Bukan Semata Tentang Asuransi - Referensi Memilih Asuransi & Investasi
Most Popular

Thursday, 6 September 2018

Bukan Semata Tentang Asuransi

Meski agen asuransi, saya sama sekali bukanlah agen asuransi mobil. Produk dan program yang saya jual lebih pada asuransi untuk manusia, untuk melindungi resiko finansial atas diri manusia, baik dari resiko penyakit, kecelakaan, maupun meninggal dunia.
Saya faham dengan sefaham-fahamnya, bahwa asuransi mobil itu penting, terlebih untuk mobil baru yang tentunya membutuhkan biaya perbaikan lebih mahal jika terjadi resiko kerusakan akibat kecelakaan. 
Meski demikian, sejak dulu sampai sekarang saya tidak pernah terlalu serius untuk soal asuransi mobil ini. Mungkin, mobil yang saya beli selalu pakai asuransi lebih karena desakan sales, atau sebagai syarat mutlak agar pembiayaannya disetujui oleh fihak leasing.
Sampai kemudian, kemarin, saya baru benar-benar merasakan bahwa asuransi mobil itu memang benar-benar penting. Jauh lebih penting dan bermanfaat dari sekedar yang saya bayangkan selama ini. Tentu ada suatu sebab, kenapa saya bisa berubah seperti itu. Sebagaimana kata pepatah, "kebanyakan orang baru mulai belajar dan percaya setelah mengalaminya sendiri, dan celakanya kebanyakan hal itu adalah pengalaman buruk". Ya, seperti itulah pula yang saya alami.
Kemarin, sewaktu pulang dari suatu kunjungan di sebuah kota di Jawa Timur, dalam perjalanan pulang, terjadilah pengalaman buruk tersebut. Secara tiba-tiba, sebuah sepeda motor nylonong begitu saja, menyebrang jalan di depan mobil saya, yang secara reflek menginjak rem dengan keras. Tentu saja, karena nylonong dan jaraknya sudah cukup dekat, tabrakan ringan tidak bisa di hindarkan.
Meskipun cuma tabrakan ringan, percayalah akibatnya tidak akan pernah seringan yang dibayangkan. Dan saya percaya 100 %, si bapak setengah baya penunggang sepeda motor yang menyebrang jalan sembarangan itu sama sekali tidak punya asuransi. Jangankan Prudential, Generali, atau Allianz, bahkan BPJS pun saya yakin beliau tidak punya. Paling banter punya kartu KIS yang di bagikan gratis di era pemerintahannya pak Jokowi itu.
Melihat si bapak yang terpincang-pincang menyeret sepeda motornya melarikan diri menjauhi saya, sungguh saya tidak tega untuk memperpanjang urusan. Meskipun mungkin, secara undang-undang saya lah yang berada dalam posisi benar. Resiko di jalan, dan juga resiko kehidupan, faktanya tidak melulu siapa benar siapa salah. Yang pasti, ketika resiko itu terjadi; apakah itu karena kesalahan sendiri, atau kesalahan fihak lain, atau bahkan karena takdir Tuhan menentukan seperti itu, pada hakikatnya ada biaya yang harus di tanggung.
Dan saya sangat bersyukur, diri saya tidak cedera, lecet sedikit pun tidak. Meski sebagai agen asuransi, tentu saja saya juga punya polis asuransi dari perusahaan terbaik di Indonesia, namun saya tidak akan cukup berani menyombongkan diri dengan mencoba kegunaannya. Saya sudah sangat cukup lega, hanya beberapa bagian mobil yang lecet, bemper depan yang pecah dan harus diganti. Melihat kondisinya, saya percaya tidak kurang dari 3 juta rupiah, duit yang harus keluar sebagai biaya perbaikan. Dan sekali lagi saya juga sangat yakin, fihak asuransi lah yang harus membayar semuanya, sehingga duit segitu bisa saya hemat untuk di belikan beberapa unit reksadana. 
Sampai disini kadang saya membayangkan, kalaupun toh mobil tidak saya asuransikan, paling tidak saya masih sehat, masih bisa cari duit untuk biaya perbaikan, paling tidak masih bisa cari pinjaman sana-sini. Lah, terus bagaimana kalau resiko kecelakaan itu menimpa diri saya, yang rusak bukan mobilnya tapi raga saya? Dan bagaimana juga jika saya tidak punya asuransi? Apa masih bisa saya cari pinjaman sana-sini jika pas tidak punya duit? Apakah seorang istri sanggup menanggungnya... Itu sungguh berat sobat... Istri-istri kalian tidak akan sanggup , biarlah asuransi saja yang menanggungnya.

No comments:
Write komentar

Silahkan berkomentar dan berdiskusi

Pilih Agen Asuransi

loading...