Tipe-Tipe Orang Dalam Mempergunakan Uang, Anda Masuk Tipe Yang Mana? - Referensi Memilih Asuransi & Investasi
Most Popular

Sunday, 17 February 2019

Tipe-Tipe Orang Dalam Mempergunakan Uang, Anda Masuk Tipe Yang Mana?

Gambar terkait
Secara umum, dipandang dari sisi bagaimana seseorang menggunakan uangnya, ada 3 tipe;

Tipe Peminjam

Orang dengan tipe ini adalah sumber penghasilan para bankir. Untuk mereka ada karpet merah di bank atau perusahaan leasing. Apapun barang yg diinginkan dibeli secara kredit.
Lunas dengan yang satu dia akan mengambil kredit yg lain. Hidup semewah yang dia bisa, ibarat menyetir mobil selalu menekan gas sampai di garis merah. Mobil apapun yg dia naiki selalu dipacu sampai batas maksimal. Robert T Kiyosaki menyebut kehidupannya sebagai almost bankcrupt atau hampir hangkrut. Jika pencari nafkahnya berhenti bekerja, maka keluarganya langsung bangkrut karena harus menjual barang barang yg ada. Pencari nafkah berhenti bekerja itu bisa kapan saja. Bisa masih lama sesuai rencana pensiun, bisa di PHK dalam waktu dekat, bisa juga meninggal hari ini. Apakah Anda mengenal satu saja dari mereka ?

Tipe Penabung

Orang dengan tipe ini tidak suka ambil kredit, selalu beli cash. Tetapi karena tujuan menabung adalah untuk membeli barang, maka sebenarnya ya hampir sama saja dengan tipe pertama diatas. Jika pencari nafkah berhenti bekerja karena suatu hal, tidak lama kemudian juga harus menjual barang atau bangkrut. Memang sedikit lebih lama dibanding tipe yang pertama. Apakah Anda mengenal satu orang saja dari mereka ?

Tipe Investor

Inilah yg besok akan hidup enak krn sdh terbiasa menyisihkan sebagian penghasilannya utk diinvestasikan. Ada beberapa jenis investor. Ada investor kecil dan ada investor besar. Pola pikirnya sama, hanya ilmunya saja yg berbeda.
Tipe investor ini termasuk mereka yang sudah berpikir maju dengan membeli asuransi unit link, yang merupakan bagian dari produk asuransi berbasis asuransi.
Robert T Kiyosaki mengajarkan kita untuk memiliki 3 celengan. Kita perlu menyisihkan 30% dari penghasilan kita, dimasukkan ke 3 celengan.
  1. 10% untuk tabungan; Hanya boleh digunakan untuk kondisi sangat darurat.
  2. 10% untuk investasi, jika jumlahnya sudah cukup diinvestasikan. Namanya investasi ada kemungkinan gagal.
  3. 10% digunakan untuk sedekah.
Terus, asuransi masuk bagian yang mana? Ingat point 1 dan point 2; masing-masing sejumlah 10 % untuk tabungan dan investasi, jadi totalnya ada 20 % anggaran. Nah, total 20 % ini bisa dibagi lagi menjadi 2 bagian; 10 % biarkan dalam wujud tabungan dan investasi, 10 % lainnya belikan asuransi unit link. Sehingga anda akan semakin banyak memiliki cadangan dana, bahkan dalam kondisi darurat kesehatan, anda tidak perlu mencairkan tabungan karena ada asuransi yang mengatasi.

No comments:
Write komentar