Bisakah Menjual Sisir Kepada Orang Botak? Inspirasi Bagi Para Praktisi Marketing - Referensi Memilih Asuransi & Investasi
Most Popular

Saturday, 10 November 2018

Bisakah Menjual Sisir Kepada Orang Botak? Inspirasi Bagi Para Praktisi Marketing


Sebuah perusahaan membuat tes terhadap 3 orang calon staf penjual barunya. Tesnya unik, yaitu: menjual sisir di kompleks biara shaolin.
Tentu saja, ini cukup unik karena para biksu di sana tentu semuanya gundul dan tidak butuh sisir. Kesulitan inilah juga yang membuat calon pertama hanya mampu menjual 1 buah sisir. Itupun karena belas kasihan dari seorang biksu yang merasa iba melihat usahanya.
Tapi, tidak demikian dengan calon yang kedua. Ia berhasil menjual 10 buah sisir, ternyata ia tidaklah menawarkan dagangannya kepada para biksu, tetapi justru kepada para turis yang sedang berkunjung di kompleks biara itu. Ia menangkap sebuah peluang, bahwa kondisi angin disitu memang lumayan kencang bertiup, sehingga sering membuat rambut turis jadi awut-awutan.
Lalu bagaimana dgn calon ketiga? Luar biasa, ia berhasil menjual 500 sisir. Caranya? Ia menemui kepala biara. Kemudian dengan lobynya ia berhasil meyakinkan kepala biara, jika sisir ini akan bisa menjadi sebuah souvenir yang bagus untuk kenang-kenangan bagi para turis yang sedang berkunjung di kompleks biara tersebut. Bahkan, kepala biara bisa juga membubuhkan tanda tangan di atas sisir-sisir tersebut agar menjadikannya sebuah souvenir eksklusif bagi para turis. Dan, Sang kepala biara pun setuju, sehingga transaksi besar itu bisa sukses terealisasikan.
Para pembaca yang baik, cabalah mengingat-ingat apa saja yang sering kita anggap sebagai sebuah penghambat terbesar dalam usaha atau karier kita?
Bukankah seringkali kita akan menyalahkan keadaan? Dan inilah yang membuat calon pertama gagal. Sementara calon kedua, sudah mampu untuk berpikir lebih maju. Namun, sayangnya dia masih terpaku pada fungsi sisir yang hanya sebagai alat untuk merapikan rambut.
Calon ketiga itulah yang luar biasa, dia sudah berani untuk berpikir “di luar kotak” (thinking out of the box), yakni, berpikir diluar kelaziman sebagaimana umumnya. Dia bukan hanya mampu berpikir bahwa sisir adalah alat untuk merapikan rambut, melainkan lebih jauh dia berani membuat sebuah terobosan, bahwa sisir tersebut juga bisa menjadi souvenir.
"Ingatlah, kita tidak bisa mengatur situasi sebagaimana yang kita kehendaki. Tetapi, diluar itu kita sesungguhnya memiliki kemampuan untuk bisa mengerahkan segenap potensi yang kita miliki untuk mencari solusi atau terobosan atas situasi yang tengah terjadi".
"Segenap potensi” disini bukan hanya sebatas otot atau kerja keras, tetapi juga pikiran, ilmu, intuisi dan kerja cerdas. Pendek kata, kreatifitas akal, ketekunan dan kesabaran, adalah potensi dalam diri kita yang dapat dipergunakan untuk meraih kesuksesan.
Yakinlah setiap kemauan pasti selalu tersedia jalan, dan Tuhan akan selalu menolong kita untuk  menemukan jalan tersebut. Karena itu, jika ada seseorang yang berkata bahwa sudah tidak ada jalan atau jalan buntu, maka itu berarti bahwa dia adalah orang yang belum pernah menciptakan jalannya sendiri.




No comments:
Write komentar

Silahkan berkomentar dan berdiskusi

Pilih Agen Asuransi

loading...