Forest City Nan Kapan Kapan

Ada reklamasi. Ada kontroversi. Reklamasinya sangat besar. Persoalan yang muncul juga sangat besar. Itu di Malaysia. Di pantai yang meng...

Ada reklamasi. Ada kontroversi.
Reklamasinya sangat besar. Persoalan yang muncul juga sangat besar. Itu di Malaysia. Di pantai yang menghadap Singapura.
Investornya dari negeri Panda. Dengan nilai yang luar biasa: Rp 100 triliun setara.
Saya dua kali ke sana. Ingin tahu apa gerangan sebabnya. Sebelum pemilu 9 Mei pun sudah membara.
Mahathir menjadikan reklamasi ini salah satu isu utama. Untuk menggoyang Najib Razak dari singgasana.
Hemm.... Bagaimana bisa, kata Mahathir. Itu sama dengan menjual negara.
Isunya: siapa membeli rumah di tanah reklamasi itu diberi hak istimewa. Bisa mendapat visa tinggal sangat lama. Sembilan tahun masanya.
Proyek ini diberi nama Forest City. Dengan tema: Kampung halaman kedua. Mayoritas pembelinya memang dari sana.  Dari utara.
Banyak juga pembeli dari Singapura. Pun dari Indonesia. Termasuk Surabaya.
Dari segi desain, Forest City memang luar biasa. Kota baru ini amat modernnya. Hampir semua bangunannya setinggi surga. Dengan arsitektur bangunan yang sangat jumawa.
Pengunjung pameran Forest City di Malaysia sebelum pelaksanaan pemilihan umum yang lalu.
Masalahnya di harga. Tidak mungkin terjangkau oleh bumiputra. Maka isu jual negara pun menjadi sangat mengena. Menjelang pemilihan raya.
Najib tumbang. Mahathir menang. Forest City seperti terpanggang.
Mahathir tidak bisa sembunyi. Harus memenuhi janji. Forest City harus ditinjau kembali.
Tapi ada Sultan Johor di proyek itu. Sultan terkuat di antara sultan-sultan ada di seluruh negeri.
Semua pihak menjadi seperti gamang. Beberapa mentri mulai bicara: mengambang. Proyek ini terlalu besar untuk ditiadakan. Terlalu telat untuk dibatalkan.
Saya tidak bisa membayangkan: kapal besar yang lagi goyang. Pembeli baru tidak lagi mau datang.
Mahathir tentu tidak bisa begitu saja: menafikannya. Ini bukan proyek pemerintah.
Tapi Mahathir keukeuh: tidak akan mau mengeluarkan visa khusus. Visa tinggal di Malaysia. Biar pun membeli rumah di Forest City tetap saja: visa biasa.
Awalnya banyak yang mengira Mahathir tidak akan konsisten. Usaha meyakinkannya terus dilakukan.
Misalnya yang diupayakan menteri besar Johor, Datuk Osman Sapian. Yang terus menjelaskan pentingnya proyek Forest City bagi Johor. Juga bagi Malaysia.
Mahathir menanggapinya segera.Dengan sindiran yang mengena.
"Saya mendukung rumah-rumah di Forest City dijual ke orang asing. Agar orang-orang Malaysia tetap tinggal di rumah kayu dengan atap bocor,'' kata Mahathir. Dua hari lalu.
Memang, kata Mahathir, kalau Malaysia diberikan ke asing akan bisa berkembang pesat. Kita bisa lebih modern dari Singapura. Mereka punya uang. Bisa membangun gedung-gedung yang indah. Dan kita tetap tinggal di rumah kayu. "Kalau memang itu yang dikehendaki menteri besar saya OK. Setuju,'' kata Mahathir merajuk.
Pertempuran di Forest City tampaknya belum akan berakhir. Dan kelihatannya tidak mudah untuk berakhir. Apalagi Anwar Ibrahim juga sangat dikenal dekat dengan Sultan Johor. Berkali-kali Anwar pergi dengan pesawat pribadi sang Sultan.
Saya jadi ingin ke Forest City lagi. Kapan-kapan.(dahlan iskan)

COMMENTS

BLOGGER
Name

adira insurance,1,agen asuransi,4,allianz,1,allianz syariah,1,asuransi,58,asuransi kendaraan,3,asuransi kesehatan,4,asuransi prudential,14,asuransi sakit kritis,8,asuransi terbaik 2018,9,asuransi terbaik 2019,2,berita asuransi,30,bisnis asuransi,2,BPJS,2,BPJS Kesehatan dan ketenagakerjaan,5,catatan dahlan iskan,4,grab,1,investasi dan trading saham,2,keuanganku,56,klaim asuransi milyaran,1,legiman pengemis pati,1,liburan akhir tahun,1,lowongan pekerjaan agen asuransi,1,marketing academy,26,prudential,1,prullink generasi baru,1,Sequis Life,1,Serba-Serbi,20,syahrini,1,tahun baru 2019,1,tarif tol trans jawa,1,tips kesehatan,15,video populer,9,
ltr
item
Literasi Keuanganku: Forest City Nan Kapan Kapan
Forest City Nan Kapan Kapan
https://ecp.yusercontent.com/mail?url=https%3A%2F%2Fwww.disway.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F09%2FIMG-20180908-WA0042.jpg&t=1536685863&ymreqid=594212d0-7c95-5eb1-01a6-a70042010000&sig=XpjoKq19NbZekZPQFTysmg--~C
Literasi Keuanganku
https://www.literasikeuanganku.com/2018/09/forest-city-nan-kapan-kapan.html
https://www.literasikeuanganku.com/
https://www.literasikeuanganku.com/
https://www.literasikeuanganku.com/2018/09/forest-city-nan-kapan-kapan.html
true
8999826961204974482
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close