Ingin Sukses Di Bisnis Networking? Kenali Dulu Jenis Dan Macamnya - Referensi Memilih Asuransi & Investasi
Most Popular

Tuesday, 13 November 2018

Ingin Sukses Di Bisnis Networking? Kenali Dulu Jenis Dan Macamnya



Di dunia ini hanya ada 3 macam bisnis berjaringan dan bersistem yang bisa membuat seseorang bebas finansial dan bebas waktu. Yaitu Konglomerasi, Waralaba dan bisnis Networking. Untuk orang biasa yang sudah berusia diatas 30 tahun, tidak memiliki banyak uang dan keahlian bisnis, maka hanya bisnis Networking yang bisa membuat dia bebas finansial dan waktu (Robert T Kiyosaki).
Jika kita berniat masuk ke bisnis networking, maka kita harus waspada dengan bisnis lain yang menyaru sebagai bisnis networking. Di bisnis networking, uang bonus yang kita peroleh berasal dari pembagian keuntungan ketika ada transaksi pembelian produk mitra oleh anggota grup yang kita bentuk. Uangnya bukan berasal dari calon mitra yang ingin bergabung. Jika uangnya berasal dari calon mitra, maka itu adalah bagian atau bentuk lain dari money game. Apakah itu tanpa produk atau ada produk yang dijual bersamaan dengan masuknya peserta (front loading). Pembelian produk yang menjadi syarat bergabungnya seorang peserta, dilarang oleh APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia).
Money game sudah ada sejak lama, diawali oleh Charles Ponzi di Amerika, kemudian ditiru dibanyak negara. Di sebagian besar negara, money game dianggap illegal. Di Indonesia belum ada larangan, baru ditindak jika ada yang dirugikan.
Saat ini money game sudah merasuk di banyak sektor bisnis. Banyak petualang bisnis ataupun perusahaan besar yang menggunakan sistem money game untuk meraup uang atau modal dari masyarakat. 
Jika kita ingin menjalankan bisnis berjaringan yang benar, maka bisnis networking yang menggunakan konsep prosumer adalah pilihan yang dianjurkan para ahli. Konsep Prosumer atau Profitable Consumer adalah konsep penjualan langsung dari produsen ke konsumen. Selisih harga pabrik dan konsumen yang 60%, diberikan ke konsumen yang mau aktif memasarkan produk dengan cara membangun jaringan dan menganjurkan anggotanya membeli produknya.
Selisih harga ini tadinya untuk keuntungan grosir, iklan, pengecer dan sebagainya.
Tetapi sebagai bisnis baru, bisnis networking masih banyak disalah pahami orang. Di beberapa komunitas agama bahkan dilabeli fatwa haram, sementara ada pemuka agama yang bergabung bahkan membuat bisnis networkingnya sendiri. Biasanya yang dianalisa oleh para pemuka agama kemudian dilabeli haram itu adalah money game yang menyaru sebagai MLM. 
Akhirnya semua bisnis yang "ajak ajak orang" dianggap sebagai bisnis yang haram.
Bagi sebagian besar orang, bisnis networking yang benar justru dijauhi atau dibenci, karena program bawah sadar mereka yaitu program bekerja keras mencari uang sangat berlawanan dengan hasil yang nantinya bisa diberikan oleh sebuah bisnis networking. yaitu memiliki banyak uang dan hidup nyaman.
Perusahaan asuransi pada umumnya memakai konsep networking ini dalam memasarkan produknya, meski dengan berberapa modifikasi sesuai kebutuhan. Karena itulah, tenaga pemasar atau agen asuransi, kebanyakan statusnya bukan karyawan atau pegawai, melainkan sebagai mitra kerja. Dan karena itu juga, agen asuransi seringkali bilang, bahwa dengan profesinya itu dia sedang membangun bisnisnya sendiri, karena memang sistemnya memungkinkan untuk itu.
Dengan sistem seperti ini, tidak heran kalau agen asuransi masuk 10 besar profesi yang memberikan pendapatan besar. Agen asuransi yang menjalankan bisnisnya dengan kategori “sukses”, bukan “sukses banget” bisa menghasilkan hingga puluhan juta rupiah per bulannya. Dan yang terpenting, tidak sulit untuk bisa terdaftar sebagai agen asuransi, cukup menyerahkan beberapa berkas persyaratan umum, dan menandatangani kontrak kesepakatan kerja sama, kemudian lulus ujian AAJI, maka seseorang sudah bisa membangun bisnis di industry asuransi.
Berkas persyaratan menjadi agen, untuk setiap perusahaan asuransi biasanya ada beberapa perbedaan. Karena itu jika ada diantara pembaca yang tertarik untuk terjun di industry ini, lebih baik menghubungi agen asuransi terdekat di kota anda untuk menanyakan lebih detilnya.

No comments:
Write komentar

Silahkan berkomentar dan berdiskusi

Pilih Agen Asuransi

loading...