Berkeinginan Menginvestasikan Dana Anda di P2P Lending? Simak Dulu Tipsnya - Referensi Memilih Asuransi & Investasi
Most Popular

Monday, 3 December 2018

Berkeinginan Menginvestasikan Dana Anda di P2P Lending? Simak Dulu Tipsnya


Meminjam uang secara online  melalui sebuah aplikasi, pasti anda sudah banyak yang tahu. Ya, karena di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini sedang marak aplikasi financial technology (fintech) yang menawarkan pinjaman secara online.
Namun, Pernahkah anda membaca sebuah iklan di timeline facebook, tentang  penawaran untuk berpartisipasi mendanai suatu usaha, yang umumnya berbasis UKM? Jika anda mengiyakan penawaran ini, maka itu artinya anda telah menjadi seorang kreditur, fihak yang meminjamkan sejumlah dana kepada pelaku usaha.
Kalau dulu pada umumnya pelaku usaha melakukan pengajuan peminjaman dana sebagai modal usaha itu ke bank, maka sekarang dengan perantara sebuah aplikasi online, pelaku usaha yang berniat meminjam sebuah dana bisa langsung terhubung dengan orang-orang yang berniat meminjamkan dananya. Skema inilah yang sekarang sedang marak di Indonesia, dengan sebutan Peer to Peer Lending (P2P Lending).
Skema peminjaman langsung, tanpa bank, dan berbasis online P2P Lending ini telah lebih dahulu marak di Tiongkok bertahun-tahun yang lalu. Bahkan akhir-akhir ini jutru P2P Lending di Tiongkok sedang mengalami prahara yang luar biasa akibat ada banyak kredit macet dengan skema ini.
Karena itu, sangat penting bagi anda untuk benar-benar melihat dan mencermati sebelum memutuskan untuk bergabung di sebuah platform P2P Lending dan mulaimeminjamkan dana yang anda punyai. Jangan sampai anda mengalirkan dana pada sebuah entitas bisnis yang justru sedang berada dalam jurang kehancuran. Dan inilah beberapa panduan agar anda tidak menjadi bulan-bulanan di Fintech Lending;
1. Portal Layanan
Setiap portal penyedia layanan P2P Lending pasti memiliki konsep  yang berbeda-beda, dan tentunya ada pinjaman yang konsumtif atau pinjaman produktif. Anda harus tentukan, pinjaman mana yang memiliki peluang kepastian membayar kembali lebih besar.
2. Besaran  reward
Masing-masing platform juga seringkali membahasakan secara berbeda terkait reward ini, yang sebenarnya mau di bahasakan apapun, apakah itu kupon, bunga, imbal atau bagi hasil; pada intinya adalah bunga pinjaman atas dana yang telah anda keluarkan melalui platform tersebut.
Yang perlu anda ketahui, besaran bunga yang anda dapatkan selaku pemberi pinjaman adalah selalu lebih kecil dari besaran bunga yang harus di bayarkan oleh peminjam.
Jadi jika anda mendapatkan tawaran besaran bunga sebagai imbal hasil yang besar, maka peminjam secara otomatis juga harus membayar dengan jumlah yang lebih besar lagi. Sampai disini anda harus memikirkan juga; semakin besar, maka semakin berat dibayar, semakin berat untuk dibayar maka akan semakin besar juga risiko gagal bayar yang mungkin terjadi.
Berapakah pinjaman yang normal dan aman? Tidak ada sebuah batasan normal dan aman terkait hal ini. Namun anda bisa mencermati suku bunga tabungan dan kredit bank saat ini, karena platform P2P Lending akan selalu menjanjikan bahwa berpartisipasi dalam program mereka selalu jauh lebih menguntungkan daripada uang diendapkan dalam rekening tabungan perbankan. Jadi, ingat selalu rumus ini; jika suku bunga acuan hari ini adalah sebesar 6%, maka bunga pinjaman adalah 2x lipat hingga 2,5x lipatnya.
Nah, disinilah masalahnya, Jika suku bunga terlalu tinggi, anda sendiri bisa membayangkan, apakah si peminjam akan mampu membayar? Dan untuk bisa membayar maka si peminjam harus mendapatkan untung berapa? Karena seringkali orang yang sedang butuh uang adalah ibarat orang yang tengah kehausan di gurun pasir, “oke-oke dulu dan bingung-bingung bayarnya kemudian”. Jangan sampai mau kita sebenarnya adalah untuk membantu orang lain, namun sebenarnya justru sedang mencekik orang tersebut.
3. Jangan Taruh Semua Telur Dalam Satu Keranjang
Ini adalah prinsip ilmu investasi paling klasik dengan hasil yang paling masuk akal. Ya, usahakan untuk selalu membagi investasi yang Anda lakukan agar tidak terkumpul pada satu tempat saja.
Jika di terapkan dalam skema P2P Lending ini, maka lebih baik mendanai atau meminjami dana untuk 100 proyek atau usaha dengan nilai pinjaman yang kecil, daripada mendanai atau meminjami 1 proyek atau usaha tetapi dengan nilai pinjaman yang besar. Jadi, jika semisal anda memiliki modal 5 juta rupiah untuk memulai terjun di P2P Lending ini, akan lebih baik jika 5 juta rupiah tersebut anda salurkan kepada 5 entitas usaha, daripada hanya anda pinjamkan kepada 1 usaha saja.
Ingatlah, Optimis = Keyakinan = Terlalu Tinggi = Ada unsur mimpi = Spekulasi. Jadi semakin optimis seseorang sebenarnya semakin spekulatif juga orang tersebut dalam bertindak. 

No comments:
Write komentar

Silahkan berkomentar dan berdiskusi

Pilih Agen Asuransi

loading...