Terungkap; Ternyata Begini Caranya Keluarga Upin-Ipin Bisa Hidup Makmur - Referensi Memilih Asuransi & Investasi
Most Popular

Sunday, 14 October 2018

Terungkap; Ternyata Begini Caranya Keluarga Upin-Ipin Bisa Hidup Makmur



Serial si kembar dari negeri Jiran, Upin-Ipin menjadi salah satu tayangan yang sangat populer, baik di negeri asalnya sana maupun di Indonesia. Tidak hanya anak-anak, banyak juga orang dewasa yang menyukai film kartun ini.
Serial tersebut menceritakan kehidupan dua anak kembar yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak, bersama dengan teman-teman dan keluarganya. Keluarga Upin-Ipin digambarkan sebagai sebuah keluarga yang hidup dilingkungan pedesaan, bersama kakak perempuan dan neneknya. Tidak diketahui secara jelas dimana ayah ibu si kembar ini, namun dalam salah satu episode pernah ditampilkan cerita bahwa ayah dan ibu si kembar telah meninggal dunia akibat kecelakaan.
Meskipun yatim-piatu dan hidup bersama nenek yang tidak berkerja, serta kakak perempuan yang masih bersekolah, namun kehidupan Upin-Ipin tidak pernah terlihat susah. Makanan sehari-hari yang lumayan mewah untuk ukuran pedesaan selalu tersedia dimeja makan. Ya, ayam goreng khas kesukaan si kembar bukanlah makanan yang bisa disediakan setiap hari oleh keluarga yang tidak memiliki kepala keluarga dengan pekerjaan tetap. Belum lagi langganan Koran, dan juga gadget terbaru yang sempat muncul dalam beberapa episode. Pokoknya dalam tayangan ini, digambarkan apapun yang dimaui sikembar akan bisa disediakan oleh si nenek dan kakaknya.

Namun, pernahkah pemirsa sekalian bertanya-tanya, dari mana nenek atau kakak Upin-Ipin mendapatkan uang untuk biaya hidup mereka sehari-hari? Dari mana mereka mendapatkan uang untuk membeli gadget mahal? Biaya sekolah si kembar bersama kakak perempuannya?
Kalau pemirsa sekalian penasaran, maka begitu juga dengan saya sendiri. Karena itu saya mencoba untuk melakukan penyelidikan terhadap riwayat keluarga ini. dan setelah googling serta membaca tulisan dari berbagai sumber yang dapat dipercaya, maka inilah hasilnya, dan saya menemukan beberapa hal mengejutkan berikut ini; Ternyata biaya hidup sehari-hari keluarga Upin-Ipin adalah dari hasil klaim polis asuransi.
Alkisah, ketika masih hidup, ayah Upin-Ipin pernah didatangi seorang agen asuransi, meskipun sempat menolak, pada akhirnya ayah si kembar itu mau juga membuka sebuah polis asuransi dengan nilai uang pertanggungan yang kalau di rupiahkan mencapai 1 Milyar rupiah.
Naas tidak bisa dihindari, malang tidak dapat ditolak, baru saja beberapa kali membayar premi, ayah Upin-Ipin meninggal dunia karena sebuah kecelakaan. Karena sebelumnya ayah sikembar telah memiliki polis asuransi, maka cairlah uang pertanggungan sebesar 1 Milyar tersebut, dan diterima oleh kakak perempuan Upin-Ipin sebagai ahli waris.


Sementara itu, nenek Upin-Ipin memang dasarnya adalah orang yang bijaksana. Uang sebesar 1 milyar itu tidak dihabiskan atau digunakan sebagai biaya hidup harian, tetapi disimpan di sebuah bank dalam bentuk deposito. 
Dari hasil deposito tersebut, nenek Upin-Ipin menerima bunga deposito sebesar 6 % per tahun bersih setelah di potong pajak. Sehingga, dari hasil uang klaim asuransi yang kemudian di depositokan tersebut nenek Upin-Ipin menerima uang sebesar:
1 milyar dikalikan bunga 6%, atau setara dengan jumlah 60 juta rupiah per tahun. Artinya, nenek Upin-Ipin tanpa usah bekerja pun dia masih menerima uang sebesar 5 juta rupiah perbulan (bunga deposito 60 juta dibagi 12 bulan).
Itulah jawaban kenapa keluarga Upin-Ipin masih bisa hidup berkecukupan, meski tanpa hadirnya seorang kepala keluarga sebagai sumber nafkah utama. Karena ternyata ketika meninggal dunia, sang kepala keluarga telah mewariskan uang tunai sebesar 1 milyar rupiah yang kini telah di depositokan. Hasil deposito bisa dipakai untuk biaya hidup sehari-hari, sementara 1 milyar nya masih utuh.
Sebenarnya masih ada satu lagi temuan saya yang juga tidak kalah mengejutkan terkait keluarga si kembar ini. Namun saya berjanji akan menceritakannya dalam tulisan berikutnya. Ini karena saya ingin memberikan kesempatan kepada pembaca sekalian, pemirsa dan penggemar serial Upin-Ipin agar segera menghubungi agen asuransi terdekat di kota anda, untuk berdiskusi dan menanyakan apakah ada produk asuransi seperti yang dulu dibeli oleh ayahnya si kembar Upin-Ipin.


*Cerita ini hanya rekaan penulis belaka, dan tidak bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah

No comments:
Write komentar

Silahkan berkomentar dan berdiskusi

Pilih Agen Asuransi

loading...