Memahami Perbedaan Uang (Money) Vs Dana (Finance) - Referensi Memilih Asuransi & Investasi
Most Popular

Sunday, 3 February 2019

Memahami Perbedaan Uang (Money) Vs Dana (Finance)


Hasil gambar untuk uang

Financial Engineering

Anda pasti tidak percaya, bila ada perusahaan shadow banking bisa akuisisi perusahaan perdagangan emas dan tambang emas yang berada di dua negara seharga 200 kali dari asset perusahaan yang ada. Itu semua dana berasal dari penerbitan global bond di London. Tapi kalau anda bisa memahami perbedaan uang dengan dana, mungkin anda bisa percaya.
Dalam bahasa Inggris uang itu disebut dengan money. Dana disebut finance. Mindset ilmu ekonomi sebelum tahun 90an masih belum secara jelas menbedakan antara uang dengan dana.  Dianggapnya sama aja. Bahkan di era sekarang masih ada kampus yang mengajarkan prinsip ekonomi jadul itu.
Lantas apa bedanya money dengan finance ? sejak ada ilmu financial engineering , perbedaan pengertian money dan finance semakin lebar. Money dasarnya adalah kebijakan moneter ekonomi. Contoh uang yang anda pegang itu lahir dari kebijakan moneter. Karena uang berasal dari kebijakan negara maka cara mensuplai uang pun diatur oleh negara.
Gimana caranya ? Lewat project program. Lewat program inilah swasta atau BUMN pinjam ke bank.
Gimana kalau bank tidak cukup uang?
Ya negara pinjam uang ke Negara lain atau lembaga multilateral.
Gimana kalau engga cukup juga ?
Ya pemerintah cetak uang, yang berdampak kepada jatuhnya nilai uang.
Kemudian uang itu ditempatkan di Bank Sentral. Kemudian bank sentral menyalurkannya ke perbankan lewat kredit program dan kredit likuiditas.
Makanya di era Soeharto, swasta yang bisa kaya raya hanya pengusaha yang punya koneksi kuat dengan kekuasaan. Dia hanya cari proyek yang sesuai dengan program GBHN. Kemudian dia tinggal datangi bank untuk minta kredit.  Kalau sulit, dia akan datangi Bank Indonesia atau Departemen terkait atas program itu. Maka keluarlah surat rekomendasi. Jadilah uang dalam bentuk kredit investasi dan modal kerja. Apakah cara ini bagus ?
Yang jelas hasilnya meningkatkan rasio GINI. Ketimpangan antara mereka yang kaya dengan mereka yang miskin sangat lebar. Mengapa? karena hanya segelintir orang yang punya akses kepada uang. Sementara dimanapun kekuasaan itu cenderung korup dan uang lah penyebab ketidakadilan terjadi.
Dengan adanya financial engineering yang berkembang di tahun 90an dan mencapai puncaknya tahun tahun 2000an, khususnya setelah adanya liberalisasi pasar uang dan investasi dalam kuridor WTO, maka munculah istilah finance.

Apa itu finance ?

Dana di create dan di supply bukan karena kebijakan moneter tapi oleh prinsip ekonomi. Apa itu? Dana itu berhubungan dengan tingkat pengembalian investasi dan tingkat resiko.  Ada hitungan dengan standar yang ketat untuk mengetahui itu. Negara tidak bisa lagi menentukan program apa yang dibuat. GBHN sudah engga laku lagi. Ukurannya sudah pasar. 

Jadi tugas negara apa ?

Tugas negara menciptakan kebijakan agar dana bisa mengalir kedalam bisnis. Kebijakan itu bisa dari segi perizinan, penyediaan infrastruktur ekonomi maupun keuangan. Tujuannya agar terjadi demand and supply. Market equilibrium 
Dari kebijakan itulah akan lahir kreatifitas bisnis. Kreatifitas bisnis itulah value atau disebut dengan finance atau dana.
Value ditentukan oleh
1. aspek tekhnologi,
2. bahan baku,
3. pasar,
4. SDM dan
5. dukungan stakeholder.
Bagaimana kalau anda tidak ada modal untuk memulai kreatifitas bisnis dan menghasilkan value ? Engga usah kawatir. Karena ada jembatan untuk melewati itu.

Apa itu Lembaga Venture Capital?

Kalau sulit deal dengan ventur capital, anda bisa deal dengan angel investor, yang lebih mengutamakan pendekatan pribadi.
Nah kalau sudah bisa melewati itu, maka anda bisa mengakses sumber keuangan.
Di pasar uang,  bisa dengan menarik pinjaman dari bank dan lembaga keuangan non bank dengan berbagai skema.
Bisa juga melalui pasar modal lewat penerbitan saham atau menjual obligasi.
Jadi di era sekarang sudah tidak ada lagi istilah uang atau money dimana pemerintah sebagai creator, dan presiden perutnya buncit. Tidak.
Tetapi di era sekarang yang berlaku adalah dana atau finance, dimana dana itu adalah value.
Value itu dalam bentuk kreatifitas bisnis yang melahirkan tekhnologi, bahan baku yang terjamin, produk yang kompetitif, SDM yang punya passion tinggi dan perusahaan/negara yang punya komitmen kepada pemangku kepentingan ( stakeholder ).
Contoh :
1. Apple asset nya hanya USD 366 juta. Namun valuenya sebesar USD 1 triliun pada tahun lalu. Hitung berapa valuenya? Itu hampir sama dengan 250 kali. Artinya leverage asset nya mencapai 250 kali dari asetnya. Jadi kalau dia berhutang 10 kali dari asset realnya masih dibeli orang obligasinya.
2. Inalum dengan TO Freeport Indonesia. Padahal asset inalum holding hanya US$ 469,7 tetapi bisa menerbitkan global bond unsecure sebesar USD 3,8 miliar. Itu artinya leverage sebesar 7 kali dari asset.
Masalah di kita sekarang adalah banyak orang berpikir uang adalah money bukan dana atau finance. 
Berhutang berarti memindahkan (gadaikan) asset dengan cash 70% dari harga pasar. Artinya kalau anda pinjam uang ke bank 100 harus punya colateral 130%. Makanya hutang jadi hantu menakutkan. Hutang jadi paranoid. Sarjana takut bisnis. Ya karena mindset tidak berubah. Padahal dunia sudah berubah.
*Sumber dari Facebook Alfaqir Ilmi

No comments:
Write komentar