Saat Para Lelaki Merasakan Yang Seharusnya Dirasakan Para Wanita - Referensi Memilih Asuransi & Investasi
Most Popular

Friday, 7 September 2018

Saat Para Lelaki Merasakan Yang Seharusnya Dirasakan Para Wanita

Rasa sakit saat melahirkan tentu hanya kaum wanita yang bisa merasakannya. Para pria agak lebih cenderung meremehkannya. Meski tetap percaya bahwa melahirkan itu sakit banget, tetapi karena tidak pernah merasakannya secara langsung, kebanyakan pria justru menganggap enteng dengan penderitaan wanita ini. Apalagi ditambah fakta begitu banyaknya kaum istri yang rela melahirkan anak sampai berkali-kali. Sampai-sampai muncul guyonan, bahwa sakit yang dirasakan kaum lelaki saat khitan/sunat jauh lebih dahsyat daripada sakitnya wanita saat melahirkan. "Buktinya lelaki cuma berani khitan/sunat 1 kali di sepanjang hidupnya", begitu kaum lelaki selalu menggembar-gemborkan.
Namun sekarang, sebaiknya para lelaki segera menghentikan bercandaan semacam itu. Karena sekarang telah berhasil diciptakan sebuah alat, yang mampu men-simulasikan rasa sakit yang dialami wanita saat melahirkan. Alat ini memang diciptakan khusus untuk para lelaki, agar tau bagaimana sakitnya proses melahirkan. Dan hasilnya sungguh mengejutkan, dalam video yang banyak beredar di media sosial, tampak seorang pria benar-benar tidak mampu menahan simulasi rasa sakit saat melahirkan. Bahkan pria tersebut nampak meminta agar simulasi tersebut dihentikan, saking tidak kuatnya menahan sakit.
Sebagai pria yang berkecimpung dalam dunia perasuransian, saya justru mengusulkan agar dibuat juga sebuah alat yang bisa mensimulasikan derita kaum wanita saat ditinggal mati suaminya, tanpa warisan yang memadai, atau bahkan justru meninggalkan sekian banyak hutang yang harus dilunasi.
Alat ini sangat penting, karena kebanyakan pria juga meremehkan derita janda seperti ini. 
"Takdir Tuhan telah mengatur segalanya, termasuk rejeki istri dan anak saya, jika suatu saat saya telah tiada", selalu begitu kilah mereka. Dalam beberapa bagian saya sepakat, meskipun juga kurang begitu menyetujui bagian lainnya. 
Pertama, bahwa takdir Tuhan itu adalah sesuatu yang harus kita imani, itu iya. Bahkan menjadi rukun iman ke 6 dalam agama yang saya anut. Tetapi... Ada tetapinya nih... 
Yang kedua adalag bagian yang saya kurang setuju, pasrah total atas rejeki istri dan anak saat kepala keluarga meninggal dunia adalah tidak sepenuhnya bisa dibenarkan. Karena dibalik "qodho" dan "qodar" yang Tuhan tetapkan, selalu terbuka ruang untuk doa dan ikhtiar/usaha. 
Dan sekali lagi saya juga selalu menegaskan ini, sampai sekarang; salah satu usaha terbaik, sekaligus termudah dalan menyiapkan warisan adalah dengan cara berasuransi. Anda boleh mendebat pernyataan saya ini, tetapi dalam tulisan selanjutnya saya akan bahas, kenapa asuransi adalah cara terbaik untuk menyiapkan warisan. Jadi, akan lebih baik jika anda menyentuh tombol ikuti di blog ini, agar tidak ketinggalan updatenya.

No comments:
Write komentar

Silahkan berkomentar dan berdiskusi

Pilih Agen Asuransi

loading...