa langsung mengajukan klaim dan mendapatkan uang tunai. Bahkan, Anda juga bisa mendapatkan perlindungan ganti rugi. Gunakanlah asuransi untuk mendapatkan uang tunai jika ada suatu kondisi yang mendesak. Misalnya untuk melakukan operasi, rawat inap di rumah sakit, dan lain sebagainya.
5.      Memberikan Perlindungan Kecelakaan
Memiliki asuransi jiwa bisa melindungi diri dari kejadian yang tidak diinginkan semisal kecelakaan. Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak pernah semua orang inginkan. Pastinya tidak ada satu pun manusia yang mau mengalami hal ini. Kejadian ini adalah kejadian mendadak dan tentu tidak akan ada persiapan yang bisa dilakukan untuk menghadapinya. Dalam kondisi inilah asuransi jiwa akan sangat bermanfaat bagi Anda pemegang asuransi. Anda bisa mendapatkan klaim dari asuransi untuk biaya dokter, biaya obat, rawat inap, dan juga bisa mengajukan klaim untuk korban lainnya yang mengalami kecelakaan bersama Anda. Siapa yang Bisa Memiliki Asuransi Jiwa ? Asuransi jiwa adalah sebuah perlindungan yang bisa Anda dapatkan dari suatu perusahaan asuransi. Asuransi ini bisa dimiliki siapa pun yang ingin memilikinya. Tidak ada batasan usia, gender, dan kelas sosial. Anda bisa memiliki asuransi ini dengan syarat mampu untuk memenuhi tagihan premi. Namun, Anda juga harus mampu memenuhi kebutuhan primer sebelum membayar premi asuransi. Ada banyak sekali hal yang bisa didapatkan dari asuransi jiwa, seperti perlindungan keselamatan, perlindungan kematian, dana pensiun, dan lain sebagainya. Pilihlah jenis asuransi jiwa yang sesuai dengan kebutuhan. Sebab nantinya asuransi jiwa tersebut akan sangat memengaruhi keuntungan atau kerugian di masa mendatang.

 Mungkin anda juga tertarik membaca

* Sumber Kompas.com

Beberapa Kesalahan Dalam Membeli Asuransi


Bila saat ini posisi Anda adalah sebagai pencari nafkah utama di keluarga, sebaiknya Anda memang memiliki asuransi jiwa sebagai strategi manajemen risiko finansial keluarga. Memiliki asuransi jiwa bisa membantu Anda mengantisipasi risiko-risiko finansial yang bisa timbul akibat kematian pencari nafkah dan karena musibah-musibah lain yang membuat keran pendapatan keluarga terganggu.
Namun, untuk membeli asuransi jiwa juga perlu kecermatan tersendiri agar tidak terjebak pembelian produk yang tidak tepat. Sering terjadi seseorang membeli asuransi jiwa, ternyata tidak sesuai kebutuhan sehingga saat dicairkan, risiko finansial yang dihindari masih terjadi dan mengguncang kesehatan finansial keluarga. Misalnya nilai uang pertanggungan sangat kecil, tak sesuai perkiraan.
Bila Anda berencana membeli asuransi jiwa, perhatikan tiga point kesalahan besar hasil riset berikut ini agar Anda tidak salah membeli:
1.Tidak mengetahui kebutuhan uang pertanggungan
Banyak orang sekadar membeli asuransi jiwa tanpa terlebih dulu menghitung berapa kebutuhan uang pertanggungan yang sebenarnya dia butuhkan. Alhasil, ketika terjadi risiko, uang pertanggungan yang cair ternyata tidak memadai untuk menutup kebutuhan finansial keluarga. Ketahui terlebih dulu berapa kebutuhan uang pertanggungan asuransi jiwa Anda sehingga bisa menemukan produk yang tepat.
Cara mengetahui kebutuhan uang pertanggungan asuransi jiwa bisa Anda hitung dengan pendekatan Human Life Value, dengan rumus pengalian antara nilai pendapatan saat ini ditambah risk free rate. Sebagai contoh, pendapatan Anda saat ini Rp 10 juta per bulan dan tanggungan Anda baru bisa mandiri 20 tahun lagi. Asumsi risk free rate 5,2 persen. Maka, kebutuhan uang pertanggungan asuransi jiwa adalah Rp 10 juta x 12 bulan x (110 persen+5,2 persen) x 20 tahun = Rp 1,42 miliar. Setelah mengetahui kebutuhan uang pertanggungan, Anda tinggal mencari produk asuransi jiwa dengan nilai Uang Pertanggungan (UP) sebesar itu. Anda bisa menimbang produk PruLink Generasi Baru (PGB) dari Prudential, yang memberikan pertumbuhan manfaat uang pertanggungan setiap tahunnya sampai berakhirnya polis.

BACA JUGA
Strategi Membayar Premi Asuransi Dengan Cara Menyicil
Apakah Asuransi Menipu? Simak faktanya
Ini Klaim Yang Di Tanggung Dan Tidak Di Tanggung BPJS

Perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah kompensasi atau uang pertanggungan ketika terjadi risiko pada tertanggung atau pemegang polis. Pemegang polis wajib membayar premi sebagai biaya atas pengalihan risiko kepada perusahaan asuransi tersebut. Asuransi jiwa tidak bisa mencegah kematian. Namun, asuransi jiwa bisa meringankan beban finansial anggota keluarga yang ditinggalkan ketika sang pencari nafkah meninggal dunia.
2.Salah menetapkan tertanggung di polis
Dalam asuransi, tertanggung adalah dia yang ditanggung risiko jiwanya oleh perusahaan asuransi. Sehingga, ketika si tertanggung tersebut meninggal dunia, maka perusahaan asuransi akan membayar sejumlah uang pertanggungan yang berhak diberikan kepada ahli waris yang ditunjuk. Siapa yang idealnya menjadi tertanggung dalam produk asuransi jiwa? Sesuai tujuan pembelian yaitu manajemen risiko finansial keluarga, tertanggung asuransi jiwa seharusnya adalah mereka yang memiliki nilai ekonomi atau pihak yang menjadi sumber penghasilan keluarga. Misalnya, suami, istri, atau keduanya. Bila suami dan istri sama-sama bekerja, tertanggung seharusnya adalah pihak yang memiliki penghasilan terbesar karena risiko finansialnya juga paling besar bagi keluarga bila tiba-tiba dia meninggal dunia.
3.Asal membeli asuransi pendukung
Biasanya saat Anda membeli asuransi jiwa, agen asuransi akan menawarkan pula asuransi pelengkap atau rider. Jangan asal menambah asuransi tambahan sebelum menghitung terlebih dulu apa saja kebutuhan Anda. Asuransi tambahan juga berarti biaya tambahan, maka itu bijaklah dalam menambah jenis riders. Jikalau perlu tambahan, untuk asuransi jiwa Anda bisa menimbang untuk menambahkannya dengan waiver of premium atau pembebasan premi. Riders ini berguna untuk mengantisipasi risiko ketidakmampuan yang mengakibatkan Anda tidak bisa membayar premi rutin. Misalnya karena terjadi kecelakaan yang membuat Anda kehilangan pekerjaan, Anda akan dibebaskan dari pembayaran premi asuransi jiwa.

*Sumber kompas.com

Wednesday, 3 October 2018

Apakah Asuransi Menipu? Simak Faktanya

Pernah dengar cerita orang yang tertipu asuransi, Karena klaim tidak bisa cair? Kalau jawabannya iya, berarti anda perlu menonton video ini kemudian melakukan konsultasi dengan agen anda.
Atau mungkin anda termasuk orang yang sebenarnya sudah menyadari pentingnya memiliki asuransi, namun anda masih takut dan sangsi karena cerita-cerita seperti tersebut diatas? Kalau iya, anda juga termasuk orang yang harus nonton video ini, dan kemudian juga segera hubungi calon agen anda, dan konsultasikan apa yang menjadi ganjalan anda tersebut.


Friday, 28 September 2018

Dalam 28 Hari, Bayi Baru Lahir Wajib Di Daftarkan BPJS

Revisi Peraturan Presiden (Perpres) No. 19 Tahun 2016 tentang Jaminan Kesehatan (JKN) bukan hanya menjelaskan bagaimana mengatasi defisit dalam Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Tapi juga mengatur terkait fasilitas kesehatannya. Seperti fasilitas terhadap bayi baru lahir. Dalam draft Perpres yang diterima Kontan,co.id, pada Pasal 16 ayat 1 mengatakan, bayi lahir dari peserta Jaminan Kesehatan wajib didaftarkan kepada BPJS Kesehatan paling lama 28 hari sejak dilahirkan.

BACA JUGA

Hal itu juga berlaku bagi iurannya yang bisa dibayarkan oleh peserta atau pihak lain atas nama peserta pada saat mendaftar paling lama 28 hari sejak dilahirkan.
Bahkan jika bayi tidak didaftarkan maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Beleid ini setidaknya merevisi peraturan sebelumnya yang hanya  memberikan waktu tiga hari kepada para peserta untuk mengurus bayi yang baru lahir sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Lebih lanjut, Pasal 17 ayat 2 juga  menyebutkan kewajiban melakukan pendaftaran sebagai peserta jaminan kesehatan bagi pekerja bukan penerima upah dilaksanakan paling lambat pada 1 Januari 2019.
Tapi teknis lebih lanjut soal ini akan diatur dalam Peraturan BPJS Kesehatan setelah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

Revisi Perpres ini akan keluar tak lama lagi, mengingat Presiden Joko Widodo sudah meneken beleid ini dan kini sedang dalam proses diundangkan di Kementerian Hukum dan HAM.

*Artikel ini telah tayang di kontan online (20/9/18) dengan judul "ingat, bayi baru lahir wajib didaftarkan BPJS Kesehatan dalam 28 hari"

Wednesday, 26 September 2018

Ini Klaim Yang Ditanggung Dan Tidak Ditanggung Oleh BPJS Kesehatan

Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah meluncurkan fasilitas jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Fasilitas ini terwujud dalam BPJS Kesehatan. Oleh karena itu diharapkan seluruh lapisan masyarakat memiliki BPJS Kesehatan ini.
BPJS Kesehatan menanggung hampir semua penyakit. Dan bahkan penyakit yang membutuhkan biaya pengobatan  seumur hidup pun ditanggung.
Meski demikian, ada beberapa penyakit yang tidak bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan ini. Diantaranya adalah;
1.      HIV/AIDS.
Penyakit ini tidak ditanggung jika dianggap merupakan penyakit yang datang karena keteledoran diri sendiri.  Namun pada kasus tertentu karena akibat tertular atau kejadian lain diluar keteledoran maka HIV/AIDS ditanggung oleh BPJS.
2.      Penyakit akibat NARKOBA
Segala penyakit yang berkaitan dengan narkoba juga tidak ditanggung oleh BPJS kesehatan, karena dianggap kesalahan sendiri.
3.  Operasi yang berkaitan dengan estetika (kecantikan), operasi bekas luka dan operasi yang diakibatkan karena sengaja menyakiti diri sendiri juga tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Dalam hal ini, operasi yang terjadi akibat kecelakaan jalan raya dan kecelakaan kerja juga tidak dijamin oleh BPJS kesehatan karena hal tersebut sudah merupakan tanggungan dari Jasa Raharja dan BPJS Ketenagakerjaan.
Selain dari ketiga hal tersebut diatas, semuanya bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan, namun harus dengan sistem rujukan berjenjang. Artinya, pasien harus terlebih dahulu berobat ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) tingkat 1 yakni; Puskesmas dan klinik. Kemudian jika diperlukan, maka dokter Puskesmas/Klinik akan memberikan rujukan ke rumah sakit yang menerima BPJS Kesehatan, sesuai dengan radius domisili pasien yang bersangkutan.

Baca Juga;

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014, Manfaat yang tidak dijamin dalam program meliputi:
  • Pelayanan kesehatan yang dilakukan tanpa melalui prosedur sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku;
  • Pelayanan kesehatan yang dilakukan di Fasilitas Kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kecuali dalam keadaan darurat;
  • Pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan kerja terhadap penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau hubungan kerja;
  • Pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas yang bersifat wajib sampai nilai yang ditanggung oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas;
  • Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri;
  • Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik;
  • Pelayanan untuk mengatasi infertilitas;
  • Pelayanan meratakan gigi (ortodonsi);
  • Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri, atau akibat melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri;
  • Pengobatan komplementer, alternatif dan tradisional, termasuk akupunktur non medis, shin she, chiropractic, yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan (health technology assessment);
  • Pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai percobaan (eksperimen);
  • Alat kontrasepsi, kosmetik, makanan bayi, dan susu;
  • Perbekalan kesehatan rumah tangga;
  • Pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat,kejadian luar biasa/wabah;
  • Biaya pelayanan kesehatan pada kejadian tak diharapkan yang dapat dicegah (preventable adverse events); Yang dimaksudkan preventable adverse events adalah cedera yang berhubungan dengan kesalahan/kelalaian penatalaksanaan medis termasuk kesalahan terapi dan diagnosis, ketidaklayakan alat dan lain – lain sebagaimana kecuali komplikasi penyakit terkait.
  • Biaya pelayanan lainnya yang tidak ada hubungan dengan Manfaat Jaminan Kesehatan yang diberikan.

Pilih Agen Asuransi

loading...