"Kalau nggak dijawab, gimana mereka bisa closing?" "Kalau Saya jadi Calon Nasabahnya, jengkel lah tanya harga nggak di...
"Kalau nggak dijawab, gimana mereka bisa closing?"
"Kalau Saya jadi Calon Nasabahnya, jengkel lah tanya harga nggak dijawab!"
Lalu, "Gimana cara ngejawab baiknya kalau prospekan tanya preminya berapa?"
Jadi ini Case nya bukan di Postingan FB, lalu ada yang komentar tanya premi loh. Tapi ketika ada Chat baru masuk, atau ketika sedang tatap muka dengan prospek, dan langsung tanya premi.
"Kamu pernah langsung jawab dengan premi? Jika iya, apa yang terjadi?"
"Pernah, dan dia nggak balas lagi." Jawabnya
"Ya sudah, kalau gitu nggak usah dijawab. Kan dijawab pun, Dia kabur."
Memang begitulah faktanya, lebih sering prospekan kabur ketika Kita jawab langsung dengan premi, yang ujung-ujungnya jadi gagal closing. Kenapa?
KARENA MEREKA BELUM TAHU VALUE PRODUK/BISNIS KITA
Lalu, gimana sebaiknya?
Kita ajak ngobrol dulu, membuat Dia sadar akan Problemnya, lalu tanyakan alasan Dia memilih produk yang ditanyakan tersebut apa.
Misal nih, ketika ada prospekan menanyakan berapa premi yang harus dia bayarkan setiap bulannya?
Canas: "Mbak/Mas, jadi premi yang harus saya bayar setiap bulannya berapa ya?"
Agen : "Jadi gini bapak/ibu. Sebelum Kita bahas masalah premi, kalau boleh tahu bisnisnya mbak/mas nya apa? Dan berapakah total nilai aset yang telah dikumpulkan selama ini?"
Canas : "Saya punya toko grosir, total aset yang terkumpul tidak kurang dari 3 Miliar sih"
Agen : "Kira-kira kenapa bapak/ibu butuh dengan program asuransi dari perusahaan kami ini?"
Canas : "Saya ingin agar aset saya aman dan ketika sakit ada pihak yang bayarin biaya pengobatannya."
Agen : "Wah kalau itu masalahnya, program asuransi jiwa plus kesehatan dari perusahaan kami ini akan sangat sesuai dengan kebutuhan bapak/ibu."
Canas : "Berapa preminya, Mbak/Mas?"
Agen : "kalo disesuaikan dengan rencana bapak/ibu, dengan premi sebesar 3 jutaan per bulan maka bapak/ibu sudah bisa mendaaptkan manfaat perlindungan asuransi jiwa sebesar 3 miliar, sekaligus sudah dilengkapi juga dengan manfaat kartu kesehatan yang bisa digunakan sebagai pengganti biaya pengobatan jika bapak/ibu sakit, dengan plafon kamar 425 ribu per hari, atau 300 juta per tahun. rencananya mau ambil program ini untuk bapak/ibu sendiri atau sekalian ambil paket untuk sekeluarga?"
Dan seterusnya-dan seterusnya’ 80-90% Closing. Karena Dia sendiri sudah menyatakan, bahwa butuh asuransi untuk melindungi asetnya, serta membayar biaya pengobatannnya jika suatu saat dia sakit.
Namun ada tipe Orang yang kalau diajak ngobrol seperti diatas malah ngotot. Tetap aja tanya berapa preminya...
"Kok panjang banget sih...aku cuma pengen tahu berapa preminya aja kok!"
Udah hampir pasti nggak closing.
So, alasannya kenapa jika prospekan tanya premi nggak usah dijawab adalah, karena MEREKA BELUM TAHU VALUE KITA.
Ada teman yang menyarankan, jangan jawab harga tapi jelasin value produk Kita dulu.
No. Jangan jelaskan Value Kita dulu, tapi TANYAKAN kenapa Dia butuh produk/program Kita.
Percuma Kamu nyerocos jelasin Value, tapi nggak sesuai dengan yang Dia butuhkan. So, gali dulu apa yang Dia butuhkan? Problemnya apa? Dan kenapa Dia memilih produk Kita?
Ya...
Kira-kira begitulah urutannya.
Boleh praktekkan dulu.
COMMENTS