Mau Warisan Berkah Atau Musibah? Orang-Orang Kaya Dan Kaya Banget Wajib Tahu Ini - Referensi Memilih Asuransi & Investasi
Most Popular

Saturday, 10 November 2018

Mau Warisan Berkah Atau Musibah? Orang-Orang Kaya Dan Kaya Banget Wajib Tahu Ini


"Orangtua saya meninggal tahun 2010 dan meninggalkan pabrik yang tak lagi beroperasi.  Taksiran nilai tanah dan bangunannya sekitar Rp 12 Miliar. Saat ada Program Tax Amnesty saya sudah masukkan dalam daftar Asset yang ikut dimintakan amnesti.  Saya sudah bayar tebusannya, dan surat mendapatkan Surat Keikutsertaan dalam Program Tax Amnesty. Pertanyaannya pak, apakah dengan itu saya sudah pasti terbebas dari kewajiban membayar Pajak Penghasilan (PPh) atas pabrik warisan itu?".
Itulah pertanyaan yang diajukan oleh seorang pengusaha kepada konsultan keuangannya. Intinya, apakah kalau Harta sudah diikutkan program Tax Amnesty, sudah dibayar tebusannya, maka berarti sudah terbebas dari kewajiban membayar PPh-nya? Dan, sayangnya jawabannya adalah “Tidak”.
Ya, karena dalam UU no 11 tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak, pada Pasal 15; khusus untuk Harta berbentuk Tanah dan atau Bangunan, serta Harta dalam bentuk Saham; bila belum Dibalik namakan (selambat-lambatnya) tanggal 31 Desember 2017, maka akan tetap dikenakan PPh.
Proses balik nama sebuah Harta (Waris) yang berbentuk Property (Rumah, Bangunan) sebenarnya tidaklah rumit. Yang menjadikan rumit adalah pelunasan BPHTB yang menjadi prasyarat proses Balik Nama tersebut. Kalau anda belum faham apa itu BPHTB, silahkan baca dulu disini
BPHTB waris untuk asset senilai Rp 12 Miliar itu nilainya hampir Rp 600 juta, (Kota Jakarta dan kota lain bisa berbeda besarannya), dan karena dasar penetapan BPHTB adalah Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) pada saat BPHTB itu dibayar, maka semakin lama menunda, dipastikan jumlahnya juga akan makin besar.  Karena NPOP tanah dan bangunan cenderung naik terus dari tahun ke tahun.
Dan kemudian pengusaha tersebut juga berfikir, bahwa kalaupun kelak dia juga bisa mewariskan Pabrik itu pada anaknya, maka beban anaknya juga makin besar.  Karena pada saat kelak anaknya secara hukum sudah bisa menerima "limpahan" harta itu, nilai pabrik tersebut sudah jauh melonjak menjadi sekitar Rp 60 Miliaran, sehingga BPHTB warisnya juga membengkak menjadi sekitar Rp 3 Miliaran.
Berkaca dari penuturan diatas, sebagai orang tua kita juga perlu bijak dalam "memilih harta” sebagai investasi.  Tidak salah ketika ada banyak orang tua yang merasa cukup atau bahkan bangga ketika dia sudah mempersiapkan harta warisan pada anaknya dalam bentuk rumah atau tanah. Karena ternyata di balik harta warisan itu, ada komponen biaya yang nilainya cukup besar, berbanding lurus dengan besarnya nilai harta yang di wariskan; yang belum tentu sanggup di penuhi oleh anak-anak kita.
Karena itulah, kita juga perlu berpikir untuk mempersiapkan juga, bagaimana caranya, supaya anak tidak terbebani dengan biaya pajak ini. Dan disinilah pentingnya asuransi yang bisa dipakai sebagai sebuah instrument perencanaan keuangan dalam mempersiapkan harta warisan. Hitung dan rencanakan berapa biaya pajaknya, dan siapkan dananya melalui program Asuransi.
Sehingga dalam hal ini, Uang Pertanggungan Asuransi bisa menjadi sebuah solusi atas kebutuhan biaya peralihan hak waris tersebut, dan bahkan sekaligus bisa juga menjadi harta warisan itu sendiri; yang bahkan juga bebas pajak dan biaya balik nama.

No comments:
Write komentar

Silahkan berkomentar dan berdiskusi

Pilih Agen Asuransi

loading...