Beginilah Contoh Cara Menghitung BPHTB Warisan - Referensi Memilih Asuransi & Investasi
Most Popular

Sunday, 11 November 2018

Beginilah Contoh Cara Menghitung BPHTB Warisan



Untuk menghitung BPHTB warisan caranya sedikit berbeda dengan perhitungan BPHTB pada jual beli. Karena pada warisan tentu saja tidak ada harga transaksi, karena memang bukan sebuah proses jual beli, maka perhitungan BPHTB pada perolehan warisan dihitung berdasarkan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) yang dianggap sebagai Nilai Perolehan Obyek Pajak (NPOP). Sedangkan pada jual beli, BPHTB dihitung berdasarkan Nilai Perolehan Obyek Pajak (NPOP) atau harga transaksi. Namun, untuk rumus perhitungannya adalah sama; yaitu 5 % x (NPOP – NPOPTKP). 
NPOPTKP adalah Nilai Perolehan Obyek Pajak Tidak Kena Pajak yang besarnya berbeda untuk masing-masing daerah. Misalkan saja, NPOPTKP untuk DKI Jakarta adalah Rp. 350.000.000. sedangkan untuk daerah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi adalah Rp300.000.000.
NPOPTKP untuk daerah lain, besarannya ditetapkan berdasarkan peraturan daerah masing-masing. Karena sekarang ini pemungutan BPHTB dilakukan oleh Dinas Pendapatan Daerah. Untuk mendapatkan informasi, pembaca bisa langsung datang ke Kantor Pajak atau Kantor Pertanahan atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) setempat.
Jika anda belum memahami apa itu BPHTB, silahkan baca dulu artikelnya disini, atau sekaligus anda ingin tahu bagaimana solusi mudah mempersiapkan warisan plus biayanya (BPHTB) silahkan baca tutorialnya disini
Berikut ini adalah contoh Perhitungan BPHTB, “Seorang pria meninggal dunia, dan dia memiliki sebidang tanah kosong di daerah Tangerang. Ahli warisnya adalah istri dan anak-anaknya. Ketika ahli waris akan mengurus balik nama, maka para ahli waris  tersebut diwajibkan membayar BPHTB.
Misalkan saja data tanah objek warisan tersebut adalah seperti ini:
Luas tanah 1.000 m2
NJOP = Rp. 800.000 per m2
NPOP = 1.000 x Rp. 800.000 = Rp. 800.000.000
NJOPTKP waris adalah Rp. 300.000.000 (Tangerang)
Maka, bisa dihitung besarnya BPHTB untuk warisan tersebut adalah sebagai berikut:
BPHTB = 5 % x (NPOP – NPOPTKP)
BPHTB = 5 % x (Rp. 800.000.000 – Rp. 300.000.000) = Rp. 25.000.000
Sehingga dari perhitungan ini sudah ketemu, bahwa biaya BPHTB yang harus dibayar oleh si ahli waris tersebut adalah sebesar Rp. 25.000.000
Meskipun ahli waris ada lebih dari satu (istri dan anak), namun dalam praktiknya, penulisan pada lembar BPHTB adalah hanya dituliskan nama salah satu ahli waris saja, dengan ditambah tulisan “CS” (cum suis) yang berarti dan kawan-kawan, di belakang namanya.
BPHTB waris sendiri harus dibayar pada saat warisan terbuka atau pada saat terjadinya peralihan hak atas tanah yang dimaksud, yaitu berarti adalah pada saat si orang yang mewariskan harta tersebut meninggal dunia. Oleh karena itu, perhitungan pajaknya menggunakan perhitungan pada tahun Pewaris tersebut meninggal dunia.

No comments:
Write komentar

Silahkan berkomentar dan berdiskusi

Pilih Agen Asuransi

loading...