Kemenag Luncurkan Kartu Nikah, Seperti Apa? Inilah Penjelasannya - Referensi Memilih Asuransi & Investasi
Most Popular

Wednesday, 14 November 2018

Kemenag Luncurkan Kartu Nikah, Seperti Apa? Inilah Penjelasannya



Buku nikah selama ini telah menjadi dokumen yang paling valid sebagai bukti status perkawinan (muslim) yang sah. Meskipun KTP dan KK juga mencantumkan status perkawinan setelah dilakukan pembaruan data setelah menikah, namun datanya tidak selengkap sebagaimana yang tercatat dalam buku nikah. 
Kementerian Agama (Kemenag) sedang mencoba terobosan dengan menerbitkan kartu nikah yang diproyeksikan untuk menggantikan buku nikah. Dengan inovasi baru ini, kini data lengkap seputar perkawinan akan terekam dalam selembar kartu yang hanya sebesar KTP.
Ide untuk menerbitkan kartu nikah ini bahkan juga bersamaan dengan diluncurkannya aplikasi SIMKAH Web yang menyimpan data nikah lengkap secara online.
Mungkin belum banyak yang tahu tentang SIMKAH Web ini, karena memang peluncurannya baru dilakukan pada 8 November 2018 kemarin, oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, sebagaimana dilansir oleh Tempo.co,  Simkah Web ini merupakan direktori data nikah yang terintegrasi dengan Aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kementerian Dalam Negeri, dan Sistem Informasi PNBP Online (SIMPONI) Kementerian Keuangan.
Kedepannya SIMKAH Web ini akan sangat membantu untuk mengakses informasi terkait pernikahan yang bersangkutan, serta segala keperluan pembuatan dokumen yang berhubungan dengan pernikahan.
Meskipun akan ada penggantian format buku nikah, tetapi persyaratan dan biaya pencatatan pernikahan di KUA tidak akan mengalami perubahan. Secara biaya, pengeluaran untuk pergi menikah ke KUA memang tidak menghabiskan uang banyak. Yang paling banyak menyedot anggaran justru hal-hal yang berhubungan dengan pesta pernikahan kedua mempelai.
Kaum muda sekarang mesti pintar menyisihkan anggaran untuk persiapan pernikahan ini. Mulai membiasakan diri untuk menabung dan berinvestasi sejak dini menjadi pilihan yang paling tepat untuk dilakukan.
Ada beragam pilihan untuk berinvestasi, mulai dari reksadana, nabung saham, atau bahkan unit link yang selain menawarkan keuntungan berinvestasi juga di lengkapi dengan fasilitas asuransi, baik asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan, tentunya bisa disesuaikan dengan proyeksi kebutuhan masing-masing.
Beberapa proyeksi keunggulan SIMKAH Web ini adalah, mudah digunakan karena cukup memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk input data. Setelah data di input, maka formulir nikah sudah otomatis terisi dengan data-data isian yang diperlukan untuk membuat akta nikah, buku nikah, dan kartu nikah.
Aplikasi ini juga menyediakan menu layanan publik untuk keperluan pendaftaran nikah. Dengan adanya aplikasi SIMKAH Web, pelaporan data peristiwa nikah dengan variabel data yang diinput bisa ditampilkan dalam bentuk data statistik seperti data usia nikah, pendidian, dan pekerjaan.
Seperti dilansir Republika, Kemenag melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas) berencana akan mendigitalisasi buku nikah menjadi kartu nikah yang dilengkapi dengan kode Quick Response (QR). Jadi, kode QR yang tercetak dalam kartu nikah itu nantinya bisa dibaca dengan barcode atau QR scanner yang langsung tersambung dengan SIMKAH Web. Segala informasi pernikahan seperti nama, nomor akta nikah, nomor perforasi buku nikah, tempat dan tanggal nikah, semua tersimpan di dalam satu kartu! Praktis, kan?
Program tahap pertama pencetakan kartu nikah akan mulai dilaksanakan di kota-kota besar . Kemenag akan menyediakan satu juta kartu nikah, yang diprioritaskan bagi calon pengantin yang akan menikah pada 2018, dan dibagikan secara gratis setelah prosesi akad nikah dilakukan.
Jika masih tersisa, barulah kuota itu akan diberikan kepada pasangan suami istri yang membutuhkan atau ingin mencetak kartu nikah. Untuk bisa mendapatkan kartu nikah, sebelumnya pasangan suami istri tersebut harus mengakses SIMKAH Web, mengisi data lalu datang ke KUA dengan membawa persyaratan nikah, baru bisa cetak kartu nikah, gratis. Kedepannya, secara bertahap kartu nikah akan sepenuhnya menggantikan peran buku nikah.

No comments:
Write komentar

Silahkan berkomentar dan berdiskusi

Pilih Agen Asuransi

loading...