Ikhtiar Menjemput Pertolongan Tuhan - Referensi Memilih Asuransi & Investasi
Most Popular

Wednesday, 5 December 2018

Ikhtiar Menjemput Pertolongan Tuhan



Membayangkan hal buruk yang mungkin terjadi, siapapun pasti tidak akan berani. Namun, disisi lain, tidak ada seorang pun yang bisa menjamin secara pasti, bahwa tidak akan ada suatu hal buruk terjadi selama kehidupan kita. Siapapun, selama dia masih hidup di dunia, selalu ada hal baik dan menyenangkan, sekaligus juga ada sesuatu resiko kejadian buruk yang mungkin menimpa. Celakanya, kaitannya dengan hal baik atau buruk ini, kita hanya bisa berdoa dan meminta kepada Tuhan YME, tetapi sama sekali tidak bisa menentukan untuk memilih agar kehidupan kita baik-baik saja.
Semisal,pasangan suami istri, yang bekerja mencari nafkah hanya fihak suami saja, sedangkan Istri tidak bekerja. Artinya pencari nafkah utama dalam keluarga adalah suami. Semua kebutuhan biaya kehidupan rumah tangga, baik itu belanja harian, biaya sekolah anak, atau mungkin angsuran hutang, sepenuhnya menjadi tanggung jawab suami seorang diri. Dalam posisi seperti ini, pernahkah anda membayangkan, pernahkah anda berpikir, bagaimana jika terjadi hal buruk (Meninggal/Cacat tetap) pada Suami?
Bagaimana keberlangsungan hidup Istri dan anak secara keuangan? Siapa yang akan membayar biaya pendidikan buah hati anda?
Disaat seperti inilah sebuah polis asuransi berfungsi, sebagai pihak yang membayar ganti rugi atas kerugian keuangan keluarga anda akibat hal buruk yang terjadi kepada kepala keluarga sebagai pencari nafkah utama.
Sebagai seorang agen asuransi sekaligus konsultan keuangan, saya selalu tekankan pentingnya memahami konsep asuransi ini. Mindset bahwa tidak ada seorang pun yang mengharapkan hal buruk menimpa dirinya adalah sangat betul sekali, akan tetapi, faktanya; hal buruk sangat mungkin terjadi kepada siapa saja tanpa memilih dan memilah. Dan sebagai konsultan yang sudah bertahun-tahun bergelut di industry ini, saya sangat memahami bahwa ketika hal buruk terjadi pada seseorang, ia hanya berharap Tuhan akan ‘mengulurkan tanganNya’, entah melalui seorang hambanya, ataupun melalui polis asuransi yang ia miliki. Jadi, dengan landasan seperti ini, saya bisa katakana, bahwa memiliki polis asuransi adalah bagian dari ikhtiar untuk menjemput pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Mungkin anda tertarik dengan konsep asuransi yang saya paparkan diatas, tidak ada salahnya anda menghubungi saya DISINI, sekedar Tanya-tanya, atau bahkan konsultasi dan berdiskusi tentang konsep asuransi. Saya akan dengan senang hati merespon pesan anda.





No comments:
Write komentar

Silahkan berkomentar dan berdiskusi

Pilih Agen Asuransi

loading...