Begini Alur Rujukan BPJS Kesehatan 2018 - Referensi Memilih Asuransi & Investasi
Most Popular

Sunday, 23 September 2018

Begini Alur Rujukan BPJS Kesehatan 2018

Setiap orang yang sehat bisa sakit, dan ketika sakit; seseorang pasti menginginkan perawatan serta pengobatan yang terbaik. Dahulu, sebelum Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Perdirjampelkes) Nomor 4 Tahun 2018 diterbitkan, pasien peserta BPJS bebas memilih Rumah Sakit yang dia kehendaki, sesuai kualitas layanan yang dia inginkan. Namun semenjak peraturan baru tersebut terbit, pasien tidak bisa lagi membuat rujukan ke rumah sakit pilihan sesuai yang dia kehendaki dari sisi kualitas layanan.
Dalam peraturan yang baru, telah diatur secara sistematis, setiap pasien wajib mendapat tindakan kali pertama dari fasilitas kesehatan tingkat pertama terlebih dahulu, atau biasa dikenal sebagai faskes pertama sebelum melakukan pengobatan lebih lanjut ke Rumah Sakit rujukan.
Dalam prosesnya, pasien wajib mendaftarkan ulang rujukan mereka secara online terlebih dulu. Sistem rujukan ini disebut rujukan berjenjang. Dan apabila telah terdaftar secara online, maka otomatis BPJS sudah akan menentukan faskes pertama atau Rumah Sakit dengan sistem penghitungan radius.
Dengan sistem radius inilah BPJS menghitung dan mengatur faskes pertama atau Rumah Sakit yang berada sejauh 15 kilometer dari rumah pasien. Jikalau tidak ada pelayanan kesehatan dalam radius 15 kilometer, maka akan ditingkatkan ke radius 30 kilometer. Apabila ternyata dalam radius yang kedua tersebut tidak ada lagi Rumah Sakit yang bisa ditemui, maka radius tersebut akan naik menjadi 45 kilometer.
Menurut Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Arief Syaefuddin, sebagaimana dilansir JawaPos.com (15/08/2018), sistem ini sebetulnya sudah lama dipersiapkan, hanya implementasinya memang menunggu kesiapan infrastruktur fasilitas kesehatan masing-masing. Dengan sistem ini, akan bisa dilihat dan diketahui kapasitas Rumah Sakit, mulai dari alat kesehatan yang dipunyai, hingga praktik dokternya.

BACA JUGA;

Bisa jadi, ketika sistem ini telah berjalan, yang paling merasa diuntungkan adalah pasien peserta BPJS kesehatan itu sendiri. Karena tidak perlu lagi repot membawa sekian banyak berkas seperti yang selama ini dilakukan. Juga tidak ada lagi cerita pasien tidak kebagian kamar perawatan, karena masing-masing faskes akan selalu memperbarui datanya secara real time. Ditambah lagi, kondisi administratif tidak lagi menjadi acuan bagi pasien untuk mendapatkan perawatan. Misalkan saja, pasien yang tinggal di perbatasan Bogor dan Depok, dan ternyata lebih dekat ke Depok, bisa mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit di kota Depok, begitu juga sebaliknya.
Hanya memang, setiap perubahan pasti membawa respon positif sekaligus negatif. Dan menarik untuk ditunggu bagaimana kelanjutan cerita pelayanan BPJS Kesehatan dengan sistem yang baru ini. Apalagi mengingat sebagian besar pengguna BPJS Kesehatan adalah masyarakat kalangan menengah kebawah, yang notabene belum begitu akrab dengan sistem berbau online.

No comments:
Write komentar

Pilih Agen Asuransi

loading...